Jumat, 04 Oktober 2013

Kriteria Calon Pemimpin yang Saya Inginkan untuk Indonesia

Kriteria calon pemimpin? yaaa... kali ini saya akan mengusung topik tentang pemimpin kita terkhusus di Indonesia negara yang kita cintai, negara tempat kelahiran kita. Suatu negara tidak akan pernah berdiri jika tidak pmempunyai pemimpin terkhusus Presiden.

Presiden adalah orang yang memimpin suatu negara dan harus bertanggung sepenuhnya untuk negara dan rakyatnya. Setiap manusia pada dasarnya adalah pemimpin, namun memimpin dalam konteks lain.  Yang paling penting adalah kita dapat memimpin diri kita sendiri dahulu baru orang lain.

Tahukah kita bahwasanya zaman sekarang banyak sekali orang yang berlomba-lomba ingin menjadi pemimpin. Sebenarnya apa yang mereka kejar? mereka rela menghabiskan banyak uang untuk memikat hati rakyat agar mau memilihnya. Ya,mungkin uang yang mereka keluarkan tidak seberapa bagi mereka, karena sebagian dari mereka yang ingin menjadi pemimpin zaman sekarang adalah orang-orang kaya yang mungkin hartanya tidak akan habis lebih dari tujuh turunan.

Yang sering saya tanyakan, Apakah mereka tahu kriteria pemimpin yang diinginkan rakyat untuk nya? saya rasa mereka yang akan jadi calon pemimpin tidak tahu, tidak tahu dalam konteks luas. Sebagian besar mereka hanya tahu bahwa saat ini rakyat ingin pemimpin yang dapat merubah perekonomian bangsa agar kebutuhan pokok semakin murah. terjangkau, maju dan berkualitas.

Sebelumnya saya ingin membawa kita semua ke daerah timur seperti Pakistan, Irak, Mesir,  Argentina, Palestina, dan lain-lain. Itu semua adalah salah satu dari negara dengan peradaban islam tertinggi yang saat ini hampir terombang ambing gara-gara hasutan dan ikut campurnya dunia barat terhadap konflik yang ada di masing-masing negara tersebut. Sehingga apa? sehingga negara tersebut terpecah belah dan sering terjadi genjatan senjata. Kita lihat pemimpin mereka! Pemimpin mereka juga bukan sembarang pemimpin, pemimpin mereka adalah orang-orang yang hebat di bidangnya, ditambah lagi pemimpin atau presiden mereka ada yang seorang Hafizh atau penghapal Al-Quran. Dan sekarang coba kita lihat lagi! Apa yang membuat mereka hancur sampai-sampai rakyat tak bersalah ikut menjadi korban? siapa lagi kalau bukan dunia bagian barat.

Barat pasti akan terus berupaya membuat islam semakin jatuh dan jatuh dan tak tertutup kemungkinan, sebentar lagi dunia barat pasti akan melirik Asia Tenggara sebagai target untuk dihancurkan terkhusus Indonesia, Brunai, ataupun Malaysia. Kalau sudah begini siapa lagi   yang dapat mempertahankan kita, kalau bukan pemimpin kita dan kita rakyatnya?

Kita lihat lagi! Sedangkan negara yang pemimpin nya seorang penghapal Al-Quran dan dikenal jujur orangnya, masih saja dapat jatuh, apalagi negara kita ini yang pemimpinnya sama sekali tidak hapal satu juz ayat Al-Quranpun.  Pasti negara ini akan dicari titik lemahnya kemuadian dihancurkan sehancur-hancurnya oleh negara bagian barat itu.

Jadi berlomba-lombalah dalam kebaikan. Yang saya inginkan calon presiden RI 2014/2015 itu adalah seorang penghapal Al-Quran, bukan saja hanya pintar dan berpendidikan tinggi, tapi harus benar-benar ahli di bidang kepemimpinan dan pemerintahan. Kalau ingin menjadi pemimpin, Jadilah pemimpin yang agamis, mengayomi, tak cukup hanya baik didepan rakyat. Kriteria ini gak terkhusus untuk presiden saja, tapi untuk semua pemimpin dalam bidang apapun. Rakyat pasti kengen dan rindu ingin memiliki pemimpin yang seperti itu. Ingat,menjadi pemimpin itu tidaklah mudah. malah menjadi pemimpin itu sangat dekat dengan neraka. Karena tidak tertutup kemungkinan kita  dapat terjebak kedalam lembah dosa. Makanya kita perlu pemimpin yang agamis.

Boleh saja menjadi pemimpin, tapi harus selalu ingat akan semua tanggung jawab dan tegakkan agama, khususnya islam. Karena setiap tanggung jawab yang tidak dikerjakan akan diminta pertanggung jawaban pula dari Allah. Terus yang saya harapkan lagi, Presiden yang akan datang jangan hanya pandai ambil muka di depan rakyat, apalagi telah banyak media-media yang dapat membuat orang semakin famouse baik itu di televisi, dunia maya, dll. Jadi pemimpin itu setidaknya berusaha memiliki sifat pemimpin seperti yang Nabi kita contohkan, saya rasa setiap pemimpin punya basic dengan itu.

Allah berfirman dalam Al-Quran surat Shad: 26 yang berbunyi :

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
Artinya: Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

Nah,itu dia firman Allah agar khalifah atau pemimpin itu harus adil dan tidak boleh mengikuti hawa nafsu. Karena balasannya kalau seorang pemimpin itu melanggarnya maka akan mendapat siksa dari Alah yang amat pedih. Makanya, kalau ingin menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang benar-benar mengayomi dan pastinya dapat menjadi teladan. Biasanya sikap dan sifat pemimpin dapat tercermin kepada rakyatnya. Kalau baik pemimpinnya makan baik pula rakyatnya, maka apabila buruk pemimpinnya apalagi aqidah dan agamanya yang hanya islam KTP alias baik dimuka saja, siap-siap akan turunnya azab dan jabatan itu akan lengser karena dicabut oleh Allah.















2 komentar: