Selasa, 29 November 2011

DIANTARA PERSAHABATAN

Cerpen

   Hanya sunyi yang terdengar,kegelapan masih menyelimuti kosongnya malam,gemericik suara anehpun kadang keluar begitu saja,membuat sebagian orang menarik erat kembali selimut untuk menutupi tubuhnya. Dini hari. Dimana kebanyakan dari orang-orang masih terjaga dengan tidurnya. Beberapa menit berlalu, terdengar suara yang tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Yaa… adzan. Adzan telah berkumandang mengajak umatnya untuk melaksanakan solat subuh.
   Syifa segera beranjak dari tempat tidurnya,bergegas kekamar mandi dan berdoa terlebih dahulu untuk berwudu. Lalu ia segera melaksanakan solatnya. Setelah itu, Syifa segera melakukan aktivitasnya, seperti biasa hari ini Syifa akan berangkat ke kampus bersama Siska. Siska adalah sahabat Syifa sejak kecil. Mulai dari TK sampai kuliahpun mereka selalu satu sekolah. Tak heran mereka begitu akrab.
   Siska sangat menyayangi Syifa begitupun juga Syifa, ia juga sangat menyayangi Siska.Mereka saling mengerti satu sama lain,bersama dalam suka dan duka,kadang membuat iri banyak orang yang melihatnya karena hubungan mereka yang selalu terjaga dan berusaha menyelesaikan suatu masalah dengan sebaik-baiknya.
   “................. ……………. ……………….”(suara klakson mobil)
   “suara mobil Siska!!” ucap Syifa
   Syifa bergegas kedapur meminta izin kepada ibunya untuk berangkat kekampus bersama Siska.
   “ bu Syifa pergi dulu!”
   “iya…hati-hati dijalan nak! Kata ibu Syifa.
   Syifa segera keluar dan naik kemobil Siska.
   “tumben cepat Sis?”
   “iya donk, nantikan dosen yang ngajar Pak Beni ,nanti kalau kita terlambat. Kita dapat tempat duduk paling depan……..buset daaaaaach bisa habis ne wajah kena hujan lokal”,kata Siska sambil tertawa.
   “hhmmpp… bisa aja lo Sis…”(Siska dan Syifa tertawa bersama).
   Beberapa saat kemudian mereka sampai di kampus.
***
   Mereka pun pergi ke cafe. Sesampai di Café Ceria, Siska mencari meja nomor 6. Dan Siska memberi tahu kepada Syifa kalau mereka di meja nomor 6. Dan dari kejauhan Syifa melihat kalau meja nomor 6 itu diisi oleh dua orang cowok.
   “Sis, kamu gak bilang kalau teman kamu cowok.”(ucap Syifa berbisik).
   “ ya iyalah. Kalau aku bilang cowok, mana mau kamu temenin aku. Ya kan?”
   “iya siih,ingat! kali ini aku maafin, besok-besok awas yaaa…!!” kata Syifa sedikit mengancam.
   “iyaaa… siiiiiip deh… sekali ini aja…”
   Syifa dan Siska sampai dimeja nomor 6. Siska menyapa cowok itu seperi memang sudah kenal baik.  Kedua cowok itu adalah Egi dan Farid. Egi adalah teman SMA Siska dulu dan Farid adalah teman satu kampus Egi. Setelah itu merekapun saling berkenalan.
   Selang beberapa lama mereka menyantap hidangan yang mereka pesan dan sedikit berbincang-bincang, akhirnya mereka mengakhiri pertemuan mereka dan berpamitan untuk pulang.
   Setelah sampai dimobil,Siska kelihatan begitu senang,ia hanya tersenyum-senyum sendiri saat sedang menyetir mobil. Dengan seketika  Syifa mengagetkannya.
   “duuaaaaarrr!!!............”,sentakan Syifa.
   “ duh… Syifaa! Apaan sih,  nanti ketabrak tau !” ucap Siska.
   “ habis kamu senyum-senyum gak jelas gitu.Ayooo ada apa?? Naksir Farid ya?” Tanya Syifa sambil tertawa.
   “ah lo bisa aja Syifa, tapi ember?” ujar Siska
   “bener-bener jatuh cinta neh… aku dukung kok, mudah-mudahan jodoh”sambung Syifa.
   “mudah-mudahan ya. Amin”( Siska kegirangan).
***
   Di dalam perjalanan pulang  Farid ingin menanyakan sesuatu kepada Egi dan sedikit ragu. Tapi akhirnya Farid  memberanikan diri ingin bertanya kepada Egi.
   “Gi, aku boleh nanya gak?”
   “Tanya apa Rid” jawab Egi
   “soal Syifa, orangnya baik ya??”
   “ah elu basa-basi amat si, bilang aja lo suka ma dia! Tapi menurut gue bagusan lo sama Siska          ” canda Egi.
   “hahaha…lo bisa aja Gi ”(sambil tertawa bersama).
   Dalam hati Farid sebenarnya dia memang tertarik kepada Syifa dan ingin mengenal Syifa lebih baik. Mudah-mudahan saja kalau emang jodoh pasti ALLAH akan mempertemukan aku dengan Syifa(ucap Farid dalam hati).
***
   Beberapa  hari kemudian Farid memberanikan diri meminta nomor handphone Syifa kepada Siska. Farid tidak tahu sebenarnya perasaan Siska kepadanya. Tapi dengan berpikiran positif kalau Syifa tidak akan membuatnya kecewa maka Siska memberikan nomor handphone Syifa kepada Farid.
    Selama Satu bulan ini Farid  sering sekali menelfon Syifa mulai dari ngajak makan sama, jalan sama,pergi ke kampus sama, tapi Syifa selalu menolaknya walaupun Farid bilang boleh membawa Siska, tetap saja Syifa tidak mau. Hal ini membuat Farid bingung bagaimana cara untuk mendapatkan perhatian dari Syifa. Maka dari itu ia meminta bantuan kepada Egi dan Siska.
   Farid mengajak mereka berdua ketemuan ditempat biasa. Dan menceritakan semuanya. Betapa terkejutnya  Siska bahwa Farid cowok yang ia sukai ternyata suka  kepada sahabatnya. Siska tidak tau harus berbuat apa, Siska mengira bahwa Syifa telah membuatnya kecewa dan Siska pun  pergi meninggalkan café itu tanpa pamit kepada Farid dan Egi terlebih dahulu sambil menangis.
   Sudah seminggu Siska  tidak datang kekampus ,kata pembantunya, Siska pergi ke Singapura. Tak biasanya Siska seperti ini dan tidak memberi kabar sama sekali kepada Syifa. Syifa begitu cemas dan ia tidak sabar ingin sekali bertemu dengan Siska.
   Tidak lama kemudian handphone Syifa berdering dan tampak begitu senang, ia mengira bahwa itu adalah Siska dan ternyata adalah Egi.
   “ assalamualaikum” angkat Syifa
   “waalaikumsalam,Syifa kamu bersama Siska?”jawab Egi.
   “gak, emang kenapa Gi?”.
   “gini loh sejak kejadian seminggu yang lalu aku sama Farid gak pernah lihat dia lagi, kami hanya ingin minta maaf kepada Siska jika perkataan gue dan Farid waktu itu ada yang salah”.
   Kemudian Egi menceritakan semuanya. Dan Syifa baru mengerti kenapa Siska sahabatnya meninggalkannya seperti ini tanpa memberi kabar sedikitpun ,ternyata Farid mencintai Syifa.
   Besoknya Farid menemui Syifa dikampus tapi lagi- lagi Syifa menghindari Farid. Dan Farid yang tidak merasa bersalah keesokan harinya memberanikan diri lagi bertemu dengan Syifa. Dan Syifa pun menghindarinya lagi.
   Farid memang tidak habis pikir mengapa Syifa begitu sangat menjauhinya. Lalu Farid yang tidak putus asa meminta bantuan kepada Egi.
   “ Egi bantuin gue donk tanyain pada Syifa apa yang membuat dia jauhin gue seperti ini!”pinta Farid.
   “oh iyalah… biar nanti gue coba” balas Egi.
   “ok… gue percaya pada lo sob..(sambil menepuk pundak Egi)”.
***
   Keesokan harinya  Egi menceritan semuanya kepada Farid bahwa Syifa tidak ingin kelihatan begitu akrab dengan Farid karena Siska menyukai Farid dan Syifa tidak ingin persahabatannya dengan Siska berakhir sia-sia dan membuat Siska benci padanya cuma gara-gara hal sepele seperti ini.
   Kini Farid mengerti mengapa Syifa menjauhinya, ternyata karena dia hanya ingin menjaga perasaan Siska kepadanya. Tapi karena hal ini, kini Farid semakin menyukai Syifa dan ia sangat ingin mengenal Syifa lebih jauh lagi. Faridpun tidak kehilangan akal, dan Farid pasti akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan perhatian dari Syifa.
***
   Malam semakin larut tapi Syifa belum tidur juga, Syifa merasa bersalah kepada Siska. Ia berfikir tidak sepantasnya seorang sahabat berdiam begini saja sedang sahabatnya tidak ada. Tapi ia tidak tahu harus berbuat apa,karna Siska pun tidak ada dirumahnya.
   Keesokan harinya Syifa  mencoba kembali pergi kerumah Siska,hanya ingin memastikan apakah Siska sudah pulang dari Singapura atau belum. Syifa pun memencet bel rumah Siska. Dan bibi yang membukakan pagar menyuruh syifa masuk kerumah Siska.
   Syifa pun masuk dalam rumah Siska yang besar, ya bisa dibilang dia anak seorang pengusaha sukses yang kaya.
   Syifa  pergi menuju kamarnya Siska.
   “ Siska!”
   “ ngapain lo kesini udah puas bikin gue kecewa. Gue percaya pada lo,tapi kenepa lo khianatin gue?” jawab Siska dengan nada tinggi.
   “ Siska tolong jangan berprasangka buruk dulu sama aku,gak mungkin aku khianatin kamu padahal kamu sahabat aku. Aku masih punya perasaan Siska, dan kamu tau itu, kita udah kenal satu sama lain udah lebih dari bertahun-tahun. Percaya sama aku Sis!” ucap Syifa memohon.
   Beberapa saat mereka berbicara membuka perasaan masing-masing, akhirnya Siska mengerti. Syifa dan Siskapun baikan seperti semula tanpa ada rasa benci,kecewa,dan sebagainya. Siska menyadari kesalahannya yang terlalu terbawa emosi. Dan merekapun berpelukan seperti tidak terjadi apa-apa.
   “ maafin kesalahan gue Syifa!” ucap Siska lirih. Dan Syifa pun memaafkannya.
***
   Handphone Syifa berdering.Sepertinya dari Farid. Kemudian Syifa mengangkatnya penuh was-was,karena ia tidak ingin lagi mengecewakan Siska untuk yang kedua kalinya.Ternyata Farid mengajaknya untuk bertemu disalah satu taman dekat rumahnnya Syifa. Farid memohon kepada Syifa untuk jangan menolaknya untuk kali ini saja. Dan beberapa lama Syifa berfikir bahwa hanya dekat rumah dan Siska tidak akan melihatnya. Akhirnya Syifa memutuskankan bertemu dengan Farid tapi hanya sebentar.
   Syifa sampai di taman tempat dia janjian dengan Farid. Dan ternyata Farid telah menunggunya lebih awal.
   “ Syifa!”
   “ ya ada apa Farid?”
   “sebelumnya gue mau minta maaf sama lo karna udah buat Siska marah pada lo,maka dari itu gue mohon untuk jangan menolak pemberian dari gue” ujar Farid.
   “ Farid aku tidak bisa menerima pemberian apa-apa darimu. Aku …………”(Farid memotong).
   “ jangan berbicara soal Siska lagi. Aku hanya ingin kamu menerima ini dari aku”(sambil menunjukkan sebuah kotak kecil kepada Syifa).
   Syifapun menerimanya dengan perasaan campur aduk, disisi lain senang, disisi lain lagi sedih, karena ia harus menerima pemberian dari cowok yang Siska sukai.
   Saat Syifa ingin membuka kotak kecil itu tiba-tiba datang segerombolan orang tak dikenal dan memukul wajah Farid dengan keras. Seketika itu juga pemberian dari Farid terlepas dari tangan Syifa. Ketika Syifa ingin membantu farid ,dengan sergap seorang perempuan menarik tangan Syifa dari belakang dan mengikatnya di tempat duduk ditaman itu. Farid dipukuli didepan mata Syifa tanpa bisa melakukan apapun. Syifa berteriak minta tolong namun tidak ada satupun orang yang mendengarkannya. Setelah Farid terkulai lemah tak berdaya pecahlah tangisan Syifa, Syifa begitu sedih malihat Farid seperti ini.Dan tidak bisa membantu apa-apa. Dengan sekuat tenaga dan tekad yang begitu kuat, Syifa menarik tangannya dari kursi dan seketika tali yang mengikatnya putus. Kemudian sesegera mungkin  Syifa  menolong Farid dan menelfon ambulans. Dan membawanya kerumah sakit sambil menangis terisak-isak.
   Selang ambulans pergi, tiba-tiba datang seorang gadis menghampiri tempat Farid dipukuli oleh segerombolan orang tak dikenal tadi. Yang tak lain gadis itu adalah Siska. Siska langsung menuju tempat duduk itu dan ia sedikit menunduk dan mengambil suatu barang yang tak lain itu adalah barang pemberian Farid kepada Syifa tadi. Dengan perasaan tegang Siska membuka apa isi dari kotak itu.
   “cincin putih??...........” ucap Siska
   Siska tak tahan menahan tangis,seketika ia menangis tersedu-sedu sambil  memegang erat cincin itu.
   Tiba-tiba handphone  Siska berbunyi. Kemudian Siska mengangkatnya, dan itu dari Syifa. Syifa  memberitahukan kalau Farid ada dirumah sakit. Lalu Siska pergi  kerumah  sakit. Sesampai dirumah sakit dan memasuki ruang perawatan Farid dengan wajah yang begitu sedih Siska langsung menggenggam tangan Farid yang masih tak sadarkan diri. Dan meminta Farid untuk segera bangun.
   Siska tidak sadar bahwa di belakangnya ada Syifa. Syifapun sudah tidak sanggup lagi untuk melihatnya, Syifapun memalingkan wajahnya dan keluar dari tempat perawatan Farid.
   Sudah semalaman Siska menjaga Farid dirumah sakit. Paginya  Siska menelfon Syifa untuk menjaga Farid hari ini. Syifapun datang kerumah sakit sesuai dengan permintaan Siska sahabatnya.
   Saat  Syifa ingin meletakkan tasnya diatas meja, tiba-tiba ia melihat amplop panjang berwarna hijau, warna kesukaan Syifa. Sewaktu Syifa mangambilnya , di amplop itu bertuliskan “ To Syifa”. Karena merasa amplop itu diberikan untuknya maka Syifa pun membukanya. Dan didalamnya adalah sebuah surat. Syifapun membukanya.

To Syifa
         Maaf Syifa, selama ini aku terlalu egois padamu dan hanya mementingkan perasaan aku sendiri. Kamu adalah teman terbaikku yang selalu bersamaku baik dalam suka maupun duka. Gak ada yang bisa gantiin kamu dalam hidupku. Kamu yang selalu mengalah untukku. Kamu yang selalu membimbing aku tuk jadi yang terbaik. Dan semua itu tidak akan terlupakan dalam hidupku dan sangat berharga untuk dikenang. Maka dari itu aku kembalikan cincin putih ini sebagai tanda aku sangat mendukung kamu, kamu pantas bersama Farid dan bahagia bersamanya.
                                                                                                                       From your BFF

   Setelah Syifa membaca surat itu tetesan airmatapun jatuh dari pipi Syifa. Syifa tak bisa menahan perasaannya atas apa yang tertulis didalam surat itu. Tiba-tiba saat itu juga Farid sadar.
   “Syifa,apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?”,ujar Farid sedikit lirih.
   “ooh… gak ada apa-apa kok Farid,gimana keadaan kamu?”(sambil mengusap airmatanya).
   “ya seperti yang kamu lihat”.
   Seketika Faridpun bangun dari atas tempat tidurnya dan membuat Syifa kaget.
   “Farid apa yang kamu lakukan?” Tanya Syifa kaget.
   Faridpun menepuk kedua tangannya tiga kali dengan keras.
   Dari pintu masuk beberapa orang membawa balon dan menderetkannya menjadi sebuah kalimat “AKU SAYANG KAMU”. Betapa kagetnya Syifa, ia tidak menyangka apa yang terjadi padanya hari ini. Dan langsung saja Farid mengambil kotak cincin ditangan Syifa dan Faridpun memasangkan cincin putih itu ditangan Syifa.
   Syifa begitu bahagia, tapi perasaan Syifa sedikit renggang, karena ia berfikir bahwa ia telah senang diatas kesedihan sahabatnya. Saat ingin pergi meninggalkan Farid, tiba-tiba Siska datang.
   “hei, mau kemana?” Tanya Siska.
   “Siska kamu disini?, Sis , a a a…kuu…”
   “aku senang bisa melihat kamu bahagia seperti ini” (Siska memotong pembicaraan Syifa)
   Syifa kaget dengan perkataan Siska dan sejenak terdiam. Syifa pun memeluk Siska. Syifa senang Siska tidak marah padanya.
   “sob, hebat acting lo selama ini, gue salut sama lo, demi cewek yang lo cintai  lo rela bonyok kayak gini” kata Egi sambil menepuk pundak Farid dengan nada tertawa.
   “ hehehe…. Siapa dulu, Fariid.. makasih atas kerjasamanya” ujar Farid sedikit berbangga.
   Dan teman-teman lainpun ikut salut sama Farid. Faridpun meminta maaf kepada semua bahwasanaya ini semua adalah sebuah akting untuk mendapatkan perhatian Syifa. Dan sebenarnya Farid pun sudah berbicara kepada Siska tentang perasaannya terhadap Syifa sewaktu Siska menjaganya dirumah sakit. Dan saat itu pula tidak disangka Egipun mengutarakan perasaannya kepada Siska. Dan Siskapun menerimanya.
   “cie..cie…hahahahaha” sorakan teman-temannya Farid dan Egi.
   Tiba-tiba datang seorang suster
   “maaf jangan terlalu ribut ya!” ucap suster pelan.
   “sssssssssssssttttttttttt”(ucap mereka serentak dan sedikit tertawa).
   Maka, lengkaplah kebahagiaan Siska dan Syifa hari itu karena mereka yang saling mengerti satu sama lain yang mana jika bukan karena buah dari keikhlasan, mungkin saja ini tidak akan terjadi antara  persahabatan Siska dan Syifa. Dalam hatipun mereka berdua sangat berterima  dan bersyukur atas apa yang Allah berikan  kepada mereka.


TAMAT 
Karya : Laila Muqaddasa
                                                                                                                               Kelas  : X IPA     (2010/2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar