Selasa, 18 Februari 2014

Penipuan dari Media Massa

Assalamualaikum Sobat. Aku mau ngasih opini nih mengenai media massa. Baik itu media cetak seperti koran, majalah dkk,televisi ataupun media online (internet). Mumpung aku kuliahnya berkutat di dunia komunikasi dan sedikit banyaknya mungkin bakal berkecimpung di dunia komunikasi makanya aku ingin mengeluarkan beberapa problem  yang berkecamuk di pikiran aku. Apalagi media massa itu adalah  rajanya pusat informasi yang menjadi konsumsi harian publik setiap detiknya. 

Baru-baru ini aku iseng aja ngeliat artikel seseorang tentang "Dibalik Citra dan Popularitas Palsu Jokowi" dan akhirnya aku baca artikel itu sampai habis. Sempat terkejut sih kalau jargon pendongkrak popularitas Jokowi adalah media massa dengan cara membuat pernyataan-pernyataan palsu. Laaaah selama ini aku baca di media cetak maupun internet kalau Jokowi itu kerjanya bagus, Solo itu maju ketika dipimpin Jokowi, Jokowi termasuk lima walikota terbaik dunia, dan banyak lagi argumen-argumen yang menyatakan kalau Jokowi itu perfect gitu lah. Dan aku pun percaya tentang berita-berita itu secara gamblang.Tapi setelah aku baca artikel itu, musnah sudah kepercayaan aku kepada Jokowi selama ini. Karena Jokowi itu disebut-sebut sebagai Bonekanya pengusaha-penguasaha besar Tionghoa. Bukan maksud aku juga memojokkan orang-orang Tionghoa. Aku yakin kalau masih banyak orang-orang Tionghoa di luar sana yang masih nasionalis dan cinta Indonesia :)


http://www.google.com

Aku sih gak penting si Jokowi itu citranya baik atau palsu. Yang penting itu bagaimana supaya dia bisa merealisasikan semua janji-janjinya dan buat perubahan lebih maju buat Jakarta ke depan. Kalau emang si Jokowi dapat sokongan "HITAM" dari penguasaha Tionghoa mudah-mudahan aja itu hanya sponsor belaka. Kalau tujuan para pengusaha besar Tionghoa tersebut bersatu mengangkat nama Jokowi jadi orang besar dan mengeluarkan ratusan miliyar dengan tujuan menjadikannya Presiden Boneka kemudian ingin mengusai pangsa pasar Indonesia atau apapun untuk kesejahteraan kaumnya baru aku gak setuju si Jokowi jadi Presiden. Gak setuju titik. 

Enak ajaa negara kita secara gak langsung dikuasai dengan orang yang bukan pribumi. Kagak rela aku. Yang paling mengecewakannya lagi media massa kita malah ikut-ikutan. Aku tanya pada Sobat semua, apa sih tujuan dari media massa itu secara umum? Yang pastinya tujuan media massa itu adalah menyampaikan informasi, informasi itu harus real dan bukan rekayasa, media massa juga bertujuan sebagai salah satu upaya untuk mencerdaskan dan memperluas pengetahuan masyarakat(bangsa).

Laaaaah, aku merasa kaget aja setelah baca artikel itu bahwa banyak media cetak, televisi dan internet mau dibayar dengan nominal tinggi agar membuat info tentang JOKOWI yang sebenarnya tidak real alias palsu.. Mukee gileeee. Palsu?? Yaap, sangat memprihatinkan banget kalau memang benar media massa kita kebanyakan mau saja tergiur dengan uang dan keuntungan besar untuk membuat informasi yang fake.

Helloooooo!! secara gak langsung media massa kini udah menyalahi tujuan dan aturan logisnya sebagai pusat informasi dan komunikasi dan melakukan banyak pelanggaran. Mulai dari pelanggaran menyalahi aturan media massa untuk tidak membohongi publik ( penipuan) dan juga melanggar tujuan untuk mencerdaskan pengetahuan bangsa. Segitu tertarikkah media tersebut dengan uang? Ini hanya dunia. Uang gak bakal dibawa mati. Aku prihatin sekali kalau benar ini terjadi adanya. Aku mungkin bakal berkecimpung di dunia media massa ataupun komunikasi dan aku gak ingin banget itu semua terjadi padaku dan menjadi salah satu dari mereka. Enteng saja media massa membiarkan rakyatnya mengonsumsi informasi fake padahal masyarakat percaya banget dengan keabsahan dari media tersebut seperti media-media besar dan tekemuka di Indonesia.

Kalau media massa terutama koran, televisi dan media online begini terus, bagaimana kehidupan bangsa kita kelak? Apakah rela kita menggadaikan tanah air kita dengan uang yang menggiurkan tersebut? Mungkin sekarang kita memang tidak sedang dijajah tapi secara tidak langsung negara kita sedang di jajah dari segi lain. Nilai moral kita telah terjajah, perekonomian kita terjajah, politik pun juga terjajah. Besok apa lagi?? Nah, siapa lagi yang akan mebuat perubahan dan mempertahankan negara kita selain kita. Banyak orang pintar di negara kita ini, banyak orang jenius di Indonesia ini. Tapi mereka terlalu tergiur dengan uang yang segunung hingga menggadaikan harga diri bangsa kita. Segitu hebatkah uang itu? Padahal uang  hanya setumpuk kertas yang sewaktu-waktu dapat menjerat leher kita bagi orang yang gak bijak dan halal dalam mendapatkannya.

Bagaimanapun, media massa jangan berpihak kepada siapapun. Tetap teguh prinsip dan fokus terhadap tujuan. Yang benar itu sampaikan dan yang salah buang. Jangan sampai media menjadi ajang untuk tahap penjajahan selanjutnya. 

Diperperah lagi JOKOWI tenar karena media massa yang mendukungnya atas suruhan dan bayaran tinggi sponsor "HITAM"nya. Dan biaya yang dikeluarkan tak tanggung-tanggung milyaran. Waduuuuuh!! Kalau kayak gitu saya gak mau pak JOKOWI jadi Presiden, bakal hancur lebur semuanya. Apalagi jadi Presiden Boneka. (Maaf ya pak JOKOWI)

Pak Jokowi, kalau emang bener bapak menjadi seperti ini karena ada embel-embel dari sponsor "Hitam"itu. Mungkin ada baiknya bapak tinggalkan mereka. Saya yakin bapak Jokowi gak bakal rela negara kita diatur sama meraka dengan bapak yang sebagi perantaranya. Mungkin emang bakal di bilang gak balas budi. Tapi ini benar-benar suatu hal menuju ambang penjajahan pak. Kami gak rela kalau ini berlanjut. Mungkin resiko memang besar, tapi saya tau, bapak pasti mengerti betul mana yang benar dan salah #forpakJokowi

Aku gak ada maksud untuk memojokkan atau menghina siapapun. Aku hanya pengen kita itu lebih jeli terhadap sesuatu. Jangan asal makan dan asal percaya sebelum ditelusuri. Aku juga berharap media massa cukup sudah melakukan hal bodoh seperti ini dengan menebarkan kebohongan publik. Aku rasa kebohongan publik ini pantas untuk di jatuhi hukuman. Berhubung hal bodoh ini dilakukan secara massal maka gak mungkin untuk diadili semua (bakal penuh penjara... hihii) Betul gak Sob? :D

Yang terpenting juga, tingkatkan kualitas iman dan ketaqwaan kita kepada Tuhan. Kalau ketaqwaan dan kualitas iman kita tertancap kokoh di dalam hati pasti tak akan mudah terjerumus. Kita tau mana yang salah dan mana yang baik. Uang bukan segalanya. Rezeki yang halal itu lebih berkah. Mudah-mudahan saja aku gak  mengecap hal seperti itu ke depannya. 

Siapapun yang bakal menjadi presiden kedepannya aku harap bukan orang-orang yang haus popularitas, bermewah-mewahan, apalagi ketenarannya dari dasar pembohongan publik. Aku pengen Presiden kita kelak adalah orang yang cerdas, amanah, bijaksana, dan teguh pendirian. Ini negara kita, kenapa kita yang harus menjadi bonekanya. Mungkin kekayaan, kekuasaan mereka yang ingin menjajah negara kita memang banyak dan luas. Tapi kita tidak harus tunduk dengan mereka kan? Kalau pun kita merasa terancam atas kekuasaan orang yang ingin menjajah tersebut, yaaa kita hanya bisa  berusaha bersatu dan bangkit terus tetap yakin atas kuasa-Nya. Hidup memang penuh dengan cobaan. Dan bagi mereka yang lolos dengan cobaan dan ujian tersebut akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik kedepannya walaupun saat ini  dizalimi, mengorbankan segalanya bahkan tenaga yang terkuras habis karena mempertahankan apa yang seharusnya memang untuk diperjuangkan. 

Media massa harus lebih baik kedepannya. Buat informasi yang sesuai kaidah-kaidah. Pembohongan publik seperti itu jangan sampai berlanjut. Buka mata buka hati. Ini untuk masa depan Negara dan generasi kita selanjutnya. Bagi yang mau baca artikelnya ini dia --> Dibalik Citra dan Popularitas Palsu Jokowi

Yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Bila terdapat kata-kata yang menyinggung Sobat-sobat sekalian mohon dimaafkan karena aku sendiri gak ada maksud untuk merendahkan atau menghujat siapapun. Ini hanya opini ajaa kok :)
Kalau ada yang tidak benar, sampaikan dengan lisanmu, paling tidak, kalau tidak ada kekuatan ya dengan tulisan. Itulah filosofi hidup saya (Prof. DR. Amien Rais MA)
Sekian dulu tulisan aku hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita kedepannya. Maaf apabila terdapat banyak kekurangan dalam tulisan ini.: ))


3 komentar:

  1. Kenyataan nya seperti ITU sekarangg boleh bahagia punya uang banyak TP bgmn dgn anak cucu kita.Nikmati sesaat sengsara dunia akherat

    BalasHapus
  2. Kenyataan nya seperti ITU sekarangg boleh bahagia punya uang banyak TP bgmn dgn anak cucu kita.Nikmati sesaat sengsara dunia akherat

    BalasHapus