Sabtu, 26 Desember 2015

Ketika Ku Bertanya




Hari ini begitu panas, air di botol minum hijau yang sering aku bawa kini telah habis ku minum. Kini aku duduk termangu menunggu teman-teman yang tak kunjung datang untuk rapat lanjutan. Katanya ngumpul pukul setengah dua belas siang, toh nyatanya sudah setengah jam lewat menunggu. Daripada membuang waktu, aku pun beranjak pergi dan tunaikan yang wajib dahulu. Ku langkahkan kaki menuju musholla kampus. Kebetulan adzan zuhur sudah berkumandang.

Fakultas tampak sepi, lorong-lorong jalan di fakultas menuju musholla yang aku lalui bak pipa raksasa yang kedap angin dan suara. Aku pun tetap melanjutkan langkah kaki ke musholla seorang diri dengan rasa sedikit horor. Mungkin ini hanya imanjinasi akibat kebanyakan menonoton film horor ya. Pikirku.

Aku pun berjalan menuju WC kampus. Bismillah, ku ambil air wudu. Setelah selesai berwudu aku merasa segar sedia kala. Yang awalnya aku  merasa gerah dan kehausan, kini berubah menjadi kesegaran. Mungkin inilah yang namanya keberkahan. Mudah-mudahan ya Robb. Aamin.

Setelah tunaikan sholat, aku duduk di kursi panjang di depan musholla untuk memakai sepatu.  Masih dengan seorang diri tanpa siapa pun. Aku sedikit merasa asing dan bingung kenapa fakultas tetap sesepi ini.

“Kak Zahra!”

Sontak aku pun menoleh ke arah sumber suara. “Eh…. Si Dul,” kata ku spontan kaget sambil nyengir aneh.

“Tumben sendiri Kak? mana yang satu lagi?” tanya si Dul. Dul pun ikutan duduk di ujung kursi panjang yang aku duduki sementara aku juga sedang duduk di ujung kursi yang berlawanan.

“Satu lagi apa ni Dul? Udah ngagetin, sekarang di bom pertanyaan ihh,” jawabku polos sambil sibuk memasang tali sepatu. Nama aslinya adalah Abdullah, lebih sering di panggil si Dul. Seorang adik junior di kampusyang tampan, aktif, cerdas, luas wawasan agamanya hingga tak jarang terkadang di panggil Ustadz.

“Itu loh, cowok yang selama ini barengan turus sama Kakak?”

Aku menoleh ke si Dul dengan muka datar kemudian tersenyum kecut. Aku alihkan pandangan ke arah yang lain. Pertanyaan itu membuat aku diam seribu bahasa. Sesaat suasana aku buat berubah menjadi hening tak bernyawa karena pertanyaan si Dul yang tak langsung kujawab.

Beberapa detik pun berlalu.

“Kami udah punya jalan masing-masing Dul,” jawabku dengan bingkai wajah sumringah.

“Lah, bukannya kalo jalan emang masing-masing ya Kak, emangnya kakak dan dia jalan sambil gendongan apaah? haha” kata Dul tertawa dengan lepas dan gaduh.

Aku pun telah selesai memakai sepatu dan langsung aku sahut candaan si Dul. “ Yaelah Dul, Kakak jawab serius ini loh, pandai amat yaak kalo becanda, multi talent, sekalian ikutan stand up komedi aja gih!” jawabku dengan nada cerewet ingin memojokkan si Dul itu.

“Hehe… maap kak, gak maksud gitu, biar cairin suasana aja loh kak.”

“Ye lah…yelahh…” jawabku dengan pasang muka cuek.

“Duluan ya Kak, mau pulang lagi nii...” kata si Dul berdiri sambil melihat jam tangan hitam yang melingkar ditangannya.

“Cepet amat pulangnya, temenin Kakak ngobrol kek disini, kakak lagi nungguin temen. Lagian fakultas kita kok hari ini aneh banget ya, gak ada orang,” kataku sambil celingak-celinguk kiri-kanan.

“Ya ampun kak, kemana aja sih?” tanya Dul tertawa lebar. Aku pun mengerutkan dahi sambil berpikir. Apakah mungkin ada sesuatu yang aku lewatkan? Batinku. “Fakultas kita kan lagi ada acara di PKM kak, jadi orang-orang pada kesana semua, emang gak ada yang kasih tau kakak?” sambung si Dul.

Sekilas dengan sigap, ku rogoh kantong rok dan aku raih HP sambil ngecek  HP. “Amsyooooooongg, HP pakek mati segala ternyata sejak tadi, sama sekali gak ada ngecek HP Dul.”

“Haha, anak kekinian ada gitu ya lupa cek HP,” sahut si Dul nyengir ngejek memperlihatkan giginya yang rapi itu.

Akhirnya Dul nyaranin buat ikutan aja sama dia pergi ke acara Fakultas karena akan ada banyak bazar dan kegiatan disana. Sayang banget kalau langsung pulang. Aku pun memutuskan untuk pergi dari fakultas dan ikut bersama Dul.

Sambil berjalan kaki ke arah PKM yang cukup jauh, kami berdua sedikit banyak bercerita. Si Dul dengan aktivitasnya yang mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan dan lomba sedangkan aku  bercerita tentang kegiatan perkuliahan dan pekerjaan rumah yang seabrek. Mungkin ceritaku sedikit membosankan ketimbang cerita si Dul. Ya…Dul sedikitnya membuat aku kagum padanya. Jarang-jarang anak muda kayak Dul udah memiliki segudang potensi dan prestasi yang luar biasa. Aku akui kalau aku sedikit malu menjadi kakak seniornya. Huuufftt….

“Dul, bagaimana cara kamu ngelakuinnya dan bisa seperti ini?? Kakak kenal kamu dari SMA Dul dan kakak tau betul kamu dulu tidak seperti ini,  kamu  pernah terpuruk karena ‘dia’ dan semua karena ‘dia’, Dul ingat kan waktu Dul curhat di sekre dulu ke kakak? pokoknya kamu berubah Dul…” tanyaku sedikit malu dan dengan suara yang mulai tenggelam.

“Iya kak, Dul sadar dengan perubahan sekarang ini Kak. Dul bersyukur atas semua yang terjadi sebelumnya. Dan Dul seneng banget bisa seperti ini, setidaknya Dul bisa ngebahagiain orang-orang udah pasti sayang sama Dul. Dul ngerti apa maksud pertanyaan Kakak barusan,” ujar Dul seraya tersenyum ke arahku lagi.

Selama diperjalanan menuju PKM Dul pun bercerita panjang lebar tentang sekelumit kisah  yang ia lalui sejak ia berpisah dengan seorang sosok yang pernah ia sayangi. Dul juga bercerita kalau dia telah berusaha iklhas namun hatinya terkadang masih belum bisa menerima, berusaha menyibukkan diri dengan hal-hal positif, dan pastinya Dul sadar kalau hidup ini pasti ada ujian dan perlu ada motivasi.

Hari itu pun berlalu, Dul setidaknya membuka mata ku yang sempat dihinggapi oleh debu. Debu yang membuat mataku perih berkepanjangan, hingga mengeluarkan buturan air mata kesakitan. Bahkan air mata yang terus  mengalir itu pun tak kunjung berhenti meskipun aku seka dengan jari-jemari.

Dul berkata pada ku,”Jangan karena satu ­momen bullshit, momen-momen bahagia, senang, dan positif yang Kak Zahra punya jadi sia-sia gitu aja, jangan kita kayak pribahasa ‘karena nila setitik rusak susu sebelanga.’ Coba deh manfaatkan sesuatu yang benar-benar ada disekeliling kita Kak!” Kata Dul dengan wajah semangat.

Dul benar, semua yang Dul katakan benar. Apakah mungkin aku bisa seperti Dul? Pertanyaan yang aku beri ke Dul membuat aku sedikit tertampar. Merasa konyol karena berusaha memenangkan  hati orang lain, tetapi hati sendiri terpuruk. Pertanyaan yang aku lontarkan ke Dul membuat aku harus flashback kembali, terpaksa harus teringat dan memikirkannya lagi hingga membuka luka lama yang sebenarnya udah di close book.

Ada perkataan super Dul kepadaku ketika itu, dimana perkataannya terngiang terus ditelingaku hingga kini, “Kak, masa lalu dan kenangan buruk itu ibarat mata pisau yang tertancap di dalam hati.  Jika mata pisau dibiarkan terus tetap menancap, maka kita akan terus-menerus merasakan sakit bahkan sakitnya itu tak akan hilang dan semakin bertambah. Bagaimana cara agar mata pisau yang tertancap itu terlepas dan hilang? Caranya itu tak lain tak bukan dimulai dari diri kita sendiri  dan hanya diri kita yang bisa melakukannya. Pertama, Cabutlah mata pisau itu dengan tangan kita sendiri, cabutlah perlahan-lahan agar tidak terlalu sakit, cabutlah mata pisau itu dengan lembut agar tidak mengoyak sisi hati yang lain. Kemudian setelah terlepas buanglah mata pisau itu jauh-jauh. Sekarang hati kita bisa terlepas dari mata pisau yang menyakitkan itu dan hati kita akan mulai menyembuhkan dirinya sendiri. Meskipun luka yang sembuh itu akan meninggalkan bekas. Namun, bekas itu setidaknya mampu menutupi luka lama tersebut.”

Makasih Dul atas waktu, cerita, saran dan motivasi yang kamu berikan ke Kakak. Meskipun kakak tau ini gak mudah bagi kamu sebelumnya tentunya buat kakak yang labil ini. Kakak akan berusaha dan belajar semangat darimu Dul.Tetaplah menjadi bintang yang paling terang, biarkan sinarmu menuju kesegala arah, memberikan cahaya semangat kepada siapa pun yang meminta petuahmu. Moga kau kelak menjadi sesosok yang arif dan dikagumi banyak orang.

Pelajaran berharga memang tak harus didapat dari orang-orang yang lebih tua. Bahkan yang muda pun dapat mengerti selama kaya pengalaman dan cara yang mereka lakukan benar dan bisa membuat mereka bangkit dari keterpurukan masa lalu.



by. Laila


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Assalamualaikum hehe...Nah, cerita diatas hanya fiksi belaka ya Guys. Mudah-mudahan dapat kita ambil pelajaran bagi kita semua dan khususnya buat aku sendiri. Itu hadiah buat blog kesayangan dari aku karena udah lama banget gak ada update blog -_- :p Senang deh  rasanya bisa kembali menulis setelah sekian lama gak ada menghiasi blog dengan kata-kata. Senang bisa kembali meluangkan waktu buat menulis. Gak terasa juga kita udah berada di penghujung tahun 2015. 


Keep spirit buat kita semua ya guys!! I love you more. See you next time. Wassalam 



Kamis, 03 September 2015

Meme Riau Dikepung Asap





Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh


 
sumber: google
 
Pagi ini aku bangun cepet, semalam gak bisa tidur dengan nyenyak...huuffttt. Aku pun sekilas menuju jendela kamarku, aku singkap tirai jendela dan aku lihat suasana di luar. Seperti hari-hari sebelumnya... suasana yang putih bagai kabut. Aku bukannya lagi mimpi atau berada di suatu negeri kahyangan, tapi ini real loh Sob. Yang aku lihat itu pun sekali lagi bukan awan atau embun yang sedang turun, melainkan KABUT ASAP!!

Helooowww.... WTH!!!!!!

Kabut asap lagi ... kabut asap lagi. Tiap tahun ada kabut terus-menerus. Udah kayak ladang kabut asapnya Indonesia aja nih ya. Bukannya hutan Riau yang masih alami ini di jaga, eeehh....malah dibakar buat pembakaran lahan. Mending kalo yang punya lahan orang pribumi. Ini enggak, malah para ‘aseng’ dan ‘asing’. Makin memperburuk ekonomi ditambah lagi memperburuk lingkungan.

Luu tega banget yaa pemerintah Riau!! Lu biarin semua hutan kita habis dibakar sampe beratus-ratus titik panas 'hospot' tersebar di berbagai daerah. Emang lu kira hutan bisa tumbuh dalam sekejap apa ya. Mana sanksi tegas kalian, mana punishment bagi pembakar hutan?? ntar kalo hutan kita gundul mau apalagi. Anak cucu kita mau hidup macam manee?? Udah sumpek, rapet, panes, polusi udara, polusi suara. Arrhhgggghh... memikirkannya saja udah pengapp ni otak. Apalagi langsung merasakan begini.

Ini penampakan kabut yang aku foto jam setengah delapan pagi tadi dari atas rumah aku:

Dibelakang rumah ada asap


 Samping kanan asap,
Kantor PU Pemerintah yang deketnya sejengkal dari rumah aku aja kagak nampak noh

 Dari depan rumah asap lagi


 Disamping kiri rumah. 
Mesjid pun terlihat buram karena kabut asap



Aku marah... ntah marah sama siapa juga kagak tau, disisi lain aku cuma ingin hutan terjaga dan rakyat bisa hidup sehat, bukan dibelenggu dengan kabut asap ini. Apa dampak dari kabut asap ini??

Banyak!!!! 

Banyakk banyak....

Secara umumnya pertama, pastinya kesehatan kita terganggu akibat adanya kabut asap ini. Bagaimana tidak, yang punya penyakit asma, napasnya makin sesak. Yang lagi batuk makin parah. Contohnya adik aku si Mamat. Yang biasanya gak kena batuk dan pilek, sekarang batuk mulu. Iihh....sebel kali yaa...mau disalahin asapnya ya kagak mungkin. Yang mungkin disalahin itu ya yang bakar lahan, atau orang yang mengizinkan pembakaran lahan hutan tersebut.

Kedua, aktivitas terganggu. Jujur yaa... aku mau ke pasar buat belanja kebutuhan sehari-hari aja males karena liat kabut asap di jalanan yang tebel bingittzz. Mau keluar malas, jadi malas semua kalau mau keluar ruangan. Aku jadi takut buat terlalu banyak beraktivitas diluar ruangan jadinya. Belum lagi debu jalanan yang aduhai polusinya + kabut asap yang tebel. Gak taulah udah berapa persen polutan yan ada di jalanan itu, RATUSAAANN!!! Mending kalo yang pakek mobil, laaahh yang pakek motor?? Pakek masker pun kagak ngaruh.

Ketiga, proses belajar mengajar terganggu. Ini pendidikan loh... berapa banyak sekolah di Pekanbaru dan daerah Riau lainnya yang menghentikan proses belajar mengajar karena kabut asap ini??? Sekali lagi, RATUSAANN!!! Ratusan sekolah mengentikan aktivitasnya. Mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan beberapa universitas memberikan kesempatan untuk mengehentikan sementara kegiatan belajar mengajar dan diliburkan sampai kabut asap  menipis. Beuuhh -.- mau belajar aja susah karena ni asap.

Jujur, aku merasa kayak di Sumbar kampung halaman. Kalau subuh itu, awan pada turun, kebetulan kampung aku berada di kaki bukit. Nanti kalau hari udah tinggi awannya hilang sendiri. Beda mah sama di Riau, Riau udah kayak negeri kahyangan diatas awan. Bedanya ini awannya kabut asap bekas pembakaran hutan. Weleeeeehhhhh..kapan lah ini semua berakhir. 

Sepertinya sanksi yang pemerintah berikan terlalu ringan dan tidak memberikan efek jera sama sekali. Seharusnya pemerintah yang bekerja untuk kebaikan negara bisa melihat dan mengevaluasi berbagai bentuk aktivitas masyarakat umum agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. 

Timbul pertanyaan, udah berapa kali kabut asap ini terjadii??? 

Kali ini mungkin belum sampai RATUSAAANN!! cuma setidaknya pemerintah harus belajar dari pengalaman kabut asap sebelum-sebelumnya. Ini ma kagak! kabut asap terulang kembali mulu. Tapi jangan sampai sebanyak ratusan itu aja loh. Yang pasti kabut asap ini terjadi gak cuma sekali, tapi udah beberapa kali pada beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah masih terlalu kurang tanggap dan gak memberikan efek jera terhadap pelaku pembakaran hutan di banyak titik Riau. Pemerintah pusat apalagi, masih acuh dan sibuk ajaa kepentingan yang lain.

Emang kami rakyat Indonesia pandai mengkritik, tapi setidaknya perhatikan masukan-masukan dan liat penderitaan rakyat. Jangan hanya kritik pedas dari rakyat dianggap sampah. Hanya segelintir orang yang bakar hutan. Tapi jutaan ekosistem dan jutaan manusia terkena dampaknya. Apa itu sebanding? Tentu tidak. Daripada karena Nila setitik rusak susu sebelanga mending basmi akar permasalahan. Kalo perlu kasih hukuman matiii!!!! Nyawa dibalas nyawa ma men...

Liat!! Mereka yang bakar hutan itu jutaan ekosistem yang mereka bunuh. Banyak makhluk hidup yang kehilangan tempat tinggal mereka dan akhirnya mati sia-sia. Dan pastinya kita gak akan tau gimana kedepannya kehidupan kita bila hutan tiada lagi sebagai paru-paru dunia. Apakah kita masih bisa hidup tanpa adanya oksigen??? 

Huufftt... rasanya berkoar-koar di blog pun pemerintah pun gak bakal baca. Setidaknya, aku mengeluarkan uneg-uneg dan apa yang ada dipikiran aku sebagai rakyat biasa yang hanya ingin kehidupan lebih baik. Not wrong, isn’t it??

Sekarang meme-meme lucu tengah bertebaran di jagat maya. Ini bisa membuka hati dan menyindir mereka-mereka yang bakar hutan. Tidak..sekali tidak...meme ini bukan tujuan untuk lawak-lawakan atau bikin ngakak. Meme ini sebagai cermin kalo kabut asap ini miris banget. Cermin dari potret kehidupan yang udah kagak sehat dan berpolusi. Meme ini untuk mengingatkan kita semua, menyadarkan kita semua. 

Sekaligus, meme ini menjadi rujukan bagi kita warga Riau dan orang lain agar menjaga alam.
 
Yang ketawa AWASSS.... tak tonjok!! Wkwk...kidding browhh....

Kabut asap Riau dianggap wisata


 Film Surga yang Tak Dirindukan berubah menjadi
Asap yang Tak Dirindukan -_______-


 Terlihat jelas perbedaannya memang


 VJ Marissa jadi Bidadari yang turun ke sungai Siak -.-


 Assalamualaikum Beijing berubah jadi 
Assalamualaikum Riau plus aktornya pakek masker
welllleeehh weleeeehh...


Semoga kabut asap ini cepat berakhir, mereka yang membakar hutan biarlah selamat dari hukum dunia sekarang, tapi yakinlah gak akan pernah selamat apalagi lari dari hukum Tuhan Yang Maha Esa. Moga hujan bisa turun mengguyur Riau secepatnya. Moga cahaya mentari bisa terlihat jelas dan terang kembali seperti biasanya. Aaamiin ya Robb

Wassalam :)  Melawan asap!!!

Rabu, 02 September 2015

Cooking FUN



Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Fellaaass..... Huufftt, terbayarkan sudah lelah dan cucuran keringat hari ini, hehe. Soalnya, hari ini eku ekslusif masak di dapur dengan resep yang diambil di internet. Alhamdullillah berhasil dan memuaskan, uweeeenaaakk tenan. Berawal ketika aku mampir di blog sobat aku Muthi Haura dan aku mendapati postingannya tentang seorang blogger yang suka masak. Aku pun jadi kepo terhadap blogger tersebut. Thanks ya Muth, hehe. Dan akhirnya aku pun berkeinginan untuk memperaktekkannya. 

Sebelumnya aku intip beberapa resep dari blogger yang suka masak tersebut, url blognya www.justtryandtaste.com, ternyata blogger tersebut adalah seorang wanita karir yang punya hobi masak dan sudah menerbitkan beberapa buku panduan dalam memasak. Sumpah envy deh liat cewek pandai masak begitu. Pasti suami, anak dan keluarganya pada demen dan bersyukur banget ya punya istri atau mantu yang cerdas dan kreatif seperti itu. Pastiii.... 

Setelah menelusuri beberapa resep makanan dan minuman, aku tertarik banget sama menu ayam dan smoothie. Gak sabar pengen buatin semuanya satu persatu :D Karena tertarik pengen praktekin, aku bilang deh ke Ibu kalau aku dapat resep makanan dari internet. Aku nya pengen buat nuget ayam yang yummy, tapi Ibu lagi malas makan daging ayam cincang. Jadi aku tunjukin menu ayam yang lain. Dan Yesss!!! Ibu tertarik pengen buat, hingga keinginan buat ayam bumbu si skip dulu, ahaha.

Kebetulan, sehari sebelumnya aku nemenin Ibu ke pasar tradisional buat belanja bahan makanan selama seminggu, seperti sayuran, ikan, daging dan ayam. Nah, mumpung di kulkas lagi ada ayam, pastinya resep makanan ayam yang akan di masak. Resep masakan yang aku pilih kali ini adalah Ayam Goreng Spicy Frozen Food.

Aku pun mulai mencari beberapa bahan seperti rempah-rempah dan kecap-kecapan. Rata-rata semua ada di dapur. Yang gak ada di dapur adalah minyak wijen, saus tiram, kecap asin, dan jintan. Alhasil Ibu deh yang pergi ke warung harian di sekitar rumah buat belanja yang gak ada tadi. Aku bersihin ayam.

Kebetulan minyak wijen gak dijual di warung harian dekat rumah, jadi aku ganti dengan minyak goreng. Bubuk cabe dan bubuk kunyit aku ganti dengan cabe giling halus dan kunyit biasa. Berikut resep masakannya dengan beberapa bagian yang dimodifikasi.

Resep Ayam Goreng Spicy Frozen Food.

Bahan:

-          1  ekor ayam*
-          Garam
-          1 buah jeruk nipis airnya saja

*) 1 ekor ayamnya ketika dibeli dengan berat 2,3 kg. Namun, setelah diolah gak aku timbang lagi beratnya berapa.

Bumbu halus:

-          6 siung bawang merah
-          5 siung bawang putih
-          1 sendok makan ketumbar sangrai
-          2 cm jahe
-          4 butir kemiri sangrai
-          1 ruas  kunyit segar ukuran sedang
-          ¼ teh jintan

Bumbu lain-lain:

-          2 sendok makan kecap manis
-          2 sendok makan minyak makan biasa
-          3 sendok makan kecap asin
-          2 sendok makan saus tiram
-          3 sendok makan gula merah yang dihaluskan
-          2 sendok teh merica bubuk ‘Ladaku’
-          Garam secukupnya
-          2 sendok makan cabe giling halus

Proses pembuatan: 

First, siapkan ayam yang telah dipotong, dicuci  dan  dibersihkan. Kalau bisa kulit ayam jangan dibuang semua. Cukup dibersihkan sebersih mungkin dan biarkan sedikit kulit ayam menempel pada daging, karena kulit ayam menambah kesan nikmat dan manis terhadap daging itu sendiri. Tapi buat yang koresterol jangan makan kulit ayamnya ya, ntar kambuh deh :D

Setelah ayam dibersihkan, siapkan cawan yang bisa menampung semua ayam. Berikan ayam tersebut garam secukupnya dan air jeruk nipis. Aduk ayam, tutup, kemudian tunggu sekitar 20 menitan agar amis ayam hilang, garam dan jeruk nipis meresap.

Sambil menunggu ayam, sangrai ketumbar dan kemiri sampai mengeluarkan aroma yang harum, setelah harum diangkat. Kemudian, siapkan semua bahan bumbu halus, kupas, cuci dan bersihkan. Satukan semua bawang merah, bawang putih, jintan, kunyit, jahe, ketumbar, kemiri dan tambahkan sdikit air kemudian blender hingga halus. 

Siapkan wajan untuk mengungkep ayam, ayam yang telah kita lumuri dengan jeruk nipis dan garam tadi kita salin ke dalam kuali. Masukkan semua bumbu yang telah kita haluskan dengan blender tadi, kemudian masukkan juga bumbu lain-lain ke kuali. Setelah semua bumbu dimasukkan, aduk ayam serta bumbunya hingga merata dan diamkan sesaat agar bumbu meresap.

Setelah kita diamkan sesaat, hidupkan api kompor dan ungkep ayam. Masak ayam sampai matang hingga kuahnya mengering. Jangan sampai kuah ayam terlalu kering airnya, ntar tepi kuali akan gosong. Ungkep ayam dan tutup biar matangnnya merata. Sesekali aduk-aduk ayam biar bumbu merata.

Kalau ayam terlihat kekurangan air saat kita mengaduk bumbu dan ayam saat mau mengungkep, tambahkan air dan garam secukupnya. Tapi kalau aku tidak menambahkan air lagi sama sekali, karena saat mulai dimasak ayamnya mengeluarkan air.

Ketika ayam yang diungkep tadi telah masak dan kuahnya sudah mulai kering. Angkat dari wajan. Dan kemudian goreng ayam yang telah diungkep dengan minyak yang panas dan  api sedang. Setelah digoreng ayam pun siap disajikan dengan nikmat guys.

 Goreng ayam buatan Chef Laila :P

Setelah memasak ayam, aku buat sayur. Sayurnya aku tumis aja biar cepet. Sayur yang aku masak adalah sayur bunga kol dicampur sayur sawi. Ntar tumis aja bawang merah dan bawang putih sampai harum kemudian masukkan potongan daun bawang perai dan seledri. Setelah layu masukkan air dan didihkan. Kemudian setelah airnya mendidih masukkan sayur dan garam secukupnya, tunggu matang. Masak sayurnya jangan kelamaan yaa, ketika sudah layu atau setengah masak, lalu angkat. Selesai.... sayur nikmat dan segar siap disantap.


 Sayur ala Laila

NB: Dianjurkan jangan memasak dagingnya terlalu lama Sob, karena akan mebuat ayam agak coklat kehitaman karena efek kecap yang kita pakai tadi. Jadi cukup memasaknya sampai berubah warna keemasan. Dan angkat ayam yang telah masak sekalian dengan serbuk-serbuk ayam yang tertinggal dikuali setiap memasak ayamnya. Karena serbuk-serbuk tersebut bisa menempel di ayam berikutnya dan bisa merusak penampilan ayam dengan terlihat seperti ada totol-totol gosong kehitaman. 

------------------------------------

Nah, itu dia resep ayam goreng yang aku lihat dari internet, hasilnya enak banget. Alhamdulillah orang rumah semuanya pada suka, hehe. Pada nambah semua.

Bumbu rempah-rempahnya lebih terasa dan membuat lidah aku seperti sedang  refreshing gitu. Bumbu ungkepan ayamnya aja enak banget. Pas aku mau buang bumbu ayam sisa ungkepan yang tinggal sedikit itu aja, adik aku si Fatimah malah bilang gak usah di buang. Yaa... ternyata dia tuangkan ke nasinya jadi kuah gitu. Wkwk. Sisa ungkepannya itu emang asli enak, cuma karena lumayan banyak minyaknya, makanya aku mau buang saja.

Aroma saat pengungkepan pun bikin perut lapar, sepenuh rumah jadi bau ungkepan ayam, wkwk. Jarang-jarang masak ayam banyak bumbu begini, biasanya masak ayam goreng dengan bumbu kuning biasa yang udah mainstream abiz, makanya lidah aku terasa refreshing pas nyobain ayam ini. Terasa banget rempah-rempahnya.   

Makasiii Muthi buat recommendednya dan makasih buat kakak blogger cantik yang pinter masak atas resepnya. Ntar bakal nyari minyak wijen lah, penasaran juga sama minyak wijen. Maklum, lagi belajar masak, dan masih banyak bahan-bahan yang masih tabu bagi aku. Keep studying of all...... wassalam.


Senin, 31 Agustus 2015

August Last Moments

Assalamualaikum warohamtullahi wabarokatuh 

Alhamdulillah pastinya nikmat sehat dan kesempatan masih hadir diantara kita Sob. Berhubung di hari terakhir akhir bulan Agustus 2015, mau cerita-cerita singkat ajaa, tapi juga sedikit panjang. Wkwk

Sekedar ingin curhat lagi pada blog ini, begini lohh... beberapa waktu lalu tepatnya pada hari Jumat, 28 Agustus aku,Fatimah,Mamat, Papa dan Ibu temenin Ibu check up kandungan di RSIA Andini.

Sumpah aku excited banget mau ikutan liat ibu check up. Kesempatan awal juga kan, sekalian liat Ibu-Ibu bunting gitu. Ahahha. Liat wajah Ibu-Ibu yang keluar dari rungan dokter itu emang lain ya hawanya. Muka pasangan suami-istri yang keliatannya masih muda-muda itu tampak berseri-seri sambil memegang buku kandungan berwarna putih ketika keluar dari ruangan dokter.

Seketika ada pasangan suami-istri yang masih muda banget cantik dan ganteng baru saja keluar dari ruangan dokter kemudian  langsung duduk disebelah tempat aku duduk. Mereka asik bercengkrama satu sama lain tentang foto dan wajah bayi mereka. Ooooohhh so sweet, kapan ane kayak begitu yaaaaakk... *mikir*

Sekilas aku intip kartu yang mereka pegang itu, soalnya penasaran dengan gambar yang ada di buku putih tersebut. Sontak Ibu aku yang lagi duduk disampingku bertanya ke arah pasangan itu.

“Dek,boleh liat bukunya??” lah aku jadi kaget gitu pas Ibu aku ngomong tiba-tiba ketika aku lagi ngintip buku kandungan calon Ibu itu.

“Iyaa buk, silahkan!!” kata kakak cantik itu ke Ibu.

Akhirnya aku liat tuh berdua sama Ibu buku kakak itu, aku demen liat gambar USG nya, wajah bayinya udah mulai lengkap walau emang belum terlihat sempurna. Usia kandungannya juga sama dengan Ibu yang udah masuk 6 bulan. Waaaaahhh... lucu deh gambarnya apalagi anaknya. 

Ada juga tuh Sob, waktu itu aku udah masuk dalam ruangan dokter bersama Ibu, ceritanya temenin Ibu masuk ke dalam buat check up. Jadi kan kami sebelumnya emang rada lamaaaaaa gitu nunguin pasien yang sebelum Ibu keluar ruangan, akhirnya nama Ibu di panggil juga, pas kami nungguin di dalam ternyata mereka yang sepertinya adalah pasangan baru itu belum selesai bicara sama dokter dan asik bercengkrama bersama dokter dan asistennya. Sedikit menguping, bukan nguping juga sih, emang semua yang di dalam pada dengar semua, sang dokter bilang kakak itu ada kelainan di kandungannya. Astagfirullah... disitu aku liat, pasangan itu  antusias bertanya harus bagaimana kedepannya, tentang makanan, obat dan segala macam. Kasian juga aku liat kakak itu dan suaminya. Huuffftt.... moga bayi mereka sehat selalu sampai melahirkan. Aamiin ya Robb.

Dan soal Ibuku alhamdulillah bayinya normal, bayinya berjenis kelamin perempuan udah berumur enam bulan, kurang lebih tiga bulan lagi Ibu aku bakal melahirkan. Doain moga calon adikku sehat walafiat yaa serta Ibunya.

Memang agak nganu ya, di umur aku yang udah dua puluh tahunan ak masih harus punya adik kecil lagi :D Belum lagi umur Ibu yang udah kepala empat. But, Ibu emang gak ada pakai KB, karena gak ada yang cocok pakai KB, sering pendarahan dulu, jadi agak takut. Makanya Ibu pakai sistem liat tanggal sih katanya dan gak pakai KB. Cuma bagaimana pun mengusahan agar jangan sampai hamil lagi tapi akhirnya hamil juga, mungkin itu kali yaa dinamakan rezeki. Kita terima aja toh, lagian aku seneng dengan anak kecil, ntar Laila yang jaga kayak adik sekaligus anak sendiri juga boleh :p wkwkwkk...sekalian belajar jadi Ibu ... Aaamin...

Trus jugaa... tanggal 30 Agustus kemaren adik aku Fatimah Natasya dan Tamyiz Abdul Halim ulang tahun. Fatimah yang ke-19 dan Tamyiz ke-15. 

Moga kedua adikku, tumbuh menjadi anak yang sholeh sholehah, cerdas, sukses buat kedepan, dan pastinya bisa membuat keluarga, negara dan agama bangga. Moga hidup kalian seterusnya juga bisa bermanfaat buat banyak orang. Aamiin ya Robb.

Buat Fatimah, kurangin nonton anime nya, kurangin bangun tengah malam gitu, jangan tengah malam kerjaannya download anime mulu, tidur yang teratur. Dan buat Tamyiz, kakak tu sumpah agak kaget dengan perubahan kamu yang sekarang sejak di MAN, ngajinya makin sering, gak melala lagi, gak hobi main warnet lagi, gak jadi gamer lagi, dan solatnya udah rajin gak bolong lagi, pokoknya terus pertahanin ya. Kamu itu laki-laki, yang akan jadi kepala keluarga dan kelak akan membimbing istri dan anak-anak kalian. 

BTW, Fatimah ulang tahun di kasih surprised gitu deh ama temennya :D dan lagi-lagi terpaksa aku yang jadi fotografernya.ahahaha. Temennya tiba-tiba datang kerumah, hari minggu kemaren sekitar jam dua siang. Aku emang udah terdengar gerak-gerik temennya dari halaman rumah, cuma diem-diem aja. Ahaha.

Si Fatimah katanya baru kali ini pulak dapat surprised dari temen-temen, kirain dia cuma bakal di bully di bbm aja, wkwk...abisnya kawannya tu sumpah konyol banget, masak dp BBM mereka dipasang foto Fatimah yang lagi jelek abizzz...ahaha...aku cuma bisa ngakak liatnya.


 Eksiss bareng dulu yawww...

Ternyata selain Fatimah ada temennya juga yang ultah 28 Agustus lalu, dan ultah sebulan yang lalu, wkwk...jadi dirayain sekali tiga orang ultahnya. Aneehh kan??ahha

Orang yang ultahnya sebulan yang lalu ini emang dah dirayain ultahnya sebelumnya sama temen-temen Fatimah, cuma ada beberapa orang lagi yang kasih late suprised gitu. Jadi yang ultah ada Fatimah, Adel dan Fahmi, sumpah kawan Fatimah ni kocak abis. Belum lagi si Mamat adek aku sibuk main balon dan kerjaannya letusin balon mulu hingga buat kawan Fatimah teriak mulu tiap sebentar.ahha.

Yang enaknya, karena yang ultah kan tiga orang tu, berarti kan kue nya tiga kotak pulak tu. Eehhh kue ultah orang yang berdua lagi malah ditinggal dirumah, padahal masih banyak wkwk. Katanya biarin aja tinggal, rezeki Fatimah. Alhasil karena kue nya enak, J.CO sama Tremondi pulak lagi kan...yaudah... aku makan deh puas-puas, jarang-jarang juga makan yang sedap-sedap, aku gak tau la ntah berapa donat dan kue yang aku makan... sumpah kenyaaangg bangetttt.... abis tu setelah kawannya Fatimah pulang, aku makan sup daging buatan Ibu pulak lagi. Makin melar lah perut aku, wkwk

Fatimah bersama teman-temannya

Aku emang lagi usaha buat makan banyak biar gendutan sih,ahaha... soalnya ada  si dia  juga yang request supaya aku makan banyak dan gak kurusan..... *ciee cieee.. poke Fazri*

Setelah itu, pas agak sorean di rumah kedatangan tamu lagi,ada keluarga dari Duri yang datang. Yaaa kayak rapat keluarga gitu, akhirnya yang tetua-tetua alias kakak-kakak Papa pada ngumpul dirumah sore itu. Karena mereka sampai magrib di rumah, alhasil Papa ajak makan bersama sekalian, terus sekaligus ngerayain ultah Fatimah dan Tamyiz. Padahal gak ada rencana mau makan bersama kan, alhasil Papa telponin adik-adiknya yang lain deh buat makan bersama di rumah bareng keluarga besar. 

Uaaaa....pokoknyaa seneng lahh, menu makanannya sate dan martabak mesir. Emang bener-bener makanan kesukaan aku semuaa :D  duuhh, pokok nya terasa betul rame dan deketnya. Kami pun makan bersama di mulai jam tujuh malam.

Akhir-akhir ini keluarga kami emang sering kumpul-kumpul. Kalau gak di rumah Mila, Sarah atau aku. Soalnya rumah kami juga tempatnya strategis gak terlalu jauh. Hehe.

Belum lagi pas di akhir acara setelah makan dan doa bersama, kami para anak-anak alias cucu-cucu Atuk pada unjuk bakat dan kebolehan dalam bermusik. Kami nampilin akustik sambil bernyanyi bersama-sama, seruuu banget.... Fatimah, Iik, Rama unjuk kebolehan dalam bermain gitar ngiringin kami bernyanyi, vokalis yaa nyanyi sama-sama aja sekaligus si Iik juga ngiringin dengan beatbox. Sumpah lahh si Iik pandai betul dia. Gak nyangka mereka pada punya bakat terpendam gitu, soalnya gak nampak kan keseharian mereka gimana. Si sarah pun keren juga, dia pandai tu main piano. Petek Nobel jadi penari latar, dan si Mami jadi tukang pukul-pukul kareng...wkwk...lawakkk...

Keren...kalian luar biasaa......... sayang kita lupa ambil foto nya yaa... cuma ada videonya...padahal pengen masukin gambar kalian unjuk skill kan di blog ini.

Di penghujung acara kami pun salam-salaman, dan ternyata si Fatimah dan Tamyiz dapat angpao... Uaaaaa... dedek juga mau duit di salam tempel gitu :’( banyak mereka dapat duit, aku gak ada di kasih duit  do.... huaaa huaaa....

Tapi gpp deh, itu rejeki kalian, ahaha

Si Tamyiz pun senang juga tuh dia, soalnya di kasih hadiah hape baru sama Ibu, setelah selama ini dia menggunakan BB SENTER....ahaha... berkah anak sholeh kata Ibu, hapenya jangan buat main aja yaa, tapi dipergunakan buat yang bermanfaat. Soalnya udah lama juga dia minta hape baru cuma belum dibolehin Papa karena masih nakal.

 
Bonus...foto ngumpul bersama sebagian keluarga April lalu
pas ultah Ibu

OK....

Meskipun seneng, meskipun perut aku kenyang karena makan kue ultah Fatimah tetap aja ada yang gak enak di hati. Baru juga seneng-seneng, tapi malah sedih lagi :’( pokoknya gak tau lah, malam ini tu bawaannya nangis, belum lagi pas aku curhat sama kedua adik cowok aku itu, mereka ngasih pendapat tapi buat aku tambah mewek :”(( Apa yang terjadi sama aku?? Hikss hiksss....
Itu ajaa dehh.... wassalam Sob....


Moga yang terindah tetap menjadi yang terindah



 Happy Birthdayy Fatimah dan Tamyiz :* :* :*