Senin, 23 Oktober 2017

Hari Kelulusanku


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Alhamdulillah... setelah rehat dari penulisan skripsi, kini aku sempatkan menulis blog kembali. Mungkin ini adalah salah satu momen sekali seumur hidup yang harus aku abadikan. Ya... aku sedikit ingin mengabadikan momen tersebut di blog ini, untung-untung sekalian melatih kembali jari-jemari yang udah kaku setelah berskripsi ria.

Yap... selang beberapa bulan yang lalu, aku sedikit disibukkan dengan tugas akhir kuliah (skripsi). Udah jarang lagi yang namanya nge-blog. Efek udah jenuh kali yaa dengan melihat laptop siang-malam. Hehe

Jujur, dalam proses pengerjaan skripsi bukanlah suatu hal yang mudah tapi tidak pula terlalu sulit. Pastinya sesuatu yang dilalui akan ada mudah dan juga susahnya, tergantung cara dan usaha kita mewujudkannya. Right!! Banyak hal yang aku dapat diakhir-akhir perkuliahan ini, salah satunya ilmu sabar dan ilmu berusaha. Caiyooooo.... !!! Salah satunya sabar ngadepin dosen dengan segala karakternya #eaak :D Yang anak semester akhir angkat tangan!!

Umpama ditanya motivasi terbesar hingga bisa kelarin skripsi, pastinya adalah karena orang tua.  Perkuliahan yang aku jalani ini adalah tanggung jawab terbesar yang orang tua percayakan kepadaku untuk dijalani dan diselesaikan. Tujuannya  tak lain agar kelak aku tumbuh menjadi insan yang berilmu,  bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, nusa dan bangsa. Tentunya tanggung jawab itu harus aku tunaikan dan aku selesaikan secepat mungkin. Alhamdulillah tepatnya pada tanggal 20 Juli 2017 lalu  atas ridho Allah dan kedua orang tuaku, aku dapat menyelesaikan S-1 Ilmu Komunikasi tepat diakhir semester 8 ( 4 Tahun). Mungkin antara rasa percaya dan gak percaya setelah step by step yang aku jalani dan taraaaaaaaa.... akhirnya membuahkan hasil, padahal rasa lelah dan putus asa sempat memuncak diubun-ubun...rasa-rasa gak sanggup :’)) tapi pada akhirnya janji Allah nyata, bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan aku kelancaran, kekuatan dan semua nikmat yang tak dapat aku sebutkan hingga aku bisa menyelesaikan studi ini.

Terima kasih pula buat keluargaku tercinta... Papa dan Ibu yang selalu nyinyir nanyain dari mulai kapan ngajuin judul hingga kapan wisudanya??? T.T but without you, i’m nothing at all. Buat adik-adikku juga, biar pun kakak masih belum jadi yang terbaik, percayalah kakak selalu berusaha menjadi yang terbaik agar Ibu Papa bangga dan tentunya kakak akan selalu berusaha menjadi tauladan untuk adik-adik dirumah.

Kepada dosen-dosen yang tiada lelah memberikan ilmunya, waktu, membimbing dan menunjuk ajar mahasiswanya yang nakal-nakal dan alfa ini. Semoga ilmu yang kalian beri menjadi pemberat amal baik di yaumil akhir kelak... aamiin ya robb.

Kepada kakak-abang, sahabat, teman-teman dan konco-konco seperjuangan lainnya, terima kasih telah menjadi penyemangat, memotivasi, mendoakan, dan tim HORE-HORE baik dikala suka-duka selama dibangku perkuliahan. Sepupuku Emjhie, Sintia, Mila, Nurdin, Inop, Apit, Indah, Muthi, Hasna, Nadia, Anika, Afri, Bg Feb, Feni, Kk Rani, Bg Dani, teman-teman PR B 2014, teman-teman KKN Dumai Purnama dan kalian semua yang pernah mengisi hari-hari, doain, baik dan bantuin aku. Tanpa kalian yakinlah, suasana masa-masa perkuliahan gak akan sebewarna dan semenyenangkan ini :))

Bersama Sohib Seperjuangan 
Anika, Aku, Afri dan Nadia







Bersama Endang... Anak paling bikin heboh di kelas :p

Bersama Aldi, Geng Sebelah ...Sohibnya Anika dan konco si Hasna :D

Anak Kelas PR B'14
Ayu, Juntak, Irvan, Hafiz, Firman, Rio, Izu
Puput, Afri, Hafri, Anika, Nadia, Endang, Yopi, dan Aldi





Dan khususnya aku mau bilang BIG THANKS!!! Untuk Hasnaturrahmadani (a.k.a Hasna). Dialah makhluk yang selalu mengatakan dirinya ganteng, padahal dia cewek -,- haha. Makasih udah nemenin bimbingan ampe malam-malam di kampus.  Makasih karena dah jadi teman makan setia. Teman mesjid hunter, teman ngeledek, teman tinju :D Makasih karena dah rela jadi asisten penelitian dan terjun ke masyarakat bareng aku (padahal aku tau kalo ko sebenarnya ogah capek-capek, haha). Makasih udah temanin aku kemana-mana, panas-panas, ujan-ujanan, dan pulang malam selama penelitian karena aku :”) tanpa ko mungkin aku bakal jalan sendirian, keribetan, dll :D Ntahlah... klo ko gak bantuin aku mungkin pupus sudah aku tamat kuliah pas 4 tahun :D Padahal ko waktu itu juga lagi banyak pikiran karena proposal ko yang masih stuck. Doaku setulus hati, semoga ko cepet lulus di tahun ini dan terbang ke Jepang sesuai mimpi ko :P


Haii Hansa :D









Dan hari itu, dengan pakai khusus bewarna serba hitam khas, aku bersama rombongan peserta munaqasah dinyatakan lulus ujian dan sah menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom). Ketika itu peserta ujian terdiri dari empat orang. Dengan 3 orang cewek angkatan kami, dan seorang abang senior. Alhamdulillah hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan buat aku khususnya, walaupun aku sadar bahwa ini bukanlah akhir...namun adalah awal untuk menuju dunia yang sesungguhnya. Bismillah...

 Bersama Vivi, teman sekelas.


 Bersama Vivi dan Ama

Sedikit cerita... Rahma yang akrab disapa Ama ini salah satu temen seperjuangan aku dimasa-masa bimbingan Skripsi. Kenal udah lama, karena dia anak Gagasan dan temen akrab si Muthik juga. Bahkan bimbingan sampe magrib pun kami lakoni demi demi nungguin dosen pembimbing, bareng Hasna juga, janjian bimbingan bareng dan teman cerita-cerita. Sama-sama ACC dan ternyata samaan juga dapat jadwal sidang. Padahal gak janjian :D Kalo diingat-ingat lagi masa-masa sulit kita, mungkin rasanya pengen nangis ya Ma... Apalagi kita bimbingannya sore ampe maghrib nunggu giliran, kadang udah lama nunggu disuruh besok karena udah malam, bahkan pernah terkurung hujan badai di kampus sampe gak pulang hingga jam delapan malam :')

Huffttt.. kalo diceritain mungkin kagak ada habis-habisnya kali yaa... memang perjuangan ini gak berdarah-darah, tapi banyak menguras waktu, biaya, tenaga, pikiran, bahkan air mata kelelahan :p Yap...setiap yang ingin dicapai tidak selalu berjalan dengan mulus, pasti akan ada kerikil-kerikil tajamnya. 

Walaupun begitu, aku senang karena telah selesai terhadap tanggung jawab ini.












Mungkin itu saja yang ingin aku ceritakan pada blog ini dan para pembaca. Semoga kita tetap sungguh-sungguh dan konsisten terhadap apa yang ingin kita raih. Tetaplah semangat!! Yakinlah bahwa sesuatu akan tercapai selama masih ada rasa percaya bahwa itu akan terwujud. Tidak perlu menjadi yang paling hebat dianatara orang-orang hebat. Cukup yakin dan lakukan sesuatu yang terbaik menurut kita. Semoga akupun juga begitu, tetap semangat!! meskipun masih ada bayang-bayang yang membuat aku takut dan bingung.... Wassalam.




Senin, 22 Mei 2017

Kerajinan Tangan

Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh

Haii... Apa kabar semua? Aku kembali lagi buat nge-share tentang daily activity aku. Hihi. Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 19 Mei kemarin aku bersama “konco arek” aku yaitu Afri dan Nadia melakukan sesuatu yang belum pernah kami coba ngelakuin sama-sama sebelumnya, hehe.

Berawal dari undangan wisuda yang datang bejibun, mengharuskan kami menguras otak harus memberikan hadiah apa kepada temen yang wisuda. Secara gak enak aja rasanya bawa tangan hampa ketika ingin merayakan hari bahagia ya kan?? Belum lagi budget lagi pas-passan. Jadi Afri bilang kalau pengen ngasih bunga. Sedangkan bunga yang kudu dibeli juga haruslah banyak karena yang ngundang wisuda juga banyak.

Waktu itu kebetulan yang lagi ngumpul cuma aku, Nadia dan Afri. Nika lagi gak stay di Pekanbaru karena sedang penelitian di Sumbar. Afri nyaranin buat bucket bunga flanel handmade. Yaa... kita buat bunga sama-sama gitu, buatan sendiri.

Sebelum belanja keperluan untuk membuat bunga, sempet diskusi sama Ibu aku tentang cara buat bunganya, bahan dan sebagainya. Soalnya kagak pandai buat-buat kayak begituan kan sebelumnya. Pun pas jaman SD kalau buat kerajinan tangan pasti Ibu terus yang selalu buatin. Hehe. Sempet juga diskusi dengan Ibunya si Hasna, waktu itu kebetulan lagi main ke rumah Hasna dan Ibunya Hasna juga mahir soal membuat kerajinan tangan. Alhasil nanya-nanya juga sama Ibunya Hasna gimana cara buat dan dimana beli alat-alat perlengkapan membuat kerajinan tangan.

Waktu itu galau mau beli bahan dimana, soalnya tempat langganan aku beli bahan kerajinan dulu itu sudah digusur ntah kemana. Akhirnya Ibunya Hasna nyaranin membeli bahan-bahan yang murah itu ada dibeberapa tempat gitu. Cuma kebetulan Ibunya Hasna punya member diskonnya Ratu Paksi dan nyaranin ke Ratu Paksi aja dan Ibunya Hasna meminjamkan member diskonnya. Yeeaayy!!

Taraaa....kamipun sepakat untuk belanja bahan-bahan untuk buat bunga flanel di Ratu Paksi, katanya sih murah-murah. Mungkin sebagian orang Pekanbaru udah tau lah ya dimana lokasi Ratu Paksi. Deket Rayamana. Tempatnya didominasi dengan unsur ala girly gitu. Nah, kalau mau buat bunga-bunga flanel atau bahan-bahan kerajinan, kayaknya Ratu Paksi salah satu tempat yang recommended lah, harga juga gak terlalu mahal, tapi kalau nemu grosiran yang lebih murah kan lebih bagus yaa, mana tau masih bisa nego kalau beli buaaanyaak. Wkwk. 

Ketika proses pembuatan


Untuk membuat bunganya,l diajarin sama Ibu aku cara membuat bunga flanel. Agak susah-susah gampang sih. Diawal susah banget, tapi lama kelamaan terbiasa juga dan bagus juga sih hasilnya,lumayan lah. Hehe.


Ini penampakan bunga flanel ala kami :D




Alhamdulillah kami berkesempatan membuat bunga flanel yang besar dan yang kecil. Cukup menguras waktu dan tenaga juga dalam pembuatannya. Plus aku sampai harus merasakan sakit pinggang akibat duduk berjam-jam. Bisa dikatakan membuat ini aja kami mulai dari jam 14.00 dan selesai sampai jam 22.00. Yaaa... gak full ngerjain aja sih, sambil cerita-cerita juga, sambil makan, sambil curhat :") *eeehhh. Haha

Diakhir kami selesai membuat bunga flanel, bisa dikatakan kamar gak bentuk kamar lagi. Haha. Dan alhamdulillahnyaa Ibu aku beliin kami sate danguang-danguang buat dimakan bersama. Hehe.

Pokok ee selama ngerjain itu susah tapi pas sudah selesai rasanya lega banget. Thanks yaa buat kekompakan kita we. Jualan kita lagii....sihiii..

Taraaa... ini juga hasil bunganya. Cantikkah???


Bonus wajah si Nadia sambil pegang bunganya.


 Ini bunga versi besarnya. Gimana????


Dari semua yang kami kerjakan, alhamdulillah selesai. Bunga yang kami buat dengan modal yang minim tapi bisa membuat sesuatu yang waaahh dan mudah-mudahan saja membuat hati sang penerima senang. Mudah-mudahan aja ya...

Bunga yang kami buat, kami persembahkan untuk temen sekelas kami yang udah lulus duluan. Anak kelas pertama yang pecah telor bisa wisuda. hehe. Selamat ya Fadilla Balqis, S.I.Kom. Dan juga buat teman-teman kami, baik teman sekampus dan juga teman KKN tersayang yang pernah mengisi hari-hari selama dua bulan. Memang mungkin buatan kami tidak sebagus orang lain, tapi niat hati tetap ingin memberikan yang terbaik kok. Hehe. Semoga suka yaaa hasil buatan tangan abal-abal ini :P Doakan kami cepat menyusul yaa.....Berikut beberapa foto ketika acara wisuda UIN Suska Riau:



Bareng Dila yang udah lulus duluan.


Bareng anak KKN

Nah, mungkin itu saja cerita hari ini. Moga bisa memotivasi semua ya... Wassalam.







Senin, 08 Mei 2017

After Long Time

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Mungkin inilah yang saat ini sedang terasa. Tiba-tiba rasa rindu itu muncul kembali. Sesekali untuk mengobati rasa itu, medsos menjadi tempat mencurahkan segala hal yang ingin disampaikan. Ntah itu tentang yang dirasa, tentang yang dipikirkan, yang dilihat, dilakukan dan sebagainya. Ya... aku rindu menulis lagi pada blog ini.

Aku masih baik-baik saja. Lah emang ada yang nanyain? Gak peduli sih ada yang nanya atau enggak, tapi hanya ingin meyakinkan diri sendiri aja bahwa apa yang terjadi sekarang harus selalu baik. Selalu positif!

Dalam menjalani keseharian, aku sadar. Aku bukan lagi anak perempuan kecil. Aku adalah wanita, harapan bagi kedua orang tuaku. Adalah kakak bagi adik-adikku. Pemimpin bagi diriku sendiri. Menjadi panutan yang baik adalah suatu keharusan.

Sebelum tidur, ada banyak hal yang terpikir, ada banyak tanya yang muncul, bahkan tak jarang seperti berbicara dengan diri sendiri. Bukan berarti tidak memiliki tempat untuk berdiskusi atau bekeluh kesah. Namun, pertanyaan dalam diri memang ditujukan untuk diri sendiri. Apakah aku pantas? Apakah aku salah? Apakah aku terlalu banyak berharap? Aku bermimpikah? Apakah aku sebegitu takutnya? Apakah aku mampu? Apakah aku baik? Apakah yang kurang didalam diri ini? Apakah aku jahat? Apakah bagus begini atau begitu? Dan banyak hal lainnya.

Hidup bukan hanya berhadapan dengan satu dua tiga problema saja. Ada banyak hal. Butuh kekuatan untuk menghadapi semuanya. Butuh pertimbangan. Butuh proses. Butuh tenaga, usaha dan juga pikiran yang lapang untuk melalui semuanya.

Belum lagi diri ini adalah seorang wanita. Yang gampang terpengaruh dengan perasaan yang ada, mudah tersakiti hatinya, gampang terbawa emosi. Mengontrol diri sendiri adalah hal tersulit yang pernah ada.

Menjadi seorang wanita bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Ada banyak hal yang harus dia jaga dan dia lindungi,begitupun banyak pula hal yang harus dia jauhi. Tapi, sesulit apa pun hambatan dan keterbatasan itu, dia masih tetap bisa melangkah maju karena semua itu bukanlah alasan atau pun penghalang baginya untuk bisa meraih citanya. Mungkin seharusnya begitulah aku menjadi.

Ya... wanita itu harus kuat, dia sakit lalu mampu sembuh sendiri. Wanita itu kuat , ketika dia jatuh, dia sanggup untuk bangkit dan berdiri lagi. Dia mampu tersenyum lebih banyak dari yang tidak kita ketahui, mampu tersenyum lebih tulus padahal ada selaksa air mata yang sedang dia bendung.

Wassalam