Sabtu, 26 Juli 2014

Kegunaan Berzakat


Assalamualikum warohmatullahi wabarokatuh

Haii, apa kabar buat yang sedang baca? mudah-mudahan sehat selalu ya trus bisa lebaran deh :D Ini loh, kadang banyak hal di dunia ini yang tidak kita ketahui tujuannya secara pasti. Biasanya kita lebih banyak ikut-ikutan atau hanya sekedar menjalankannya tanpa tau tujuan dan fungsi yang sesungguhnya. Termasuk zakat.

OK. Mumpung sekarang bulan ramadhan, pastinya kita bakal membayar zakat. Ya, zakat fitrah. Pada dasarnya semua zakat, baik zakat mal atau zakat fitrah itu berfungsi dan bertujuan untuk memberdayakan umat agar lebih baik dan maju. zakat untuk menanggulangi kemiskinan.

Ya, kali ini aku ingin berbagi ilmu tentang zakat berdasarkan ceramah yang aku dengar beberapa hari yang lalu di mesjid. Kalau ada salah penyampaian bilang ya, soalnya udah beberapa hari yang lalu, hehe. Menurut aku ini penting untuk disampaikan makana aku berusaha buat nge-review ulang. 

Zakat itu kan diberikan kepada orang yang tidak mampu alias orang yang berhak menerima zakat. Pastinya kalau kita ingin adanya keberkahan dan kemajuan, zakat itu lebih kita fungsikan dan berdayakan. Menurut dari yang aku dengar dari ceramah waktu itu. Kalau misalnya terkumpul zakat sebanyak delapan juta rupiah dalam bentuk uang. Dan yang berhak menerima ada delapan orang. Maka tidak perlu juga kita bagi sama rata.

Biasanya, kebanyakan dari kita malah membagikannya sama rata. Jadi uang yang delapan juta dibagikan ke masing-masing orang satu juta satu juta. Nah kalau gitu sama aja. Zaman sekarang satu juta cukup buat apa lah kan? Nah, itu yang mesti kita berdayakan agar berkembang.

Gimana caranya agar zakat yang kita beri dapat lebih bermanfaat? Ya itu, bisa kita lihat dari masing-masing pihak yang menerima zakat tersebut. Misalnya diantara orang yang menerima zakat tersebut ada yang pandai dan nampaknya ahli dalam bidang memotret. Kemudian jika yang bisa memotret itu merasa ia mampu untuk maju maka dari hasil zakat kita belikan ia sebuah kamera yang harganya sekitar 2,5 juta. Nah, seorang lagi ada yang pandai jualan rumahan, kemudian kita beri 2 juta. Nah,sisanya ada  3,5 juta kemudian kita bagi sama rata kepada yang enam orang sisa zakat tersebut. Hal tersebut tak apa kita lakukan.

Itu semua bertujuan agar seseorang lebih bisa maju dan punya modal untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan yang selama ini terbatas karena masalah ekonomi dan modal yang susah didapat. Nah, disitulah zakat di fungsikan, agar dapat membantu orang-orang yang memiliki keterbatan tersebut. Kita tau diantara keterbatasannya dia punya skill yang menjanjikan, tapi karena keterbatasan modal malah gak bisa tercapai dan terus hidup dalam kesusahan.

Zakat berfungsi gimana supaya zakat itu lebih bermanfaat dengan memberikan jaminan modal hidup dari keahlian mereka masing-masing yang pada akhirnya bila mereka maju, sukses dan berhasil maka bukan mereka lagi yang akan menerima zakat di tahun-tahun berikutnya. Tapi malah mereka lah kemudian yang akan memberikan atau membayar zakat. Betul gak??

Ingat kah kita pada zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz? Dimana umatnya waktu itu tumbuh menjadi umat yang sejahtera dan makmur. Hingga ketika ingin membayar zakat gak tau mesti harus diberikan kemana karena rakyatnya yang sudah serba berkecukupan dan semua ingin membayar zakat. Ya, pada akhirnya, karena daerah tersebut tidak ada lagi yang berhak menerima zakat, zakat itu diberikan ke negara tetangga dan umat non-muslim yang ada di sekitarnya. Indahnya berbagi bukan??

Nah, jadi zakat itu gak hanya sebatas dibagi sama rata. Sang pembagi zakat juga harus lebih cermat, pintar melihat dan mampu bagaimana cara mengelola zakat agar lebih bermanfaat buat kemashalatan umat.

Selama ini juga banyak orang yang membagikan zakat tapi malah menjatuhkan korban. Berdesak-desakan dan sebagainya. Itu akibat dari ketidaksiplinan yang memberi dan juga penerima zakat yang gak sabaran.

Orang yang berzakat lebih mulia loh. Sama seperti “Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.” Jangan karena ingin mendapatkan zakat, kita rela berdesak-desakan hingga akhirnya merugikan diri kita sendiri. Semua pasti ada mekanisme dan aturan buat yang membagikannya. Jadi untuk orang yang menerima zakat juga kudu lebih sabar dan berhati-hati. Kalau dapat alhamdulillah. Kalau tidak belum rezeki. Itu tandanya kita di tuntut untuk usaha yang lebih maksimal. 

Kembali ke zakat, kalau kita paham, cermat dan tau tujuan yang sesungguhnya, Insya Allah kita akan semakin maju dengan memberdayakan zakat. Oh iyaaa, aku hanya sekedar berbagi ilmu dan gak berniat menggurui, mungkin selama ini masih banyak diantara kita yang masih awam soal zakat. Padahal zakat itu  termasuk dari rukun islam yang harus kita ketahui tujuan yang sebenarnya, bukan hanya sekedar membayar tok, kemudian selesai. Gak begitu.

Intinya berbagi itu indah,,,dengan berbagi kita senang. Jika berbagi gak dibarengi ilmu apa gunanya? Ya kan??Itu aja sih yang mau aku sharing, mudah-mudahan bermanfaat yaaa... Aamiin. Wassalam J

1 komentar: