Selasa, 08 Juli 2014

Seperti Apa Sih Dewasa Itu?

google.com



Assalamualaikum, semangat di hari ke 10 Ramadhan. Ayooo, bulan ramadhan ini terasa lama loh kalau gak dinikmati dan terasa cepat banget kalau dilalui dengan hati yang ikhlas. Betul  betul betul? Udah ada yang bolong gak puasaya ? Kalau belum alhamdulillah deh J diusahain jangan sampai ada yang bolong dengan cara budi ya alias “buka diam-diam” muehehe.

Ntah kenapa aku memikirkan pertanyaan yang aku jadikan judul postingan aku kali ini. Seperti apa sih dewasa itu? Menurut kalian umur 19 tahun dewasa gak? OK mungkin tiap orang memiliki pendeskripsian yang berbeda tentang arti dewasa yang sesungguhnya. Tapi pertanyaan “Seperti apa dewasa itu?” sedikit mengganggung pikiran di alam bawah sadar aku (Ellleeeeeh, lebay yaa :D).

Di dalam siklus kehidupan,  pastinya kita akan memasuki tahap dewasa, dimulai dari tahap bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa dan tua. Jadi fase dewasa dalam hal pertumbuhan secara fisik dapat kita rasakan dan gak mungkin lompat langsung dari remaja langsung tua. Ya kan?

Jujur aku paling gak suka dibanding-bandingkan soal dewasa begitu. Males aja, aku ya aku, dia ya dia. Ibu aku tuh paling sering banget ngebandingin aku dengan anak-anak seumuranku. “Anak orang kok dewasa-dewasa gitu ya? Bla bla bla....” Yaelah Bu, masa anak Ibu dibandingin dengan anak orang. Liat dulu Bu, siapa orang yang Ibu bilang dewasa itu, aku kan jadi minder karena merasa disindir gitu.

Yaiyalah dibilang dewasa ntu orang. Secara badannya gede seumuran pula dengan aku, pakaiannya dewasa banget malah, trus  peke make up, fashion-nya kayak artis. Dimulai dari aksesoris, pake mobil dan sebagainya dari ujung kaki sampai ujung rambut emang buat melongo. Ya nampak toh aksen dewasanya (Ngeles aja nih :D)

Maunya Ibu bangga deh dengan aku, apa enaknya kelihatan dewasa padahal umur masih belasan. Ngelangkahi kodrat (Haha, ngeles lagi :p) nanti ujung-ujungnya lama-lama kelihatan kayak tente-tante trus tua sebelum waktunya. Lagian kalau aku gak kelihatan dewasa berarti aku masih kelihatan unyu-unyu kan Bu? Hehehe.

Kan enak kalau ternyata aku masih kelihatan unyu-unyu, itu namanya awet muda. Mending mana kelihatan dewasa atau unyu-unyu??  (ngerangkai tangan dibawah dagu ala Cherry Belle XD) OK, mau orang kelihatan dewasa atau gak aku no comment, itu sih terserah orang yang menyandangnya. Kalau aku mau begini aja, aku nyaman dengan diri aku dan gak buat orang rugi kok. Itu terserah mereka, biarkan mereka bereksplorasi dan berekspresi sesuka hati, mau tetap stay dengan gaya seumuran atau dewasa.

Pernah ada beberapa orang yang sering aku bilang kekanak-kanakan, trus mereka malah ngejawab gini. “Weeeh, sok dewasa, emang tau apa dewasa itu kayak mana?” dan pastinya ada juga orang yang bertanya mengenai pendapat aku tentang dewasa menurut aku.

Setiap orang pasti punya pandangan sendiri dong dengan arti dewasa yang sesungguhnya. Selama kedewasaan itu masih ada pada jalur yang benar. Ada nih dewasa menurut beberapa teman cowok yang aku kenal. Ini aku dengar secara langsung aja, tanpa tanya-tanya, hanya keluar kayak spontanitas aja,  kurang lebih seperti ini :

“Dewasa itu mesti coba yang namanya rokok! Gak merokok gak dewasa!!” 
“Kagak dewasa namanya kalau belum pernah kelahi trus bonyok!!" 
“Dewasa itu disaat kita mandiri dan bisa ngasilin uang sendiri.” 
Dewasa itu lu bisa bermanfaat buat diri sendiri dan orang banyak.”
Yang cewek juga ada bilang dewasa itu seperti :

Dewasa itu disaat kita merasa udah bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga khususnya.” 
“Layaknya orang dewasa yang sesungguhnya, orang dewasa terlalu banyak nyuruh-nyuruh dan egois, aku benci kalau akhirnya bakal jadi dewasa juga.” 
“Dewasa itu dapat dilihat dari pemikirannya dan hasilnya, bertanggung jawab, perfecsionis, berjiwa besar, dll.”
Nah, dari kata-kata diatas aja udah terbukti kalau dewasa itu memiliki defenisi yang berbeda-beda menurut isi kepala masing-masing. Dari tanggapan yang cowok,  yang tentang merokok, kelahi atau apalah itu gak patut kita open-in kata-katanya. Mungkin itu hanya sekedar candaan aja. Karena apa? Ya orang dewasa pada umumnya ya kayak gitu. Hobi nge-rokok dan terkadang sering banget kelahi. Jadi kalau anak seumuran kita ditanya apa itu dewasa. Ya gak muluk-muluk mereka akan menjawab apa yang sering dilakukan orang dewasa pada umumnya. Tapi beberapa dari mereka ada juga ternyata yang menanggapi serius arti dewasa. Alhamdulillah.

Kalau tanggapan dari para cewek, mereka dari yang aku lihat lebih serius menanggapi arti dewasa menurut pemahaman mereka masing-masing. Top margotop buat para ladies (y).

Menurut aku, seperti apa sih dewasa itu??

Dewasa itu tergantung kita melihat dan menyikapnya, yakni dapat dilihat dari :

1.    Fisik, pastinya dewasa itu nampak dari umurnya. Ya gak?? Haha. Ya iyalah sudah dewasa , masa umur 30 tahun dibilang remaja. Kan kagak mungkin. Besarnya tubuh atau kecilnya tubuh gak mempengaruhi orang kelihatan dewasa atau gak. Ada juga yang badannya kecil gak taunya umurnya udah 40 tahun aje. Sorry kengkawan, gak ada maksud buat merendahin orang kecil ;)) Hanya contoh. Maap yaaa.

2.    Pemikiran. Kedewasaan orang nampak dari pola pikir mereka. Orang dewasa cenderung berpikir panjang dan meneliti segala resiko yang mungkin bakal terjadi. Lah kalau orang yang kagak dewasa cenderung berpikir pendek dan mengabaikan resiko. Orang dewasa juga tau mana yang benar dan  mana jalan yang salah.

3.   Serius. Orang dewasa itu gak banyak becandaan, mereka tau mana waktunya becanda dan tau kapan waktunya serius. Serius itu adalah hal yang paling dibutuhkan. Apa gunanya orang dewasa sering becanda dan bermain? Kan bukan anak kecil lagi. Hehe.

4.  Punya Prioritas. Tiap orang dewasa, tau persis skala prioritas yang akan dia ambil untuk me-menage kehidupannya. Dia tau mana yang sangat dibutuhkan dan tau mana yang tidak terlalu dibutuhkan. Karena jika sesuatu yang gak terlalu dibutuhkan itu dianggap lebih penting dan dimiliki,  maka pada akhirnya bakal rugi sendiri.

Contohnya aja, ada orang dewasa yakni orang tua, ngasih anaknya yang masih berumur 6 tahun gadget yang keren dan mahal abis. Setelah itu si anak sibuk main game aja, lupa belajar, malah hampir jadi target penculikan karena sepertinya ntu anak, anak orang kaya.

Nah, kalau gini gimana? Apakah orang tua itu bisa disebut dewasa? Mereka para orang tua mengabaikan prioritas si anak dan keselamatan si anak. Gak berpikir panjang  bagaimana resiko jika si anak diberikan benda semacam itu. Maunya anak sekecil itu dibelikan buku atau sarana penunjang belajar agar lebih aktif, pintar dan kreatif. Ini gak, malah dibelikan gadget yang kebanyakan fungsinya membuat anak gak peka sosial dan pasif. Anak sekecil itu masih belum bisa mengetahui fungsi sesungguhnya dari apa yang orang tuanya kasih. Dia hanya bisa memakai. Nah, disinilah orang dewasa harus bertindak sesuai pemikirannya juga.

5.      Bertanggung jawab, melaksanakan hak dan kewajiban, mandiri, punya integritas, sosoknya menjadi panutan, dll. Weeeeeh, itu dewasa kali tuh :D

      Mungkin itu aja kali ya,seperti apa si dewasa itu menurut aku, mungkin masih banyak lagi versi-versi menurut Sobat-sobat. Mau gak mau kita juga bakal masuk dalam fase dewasa. Yang udah masuk fase dewasa berusaha lagi aja gimana supaya kedewasaannya lebih ya gitu lah. Kita yang masih unyu-unyu atau bahkan yang sedang belajar buat persiapan menuju dewasa. Ya nikmatin aja dulu masa kecil kalian apa adanya. Jangan sok-sok dewasa pula.

    Tapi emang ada sih faktanya yang dapat kita lihat di lapangan, ada segelintir orang yang dewasa sebelum waktunya. Tapi itu jarang kali ya. Biasanya orang yang disebut dewasa sebelum waktunya itu dapat dilihat dari segi :

1.   Pikiran atau tutur kata.Dari segi pemikirannya yang kreatif dan panjang ke depan kayak orang dewasa. Aksen dewasanya kan jadi nampak tuh, padahal umur masih remaja atau menuju tahap dewasa.

2.   Penampilannya. Banyak orang yang menampilkan aksen kedewasaan dari penampilannya di umurnya yang masih belasan. Seperti yang aku bilang tadi diatas, ntah dari pakaian, atau hal-hal yang sering dipakai orang dewasa, padahal umurnya  bukan termasuk kategori dewasa juga.

3.      Menikah. Masih remaja atau belasan tahun udah  nikah aja.hehe. Mau gak mau mereka harus manjadi orang dewasa walaupun belum waktunya.

4.     Anak-anak yang ditinggal mati Ayah-Ibunya. Terkadang seorang anak  atau remaja ada yang harus bekerja keras seperi orang dewasa, membiayai adik-adiknya. Menjadi tulang punggung keluarganya. Biasanya keadaan seperti ini akan menumbuhkan sifat dewasa sebelum waktunya pada dirinya. Ya gak Sobat?

5.       Pengaruh lingkungan. Anak-anak atau remaja yang sering bermain dengan banyak tipe orang dewasa, besar kemungkinan dia bakal dewasa sebelum waktunya. Media seperti TV juga termasuk apabila para orang tua gak mengontrol apa saja hal yang ditonton sang anak.

Walau bagaimanapun, dewasa itu adalah tahap middle yang waktunya lebih panjang dari waktu anak-anak dan remaja. Setelah itu kita bakal tua dan mati. Ada baiknya kita yang belum dewasa juga berusaha untuk mempersiapkan kedewasaan itu dengan banyak belajar. Karena dewasa itu akan lebih sering menghadapkan kita pada banyak masalah, dan masalah itu lah yang lambat laun semakin hari akan membuat kita tumbuh secara matang dan lebih dewasa dalam menyikapi sesuatu. Menjadi dewasa gak mudah, penuh banyak resiko dan tantangan. Mungkin Sobat bisa banyak bertanya sama orang dewasa. J

Nah, sekian tentang “Seperti apa sih dewasa itu?” :D kalau teman-teman ada yang mau nambahain, silahkan aja yaaa, monggo! Mudah-mudahan kita jadi orang dewasa yang sesungguhnya pada suatu hari nanti. Dan berguna juga!! Aamiin.

Wassalam.



14 komentar:

  1. Dewasa itu menurut aku sih dari dua hal itu, pemikiran dan sifat. Dewasa itu pilihan, bukan dari usia atau ga. itu sih
    itu ga setuju aku yang ngerokok itu dewasa sama yang tawuran, soalnya aku ga ngerokok sama ga pernah tawuran, ntr aku ga dewasa-dewasa lagi haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, dewasa itu juga pilihan :D
      ngeroko sama tawuran emang gak dewasa bgt,

      Hapus
  2. Ada tempatku belajar komunikasi nih sekarang, aku maba ikom soalnya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha... boleh boleh, saling sharing ilmu aja kita dek :D
      maba ilkom dimana?

      Hapus
    2. haha, aku ikom di UMM kak :D

      Hapus
  3. Yang paling ngerti dewasa atau anak-anak itu tukang potong rambut mbak...
    haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya soalnya kalo bayarnya 10 ribu itu dewasa, kalo 7 ribu itu berarti masih anak-anak haha OOT

      Hapus
  4. Kalo mnurutku, dewasa itu dilihat dr pemikiran. Banyk kok org org yang secara fisik oke, umur juga oke, tapi pmikirn kyk bocah dan kurang bisa brtanggung jawab.
    Nice post (y) salam kenal:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ubaid : Yoiiiiyy.... makasih ya, slaam kenal kembali :)
      angga : saya juga setuju :D

      Hapus
  5. Dewasa tidak bisa dipatokkan dari umur, bukan? Walau terkadang katanya umur 17+ baru dibilang dewasa. Padahal, dewasa bisa dari umur, pemikiran, dan sifat sih menurutku. Hehe.

    BalasHapus