Senin, 10 Februari 2014

Bangkit dari Kegagalan (#GA_PMW)


Setiap yang hidup terkhususnya manusia pasti pernah merasakan kegagalan. Mungkin kegagalan dalam meraih cita-cita, kegagalan dalam prestasi, dan kegagalan-kegagalan lainnya yang membuat hati merasa sedih, menyesal dan tentunya pilu. 

Kata “gagal” sering merasuk ke dalam jiwa yang pernah merasakannya, tak ayal jika ingin mencobanya kembali maka ada rasa tidak yakin dan pesimis. Apapun bentuk kegagalan itu, mau itu kegagalan kecil ataupun kegagalan yang luar biasa besarnya maka itu bukanlah akhir dari segalanya. Selama bumi masih berputar, mentari masih memancarkan sinarnya dan nafas masih tetap berhembus maka jalur hijau untuk terus mencoba dan bangkit akan selalu terkembang di depan sana. Tinggal kita memilih apakah ingin maju atau mundur sebagai orang pengecut. Keberhasilan yang tertunda, itulah sebutan yang kerap kita gantikan dengan kata "kegagalan".

Aku pernah merasakan kegagalan. Kegagalan yang membuat aku  kecewa dan sekaligus membuatku tersenyum kecut karena menerima kenyataan yang sebenarnya tidak aku inginkan.

Kegagalan yang aku alami mungkin hanya kegagalan kecil yang tak sebanding dengan kegagalan-kegagalan mereka yang ada di luar sana, yang terus bersaing dan pada akhirnya setelah jatuh bangun, berjuang, berkorban, Perjalanan Mengalahkan Waktu, berikhtiar dan bertawakkal  jadilah mereka termasuk orang-orang yang sukses pada akhirnya.

Ada satu moment kegagalan yang masih teringat terang di pikiran aku hingga sekarang. Ya, kegagalan ini membuat hati dan pikiran terasa layu tak bersemangat . Waktu itu aku baru saja tamat SD dan akan melanjutkan ke jenjang SMP. Aku sangat menginginkan bisa masuk ke salah satu SMP favorite yang ada di daerahku. Aku berusaha agar bisa masuk SMP favorite itu mulai dari belajar hingga doa pun aku ucap melihat banyaknya calon peserta didik baru yang begitu membludak. Kala itu aku sangat yakin dan percaya diri pasti akan masuk. Kadang apa yang menurut kita baik dan perfect belum tentu pula baik di mata Allah, dan jawabannya Allah berkehendak lain.

Aku yang percaya diri ternyata tidak terima masuk ke SMP favorite itu. Kalau Sobat jadi aku, apa yang Sobat rasakan? Pilu, sedih, kecewa dan segala perasaan bercampur aduk di pikiran dan hatiku. Aku merasa sangat mengecewakan kedua orang tuaku saat itu, terkhusus Papa yang antri berjam-jam waktu pendaftaran hingga tak pergi bekerja. Mungkin ini hanya kegagalan yang sepele. Tapi inilah kegagalan pertama yang membuat aku merasa benar-benar kecewa.

Dari kegagalan itu aku berusaha bangkit, walaupun pada akhirnya aku masuk ke SMP swasta yang awalnya tidak aku sukai. Seiring dengan berjalannya waktu, dari kegagalan ini lah aku merasakan warna di masa-masa SMP , belajar banyak hal, memiliki teman-teman terbaik yang selalu menyuport, guru-guru yang setia membimbing, dan pengalaman-pengalaman baik di bidang akademik ataupun non akademik hingga akhirnya aku menjadi orang yang di kenal di lingkungan sekolah.  Hari-hari pun berlalu, senang bercampur haru tak menyangka akhirnya bisa lulus juga dari SMP.  Mengingat kegagalan dulu, aku tak gentar  kembali mencoba peruntungan masuk ke salah satu SMA favorit di daerahku dan akhirnya lulus dan itu juga buah bimbingan  support dari guru, orang tua dan orang-orang terdekat. Alhamdulillah. Jika di pikir-pikir mungkin aku tak akan dapat kesempatan seperti itu jika aku masuk SMP yang aku idam-idamkan dulu.

Kegagalan mengandung hikmah untuk ke depan dan kegagalan bukanlah hal mutlak untuk di takuti ketika ingin mencoba hal baru. Kegagalan itu berfungsi untuk me-repair segala sesuatu yang awalnya kurang baik menjadi lebih baik lagi. Waktu tak pernah memihak kepada siapapun, mereka yang maju akan mendapat, mereka yang menyerah akan makin tenggelam.Kebanyakan manusia  malas untuk mencoba dikarenakan trauma dengan kegagalan. Sulit bagi sebagian kita membawa kegagalan ke arah yang positif padahal kesuksesan dan keberhasilan itu tinggal satu langkah lagi jika dicoba.

Jadi teringat kata-kata guru les ketika SMA dulu,kira-kira begini, Jangan pernah takut gagal! Anggap dibelakang kamu ada anjing gila yang terus mengejar kamu tiada henti, dan di saat itu tidak ada pilihan bagimu kecuali lari ( maju ), jika mundur maka akan digigit.”. Karena terkadang untuk maju kita perlu dorongan, begitulah analogi dari guru les aku dulu.

Segala yang terjadi, betapa banyak pun kegagalan yang menimpa, selama waktu yang di jalani kita isi dengan segala usaha, doa dan menyerahkan hasil akhir hanya pada Allah pastinya waktu akan berpihak kemudian keberhasilan akan datang dengan sendirinya. Karena keberhasilan tergantung bagaimana kita bisa menghargai dan memanfaatkan waktu, dilihat dari setiap detik banyak orang-orang yang bertebaran di muka bumi berpacu dalam waktu untuk mendapatkan hal yang sama pula. Kesempatan tidak datang dua kali, selama kita mampu untuk maju, AYO kita maju!!

Kalau bukan karena kegagalan yang awalnya menyulitkan, kita tak akan pernah merasakan makna dan nikmatnya hidup di setiap  waktu yang kita jalani. Bukankah Allah telah berfirman dalam Al-Quran yang berbunyi,

“Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS. Alam Nasyroh: 5).

Semoga kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang mendapat kemudahan dan pandai dalam memanfaatkan waktu. Semakin banyak  mengeluh dan takut, maka semakin banyak pula waktu yang terbuang sia-sia percuma. Be Better.



Link Original Soundtrack "Perjalanan Mengalahkan Waktu"

Tulisan ini diikutsertakan dalam

2 komentar:

  1. yang pasti tetep optimis aja mba , yang namanya hidup dan takdir sudah alloh yang merencanakan, kita hanya sebatas berusaha dan berikhtiar, di balik ke gagalan alloh pasti menyimpan hal - hal yang indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok mba.... thanks yaa... emang itu yg seharusnya kita lakukan :)

      Hapus