Senin, 23 Oktober 2017

Hari Kelulusanku


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Alhamdulillah... setelah rehat dari penulisan skripsi, kini aku sempatkan menulis blog kembali. Mungkin ini adalah salah satu momen sekali seumur hidup yang harus aku abadikan. Ya... aku sedikit ingin mengabadikan momen tersebut di blog ini, untung-untung sekalian melatih kembali jari-jemari yang udah kaku setelah berskripsi ria.

Yap... selang beberapa bulan yang lalu, aku sedikit disibukkan dengan tugas akhir kuliah (skripsi). Udah jarang lagi yang namanya nge-blog. Efek udah jenuh kali yaa dengan melihat laptop siang-malam. Hehe

Jujur, dalam proses pengerjaan skripsi bukanlah suatu hal yang mudah tapi tidak pula terlalu sulit. Pastinya sesuatu yang dilalui akan ada mudah dan juga susahnya, tergantung cara dan usaha kita mewujudkannya. Right!! Banyak hal yang aku dapat diakhir-akhir perkuliahan ini, salah satunya ilmu sabar dan ilmu berusaha. Caiyooooo.... !!! Salah satunya sabar ngadepin dosen dengan segala karakternya #eaak :D Yang anak semester akhir angkat tangan!!

Umpama ditanya motivasi terbesar hingga bisa kelarin skripsi, pastinya adalah karena orang tua.  Perkuliahan yang aku jalani ini adalah tanggung jawab terbesar yang orang tua percayakan kepadaku untuk dijalani dan diselesaikan. Tujuannya  tak lain agar kelak aku tumbuh menjadi insan yang berilmu,  bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, nusa dan bangsa. Tentunya tanggung jawab itu harus aku tunaikan dan aku selesaikan secepat mungkin. Alhamdulillah tepatnya pada tanggal 20 Juli 2017 lalu  atas ridho Allah dan kedua orang tuaku, aku dapat menyelesaikan S-1 Ilmu Komunikasi tepat diakhir semester 8 ( 4 Tahun). Mungkin antara rasa percaya dan gak percaya setelah step by step yang aku jalani dan taraaaaaaaa.... akhirnya membuahkan hasil, padahal rasa lelah dan putus asa sempat memuncak diubun-ubun...rasa-rasa gak sanggup :’)) tapi pada akhirnya janji Allah nyata, bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan aku kelancaran, kekuatan dan semua nikmat yang tak dapat aku sebutkan hingga aku bisa menyelesaikan studi ini.

Terima kasih pula buat keluargaku tercinta... Papa dan Ibu yang selalu nyinyir nanyain dari mulai kapan ngajuin judul hingga kapan wisudanya??? T.T but without you, i’m nothing at all. Buat adik-adikku juga, biar pun kakak masih belum jadi yang terbaik, percayalah kakak selalu berusaha menjadi yang terbaik agar Ibu Papa bangga dan tentunya kakak akan selalu berusaha menjadi tauladan untuk adik-adik dirumah.

Kepada dosen-dosen yang tiada lelah memberikan ilmunya, waktu, membimbing dan menunjuk ajar mahasiswanya yang nakal-nakal dan alfa ini. Semoga ilmu yang kalian beri menjadi pemberat amal baik di yaumil akhir kelak... aamiin ya robb.

Kepada kakak-abang, sahabat, teman-teman dan konco-konco seperjuangan lainnya, terima kasih telah menjadi penyemangat, memotivasi, mendoakan, dan tim HORE-HORE baik dikala suka-duka selama dibangku perkuliahan. Sepupuku Emjhie, Sintia, Mila, Nurdin, Inop, Apit, Indah, Muthi, Hasna, Nadia, Anika, Afri, Bg Feb, Feni, Kk Rani, Bg Dani, teman-teman PR B 2014, teman-teman KKN Dumai Purnama dan kalian semua yang pernah mengisi hari-hari, doain, baik dan bantuin aku. Tanpa kalian yakinlah, suasana masa-masa perkuliahan gak akan sebewarna dan semenyenangkan ini :))

Bersama Sohib Seperjuangan 
Anika, Aku, Afri dan Nadia







Bersama Endang... Anak paling bikin heboh di kelas :p

Bersama Aldi, Geng Sebelah ...Sohibnya Anika dan konco si Hasna :D

Anak Kelas PR B'14
Ayu, Juntak, Irvan, Hafiz, Firman, Rio, Izu
Puput, Afri, Hafri, Anika, Nadia, Endang, Yopi, dan Aldi





Dan khususnya aku mau bilang BIG THANKS!!! Untuk Hasnaturrahmadani (a.k.a Hasna). Dialah makhluk yang selalu mengatakan dirinya ganteng, padahal dia cewek -,- haha. Makasih udah nemenin bimbingan ampe malam-malam di kampus.  Makasih karena dah jadi teman makan setia. Teman mesjid hunter, teman ngeledek, teman tinju :D Makasih karena dah rela jadi asisten penelitian dan terjun ke masyarakat bareng aku (padahal aku tau kalo ko sebenarnya ogah capek-capek, haha). Makasih udah temanin aku kemana-mana, panas-panas, ujan-ujanan, dan pulang malam selama penelitian karena aku :”) tanpa ko mungkin aku bakal jalan sendirian, keribetan, dll :D Ntahlah... klo ko gak bantuin aku mungkin pupus sudah aku tamat kuliah pas 4 tahun :D Padahal ko waktu itu juga lagi banyak pikiran karena proposal ko yang masih stuck. Doaku setulus hati, semoga ko cepet lulus di tahun ini dan terbang ke Jepang sesuai mimpi ko :P


Haii Hansa :D









Dan hari itu, dengan pakai khusus bewarna serba hitam khas, aku bersama rombongan peserta munaqasah dinyatakan lulus ujian dan sah menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom). Ketika itu peserta ujian terdiri dari empat orang. Dengan 3 orang cewek angkatan kami, dan seorang abang senior. Alhamdulillah hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan buat aku khususnya, walaupun aku sadar bahwa ini bukanlah akhir...namun adalah awal untuk menuju dunia yang sesungguhnya. Bismillah...

 Bersama Vivi, teman sekelas.


 Bersama Vivi dan Ama

Sedikit cerita... Rahma yang akrab disapa Ama ini salah satu temen seperjuangan aku dimasa-masa bimbingan Skripsi. Kenal udah lama, karena dia anak Gagasan dan temen akrab si Muthik juga. Bahkan bimbingan sampe magrib pun kami lakoni demi demi nungguin dosen pembimbing, bareng Hasna juga, janjian bimbingan bareng dan teman cerita-cerita. Sama-sama ACC dan ternyata samaan juga dapat jadwal sidang. Padahal gak janjian :D Kalo diingat-ingat lagi masa-masa sulit kita, mungkin rasanya pengen nangis ya Ma... Apalagi kita bimbingannya sore ampe maghrib nunggu giliran, kadang udah lama nunggu disuruh besok karena udah malam, bahkan pernah terkurung hujan badai di kampus sampe gak pulang hingga jam delapan malam :')

Huffttt.. kalo diceritain mungkin kagak ada habis-habisnya kali yaa... memang perjuangan ini gak berdarah-darah, tapi banyak menguras waktu, biaya, tenaga, pikiran, bahkan air mata kelelahan :p Yap...setiap yang ingin dicapai tidak selalu berjalan dengan mulus, pasti akan ada kerikil-kerikil tajamnya. 

Walaupun begitu, aku senang karena telah selesai terhadap tanggung jawab ini.












Mungkin itu saja yang ingin aku ceritakan pada blog ini dan para pembaca. Semoga kita tetap sungguh-sungguh dan konsisten terhadap apa yang ingin kita raih. Tetaplah semangat!! Yakinlah bahwa sesuatu akan tercapai selama masih ada rasa percaya bahwa itu akan terwujud. Tidak perlu menjadi yang paling hebat dianatara orang-orang hebat. Cukup yakin dan lakukan sesuatu yang terbaik menurut kita. Semoga akupun juga begitu, tetap semangat!! meskipun masih ada bayang-bayang yang membuat aku takut dan bingung.... Wassalam.




Senin, 22 Mei 2017

Kerajinan Tangan

Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh

Haii... Apa kabar semua? Aku kembali lagi buat nge-share tentang daily activity aku. Hihi. Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 19 Mei kemarin aku bersama “konco arek” aku yaitu Afri dan Nadia melakukan sesuatu yang belum pernah kami coba ngelakuin sama-sama sebelumnya, hehe.

Berawal dari undangan wisuda yang datang bejibun, mengharuskan kami menguras otak harus memberikan hadiah apa kepada temen yang wisuda. Secara gak enak aja rasanya bawa tangan hampa ketika ingin merayakan hari bahagia ya kan?? Belum lagi budget lagi pas-passan. Jadi Afri bilang kalau pengen ngasih bunga. Sedangkan bunga yang kudu dibeli juga haruslah banyak karena yang ngundang wisuda juga banyak.

Waktu itu kebetulan yang lagi ngumpul cuma aku, Nadia dan Afri. Nika lagi gak stay di Pekanbaru karena sedang penelitian di Sumbar. Afri nyaranin buat bucket bunga flanel handmade. Yaa... kita buat bunga sama-sama gitu, buatan sendiri.

Sebelum belanja keperluan untuk membuat bunga, sempet diskusi sama Ibu aku tentang cara buat bunganya, bahan dan sebagainya. Soalnya kagak pandai buat-buat kayak begituan kan sebelumnya. Pun pas jaman SD kalau buat kerajinan tangan pasti Ibu terus yang selalu buatin. Hehe. Sempet juga diskusi dengan Ibunya si Hasna, waktu itu kebetulan lagi main ke rumah Hasna dan Ibunya Hasna juga mahir soal membuat kerajinan tangan. Alhasil nanya-nanya juga sama Ibunya Hasna gimana cara buat dan dimana beli alat-alat perlengkapan membuat kerajinan tangan.

Waktu itu galau mau beli bahan dimana, soalnya tempat langganan aku beli bahan kerajinan dulu itu sudah digusur ntah kemana. Akhirnya Ibunya Hasna nyaranin membeli bahan-bahan yang murah itu ada dibeberapa tempat gitu. Cuma kebetulan Ibunya Hasna punya member diskonnya Ratu Paksi dan nyaranin ke Ratu Paksi aja dan Ibunya Hasna meminjamkan member diskonnya. Yeeaayy!!

Taraaa....kamipun sepakat untuk belanja bahan-bahan untuk buat bunga flanel di Ratu Paksi, katanya sih murah-murah. Mungkin sebagian orang Pekanbaru udah tau lah ya dimana lokasi Ratu Paksi. Deket Rayamana. Tempatnya didominasi dengan unsur ala girly gitu. Nah, kalau mau buat bunga-bunga flanel atau bahan-bahan kerajinan, kayaknya Ratu Paksi salah satu tempat yang recommended lah, harga juga gak terlalu mahal, tapi kalau nemu grosiran yang lebih murah kan lebih bagus yaa, mana tau masih bisa nego kalau beli buaaanyaak. Wkwk. 

Ketika proses pembuatan


Untuk membuat bunganya,l diajarin sama Ibu aku cara membuat bunga flanel. Agak susah-susah gampang sih. Diawal susah banget, tapi lama kelamaan terbiasa juga dan bagus juga sih hasilnya,lumayan lah. Hehe.


Ini penampakan bunga flanel ala kami :D




Alhamdulillah kami berkesempatan membuat bunga flanel yang besar dan yang kecil. Cukup menguras waktu dan tenaga juga dalam pembuatannya. Plus aku sampai harus merasakan sakit pinggang akibat duduk berjam-jam. Bisa dikatakan membuat ini aja kami mulai dari jam 14.00 dan selesai sampai jam 22.00. Yaaa... gak full ngerjain aja sih, sambil cerita-cerita juga, sambil makan, sambil curhat :") *eeehhh. Haha

Diakhir kami selesai membuat bunga flanel, bisa dikatakan kamar gak bentuk kamar lagi. Haha. Dan alhamdulillahnyaa Ibu aku beliin kami sate danguang-danguang buat dimakan bersama. Hehe.

Pokok ee selama ngerjain itu susah tapi pas sudah selesai rasanya lega banget. Thanks yaa buat kekompakan kita we. Jualan kita lagii....sihiii..

Taraaa... ini juga hasil bunganya. Cantikkah???


Bonus wajah si Nadia sambil pegang bunganya.


 Ini bunga versi besarnya. Gimana????


Dari semua yang kami kerjakan, alhamdulillah selesai. Bunga yang kami buat dengan modal yang minim tapi bisa membuat sesuatu yang waaahh dan mudah-mudahan saja membuat hati sang penerima senang. Mudah-mudahan aja ya...

Bunga yang kami buat, kami persembahkan untuk temen sekelas kami yang udah lulus duluan. Anak kelas pertama yang pecah telor bisa wisuda. hehe. Selamat ya Fadilla Balqis, S.I.Kom. Dan juga buat teman-teman kami, baik teman sekampus dan juga teman KKN tersayang yang pernah mengisi hari-hari selama dua bulan. Memang mungkin buatan kami tidak sebagus orang lain, tapi niat hati tetap ingin memberikan yang terbaik kok. Hehe. Semoga suka yaaa hasil buatan tangan abal-abal ini :P Doakan kami cepat menyusul yaa.....Berikut beberapa foto ketika acara wisuda UIN Suska Riau:



Bareng Dila yang udah lulus duluan.


Bareng anak KKN

Nah, mungkin itu saja cerita hari ini. Moga bisa memotivasi semua ya... Wassalam.







Senin, 08 Mei 2017

After Long Time

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Mungkin inilah yang saat ini sedang terasa. Tiba-tiba rasa rindu itu muncul kembali. Sesekali untuk mengobati rasa itu, medsos menjadi tempat mencurahkan segala hal yang ingin disampaikan. Ntah itu tentang yang dirasa, tentang yang dipikirkan, yang dilihat, dilakukan dan sebagainya. Ya... aku rindu menulis lagi pada blog ini.

Aku masih baik-baik saja. Lah emang ada yang nanyain? Gak peduli sih ada yang nanya atau enggak, tapi hanya ingin meyakinkan diri sendiri aja bahwa apa yang terjadi sekarang harus selalu baik. Selalu positif!

Dalam menjalani keseharian, aku sadar. Aku bukan lagi anak perempuan kecil. Aku adalah wanita, harapan bagi kedua orang tuaku. Adalah kakak bagi adik-adikku. Pemimpin bagi diriku sendiri. Menjadi panutan yang baik adalah suatu keharusan.

Sebelum tidur, ada banyak hal yang terpikir, ada banyak tanya yang muncul, bahkan tak jarang seperti berbicara dengan diri sendiri. Bukan berarti tidak memiliki tempat untuk berdiskusi atau bekeluh kesah. Namun, pertanyaan dalam diri memang ditujukan untuk diri sendiri. Apakah aku pantas? Apakah aku salah? Apakah aku terlalu banyak berharap? Aku bermimpikah? Apakah aku sebegitu takutnya? Apakah aku mampu? Apakah aku baik? Apakah yang kurang didalam diri ini? Apakah aku jahat? Apakah bagus begini atau begitu? Dan banyak hal lainnya.

Hidup bukan hanya berhadapan dengan satu dua tiga problema saja. Ada banyak hal. Butuh kekuatan untuk menghadapi semuanya. Butuh pertimbangan. Butuh proses. Butuh tenaga, usaha dan juga pikiran yang lapang untuk melalui semuanya.

Belum lagi diri ini adalah seorang wanita. Yang gampang terpengaruh dengan perasaan yang ada, mudah tersakiti hatinya, gampang terbawa emosi. Mengontrol diri sendiri adalah hal tersulit yang pernah ada.

Menjadi seorang wanita bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Ada banyak hal yang harus dia jaga dan dia lindungi,begitupun banyak pula hal yang harus dia jauhi. Tapi, sesulit apa pun hambatan dan keterbatasan itu, dia masih tetap bisa melangkah maju karena semua itu bukanlah alasan atau pun penghalang baginya untuk bisa meraih citanya. Mungkin seharusnya begitulah aku menjadi.

Ya... wanita itu harus kuat, dia sakit lalu mampu sembuh sendiri. Wanita itu kuat , ketika dia jatuh, dia sanggup untuk bangkit dan berdiri lagi. Dia mampu tersenyum lebih banyak dari yang tidak kita ketahui, mampu tersenyum lebih tulus padahal ada selaksa air mata yang sedang dia bendung.

Wassalam

Kamis, 27 Oktober 2016

Papa's Birthday

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh






Kini...

Rambut yang dulunya  terlihat hitam

Semakin hari kian memutih

Badan yang dulunya tegap berisi

Sekarang sering terlihat lelah dan rapuh

Hasil kerja kerasnya selama ini bisa kami rasakan

Semua  yang diberikannya  tak terganti

Walau langit dan seiisinya sebagai balasan



Ada banyak perjuangan yang dilakukannya

Ada banyak pengorbanan yang harus diikhlaskan

Ada banyak usaha yang dikerahkannya

Beribu pikiran dan beban yang dipikul hingga menyita waktunya 

Bahkan lupa memperhatikan dirinya sendiri

Kadang ada cercaan yang harus diterimanya

Ada banyak lelah-keringat yang harus dirasakan

Dan ada banyak doa beserta ikhtiar yang dipersembahkannya kepada Sang Khaliq

Itu semua untuk dan demi kebahagiaan keluarganya

Untuk anak-istrinya tercinta di rumah

Pa...

Happy Birthday to you

You are the best that I ever had in the world 



Selamat ulang tahun Papa. Terima kasih banyak untuk Papa selama ini yang telah menjaga dan melindungi kami semua dengan baik. Selamat ulang tahun Papa yang ke-50 tahun. Semoga Papa selalu Allah berikan kesehatan, kelapangan rezeki, diberikan kemudahan dalam menjalani hari-hari, diberikan kesabaran dalam menerima setiap cobaan. Tetap semangat buat Papa, terima kasih udah ngasih kami adik yang lucu lagi dirumah. Jadinya setiap hari ada ketawa dan kesenangan yang muncul dari si kecil Rara

Kami sayang Papa.....

Sehat selalu Pa...Love you...






Rabu, 26 Oktober 2016

Kita Berempat

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Foto jaman kapan ini yaa?? Masih wajah polos agaknya :D

Alhamdulillah ya... pagi ini masih diberikan udara yang segar, masih bisa sarapan enak, dan bertemu dengan orang-orang. Hehe... Hari ini sebenarnya capek, badan terasa ngilu-ngilu ga jelas... ada terselubung niat gak pengen datang ke kantor buat magang kayak biasanya. Rasanya letih aja setelah dua harian kemaren banyak kerjaan dan pulang yang udah keburu malam juga semalam.

Iya, kemaren seharian berkutat di meja kerja, kali ini tugasnya cukup melelahkan. Gak berhenti menggunting kertas, print, nge-cap, mengelem, dan masuk-masukin surat + buku-buku program perencanaan KLHK yang mau di kirim ke seluruh pelosok Sumatera, Jakarta dan sekitarnya, belum lagi nge-pak nya. Mungkin udah seratusan lebih surat yang udah dikerjakan selama dua hari ini :”)

Tapi yo wess... pekerjaannya bukannya sulit kok, hehe. Pegawai-pegawai yang ramah-ramah membuat pekerjaan jadi gak terasa berat. Belum lagi kalau disodorin makanan dan cemilan, haadeeuhhh...makin semangat. Ya kan?? namanya juga habis nambah energi,ya makin semangat dungk.Wkwk.

Pulang magang biarpun saat itu lagi capek dan mau hujan, Nadia dan Etek Apri ngajakin pergi ke Riau Expo. Padahal aku sama Anika mau pergi rada ragu gitu :D Soalnya capek, udah sore jugak.

Akhirnya kami memutuskan buat pergi ke Riau Expo. Habis melalang buana sebentar di Riau Expo, kami sedikit nikmatin jajanan kuliner disana. Kemudian kami tergiur buat masuk ke Mall Ska sekalian main-main aja sih tapi lucu dan nyenengin bisa qtime barengan.

Hai cuyyy... sekarang kita berempat bukan lagi seorang mahasiswa biasa,kita adalah  mahasiswa yang harus mampu untuk menjadi luar biasa. Bentar lagi kita bakal ngadapin dunia yang benar-benar bakal nyeleksi kita. Kita memang bukan anak-anak lagi, kita sudah cukup dewasa untuk menentukan mana yang benar dan yang salah,dan mana yang harus diseriusin dan diajak bercanda.

Aku tau, kita udah terlalu sering bersama....

Bukan...

Kita udah selalu sama-sama anytime, everywhere. Aku yakin, kebersamaan kita adalah hadiah yang terindah dari sang Kuasa. Memiliki orang-orang yang selalu bersama kita adalah harta tak terbayar yang tidak boleh diacuhkan begitu saja dan harus dijaga.

Karena, tidak ada kebersamaan yang membuat sia-sia. Dan tidak ada kenyamanan yang muncul tiba-tiba. Bisa kita lihat, berapa banyak orang yang bersama-sama, tapi mereka tidak tulus dan tidak nyaman satu sama lain. Kesimpulannya, tidak semua orang pula mampu untuk bisa bersama secara utuh.

Dari kebersamaan aku banyak belajar, bukan bagaimana ‘Aku’ bisa tapi bagaimana ‘Kita’ bisa. Memang bukan proses belajar yang singkat mengubah yang egonya ‘Aku’berubah menjadi ‘Kita’, lamaaa....Ya lama. Kadang terdapat konflik, salah paham, kadang bahagia dan menyenangkan,bahkan kadang haru. Mungkin memang begitulah proses untuk menjalin, mempertahankan, dan menjalankan sebuah hubungan kebersamaan.

Mungkin itu saja cerita singkat dipagi ini, semangat buat kita semua. Wassalam











Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca



Rabu, 19 Oktober 2016

Holiday: Candi Muara Takus

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



 
Candi Muara Takus


Menyambung dari cerita sebelumnya, atau coba aja klik disini ya. Kalau udah dibaca, ini sambungan ya... hehe. Waktu itu pulangnya udah sore banget dan kemalaman. Alhasil ternyata ketika kami pulang malam dari Bungus, macet sangat-sangat tidak terelakkan lagi, kami terjebak macet total. Saat itu kondisi jalan mobil seperti merangkak-rangkak. Bisa bayangkan bukan betapa capek dan lelahnya???

Setelah lepas macet di Padang, dan Papa sempat berhenti tidur buat istirahat,  itu sudah memasuki tengah malam. Kemudian kami jalan lagi menuju Payakumbuh dan kena macet lagi di Bukit Tinggi hingga beberapa spot persimpangan buka-tutup jalan sesudahnya. Sehingga waktu itu sampai di Payakumbuh udah subuh hari. 

Karena nyampai di Payakumbuh sekitar jam 4-tan subuh, kami memutuskan buat gak balik lagi ke kampung dan langsung pulang menuju Pekanbaru. Karena udah dipastikan bakal macet total lagi kalau mampir dulu ke kampung, belum lagi besok lusanya adalah hari pertama sekolah.

Alhamdulillah perjalanan menuju Pekanbaru lancar dan sedikit terkena macet di Kampar karena sistem jalan yang buka-tutup balik mudik. Sembari menuju Pekanbaru, waktu itu jam menunjukkan pukul 9-nan, masih pagi. Papa nawarin untuk mengunjungi Candi Muara Takus.

Jujur, 21 Tahun hidup di Riau apalagi kalau pulang kampung selalu lewat sini, belum pernah yang namanya melihat Candi Muara Takus. Memang ada niat, tapi gak terlalu niat mau mengunjungi karena orang yang pernah datang ke Candi dan aku tanyai mengatakan kalau candinya tidak terlalu baguslah, gersang lah, gak menarik dan sebagainya. Makanya belum ada kesempatan buat mengunjungi.


Aku kecil kalo dibandingin dengan candi ini ya -,-

Sedikit informasi mengenai Candi Muara Takus adalah kalau Candi ini adalah satu-satunya candi peninggalan sejarah Budha yang ada di Riau. Terletak di Kabupaten Kampar, Kecamatan XII Koto tepatnya di Desa Muara Takus. Dari simpang masuk menuju Candi,ternyata jauh banget masuk ke dalamnya ya :D belum lagi waktu itu kondisi badan jalan yang banyak rusak di beberapa titik. Harapannya semoga pemerintah setempat cepat membenahi segala fasilitas dan akses jalan menuju Candi. Biar makin rame wisatawan yang mengunjungi candi.


Ketika aku berada di lingkungan candi, tidak begitu buruk seperti yang orang-orang ceritakan. Mungkin tujuan mereka datang ke Candi untuk mencari sesuatu yang hanya bisa dipandang cantik oleh mata, mungkin mereka masih belum memaknai pentingnya sebuah peninggalan sejarah yang ada dan pentingnya menjaga sebuah peninggalan sejarah disekitar kita.


Kalau misalnya kepada semua orang kita mengatakan  Candi yang ada adalah tidak bagus atau apalah. Sudah dipastikan akan membuat kurangnya minat orang-orang mengunjungi peninggalan sejarah yang kita punya bahkan mungkin saja peninggalan sejarah kita bakal tenggelam dimakan zaman kalau tidak ada yang peduli. Ya kan??


Ini adalah ilmu bagi kita, bahkan menimbulkan banyak pertanyaan. Kenapa candi itu bisa dibuat oleh orang dahulu di Riau? kenapa bentuknya unik? kenapa menggunakan batu bata seperti itu? apa bedanya dengan candi-candi lain yang ada di Indonesia??


Dan.... segudang pertanyaan itu bakal dijawab kalau kita memiliki ilmunya, ditambah lagi langsung melihat keadaan peninggalan Candi yang sebenarnya. Amazing banget bisa mengetahui dan melihat langsung sejarah yang ada. Bisa jadi 30 atau bahkan 50 tahun lagi Candinya roboh atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, nah...kita bisa jadi saksi buat anak cucu kita kalau misalkan kita pernah melihatnya secara langsung. 


Bersama adik-adik dengan kondisi muka kucel 
belum mandi sejak kemaren :D

Saat itu kondisi cuacanya begitu panas di area Candi, pepohonan cuma ada di pinggiran Candi. Pada komplek Candi nya tidak ada pepohonan buat berteduh, jadi buat pengunjung disarankan membawa topi atau payung agar tidak terkena sengatan matahari.

Gak banyak mengambil foto di Candi karena lagi panas-panasnya banget, buat keringat bercucuran, apalagi belum mandi kan. Ahaaakksss!! -,-

Namun,  gak perlu cemas, di sekitar Candi banyak yang jual makanan dan minuman, topi dan tempat berbelanja oleh-oleh khas Candi Muara Takus. 

Jika melihat dari beberapa desa yang aku lewati menuju Muara Takus, desanya masih terawat, asri dan sejuk. Gak bakal rugi deh, kalau kita ngunjungi tempat yang bernilai sejarah. Selain menambah ilmu dan pengalaman, juga sebagai wujud rasa kecintaan dan rasa menghargai kita terhadap hal-hal bersejarah.



Sedang berada di atas Candi Utama

Setelah bersantai-santai menikmati minuman dan makanan yang ada disana, kami pun kembali pulang ke Pekanbaru. Mungkin liburan yang paling menyenangkan itu adalah liburan yang bisa membuat kita lebih refresh sekalian menambah ilmu dan pengalaman. Right??

Satu hal yang pasti, Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Banyak sejarah yang harus kita jaga dan lestarikan, yang bisa kita ambil pelajaran, bahkan ilmunya. Ingin menciptakan sejarahmu sendiri??? make it!!!  

Kita bisa saja menjadi sejarah, ntah mungkin karena karya yang kita tinggalkan, karena sikap dan perbuatan yang kita lakukan, karena jejak yang telah kita ukir dan sebagainya. Namun sejarah bukan hanya tinggal sejarah. Sejarah kadang akan berakhir buruk dan kadang berakhir baik. Sejarah apa yang ingin kita wujudkan adalah pilihan dan jalan kita sendiri.

Karena sejarah akan abadi dan dikenang meskipun raga tidak lagi berada di badan, maka penting bagi kita untuk menciptakan sebuah kesan sejarah yang baik. Sejarah gak akan mengenal dari mana dan siapa kita, tapi dari hasil dan apa yang ditinggalkan, sejarah yang kita tinggalkan bermanfaat atau tidak, dibutuhkan atau tidak  bahkan dikenang banyak orang atau tidak.

Itu lah sejarah, bagaimana kita bisa memberikan warisan yang bermanfaat untuk orang lain. Tidak untuk orang lain dahulu, mungkin dicoba untuk bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan kita. Wassalam.


 Area  Candi Muara Takus









Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca

Holiday: Pasumpahan Island


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Pasumpahan Island



Huufffttt.... ada apa dengan semalam?? Haha... mumet gak tau kenapa dan bikin aku jadi gak bisa tidur. Padahal capek banget, belum lagi pake acara mimpiin skripsi segala -,- bener-bener lah ya, pantas senior-senior pada manggil "skripsweet", kebawa mimpi eeuuyy.  Dan karena ee karena... ternyata  tidur kemaleman buat aku jadi telat bangun :( * edisi anak magang telat. Untung aja udah ditolongin ambil absensi cepet sama Etek Apri. Makasih Etek....

Sekarang lagi free job, semua kerjaan udah selesai dan orang-orang di kantor pada banyak yang pergi tugas karena lagi ngurusin bus dan jagain stand perpustakaan keliling KLHK  di Pustaka Wilayah Soeman HS. Alhasil di bagian Program sepi...hanya ada aku, Kak Inun, dan Kak Kissi.

Mumpung lagi kosong, aku mau share liburan ketika libur lebaran beberapa waktu yang lalu.Udah lama yaa... iya, emang udah lama. Belum sempat posting karena sibuk persiapan KKN dan setelah KKN disibukkan dengan magang dan akhirnya lupa mau posting tentang libur lebarannya. Sekarang udah ingat...hehe. Sayang kalo gak di share :P

Lebaran kemaren, aku bersama keluarga alhamdulillah berkesempatan berlibur ke kampung halaman. Dimana lagi kalau bukan di Payakumbuh, ketemu saudara dan pastinya ketemu sama Nenek. Pengennya sih berlibur ke tempat yang baru dengan suasana, budaya, daerah dan jajanan kuliner yang baru. Cuma apalah daya kan, bisa berlibur aja udah syukur-syukur banget. Ya gak??

Karena liburannya di kampung, udah pasti bakal jalan-jalan melalang buana gak jauh-jauh dari sana. Belum lagi jatah waktu libur yang singkat banget. Kami memilih berlibur ke pantai. Ke pantai lagi??? Yaaapp, aku sama Fatimah minta pergi ke pantai, biarpun tahun lalu sebenarnya udah ke Pantai -,- Pantai itu.... look so beautiful, very comfortable, no words can describe how so soooo awesome-lah pokoknya. Gak bosan-bosannya untuk dinikmati bareng orang-orang tersayang, yuhuuuuu~~~

Perjalanan menuju ke Pantai sebenarnya gak memakan waktu yang lama dari Payakumbuh ke Padang. Cuma karena macet berkepanjangan, jadi memakan waktu yang cukup lama selama diperjalanan. Belum lagi untuk istirahat makan dan Sholat, maka akan berhenti dulu. Kalau mau jalan-jalan di Sumbar udah pasti harus nyiapin jadwal yang enak, kudu punya waktu yang fleksibel dan duit yang cukup. Mana tau ada yang pengen menginap di tempat tujuan wisata agar besoknya bisa puas bermanja-manja badai atau kalau gak ingin kena macet dijalan memang harus berangkat yang cepet agar tidak kena macet. 

Tttsaaaaaahhh....Pantai yang kami kunjungi adalah Pantai Carolina di Kecamatan Bungus Kota Padang. Berangkat dari Payakumbuh sekitar jam 8-nan pagi. Sampai di Pantai Carolina sekitar jam 2-an siang. Lama kan?? Gak banyak yang kami lakukan disana, cuma duduk-duduk sambil makan dan menikmati keindahan pantai. Pantai Carolinanya rame banget, pantainya penuh sama pengunjung... namanya musim liburan ya...haha.

Gak terlalu berlama-lama, karena dengar-dengar Pantai Caroline dekat dengan Pulau Pasumpahan, Pamutusan, Sikuai, dan pulau-pulau kecil yang indah lainnya, kami mengajak Papa buat pergi ke pulaunya juga.

Namanya juga liburan yang tidak direncanakan, maka Papa pun coba bertanya-tanya dengan orang sekitar gimana caranya biar bisa pergi ke Pulau. Setelah dapat info, maka sepakat mau pergi ke Pulau Pasumpahan aja dengan menaiki (sewa) speedboat. Uang sewanya udah termasuk PP kok. 

Waktu tempuh dari Pantai Caroline ke Pulau Pasumpahan menggunakan speedboat  memakan waktu sekitar 20 menit. Menyenangkan banget setelah sekian lama tidak naik speedboat. Hihi. Dan ini adalah perjalanan laut pertama mungkin ya buat adik aku si Rara. Waktu itu umurnya masih 7 bulan, Ibu sempat pengen tinggal dan gak mau ikut karena takut Rara sakit kena angin laut, tapi Papa nyuruh ikutan aja. Alhasil semua pada cussss ke Pulau Pasumpahan. Rara pun kelihatan menikmati dan senang...Yeeeaayy!!


Di dalam speedboat 

Dan akhirnya kami sampai di Pulaunya, eksotis dan diapit oleh pulau-pulau kecil lainnya. Lautnya seperti punya sisi tiga warna (gradasi) dari tiap-tiap pulau. Pasirnya putih dan halus, gak pakai alas kaki pun sambil lari-larian gak bakalan sakit. Memang amazing banget Tuhan menciptakan segala sesuatunya, dengan melihatnya saja udah bikin hati rasanya adem. Ada birunya laut, ada hijaunya pulau-pulau. Apa lagi kan yang kurang? :")

Ketika baru sampai di Dermaga Pulau Pasumpahan
Bersama kedua adikku


Saat itu Pulau Pasumpahan sedang rame-ramenya dikunjungi wisatawan. Sempat bingung kudu main air dimana,haha. Di pulau ini kata abang speedboatnya ada bukit setinggi 100 m, kalau naik ke atas bakal nampak pemandangan yang cantik. Cuma aku bareng keluarga memilih tidak mendaki, karena badan yang juga lagi capek, belum lagi bukitnya sedang licin karena baru siap hujan, waktu pun juga gak banyak buat mendaki. Pantas saja banyak tenda-tenda, soalnya para traveler lebih memilih untuk berkemah untuk bisa menikmati alamnya dengan puas. :)


Penampakan  palang nama Pulau Pasumpahan


Nah, bagi yang pengen berfoto-foto untuk mengabadikan momen bersama, di Pasumpahan punya banyak view atau spot foto yang keren-keren. Dimana pun tempatnya keren kok buat foto-foto. Jangan lupa ya, kemana pun pergi kudu stand by kamera. Minimal kamera hp udah cukup kok. 


Ahmad, Ibu dan Rara
Di Pulau Pasumpahan


Sayang banget, pulau dan pantai seindah ini gak nyebur-nyebur atau mandi-mandi, ya kan???Huhu... kami memilih gak nyebur di laut. Mengingat kagak bawa baju ganti dan air buat bersih-bersih di lokasi yang minim. Jadi cuma main-main nyemplungin kaki, foto-foto, makan, dan lari-larian doank. Hahahhahha. 


Adik-adik


Selfie bareng fams


Ada ayunan dari kayu juga yang bisa dijadikan tempat untuk berfoto-foto. Walaupun hanya dari kayu biasa yang dibuat sederhana, not bad kok. Dengan ada ayunannya maka ada daya tarik dan jadi punya keunikan tersendiri. Harapannya bisa dibuat ayunan yang lebih cantik lagi.


Bersama Fatimah


Background diatas dermaga

Setelah puas bermain, sekitar jam lima sorean kami kembali. Waktunya sih kurang untuk bermain puas-puas karena nyampe di lokasi udah telat banget karena macet. But, so far...it was very interesting holiday and helped me to forget about something, badmood and anything else :")

Bersama Ahmad di Pantai Caroline


Aku bersyukur, masih bisa menikmati kebersamaan dengan keluargaku,menghabiskan waktu bersama, tumbuh bersama, makan bersama. Karena, tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk tetap bisa selalu bersama dengan keluarga yang mereka cintai.

Begitu pun aku, momen bersama keluarga adalah momen yang sebenarnya memang harus diciptakan bersama. Karena akan ada datang masa, dimana kita pasti bakal berpisah dengan mereka. Entah itu mungkin jarak ataupun kehilangan abadi kelak. Jadi, manfaatkan lah kesempatan kebersamaan yang didapat kini dengan orang-orang yang kita kasihi, 

Aku merasa, bukan hanya aku, tapi kita.... semakin kita dewasa, kita semakin sibuk dengan dunia yang kita jalani, ditambah lagi ketika jarak antara orang tua dan anak terbatas. Momen kebersamaan sangat jarang dilakukan,sementara waktu akan terus berjalan. Kesibukan bertambah dan usia pun semakin menua. Jadi, terus lah bersama dan mendoakan orang-orang yang kita kasihi :) Wassalam.

Di pantai Caroline











Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca