Senin, 16 April 2018

My Acne Story and Daily Skincare Routine


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Skincare


Hallo... dikesempatan kali ini aku pengen share hal yang baru. Jujur belum pernah rasanya posting about beauty apalagi tentang  skincare dan produk-produk wanita seperti make-up dan sebagainya. Mengingat aku juga bukan ahlinya dibidang kecantikan kayak gini :D Tapi karena ada beberapa teman yang bilang wajah aku udah gak jerawatan lagi dan mereka juga sempat bertanya-tanya pakai produk apa sih? beli dimana? dan bla bla bla. Dari dasar itulah aku baru terinspirasi untuk menulis ini, sebenarnya bukan rahasia kok, ditambah lagi setiap cewek pasti ingin terlihat cantik.

Apa itu Skincare?

Skincare itu adalah perawatan untuk kesehatan kulit dengan menggunakan produk-produk tertentu. Mengingat semakin bertambahnya usia, mulai dari memasuki masa pubertas hingga dewasa, banyak sekali masalah yang dihadapi oleh cewek maupun cowok perihal 'kulit' khususnya aku. Mulai dari permasalahan kulit wajah, badan, rambut dan berbagai hal lainnya. 

Tentunya kita membutuhkan kiat-kiat khusus agar kulit tetap terlihat sehat, segar dan bersih setiap saat. Apalagi kulit wajah adalah salah satu penunjang penampilan pertama yang pastinya nomor satu untuk selalu diperhatikan. Ya gak?? Hehe. Dan hadirlah skincare untuk memberikan nutrisi bagi kulit agar lebih terawat dan sehat.

Yang paling rentan dan bikin gak percaya diri itu adalah kulit wajah. Mulai dari ditumbuhi jerawat, komedo, wajah kusam, gosong terkena sengatan matahari, kulit oily, dry skin dan segala macam permasalahan kulit wajah lainnya. 

Untuk mengatasi segala permasalahan itu maka tidak heran banyak sekali produk-produk pembersih atau skincare tersebut yang dijual dipasaran. Tentunya ketika memilih produk kita harus cermat dan teliti dalam memilih. Pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit, harga dan pastinya non produk-produk yang mengandung bahan-bahan membahayakan seperti merkuri, hydrokuinon dan zat-zat lainnya. Jangan terpedaya dengan harga yang murah, instan, tidak tertera masa kadaluarsa, BPOM dan halal.

My Acne Story...

Pengalaman aku pribadi, produk skincare sudah aku kenal sejak aku SMP. Aku masih ingat dulu  itu pakai facial wash-nya Biore yang dibelikan oleh Ibu di supermaket agar wajah bisa lebih segar gitu. Sebelumnya mah cuma pakai sabun mandi lifeboy. Ditambah lagi dulu aku masih aktif-aktif di sekolah, berada diluar ruangan, kulit yang terkena debu dan tersengat matahari. Itu semua udah gak asing lagi buat aku dan udah kayak jadi makanan sehari-hari. Haha. Tapi yang namanya belum sadar sama perawatan ya hanya memakai produk yang dibelikan oleh Ibu saja. 

Memakai satu produk saja ternyata tidak cukup bagi aku, hingga ketika kelas 3 SMP aku dilanda jerawat yang menurut aku cukup parah hampir memenuhi seluruh wajah aku, komedo dan oily banget. Disitu aku sempat stres dan nyobain berbagai macam produk. Mulai dari yang tradisional seperti air beras, masker bengkoang, jeruk nipis dan produk-produk herbal yang dijual di pasaran sampai produk yang ada di drugstore. Masalah jerawat itu gak berhenti disitu dan berlanjut hingga SMA. 

Aku masih berusaha mencari produk skincare yang cocok buat aku dan mencoba serangkaian paket lengkap skincare yang ditawari mbak-mbak SPG. Produk yang pernah aku pakai seperti serangkaian produk perawatan pond's, tul jie, mustika ratu, la tulip, viva, melanox, wardah, oriflame, garnier dan lainnya. Namun ya gitu, semuanya tidak ada yang memberikan hasil maksimal, bekas jerawat gak kunjung hilang, komedo masih ON kayak kulit landak :'(. Entah aku yang gak pandai pakai produknya atau emang wajah ini yang bebal gak bisa pakai produk apapun. Handeeeeh. Dulu sampai pernah terbeli produk yang ternyata salah satu produk tidak berizin BPOM.

Itu produk jadinya tidak terpakai semua, karena produk yang baru dipakek beberapa hari atau beberapa minggu langsung bikin breakout parah. Kemudian hanya jadi museum di kamar, bahkan beberapa teman atau saudara sengaja minta produk yang udah kagak aku pakai lagi ntu. Wkwk. 

Kemudian dikelas dua SMA aku beralih ke krim dokter A hasil rekomen dari tetangga. Dokter kulit A ini cukup banyak peminatnya di Pekanbaru dan dari luar kota. Alhamdulillah kulit wajah berangsur membaik gak jerawatan parah lagi saat itu walaupun bikin kantong kering perawatannya. Hehe. Lamanya menggunakan krim dokter itu hingga aku kuliah. Kemudian sempat berhenti sekitar setahunan, mencoba lagi pakai produk biasa karena udah gak jerawatan lagi, pakai produknya viva toner, pelembab wardah , melanox sunscreen dan facial foam ponds... campur gitu. Awalnya kagak ada masalah tapi ternyata  lama-lama wajah aku komedoan dan kusam walaupun jerawat batu emang kagak nongol lagi.

Ketika magang kuliah aku sempatkan diri untuk mencoba ke dokter kulit yang lain, yaitu dokter kulit B di Pekanbaru juga, rekomen dari sohib aku. Awalnya cuma ikut peeling treatment, diajakin gitu, tapi lama-lama tertarik dan konsul langsung deh. Pilihan perawatan lanjutan jatuh pada dokter B. Aku konsul sama dokter kulit tersebut tentang permasalahan kulit yang aku rasakan, kemudian dikasih resep dan diberi paket cream+sabun untuk dipakai setiap hari. Tempat prakteknya rame dan cukup banyak ternyata teman -teman aku yang melakukan perawatan disana. Pantes wajahnya sehat gitu kan. 

My Daily Skincare Routine...

Nah, berikut rahasia tentang daily skincare routine yang aku lakukan di rumah :


 Cleanser (Facial Foam, Facial Wash, Sabun Wajah)


Pertama, aku menggunakan cleanser atau sabun pencuci muka yang berfungsi untuk mengangkat kotoran di wajah. Ini adalah produk yang paling penting sebelum kamu memakai produk skincare lainnya atau memakai make-up. Biasanya aku juga sesekali memakai produk facial wash-nya ponds untuk menghemat.

Ada banyak produk cleanser yang dijual dipasaran yang bisa kamu beli. Pilihlah yang sesuai dengan jenis kulit masing-masing. Aku pribadi kebanyakan cocok memakai merek cleanser manapun terkhusus untuk wajah oily dan acne skin.


Toner (Penyegar, Hydrating, Exfoliating Toner)



Kedua, setelah membersihkan wajah dengan sabun, jangan lupa keringkan wajah dengan handuk. Ingat, ketika mengeringkan wajah dengan handuk jangan digosok-gosok ke wajah. Cukup pelan-pelan sambil ditekan-tekan agar kulit tidak iritasi.

Setelah itu, ambillah kapas dan tuangkan toner secukupnya kemudian usapkan sambil ditepuk-tepuk ke wajah. Fungsi toner yang aku pakai lebih kearah untuk menyegarkan, membersihkan kotoran yang masih tersisa dan menetralkan pH kulit wajah agar dapat menyerap nutrisi cream yang akan dipakai berikutnya.

Ada banyak jenis toner itu sendiri, sobat-sobat bisa membaca pada jurnal-jurnal kecantikan tentang toner jenis apa yang cocok.


 Cream Jerawat


Ketiga, setelah toner yang diusapkan kering, maka tinggal dioles krim jerawat tipis-tipis diseluruh area wajah yang berjerawat. Fungsi dari krim yang aku pakai ini agar jerawat gak muncul lagi + menghilangkan bekas jerawat. Kemudian tunggu 10 hingga 15 menit sampai krim meresap ke kulit.

Biasanya setelah toner, bagi pemula bisa digantikan memakai moisturizer atau pelembab. Dulu aku pakai pelembab dari wardah.


Cream Sunscreen (Sunblock)


Keempat, kemudian olesi lagi ke wajah krim sunscreen ini (ditimpa). Berfungsi untuk penangkal radikal bebas atau melindungi kulit dari cahaya matahari dijam-jam yang gak baik untuk kulit. Intinya sih biar kulit kita kagak gosong dan belang. Hehe. Tunggu krim ini sampai kering. Kemudian untuk menghilangkan efek kilapnya tinggal dikasih bedak deh. Di pasaran banyak dijual krim sejenis, pilihlah yang mengandung spf dan gak lengket.


Loose Powder (Bedak Tabur)


Kelima, sebagai finishing aku biasanya memakai bedak tabur Marcks' yang warna cream. Bedak ini baru aku pakai ketika aku kuliah semester 3 karena sebelumnya cuma pakai bedak baby atau bedak tabur dari dokter. Setelah pakai Marcks' jadi suka banget. Ternyata ringan, warnanya natural, murah dan bikin tampilan wajah jadi halus untuk kualitas powder. Ditambah lagi cocok banget untuk kulit aku yang gampang berjerawat. 

Minusnya Marcks' ini memiliki tempat yang gede jadi agak makan tempat kalo dibawa kemana-mana. Untungnya sekarang udah ada dalam bentuk jar kecil, hehe. Ini bedak aku rekomen banget untuk kalian yang lagi perawatan kulit berjerawat. Beberapa kali touch up juga gak apa, jangan takut kayak topeng karena meresap dan menyatu dengan kulit wajah kita.


Lip Balm ( Pelembab Bibir )


Setelah itu untuk sehari-hari di rumah, aku tinggal olesin lip balm dibibir. Berfungsi untuk menjaga kelembaban bibir biar kagak kering. Bisa untuk sebagai base sebelum pakai lipstik matte agar gak retak-retak dan bikin bibir kering.


Body Lotion


Terakhir, akhir-akhir ini aku lebih sering memakai hand body atau body lotion setelah mandi. Ini juga penting katanya biar kulit tubuh tetap lembab. Tinggal dioles keseluruh tubuh. Dulu aku gak ada yang namanya pakai kayak beginian. Karena emang dari sononya aku gampang kegerahan dan keringatan, jadi ketika memakai hanbodi ya karena ikut-ikutan temen. Ternyata malah gak enak, belum kering udah langsung gerah dan lengket-lengket gitu. Belum lagi pas ambil wudu. Lain rasa licinnya. Haha. Buat gak nyaman pakai hanbodi. Makanya gak pernah pakai lagi.

Dan aku mulai pakai hanbodi kembali sejak aku magang sampai sekarang. Karena dulu magang tempatnya full AC dan dingin banget. Kulit aku jadi kering dan setiap hari kudu stay hanbodi juga di dalam tas. Sekarang jaga toko juga tiap hari kudu harus dekat kipas terus karena gak tahan gerah :D

Intinya fungsi dari body lotion ini agar kulit kita terjaga kelembabannya, ternutrisi dan pastinya supaya cerah deh. Wkwk... 


 Night Cream


Kalau untuk malam hari, aku menggunakan krim malam sebelum tidur. Aku baca-baca di jurnal kecantikan bahwa kulit akan lebih baik menyerap nutrisi ketika kita tidur dimalam hari, saat-saat kulit beregenarasi. Nah, kayaknya krim malam juga penting banget yak. Hehe. Berfungsi mencerahkan dan vitamin buat kulit.

Di pasaran banyak juga produk krim malam atau sleeping mask untuk menutrisi kulit, bahkan ada serum-serum anti aging dan sebagainya. Belum lagi cream eye nya biar mata gak cepet keriput dan terlihat segar.

Berikut urutan skincare yang aku gunakan sehari-hari:

PAGI    : Cleanser - Toner - Krim Jerawat - Sunscreen - Bedak
SIANG : Cleanser - Toner - Sunscreen - Bedak
Malam  : Cleanser - Toner - Krim Malam

Selain itu, sekali sebulan aku melakukan peeling acne treatment, yang katanya berfungsi untuk mengurangi jerawat, komedo, exfoliating dan mencerahkan kulit. Hasil yang aku dapatkan cukup memuaskan. Wajah sudah lebih mulus, gak kusam lagi dan jerawat pergi, Hehe. Memang masih ada jerawat kecil-kecil sesekali kalau mens, tapi cepet hilang dan kempesnya. Kalau dikata bisa putihan sih enggak jamin ya, mungkin lebih kepada kembali ke kulit aslinya. Apalagi kulit aku memang under tone.

Fuuuuuuiiiicchhhhhh.... banyak juga ternyata yaa aku cerita. Haha.

Kesimpulannya sampai saat ini aku masih puas dengan hasil yang aku rasakan. Menggunakan produk-produk yang dijual di drugstore gak memperlihatkan hasil seperti yang aku rasakan sekarang. Malah makin parah. Dari produk yang murah hingga yang mahal pernah aku coba. Sampai nyerah mau nyari skincare apalagi. 

Sudah setahun aku menggunakan krim dokter ini. Memang gak instan hasilnya tapi memuaskan, langsung cocok diawal pakai. Dan sampai saat ini belum terpikir untuk ganti krim lagi atau coba-coba krim lainnya. 

Daaaaah ya,  sudah mengantuk ini :D mungkin itu saja yang dapat aku share. Semoga bermanfaat. Wassalam.


Sabtu, 14 April 2018

Jalan-Jalan bersama Sohib


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh





Yap... beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 01 April 2018 aku dan beberapa orang teman-temanku menyempatkan pergi ke suatu tempat wisata yang gak asing lagi bagi warga Pekanbaru khususnya yaitu Teluk Jering- Pulau Cinta di Kampar. Ini adalah kali ke-2 aku pergi ke tempat wisatanya. Bagi yang kepo cerita aku sebelumnya, bisa klik disini.

Pergi bersama teman-teman kali ini terkesan mendadak yang diputuskan sekitar H-2 sebelum keberangkatan. Mungkin karena efek belum pernah jalan bareng. Mumpung semua pada stay di Pekanbaru dan belum ada yang pernah pergi kesana kan, jadinya pergi melala. Setidaknya jalan-jalan bisa mengembalikan mood yang acak kadut dan sedikit melupakan beban hidup yang ada. *ya kaleeee* Hehe

Sebenarnya lebih pengen melala yang ada kemping-kemping kayak di air terjun atau di pulau begitu. Tapi sampai sekarang belum kesampaian. Apakah ada yang mau ngajak aku join? Haha. Pengen banget soalnya, temen yang mau ngajakin gak ada :’(

But, kemanapun pergi aku suka asalkan bisa bikin refreshing, duit cukup, kendaraan ada dan waktu ada. Haha. Jujur jiwa petualang sejak dulu masih melekat, dulu sering ikutan pramuka atau event yang sampai kemping berhari-hari, tersengat matahari sampai kulit gosong pun gak terhiraukan apalagi anak-anak kan.

Namun, entah mengapa jiwa petualang seperti itu udah tenggelam, dikarenakan aktivitas kali ya, izin orang tua dan hal-hal yang lainnya banyak menjadi pertimbangan. Beda sama mereka-mereka yang anak rantau atau anak cowok yang bebas mau kemana aja :D Oh God, take me back like that once!! Sekarang mah jalan-jalan kebanyak sama keluarga. Tapi gak papa, bahagia juga kok, gak semua orang kan bisa menyempatkan waktu bisa menghabiskan waktu bersama bareng keluarga. Alhamdulillah.

Nah, yang ikutan ke Pulau Cinta itu awalnya hanya aku, Nadia, Anika, dan Afri.  Kami berempat dengan modal nekat. Trus cerita-cerita juga ke geng kos kece alias anak-anak cowok kelas kalau kami ingin pergi jalan-jalan dan ternyata mereka mau ikutan juga.

Namun keesokan harinya ketika mau pergi ada aja gitu halangannya, hampir-hampir kagak jadi pergi :D Anika gak ada motor karena tba-tiba adiknya ingin pergi survei dan aku emang dari awal mau nebeng Anika karena motor yang dipakai Adik aku. 

Entah udah jalannya Allah kasih, pas banget  si Muthi mau ngajakin aku jalan liat event gitu tapi akhirnya kagak jadi karena si Muthi juga mau ikutan ke Teluk Jering. Yeeayy alhamdulillah aku jadinya punya tebengan dan motor untuk Anika yang masih galau. Hehe.

Kami pun cuss ke kos cowok nanyai jadi kagaknya mereka pergi. Eh malah ternyata motor mereka kagak cukup juga. Motor mereka juga kurang satu. Rencana pergi jam 11 siang malah berangkat jam 3 sore. Ahaha. Lama kesana kemari, telpon sana sini pinjam motor tapi nihil.

Motor untuk berangkat gak cukup jadinya anak cowok gak ikutan, dan motor mereka yang satu-satunya itu dipinjamkan ke kami biar jadi berangkat. Terus mikir-mikir, ini yang berangkat orangnya ganjil. Terasa gak enak kalau yang pergi itu jumlah orangnya ganjil. Akhirnya kami paksa lah si Irvan ikutan temani kami, kan enak ada anak cowok kalau ada apa-apa dijalan. Merasa terlindungi gitu. Hihi.

Itu dia sekelumit kisah jalan-jalan dadakan yang penuh drama sebelum berangkat. Hahaha. But over all aku senang bisa berbagi waktu untuk jalan bersama.



Ini ketika makan siang yang dilakukan di sore hari. 


Sampai di lokasi kami mencari tempat lesehan untuk makan, bingung mau makan dimana, kagak bawa tikar. Apalagi tempatnya rame bener. Akhirnya lesehan di rerumputan dekat kebun sawit. Haha. Kebetulan kami dijalan sempat berhenti beli nasi bungkus dikarenakan beberapa dari kami belum ada yang makan siang. Jadinya makan siangnya sore hari, makan basamo. 


Ini dia view kami berempat


 Kami berlima
Muthi, Nadia, Anika, Afri dan Aku


Lagi duduk diujung perahu ketika mengitari sungai 
dan daerah sekitar yang cantik banget


Besama Muthi


Walaupun pergi bareng sama Muthi terkesan tiba-tiba tapi seneng akhirnya bisa jalan bareng setelah lama disibukkan dengan urusan masing-masing. Muthi awalnya ngajakin aku liat event  pagi harinya tapi aku yang kagak bisa ikutan karena udah terlanjur janji pergi bareng teman-teman aku. 

Cerita-cerita... aku katakan akan pergi ke Pulau Cinta dan ternyata Muthi ingin ikutan juga. Akhirnya ngajakin si Muthi juga. Dan bisa deh pergi bersama. Cihuuyyy... senengnyaa.... liat eventnya ditunda kapan-kapan kalau ada kesempatan lagi ya Muth. hehe.


Abaikan muka longor sayaahh :D


Candid ter-absurd. Sumpah kalau foto sendiri itu lain awkwardnya :D


Bersama Irvan dan kami-kami
makasi Irvan dah temankan kami :)


Bersama Afri 


Gaya Alayyy...haha


Nah...mungkin itu saja trip yang dapat aku ceritakan. Berharap bisa pergi jalan-jalan lagi bareng teman-teman esoknya.  Jangan lupa bahagia. 

Berterima kasihlah pada mereka yang telah meluangkan waktu bersama. Karena waktu adalah salah satu hal yang amat berharga dari seseorang yang kita ambil dan tak akan pernah kembali lagi. Jadi hargailah setiap watu yang mereka luangkan. Ucapkan terima kasih. Semoga hari-hari kita tetap selalu positif. See yaaa!!! Wassalam.

Aku Demi Kalian, Kalian Demikian


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




Alhamdulillah...hari ini aku pengen curhat tentang sesuatu. Memang terkesan childish jika aku share kepada para pembaca, namun setidaknya bisa diambil pelajaran. Aku harap begitu :)

Mungkin bisa dikatakan aku adalah orang yang hanya dekat dengan beberapa orang saja. Berteman pada siapapun itu pasti akan tetapi yang bener-bener banyak menghabiskan waktu bersama berbagi suka duka tentunya akan dianggap lebih dari seorang teman. Bagi aku berteman itu tentang siapa yang tinggal dan mau menerima kita apa adanya selain baik, setia kawan atau hal-hal positif lainnya.

Bersahabat dengan orang-orang, menjalin hubungan baik adalah sesuatu yang amat berarti buat aku, bahkan terkadang aku berusaha untuk bisa melakukan suatu hal terbaik agar orang yang aku sayang bisa senang. Sedikitpun tidak, TIDAK sama sekali aku berharap balasan terhadap apa yang aku beri atau yang aku terima. Jika menyanggupi, semua akan aku coba usahakan.

Tapi bagaimana bila waktu, tenaga, materi dan kesempatan udah kamu usahakan ‘ada’ namun tidak dihargai sedikit saja atau tidak menepati janji yang telah disepakati?? Apa yang dirasakan??

Kecewa...

Mungkin aku gak akan seterlalunya kecewa. Tapi memang saat-saat itu adalah kondisi yang tidak memungkinkan untuk aku seorang diri, ditambah lagi orang-orang terdekat tidak menepati janji sebagaimana mestinya. Jadinya double problem yang bikin suasana hati gak karuan. Entahlah... awalnya aku masih bisa sabar, lebaynya mencoba tegar gak mau mewek. Tapi apalah daya dari sononya emang gampang nangis kalau ada hal-hal yang buat kecewa banget. Sepertinya udah kodrat cewek banget yaa...kalau sedih itu nangis. Huhu.

Memang tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada hidup tanpa masalah dan kesalahpahaman. Tapi jika seseorang telah mengupayakan sesuatu apakah harus dicuekin seolah-olah tidak peduli? Ketika kita telah to the point  agar mereka paham pun, seakan-akan mereka tuli dan pura-pura tak tau. Jika mereka berpikir aku bisa melakukan segalanya sendiri untuk apa aku meminta bantuan yang bahkan kita rencanakan bersama? Yang dengan kerendahan hati aku yang meminta tolong padahal ini kesepakatan bersama???

Huffttt...

Jauh...malam itu entah mengapa aku berpikir untuk mencari kegiatan, berniat untuk belajar masak bareng teman-teman dekat. Namun karena kurang satu member yang sedang berada di kampung maka teman-teman yang stay bersama disini menawarkan agar dilakukan ketika formasi sudah lengkap semua. Mereka pada setuju dan sangat bersemangat. Awalnya mungkin hanya kami-kami saja. Tapi mereka merasa kurang seru jika hanya dilakukan oleh kita-kita saja. Maka mereka request untuk dilakukan bersama beberapa anak kelas yang masih stay di Pekanbaru dan itu atas kesepakatan bersama. Masak bareng-bareng dengan menu-menu yang akan dibuat bersama.

Gak ada yang menyulitkan, aku menunggu dan menyempatkan waktuku. Kegiatan dilakukan di rumahku dan bahan makanan Ibuku sediakan. Kita hanya tinggal mengolah. Makasi Ibu....

Mungkin itu adalah saat-saat yang excited banget buat aku karena setelah beberapa waktu gak punya rutinitas khusus lagi semenjak selesai kuliah, jarang ketemu, akan bertemu sohib-sohib untuk masak bareng dan bertemu beberapa teman yang masih stay di Pekanbaru. Kemudian informasi  untuk makan bareng pun disebar ke grup WA kelas h-3.

Hari yang dinanti pun tiba, semua sohib sudah berada disini. Tepatnya hari Sabtu malam 31 Maret 2018 kegiatan akan diadakan.

Aku dan Ibu sudah mempersiapkan semuanya, dari mulai belanja hingga mempersiapkan dan mengolah sedikit bahan makanan berat ketika hari Jumat tengah malam agar keesokan harinya lebih mudah dan bisa lebih cepat.

Pagi Sabtu aku dan Ibu ke pasar lagi, jujur... Ibuku terlihat bersemangat membantu aku mempersiapkan semuanya. Padahal hanya kegiatan kecil-kecilan :D walaupun kondisi Ibu dalam keadaan sakit kaki yang masih belum kunjung sembuh :’)

Pagi pun berlalu menjadi siang hari yang terik. Jam pun sudah menunjukkan pukul satu siang. Aku masih menunggu kehadiran mereka datang untuk masak bareng. Senang... karena beberapa menit kemudian akhirnya salah satu member merespon di chat WA kapan harus datang dan apa yang harus dibantu. Aku pun mengatakan sekarang juga! Mereka pun menjawab bahwa ada resepsi pernikahan yang harus mereka datangi dan mungkin akan terlambat :) ketika itu aku hanya bisa pasrah dan mengatakan secara to the point kalau aku saja tidak menghadiri acara pernikahan senior aku karena akan masak bareng mereka. See... mereka tidak peduli.

Harapan ternyata hanya jadi wacana... disaat aku menununggu kehadiran mereka aku mengangsur apa yang bisa aku lakukan, tidak lupa dibantu Ibuku. Sekali lagi Ibuku masih dalam keadaan sakit. Dan kondisi ini yang membuat aku sedih parah banget karena harus merepotkan Ibu walaupun sebenarnya Ibu terlihat bersemangat dengan pekerjaan seperti ini. Tapi tetap saja....Uuuhh....sedih :’(

Hape selalu aku letakkan disamping sambil meramu setiap masakan, beberapa kali aku mengecek hape dan berharap mereka menginformasikan diri jika akan segera tiba. Tapi tidak terlihat ada tanda-tanda. Tak ingat pasti pukul berapa, aku kembali mengingatkan mereka melalui WA kapan akan datang dan memasak bareng. Sekali lagi mereka gak peduli dan bertanya hanya untuk basa-basi. Sejam kemudian sekitaran siap ashar mereka mengatakan akan segera otw tapi realitanya tidak begitu.

Aku masih menunggu....

Aku masih sibuk berkecimpung berdua bersama Ibu di dapur, sesekali aku meminta bantuan adik-adikku untuk membeli tambahan makanan lainnya. Makan siang pun sampai terlupa karena mempersiapkan segalanya. Jam lima sore semuanya telah selesai, makanan, minuman dan karpet telah dibentang. Walaupun teman yang diundang hanya beberapa orang saja, tapi niat Ibuku membantu luar biasa...mungkin karena aku juga belum pernah mengundang teman-teman secara spesial untuk makan bersama di rumah.

Setelah semua selesai, aku langsung menuju kamar. Entahlah....jujur.... letih dan lapar tidak terasa lagi. Entah kenapa perasaan kecewa terasa begitu berat dibanding semuanya. Aku benar-benar sedih, ternyata apa yang diharap tidak sesuai dengan espektasi. Bodohnya sampai nangis terisak-isak. Mungkin ini terkesan lebay, tapi inilah yang sesungguhnya yang aku rasakan.

Dan mereka pun datang... pas sebelum adzan maghrib berkumandang. Aku mengintip lewat jendela kedatangan mereka ketika memasuki pagar rumahku. Entah kenapa semakin pecah saja tangisan bodoh kayak gini. Mungkin inilah bukti kalau kamu dikecewakan sama orang yang kamu harapkan.

Kedatangan mereka benar-benar tidak ada aku sambut. Bukan karena aku tidak menghormati tamu, tapi aku tak bisa melihat mereka dalam keadaan kecewa kaya gini. Aku mengurung diri di kamar beberapa saat. Berkali-kali mereka telpon enggan aku angkat. Biarlah mereka, mengapa aku harus peduli disaat mereka mengabaikan aku? Pikirku.

Adikku sudah menyuruh aku bertemu mereka yang telah menunggu, melihat sikap aku yang aneh adikku sampai bertanya-tanya. Dan aku pun benar-benar gak tahan hingga melalui grup WA khusus ‘kami’ saja, aku mengirim chat, “Kenapa kalian baru datang? Janji kita semalam gak kayak gini :’( :’( :’( aku demi kalian semua aku tinggalin :’( tapi kalian demikian. Semua udah selesai, kalian tunggu aja.” Dan seperti biasa kata maaf sebagai pelipur dari mereka plus dengan alasan acara baralek tak terduga dari mereka. Senyumin aja...

Mengapa mereka bener-bener setega ini? pikirku. Membiarkan aku menyiapkan segalanya sendiri padahal ini adalah kegiatan bersama yang telah dijanjikan, mengapa mereka baru datang ketika maghrib? Apa yang ada dipikiran mereka saat itu?? apakah mereka ingin memulai memasak bada maghrib? apakah mereka tidak memikirkan kalau aku sendiri??

Seperti aku yang punya hajatan, padahal rencananya adalah kegiatan belajar masak yang hasilnya akan dicicipi oleh anak kelas. Jika aku kejam mungkin saja semua telah aku batalkan secara sepihak, tapi dikarenakan sudah terlanjur mengundang yaa begitulah... mungkin sudah rejeki mereka. Semoga Allah balas segala letih dan niat berserta kesediaan Ibuku.

Terima kasih Ibu yang telah bantuin aku menjamu teman-teman, maafkan anakmu ini yang suka sekali merepotkan. Jujur, dalam kegiatan kami ini tak ada niatan sama sekali membuat Ibuku ikutan sibuk-sibuk karena kami yang akan bekerja. Kalau tau akan seperti ini mungkin gak perlu menambah kecapekan Ibu, karena  jujur pun aku tidak ingin sibuk-sibuk sendiri jika tidak ada yang membantu kecuali emang buat hajatan pribadi keluarga.

Hufftt....

Mungkin dikecewakan oleh teman adalah hal yang lumrah. Maafan lalu selesai. Tapi yang namanya kecewa pasti akan terus teringat. Namanya juga hubungan, tidak ada hubungan yang baik-baik saja dan kalau baik-baik saja pasti ada sesuatu yang dipendam. Namun, jika seorang teman telah mengupayakan yang tebaik cobalah liat dan diperhatikan, apa yang akan kita rasakan bila kita berada diposisi orang yang kita kecewakan.

Janganlah banyak alasan ketika telah lebih dahulu membuat janji dan jika ada sebuah alasan yang rasional mungkin akan masuk akal. Tapi kalau dengan alasan hape rusak padahal punya hape lain untuk menghubungi atau pergi baralek yang sebenarnya bisa diwakilkan apalagi yang mengatakan akan pergi baralek sekitar jam 1 siang tapi baru sampai dirumah maghrib, itu sangatlah tidak rasional sekali, yang katanya otw dari jam 4 sore tapi baru datang magrib makin tidak rasional lagi. Karena jarak rumah yang hanya sekitar 15 menit dan kalau macet paling 20 menitan.

Yapp... aku pun kemudian menyuruh mereka untuk ambil air wudu dan langsung ke kamar aku untuk solat, kemudian aku pergi mandi. Huift... selesai mandi aku Cuma bisa memperhatikan wajah mereka satu satu sambil menanyakan kenapa baru datang. Sekali lagi aku masih mencoba tegar. Mungkin gak separah cerita seoarang anak yang berulang tahun dimana satupun temannya gak ada yang datang pada pesta ulang tahunnya. Tapi yang mananya kecewa hanya kita yang rasa.

Memperlihatkan wajah bahagia pada mereka lain halnya menjadi sebuah topeng hingga acara selesai karena kekecewaan yang tetap saja terasa. Entahlah bila perasaan kecewa itu tidak tertahan. Mungkin aku akan lebih mementingkan egoku untuk membatalkan saja. Wallahualam.

Kalau kata orang kita tidak bisa menilai seseorang dari satu kesalahan. Jika mereka berbuat salah sekali, maka tidak baik langsung men-judge mereka yang tidak-tidak. Bagaimana pun mereka adalah teman dekatku. Yang tau segala baik-burukku. Bercermin diri, aku pun mungkin bukan manusia sempurna, bisa saja aku juga punya salah dimata kalian, tapi masih kalian simpan rapat dan memaafkan aku. Aku juga bukan tipe seorang yang akan lupa kebaikan-kebaikan yang diberi lantas meninggalkan hanya karena satu kesalahan. Tidak ingin punya musuh atau rasa dendam. Bagiku ini semua seperti bumbu-bumbu pemanis yang akan membuat kita semakin dewasa dalam bersikap walaupun sebenarnya pahit terasa diawal.

Terima kasih, Hasna, Irvan, Hafri, Firman, Arizal yang telah datang, kalian mengembalikan mood aku. Dan terima kasih untuk sohibku yang bertiga karena telah datang dan membantu nyuci piring. Terima kasih untuk semuanya...semoga kekecewaan seperti ini tidak terasa lagi. Jangan kecewakan orang-orang terdekatmu. Semoga kita bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi.

Wassalam






Minggu, 04 Maret 2018

Wisata Teluk Jaring Kampar

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




Kali ini aku ingin sedikit berbagi cerita tentang kunjungan ke suatu tempat objek wisata yang ada di Riau. Yap... tepatnya pada tanggal 25 Februari lalu aku diajak oleh Oom, Etek dan juga sepupu-sepupuku mengunjungi tempat wisata yang lagi Hits. Akhirnya aku, Papa, Ibu, Fatimah, Mamat dan Rara mau ikutan. Mumpung lokasinya gak jauh dari Pekanbaru. Asik!!Haha.

Btw, aku di telpon oleh Etek aku sekitaran jam satu siang dan baru berangkat sekitar jam dua siang. Disuruh bawak nasi sih, cuma karena diajak mendadak dan kami semua udah pada makan siang, yo wess akhirnya pergi dengan membawa bekal cemilan apa adanya. Wkwk. Nyampe dilokasi hampir jam tiga sore. Pas pula cuacanya mendukung, mendung-mendung manja. Hehe.

Hampir lupa nih, nama lokasi wisata yang kami kunjungi adalah 'Teluk Jering' yang lokasinya berada di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Tempat wisatanya berada pada sebuah desa kecil yang berada di pinggir sungai. Waktu yang ditempuh menuju lokasi objek wisata kalau dari Pekanbaru sendiri tidak terlalu jauh, apalagi kalau untuk warga Panam seperti aku. Bisa menggunakan mobil dan juga motor. Setengah jam juga kagak nyampe, pokoknya deket. Arahnya menuju Teratak Buluh yang jalannya luruuuuuss aja setelah jembatan, setelah itu sebelah kanan bakal nampak baliho lumayan gede yang menandakan masuk menuju lokasi wisata.

Perjalanan ternyata tidak cukup sampai disitu, kita harus masuk kedalam sekitaran 15 menitan dengan kondisi jalan tanah kuning yang begelombang, rusak alias kurang bagus. Gak rekom kalau pergi ketika musim hujan, karena dipastikan jalannya bakal becek dan membuat perjalanan kita kurang sreg. Wkwkwk. Ntar kita ikutin aja terus jalannya dan kita bakal sampai di sebuah desa kecil yang tak lain kita telah sampai di lokasi dan tinggal memarkirkan mobil atau motor kita.

Untuk biaya masuk itu GRATISS TISS TISS!! Cuma bayar parkir sebesar Rp. 5000 sih waktu itu kalau untuk mobil. Mantep kan? 



Bersama sepupu



Sepupuku si Yunik



Sedang santai


Yang aku sesalin aku gak sreg mau foto lokasi yang ciamik kece badai disana, haha. Dikarenakan waktu itu lagi rame banget. Mungkin karena pas weekend  jadi pengunjungnya bener-bener padat dan rame , but over all yang penting bisa bermain dan berkumpul bersama keluarga. Ditambah lagi disana banyak juga orang-orang yang jualan aneka ragam jajanan dan makanan, jadi tiba disana bagi yang gak bawa bekal gak takut kelaparan.



Gapura

Sesekali orang-orang aku mendengar mereka menyebut lokasi wisata ini dengan 'Pantai Cinta' karena di bibir sungai terdapat hamparan pasir pantai putih-halus yang cukup luas. Cakep daahhh!! Kemudian hamparan padang rumput yang luasnya kebangetan. 






Padang rumputnya luas dan hijau, mungkin foto ini bisa menjadi perwakilan imajinasi ya. Hehe. Jarang-jarang liat padang hijau yang luas kaya begini kan? jadi sekali diliat amazing banget.




Dan satu lagi yang sebenarnya pengen aku tekankan kepada para pengunjng siapa pun itu dan dimana pun berada tak terkecuali hanya ditempat wisata. Ini soal sampah. Masih banyak yang gak ngerti soal sampah, 'Buanglah sampah pada tempatnya.' Anak kecil aja bisa paham kok kalo dia baca, masa yang gede kagak paham-paham. Kan sayang banget tempat sebagus ini dijorokin sama kamu-kamu yang gak bertanggung jawab.  

Kesel aja rasanya kalo ke tempat wisata itu ngeliat sampah berserakan dimana-mana. Kalo aku jadi petugas kebersihan mungkin udah aku tekek kali ya kepalanya. Kagak mikir apa gitu seenak ee buang sampah. Ketika ngeles bilang gak ada tempat sampah mbok ya sampahnya dibawa pulang beres, tinggal buang dimana yang ada tempat sampahnya. Jangan dibuang sembarangan. Toh yang buat sampah siapa malah nyalahin gak ada tempat sampah. Situ sehat?? kan kagak mungkin juga setiap jengkal melangkah ada tong sampah woii... hallaahh.




Btw...semoga hamparan hijaunya tetap lestari dan menyegarkan mata dah pokoknya buat wisata Riau ini. Ditambah lagi ada gembala kerbau-kerbau juga. Emang lokasinya cocok banget buat ngumpul bareng keluarga sambil bawa bekal. cocok untuk kemping dan berenang. 

Apalagi wisata yang kayak begini dibutuhkan banget sama orang Pekanbaru ni, karena di Pekanbaru sendiri sangat minim tempat wisata alam bahari. Jadi, gak salah kalau tempatnya rame banget ketika liburan, karena jadi tujuan utama selain Alam Mayang. Wkwk.



Salah fokus. ahayy





Abaikan wajah Rara :D


Kalau untuk fasilitas hiburan disini juga udah pasti ada dong. Aku mencoba beberapa permainan yang cukup seru bersama sepupu-sepupu aku :D main air basah-basahan. wkwk. Aku mencoba banana boat dan naik perahu jet high speed. Biayanya Rp. 15.000/orang. Masih ada yang lain seperti crazy ufo kemudian ada naik kapal mengelilingi sungai dengan biaya Rp. 5.000/orang. Ada juga naik motor atv yang biayanya cukup Rp. 25.000/orang.

Oom, Etek dan adik-adik kecil dan orang tua aku naik perahu yang mengelilingi sungai. Kata mereka pemandangan kiri kanan selama naik perahu bagus banget. Nyesel kagak ikutan naik, abisnya udah basah duluan dan udah capek. Haha.












Fasilitas seperti WC dan kamar mandi pun ada dibeberapa titik dan bersih. Kemudian ada mesjid yang nyaman benget juga. Di mesjid juga ada tersedia air minum, kopi, susu gratis, bagi siapa yang mau ambil sendiri. wkwk. 

Dan makasi banyak untuk saudara kerabat yang udah mengajak aku sekeluarga menghabiskan senja di Teluk Jaring yang indah ini. Semoga kita next trip bisa jalan-jalan bareng lagi. Aamiin.

Dan mungkin itu saja, semoga bisa jadi referensi liburan menarik untuk teman-teman sekeluarga khususnya warga Kota Pekanbaru. Mumpung belum dipungut biaya pengunjungkan. Hahha.  Wassalam.



Selasa, 13 Februari 2018

My Graduation


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Di Rektorat UIN Suska Riau


Haii... welcome back to my blog!! Masih edisi seputaran hari kelulusan kemaren, kali ini mau share acara wisudaan di kampus sekitaran dua bulanan yang lalu. Tepatnya tanggal 25 November 2017 berlokasi di PKM UIN Suska. Lama bener yaak baru mau diposting, yaa mau gimana lagi kan... walaupun kelamaan, yang penting posting terus :D

Cerita aku setelah sidang dan yudisium bisa dibaca disini, Hari Kelulusanku dan Yudicium Day ya sebelumnya, biar lebih greget. Hihi. Bagi yang belum membaca, aku udah post beberapa cerita dan galeri foto kenangan disana. Semoga kenangan tersebut bisa dibaca sampai ke anak cucu :p

Berikut galeri foto acara wisuda beberapa waktu lalu, scroll kebawah terus ya....


Ini dia penampakan undangan wisudanya


Bersama Papa dan Ibu


Bersama Adik-adikku
Minus Rara yang gak mau difoto karena sibuk nangis-nangis :D


Bersama Nenek tercinta


Besama adikku Fatimah


Bersama adikku Taufiq


Bersama adikku Tamyiz




Bersama semua yang tercinta


Itu dia beberapa foto wisuda bersama anggota keluarga. Alhamdulillah seneng banget bisa lulus tepat waktu, walaupun harus nunggu jadwal wisuda yang lumayan lama banget. Lulus bulan juli, wisudanya bulan November :D aku bersyukur lulus dengan IPK yang menurut aku aman, 3,67 dengan prediket sangat memuaskan. Setidaknya gak ngasih prestasi akademik yang bobrok-bobrok amat :D tinggal nentuin next target mau ngapain kan... kerja, lanjut studi or marriage (kayak merid belom deh...belom ada calon :D) skip skip...haha.


I'm 

Pastinya cewek gak lepas yaa dari yang namanya polesan diwajah. Berhubung soal make-up aku juga masih tabu dan gak terlalu paham. Seperti difoto itulah make-up yang aku pakai diatas. Aku udah gak peduli lagi saat itu. Mau hasilnya bagus, ketebelan atau apa gak peduli. Walaupun sebenarnya saat itu aku bener-bener gak pede sumpah!! Bodohnya aku hanya percaya kata-kata Ibuku yang bilang aku cantik. Daah itu aja :'D Aku gak peduli lagi mau orang bilang ketebelan atau keputihan bedaknya atau apa....wkwkwkwk. Yang penting wisudanya, bukan make-upnya....Haha.

Padahal pas diacara wisuda gak muluk-muluk yaa, beberapa teman pada bilang aku lebih terlihat pangling :D ntahlah itu pujian atau sindiran. Wallahualam. 

Sejujurnya, sejak acara yudisium kemaren, aku sempat syok denger temen-temen yang merogoh kocek cukup mahal untuk sebuah polesan make-up. Ya.... aku menghargai profesi seni yang gak semua orang pandai melakukannya. Kreativitas memang pantas untuk dihargai mahal karena gak semua orang paham dan bisa. Rata-rata temen aku pada memakai jasa MUA ( Make Up Artis ) yang harganya diatas 250.000, 300.000 bahkan sampai 500.000 per orang untuk sekali make-up

Aku mah cuma modal minta make-upin sama tetangga yang hanya merogoh kocek lima puluh rebu saja :D yaaa... walaupun hasilnya gak se matte sama MUA, overall yang penting pakek make-up kek orang-orang. Haha.


Bersama Papa ketika menuju kampus


Bersama Ibu, Rara, Mamat, Nenek dan Papa


Persiapan menuju wisuda apalagi khususnya cewek jangan ditanya lagi, memang sangat – sangatlah rempong abiss. Aku akui. Setiap orang memang ingin sesuatu yang spesial dihari kelulusannya dan mungkin bakal terjadi seumur hidup. Mulai dari memikirkan baju apa yang akan dikenakan, model baju seperti apa, upah jahit baju, sepatu, jilbab, aksesoris, make-up, dan sebagainya. Memang hanya hal biasa untuk kaum perempuan, tapi itu semua menguras tenaga, waktu dan pastinya juga hepeng :D

Thanks God semua berjalan lancar dan makasih telah memberikan aku Ibu super sekali, yang selalu pengertian, bantu aku, jadi stylish aku dan keluarga. Memperhatikan segala kebutuhan aku dan tau mana yang terbaik buat aku hingga saat ini:”) I'm nothing without you Mom...

Sebenarnya sempat dilema didetik-detik dekat acara wisuda, bakal ada satu anggota keluarga aku yang gak bakal datang awalnya yaitu, Fatimah adikku. Yap... dia magang selama dua bulan di MNC Group tepatnya di IDX Channel dan INews TV yang dimulai dari awal bulan Oktober hingga akhir November 2017.

Singkat cerita, yang awalnya aku pasrah dia gak bakal datang, padahal baju seragam udah lama dibuat, membuat aku berpikir ulang. Aku akhirnya menyuruh Fatimah pulang lebih cepat seminggu dari jadwal terakhir dia magang. Alhamdulillah Fatimah mau pulang dan diizinkan oleh pembina di Jakarta untuk pulang lebih awal. Ohhhh... so sweet si Fatimeh penuhin hajat Kakaknya. Haha.

By the way.... Fatimah bakal pulang H-1 aku wisuda. Tapi ternyata eeh ternyata tepat pada hari itu dia ketinggalan pesawat akibat macet yang luar biasa. Mau gak mau akhirnya Fatimah harus bermalam di rumah saudara aku yang kebetulan dekat dengan bandara. Subuhnya, yaitu tepat di hari Sabtu aku wisuda, si Fatimah baru bisa take off  menuju Pekanbaru.

Berhubung gak ada yang bisa jemput, aku minta tolong sepupu aku si Sarah untuk jemput Fatimah di Bandara SSK pada jam 8 pagi. Alhamdulillah si Sarahnya gak ada halangan. Dan kami pun semua bisa berkumpul lengkap diacara wisuda :D Senengnya.


Suasana Wisuda bersama teman-teman
yang ada di muka, depan, kiri dan kanan


Bersama Hasna teman seperjuanganku sejak di semester 1 
Yang selalu mengaku dirinya ganteng padahal dia cewe :D


Bersama Muthi, Sohib paling badai sejak jaman MAN dan kuliah


Sohib seperkoncoanku yang paling kece

Bersama sepupu ku Sarah dan Rani


Bersama sepupuku Rani, Sarah, Aku, Emjhie, dan Fatimah


Bude dan Ibuku


Cuma pas acara wisudaan kemaren aku sempat badmood sama Papa. Abisnya buru-buru kali nyuruh kami cepat pulang. Padahal aku mau jumpa kawan-kawan dulu, foto-foto dan mau foto studio :’) Tapi ternyata Papa malah suruh aku cepat-cepat ntah apa-apa. Huhu. Jadinya gak ketemu sama beberapa teman...untung temen pengertian dan susul ke rumah. Jadi segan kan Paaaa...huhu

Karena tergesa-gesa dan aku bilang sama Papa jangan pulang dulu karena mau foto studio. Eh, Papa malah langsung nolak gak mau foto studio, alasan karena gak mau bolak balik dan jauh, capek, ada urusan ini itu. Dan taraaa.. si Papa malah tiba-tiba manggil kami semua ke tempat photo booth  yang berjejer disekitaran Rektorat. Akhirnya dengan terpaksa, dengan muka yang judes dan mau gak mau akhirnya nurutin apa maunya Papa. Syeeddihhnyaaaa.... Uwaaaaahaaa uwaaa... Huffttt...maafkan anakmu yang ngeluarin muka judes kemaren Paaaaa.... huhuhuhuhu. Padahal Papa, Ibu, Rara, dan Nenek kecapean yaa apalagi kondisi panas terik. Akunya yang kurang pengertian karena terlalu ngikutin kehendak :'(

Padahal dah rencana mau foto yang cakep, di studio ala-ala biar bagooss dan ciamik. Si Papa malah bilang gini, “ Di studio foto ngapain? orang dimana-mana foto tu yang terlihat momennya, studio mana nampak momennya.” Handeeehh... Papa Papa. Gagal rencana :’)

Oke fix lupain, haha. Aku juga mau bilang terima kasih buat sodara, sohib dan teman-teman yang telah bersedia hadir dan menambah kesan kebahagiaan di hari kelulusan aku... thanks so much.


Bersama anak kelas PR B 14


Bersama konco jaman MAN dulu
Inop dan Inas


Bersama Teman KKN Kota Dumai, Kcamatan Dumai Barat, Kelurahan Purnama


 Nah... ini dia sohib seperkoncoan pejuang skripsi
pembimbing sama, berjuang bersama, wisuda bersama :*


Kedatangan perwakilan dari tempat magang dulu di P3E Sumatera KLHK




 Masih dengan anggota geng gelas PR B 14


 Bersama mereka #edisisayangkalaugakdipajang :D

Pokoknya... semua yang telah tercapai sekarang bukanlah murni dari hasil usahaku sendiri. Ada Allah yang selalu memberikan aku kemudahan, ada orang tua dan keluarga yang selalu memberikan pengertian, support dan materi tiada tara selama aku mengenyam bangku perkuliahan, ada sahabat dan teman-teman yang selalu bersedia berbagi cerita, kisah, senang dan duka selama menuntut ilmu. Tanpa mereka aku nothing that all.

Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang kalian beri. Bila tiba waktunya semoga kita bisa bertemu kembali dengan kesuksesan yang kita cita-citakan dahulu. Jangan pernah menyerah, buat temen-temen yang masih berjuang tetaplah percaya pada impian. Jangan patah semangat! Hufftt khususnya aku yang masih banyak labil dan masih banyak butuh belajar lagi menjadi insan yang makin baik lagi kedepannya, Aamiin.



Berfoto bersama Pak Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi


Bersama Bapak Wakil Rektor UIN Suska Riau


 Edisi narsis




Bunga dan salempang dari teman-teman ketika selesai sidang dulu


Hadiah dan buah tangan dari teman-teman yang datang ketika wisuda
makasii semuaa :*


Mungkin itu saja yang aku share hari ini. Semoga bisa memberikan semangat baru bagi yang membaca. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih buat semua. Aku percaya, mereka yang baik pasti akan menerima ganjaran yang baik pula. Terus saling mendoakan kebaikan bersama ya manteman. Jangan sombong ketika sudah berada di puncak. Jangan lupa dengan jasa-jasa mereka terhadap tumbuh dan berkembangnya kita. 

Aku berharap kita semua dapat kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dapat membahagiakan keluarga, dapat meraih impian dan cita-cita setinggi mungkin. Dan satu lagi, jangan pernah lupakan Tuhan yang telah menciptakan kita, ingatlah Dia selalu didalam langkah kita. Semoga Allah meridhoi dan memberi berkah yang berlimpah untuk kita semua. Wassalam