Senin, 28 April 2014

Kalian :))

Saat ini, di jam ini, dan di detik ini tiba-tiba saja mata ini terjaga. Terjaga karena mengingat kalian yang mungkin belum tentu pula mengingatku pada saat ini. Aku sayang kalian, walaupun jujur aku tak bisa mengungkapkan rasa sayangku yang sebenarnya pada kalian. Gak peduli kalian punya kekurangan apa, yang aku tau kekurangan itu bisa ditutupi dan hilang apabila kita saling membantu, menjaga, mengingatkan dan sebagainya.

Selama ini waktu banyak kita habiskan bersama, bercerita, jalan-jalan, makan bareng dan sebagainya. Memang kebanyakan have fun, but is not bad for our now. Jujur sebenarnya aku berharap lebih atas pertemanan kita selama ini, aku gak hanya ingin sekedar have fun ingin sesuatu yang waah dan yang unik. Tapi tak apalah, dengan ini semua aku sudah merasa senang, aku gak perlu memaksakan dan mengungkapkan apa yang aku inginkan, menurut aku semua ini sudah kelihatan natural.Tak ada yang ditutupi ya, begnilah kamu, begitulah kamu. Kita gak mungkin bersama kalau gak ditakdirkan. Kita apa adanya. Tidak pernah memaksa apa yang tidak disukai dan tidak memaksa untuk menyukai. Lakukan apa yang disuka, tinggalkan apa yang tidak disukai, jika menyimpang saling mengingatkan dan jika jatuh saling membantu. Begini mungkin lebih baik. 

Maaf karena selama ini aku sering kelihatan pura-pura gak tau di depan kalian, maaf kalau selama ini aku lebih banyak diam dan hanya bisa menyandarkan senyuman di depan kalian. Aku masih banyak membisu, masih banyak menyimpan cerita di belakang  kalian. Gak pernah cerita tentang apa pun dan sebagainya. Aku tau terkadang dibalik kata-kata kalian, kalian sedang menyindir tentang sikapku yang begini. Tapi ketahuilah, aku melakukan ini karena aku juga sayang kalian. Aku tau sifat kalian dari keseharian kalian berbicara dan bercerita.

Kalian pasti gak akan tertarik terhadap apa yang aku alami, gak pernah bertanya atapun hanya sekedar kepo. Aku lihat sikap kalian seperti acuh, tak merespon. Terkadang aku sedikit sedih, mungkinkah kalian tidak peduli terhadapku? apakah aku berbeda diantara kalian? Dari semua pikiran ini, jadi aku berpikir untuk tidak cerita. Ada satu kalimat yang membuat aku sedikit banyak belajar yaitu "Ada 1001 cara untuk berhusnudzan sebelum kita suudzan kepada orang lain." Walau begitu sebenarnya aku salut sama kalian, karena ternyata di belakang aku kalian peduli :) Dan secara gak sadar aku juga mengerti kalau ternyata kalian menginginkan kesadaran terhadap diri aku sendiri. Kesadaran untuk bisa mengganggap kalian itu ada dan bisa menjadi tempat untuk berbagi.

Tidak semua apa yang nampak itu kelihatan buruk, terkadang karena terlalu melihat hal yang buruk sebuah kebaikan tertutupi sehingga buta lah mata yang sesungghunya yakni mata untuk melihat kebenaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar