Rabu, 20 November 2013

Persepsi oh Persepsi

Assalamualaikum Sob,,, 

Uuuaaaaaaaaaaaa.... hari ini benar-benar merinding, aneh, bocor plus takjub banget. Tau gak Sob, tadi pas mata kuliah pengantar komunikasi bener-bener membekas plus membayang-bayangi pikiran aku sekarang, ntah kenapa aku merasa kesal dan nyesal  pas ngomong di depan kelas tadi.

Jadi ceritanya gni Sob, Bu Acih dosen kami menyuruh kami untuk mempersepsikan mengenai tema cinta, balada anak kos, dan kuliah di depan anak kelas. Disini buk Acih menyuruh kami untuk lebih megeluarkan pola pikir kita berdasarkan pengalaman yang pernah kita lakukan.

Aku sih bukan orang yang maju pertama kalinya. Tapi pas akhir-akhir aku memberanikan diri untuk maju ke depan kelas mempersepsikan mengenai cinta dan balada anak kos.

Aku mempersepsikan tema cinta untuk pertama kalinya, dengan PD nya aku mengatakan bahwa selama di dunia ini aku hanya pernah merasakan 3 cinta, cinta dari keluarga, cinta dari para sahabat yang selalu mendukungku,dan cinta terpendam. AAAaaaaaa.... bodohkan?? dengan bangga dan PDnya aku bilang cinta terpendam. Whaaat?? apa yang harus aku katakan lagi?? Aku ngeles donk. Aku bilang kalau cinta terpendam aku ini masuk dalam kategori cinta untuk memacu semangat motivasi.

Aku mengatakan semuanya wooiiiiii.... di depan  kelas, aku ceritakan awal bisa aku memiliki cinta terpendam, siapa orangnya, organisasi yang digelutinya, kehebatannya, kepribadiannya dan semua tentang dia yang membuat aku termotivasi dan mencintainya dalam diam. Memang aku mendengar sorak riuh semua anak kelas atas cinta aku yang terpendam dan gak kesampaian. Tapi mau gimana lagi ... hahahhaha...

Ini suer ya,,,, kalau aku bicara langsung berdasarkan hati, itu sumpah takut banget keceplosan, suatu hal yang sebenarnya aku tutup rapat-rapat tapi akibat berbicara terlalu serius dan mendalam akhirnya terkatakan hal-hal yang tak patut sebenarnya aku katakan. Contohnya tadi, pas ngomongin tentang cinta terpendam aku keceplosan bilang identitasnya, dia kuliah dimana dan apa yang sering ia lakukan waktu zaman sekolah dulu. Aaaaaa..... sumpah bodoh kali lah ha.....

Akibat cerita terlalu panjang dan mendalam cerita didepan kelas, aku sampai bingung harus mengakhiri dari mana. Terus aku bilang aja gini " Mungkin dia adalah salah satu orang yang diidam-idamkan untuk menjadi imam bagi setiap wanita, tapi bagi aku sudah cukup dia menjadi salah satu orang yang pernah memotivasi diri aku untuk bisa berubah menjadi lebih baik"

Yah, hanya itu saja, terus aku juga bilang aku mungkin pengen ingin mencoba bagaimana rasanya bila menjadi anak kos. Berangkat dari cinta terpendam, mungkin aku pasti akan mencobanya. Tapi pikiran ini berkata lain, disisi lain masih belum sanggup untuk berpisah dari  orang tua, yang kedua setidaknya aku ingin dapat membantu orang tua bekerja di toko, siapa lagi yang ngurus kalau bukan kami-kami anaknya. Kata papa gak cukup hanya teori-teori yang dipelajari disekolah, tapi kita juga harus bisa mempraktekkannya seperti membantu orang tua berdagang, sehingga kita punya basic dan juga pen:galaman. And bla...bla...bla..

Yaaahhh.... mungkin sekitar itu persepsi yang aku ceritkan mengenai cinta dan anak kos....Apabila Sobat-sobat mau sharing bersama aku disini juga boleh :D.... Wassalam :*

2 komentar: