Minggu, 13 Juli 2014

Save Palestine


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Semoga sahabat dimana pun berada selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa teruntuk buat saudara dan keluarga kita yang berada di Palestina. Orang bilang yang terjadi di Palestina kini adalah bentuk awal dari peperangan. Aku juga gak peduli, mau ini perang agama atau perang perebutan wilayah. Yang aku tau saudara-saudara kita yang berada di Palestina merenggang nyawa akibat dari keserakahan Israel.

Aku medengar dari TV, pemicu semua yang Israel lakukan sekarang adalah bentuk serangan balasan atas tewasnya 3 orang Israel sebelumnya. Tapi pantaskah kalian hai Israel, membalas 3 orang dengan membunuh ratusan orang, ribuan orang luka-luka dan mermbumi hanguskan bangunan-bangunan tempat tinggal rakyat Palestina?

Sekarang aku sedang berada di rumah, duduk manis tanpa merasa ketakutan. Sedangkan saudara kita di Palestina, sedang apa mereka?? Ya, kita bisa lihat apa yang sedang mereka lakukan melalui layar kaca yang ada di setiap rumah kita. Disini kita bisa menghirup udara yang segar sedangkan mereka tak bisa menghirup udara yang segar akibat kepulan asap dan debu yang setiap saat selalu ada. Kita sekarang dapat berleha-leha kemanapun, sedangkan mereka terkukung di dalam tempat pengungsian berharap akan datangnya bantuan dan perlindungan atas negara dan rakyat mereka kepada Yang Kuasa.

Allah, para malaikat, para syahidan, tanah, dan rakyat Palestina adalah saksi dari kekejaman pembumi hangusan Israel terhadap Palestina. 

Saat aku melihat berita di TV yang memberitahukan tentang keadaan Palastina sekarang,  tak sadar membuat hati ini bergetar dan mata ini berkaca-kaca hingga terlontar kata-kata “Ya Allah,lindungi mereka.” Ya, aku hanya mampu mengirimkan doa pada mereka. Saat ini aku juga terus berharap bukan hanya doa yang tak akan pernah putus terarah kepada Palestina, tapi bantuan dari tentara Allah mudah-mudahan menyertai Palestina.

Aku bangga atas Palestina, mereka masih tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Walaupun sejak tahun-tahun yang lalu Israel terus mengusik dan membuat kerugian yang sangat besar atas hidup rakyat Palestina. 

Palestina, adalah tempatnya para Nabi dan Rasul. Palestina adalah tanah sejarah dan tanah suci yang pasti akan di lindungi Yang Kuasa. Sekarang mungkin Israel berpesta atas keberhasilannya mengalirkan darah-darah tak berdosa. Tapi tunggu saja saatnya, azab pasti datang. Dan mereka akan dilaknat oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat. Mereka akan merasakan balasan yang sangat berat atas perbuatan dan keserahan mereka.

Hai, dunia.... kenapa kalian diam?? Bukan hanya umat Muslim Palestina yang merenggang nyawa atas Israel. Ada juga orang-orang non-muslim yang tewas dan bergelimpangan darah. Kenapa dunia saat ini hanya berani mengecam tanpa ada tindakan? Sukakah kita hanya melihat kekejaman Israel melalui layar kaca kemudian menangis sedikit sebagai syarat untuk berbela sungkawa?? Sungguh, itu tak ada artinya. Yang kita butuhkan itu, tindakan. Ya tindakan. Semua tak akan pernah reda tanpa tindakan.

Puasa,kita masih dikelilingi oleh bulan penuh berkah, yakni Ramadhan. Pastinya ini adalah Ramadhan terberat bagi rakyat Palestina, pastinya juga segala cobaan menghampiri mereka. Di saat seharusnya mereka bisa berkumpul untuk sahur dan berbuka puasa bersama namun yang terjadi mereka malah dipisahkan oleh maut. Seharusnya mereka bisa mendengarkan adzan berkumandang jelas, namun yang terdengar jelas adalah suara roket yang berterbangan dan berjatuhan diiringi teriakan ketakutan dan isak tangis.

Palestina, kalian sungguh kuat. Aku tak bisa membayangakan bila aku yang berada di posisi kalian. Mungkin aku tak akan tahan, mungkin aku berpikir mati lebih baik dari pada hidup. Naudzubillahi min dzalik. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan keteguhan hati pada diri setiap insan.

Kalau aku punya kekuatan menghancurkan, akan aku hancurkan Israel dengan tanganku untuk kalian. Kalau aku punya meriam super canggih akan aku ratakan Israel lebih dari ledakan yang ada di Hirosima dan Nagasaki. Ya, miris melihat apa yang terjadi ketika aku  warga sipil terumata anak-anak menjadi sasaran empuk Israel. Teruslah berdiri Palestina! Allah lebih dekat dari urat nadi, dan akan mengabulkan doa-doa orang-orang yang dizalimi dan teraniaya. Itu janji Allah. 

Kita adalah manusia yang rapuh, manusia yang lemah. Bila terjatuh dan kesakitan kita berharap akan datangnya bantuan. Siapa lagi yang akan membantu Palestina kalau bukan kita. Pray for Gaza Palestine.

Wasslamualaikum warohmatullahi wabarokatuh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar