Rabu, 06 Agustus 2014

Sedikit Renungan


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Hello!! Semangat pagi!! Walaupun siang, malam atau kapan pun, semangat tetap pagi dong pastinya :D Baru saja kita melewati hari raya Idul Fitri, pastinya banyak momen dan liburan yang baru saja dilewati. Namun, dari kesenangan tersebut, kita tetap harus bersyukur terhadap apa yang kita peroleh sekarang.

Berbeda dengan saudara kita yang berada di Gaza. Kita memang dapat berkumpul dengan anggota keluarga kita dengan lengkap. Menyantap hidangan lebaran sambil bercanda ria. Tapi tidak bagi mereka. Di hari yang fitri mereka malah diuji dengan kehilangan sanak saudara yang syahid. Makan yang pas-pasan. Dikelilingi rasa was-was dan kekhawatiran atas serangan Israel yang kapan saja bisa datang.

Ya, apa pun itu harus tetap kita syukuri. Allah memberi kesulitan dan masalah bukan untuk menyusahkan hambanya tapi itu semua adalah ujian agar hamba-Nya belajar, agar hamba-Nya berusaha, dan apabila lolos dari itu semua, bukan lah kerugian yang didapat, melain keberuntungan dan kesuksesan. Ingat kan firman Allah yang artinya “Allah tidak akan memberikan cobaan bagi suatu kaum melebihi batas kemampuannya.” Nah, jadi intinya, pasti ada cara untuk keluar dari suatu masalah.

Setiap masalah pun mempunyai cara yang berbeda-beda untuk mengatasinya. Gagal cara pertama, coba cari cara kedua, begitulah selanjutnya. Jangan mencoba cara mengatasi suatu masalah dengan cara yang sudah dirasakan kegagalannya dan tak akan mungkin berhasil.

Ada sebuah cerita seperti ini:

Ada seekor lalat yang terperangkap pada jendela kaca. Ia berusaha terus ingin keluar dari jendela kaca tersebut. Berkali-kali ia berusaha menerobos jendela kaca itu agar bisa keluar, namun lalat malang itu selalu saja gagal hingga akhirnya ia lemah dan mati kemudian dikerubungi oleh semut-semut untuk menjadi santapan.

Pada saat kejadian itu, ternyata seorang anak kecil bijak mengamati kejadian yang terjadi pada jendela kamarnya. Ia memperhatikan lalat yang terus saja bersusah payah untuk menerobos jendela kaca tersebut namun akhirnya mati dimakan semut.

Sang Ibu dari anak kecil tersebut masuk ke kamar untuk mengajaknya makan siang tapi anak tersebut seketika ingat akan perkataan Ibunya pada saat belajar bersepeda dulu, Teruslah berusaha nak, orang yang berusaha pasti akan berhasil.”

Tanpa ba-bi-bu, anak bijak itu bertanya langsung pada Ibunya. “Wahai Ibu, aku baru saja memperhatikan lalat di jendela. Sepertinya ia terperangkap dan ingin keluar. Berkali-kali ia berusaha untuk menerobos kaca, namun ia gagal dan akhirnya mati dimakan semut. Ibu katakan dulu, kalau misalnya kita berusaha pasti akan berhasil, tapi kenapa tidak dengan lalat itu Bu??  lalat malang itu sudah sangat berusaha,” tanya sang anak panjang lebar.

“Anakku yang pintar, engkau benar. Jika kita berusaha terus pasti akan berhasil. Sepertinya ada satu hal yang engkau lewatkan anakku. Tidakkah engaku perhatikan! lalat itu memang berusaha mati-matian, tapi ia hanya berusaha dan melakukan hal dan kesalahan yang sama terus-menerus untuk menerobos kaca agar bisa keluar, “ Ibu menjelaskan.

Anak itu mengangguk paham, “Oh, sekarang aku mengerti Bu, lalat tidak mencoba cara lain untuk keluar dari jendela. Memang benar! Lalat tadi hanya melakukan pekerjaan yang sia-sia karena ia hanya berusaha menerobos jendela berulang-ulang yang tidak akan mungkin ia lalui tanpa mencoba mencari jalan keluar yang lain. Terima kasih Ibu,” ucap sang anak sembari memeluk Ibunya erat.

Nah, dari cerita diatas kita dapat memetik hikmah bahwa, “Dimana ada kemauan, pasti ada jalan.” Jelas-jelas cara itu selalu gagal namun masih saja dilakukan. Tak cukup kalau hanya satu cara yang digunakan untuk menuai kesuksesan. Butuh banyak ide, butuh banyak berpikir, butuh banyak usaha, butuh banyak pengorbanan, butuh banyak percobaan. Semua butuh proses. Makanya kita diberikan Sang Pencipta otak untuk berpikir, mencerna dan mengambil hikmah terhadap apa pun yang terjadi pada diri kita dan sekeliling kita.

Pikiran, adalah karunia terbesar yang dibenamkan Allah didalam otak manusia. Yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan pikiran derajat manusia lebih tinggi dari makhluk manapun, belum lagi jika pikiran itu dibumbui dengan ilmu. Maka semakin tinggi lagi derajat manusia dengan ilmu yang ia miliki. Subhanallah bukan?

Dengan hasil pemikiran manusia, kita bisa menikmati segala teknologi untuk memudahkan kehidupan. Dengan pemikiran manusia, kita dapat tau apa yang berada di langit dan di bumi. Kepada siapa lagi kita hendak bersyukur selain kepada yang Maha Esa. Bukan ilmu yang diper-Tuhankan, buka harta yang diagungkan, bukan pula manusia yang ditinggikan terhadap apa yang terjadi. Semua ada karena ada yang merestui, meridhoi, dan menghendaki.

Kita pikir! siapa yang yang memberikan kita “pikiran”? siapa yang menyediakan alam untuk membantu kita berinovasi? Bisakah kita membuat semacam otak yang sama persis dengan otak yang ada di kepala kita? Tidak mungkin!! Bisa kah kita membuat semacam daging dan darah sedikit saja yang sama persis seperti apa yang pada tubuh kita? Tentu tidak juga!! Jadi siapa yang menciptakan?? Ya Dia, Allah Tuhan Semesta Alam.

Mungkin selama ini kita hanya terus berusaha menjadi HERO dimata manusia, tapi tak sadar kalau saat ini kita adalah ZERO di mata Sang Khaliq. Kita selalu berusaha SOMETHING dalam hal apapun untuk menarik perhatian dunia, tapi kita NOTHING untuk bersyukur terhadap apa yang diperoleh.

Mngkin itu saja. Semoga dapat mencerahkan lagi hati kita yang mungkin tertutup debu dunia. Semoga bermanfaat dan membuka mata hati kita terkhusus aku sendiri agar lebih baik dan berusaha untuk terus memperbaiki diri. Karena semakin panjang umur kita, bukan semakin banyak kesempatan yang kita dapatkan. Namun semakin sempit kesempatan yang akan kita peroleh. Perlahan-lahan, segala yang kita miliki akan ditarik, penglihatan akan semakin kabur, tulang akan semakin renta tak sanggup menopang, pendengaran akan semakin tak jelas, dan kematian akan semakin dekat.

Tak ada kata terlambat untuk berubah, selagi ada waktu sekarang maka ayook kita lakukan yang terbaik. Yuuk mari kita hidupkan POWER dalam diri, bukan menjadi LOSER yang menyusahkan diri sendiri dan orang banyak.  Wassalam.

By. Laila Muqaddasa

6 komentar:

  1. Setuju banget sama renunangannya. Dari cerita di Gaza sampai pesan untuk merubah diri dapat dibuat dalam satu artikel. Keren.

    Salam dari www.michaelfrofile.com :)
    Ditunggu komentarnya.

    BalasHapus
  2. Kerja keras cuma buang-buang waktu tanpa diimbangi kerja cerdas. Namun tetap, hasil akhir sudah diskenariokan dengan baik oleh-Nya.

    Hanya bisa berdoa untuk para saudara kita di Gaza sana. Iri melihat mereka, sungguh begitu mudah syahid di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju!!! ama statnyaaa :))

      Yap, begitu mudah dan begitu banyak pengorbanan :(

      Hapus
  3. sugoiii, nih postingan pertama gue bacanya ngebosenin, tapi lama kelamaan enak dibaca dan berfikir "eh gimana nih lanjutan ceritanya" kerenkere. kayaknya gue harus sering mampir ke blog kamu deh.

    Salam kenal ya! gue dari palembang!

    Tambahan dikit, gue udah follow blog kamu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngebosanin ya awalnya?? hehe...maaf yaaak,,,jadi malu anee.... but thanks so much karena dah baca n ngunjungi blog saya....

      Thanks a lot juga atas follownya :)

      Hapus