Jumat, 11 Maret 2016

Istana Pagaruyung

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh



Hehe… lanjut posting lagi… sebenarnya aku lupa ngepostingin draf cerita yang ini Sob. Jadi ini memang atau bahkan bisa dikatakan latepost gitu lah jadinya, daripada enggak dipostingin sama sekali kan, wkwk :D maaf yaakk…postingan kali ini soal jalan-jalan. Ya… tempatnya gak jauh-jauh dari Provinsi Riau dan gak jauh-jauh dari kampung halaman, Sumatera Barat, yeeayy!!! Daerah yang bisa dikatakan tempatnya sejuta destinasi wisata alam yang indah. Kemudian menjadi tempat wisata yang paling banyak dikunjungi oleh orang-orang di penjuru Nusantara. Setuju gak? :D Ada suatu kebanggaan sih sebenarnya bisa memiliki kampung di Sumatera Barat karena alamnya yang indah, sejuk, hijau  dan juga tanahnya yang subur. No protes…!!!  Haha.

Gak jauh-jauh, Sumatera Barat selain dikenal karena pemandangan yang indah dan juga alam yang memukau, Sumbar memiliki pantai yang cantik-cantik, panorama alam yang luar biasa menakjubkan, perbukitan indah melintang, kuliner yang menggugah selera, arsitektur yang unik, Danau Maninjau, Danau Singkarak dan Danau diateh-dibawah, museum, peninggalan sejarah seperti bangunan, jam gadang, benteng, lobang Jepang, kebun binatang dan masih banyak lagi tempat-tempat yang bisa ditelusuri di setiap pelosok negeri Sumbar. Kemudian bisa dinikmati oleh segala umur, liburan, refreshing dan dapat memperbanyak wawasan juga tentunya.

Nah…nah… sekarang yang akan aku ceritakan lebih kepada peninggalan sajarah di Minangkabau, tapi gak terlalu detail aku ceritakan trip aku kali ini karena pada saat itu gak bisa terlalu berlama-lama berada di lokasi karena cuaca yang gerimis dan hari yang semakin siang belum lagi perut lapar :D

Yap…dimana…dimana???? OK aku sempat singgah ke Istana Baso Pagaruyung, ini yang kedua kalinya ke Istana Pagaruyung. Yang pertama kalinya waktu masih kecil dan dapat kesempatan kedua nih untuk dapat berkunjung lagi :)

Berikut sudah ada beberapa foto penampakan Istananya, bisa Sobat scroll aja terus kebawah :*


Cerita-cerita kenapa sempat ke Sumbar diakhir liburan semester lalu, pada awalnya cuma Papa yang akan pergi ke Sumbar karena ada urusan kerjaan. Tapi Ibu malah pengen ikutan, aku dan Fatimah juga minta ikutan, dan Rara dibawa juga :D yaa abis bosan juga dirumah, setidaknya jalan-jalan pulang ke kampung dan sekejap ketemu nenek. Adik bujang aku yang dua lagi terpaksa tinggal karena si Taufiq ada simulasi UN CBT dan Tamzit libur, itupun dia disuruh tinggal buat jaga toko :p.
Awalnya mau berangkat Jumat malam, tapi Ibu malas jalan malam takut si Rara ntar rewel. Alhasil kami berangkat Sabtu pagi jam 06.30 WIB pada 20 Februari lalu. oh iya, ketika di perjalanan menuju Sumbar aku sempat mampir makan sate ayam di Kuok, Bangkinang. Rasanya enak banget, rasa kuahnya lain dari yang lain, sedaap lahh...hehe... pengen lagi kesana makan satenya, harganya murah meriah Rp.8000/porsi. Ya harga dan porsinya sebandinglah, tapi sama aku gak cukup satu porsi, kudu tiga porsi kali ya biar kenyang dan puas :p

teng....

teng....

teng....

Tibalah kami di Payakumbuh, Sumbar jam dua belas siang, Papa juga sambil-sambilan mampir ke dua tempat urusin soal kerjaan. Setelah selesai check kerjaannya Papa,  gak enak kalo mampir langsung ke kampung. Mending jalan-jalan dulu mumpung masih  siang.  Alhasil sebelum sampai ke simpang batu hampar kami sekeluarga sepakat ke Pagaruyung dan Papa langsung ngelokkan stir ke simpang sangka (simpang batu sangkar). kebetulan si Mamat yang minta mau kesana karena belum pernah kesana dianya. Yeaayy!! Sambil menyelam minum air. Soalnya ternyata Papa bilang hari minggu siang langsung balik ke Pekanbaru dan gak ada cerita jalan-jalan lagi :(

Selama diperjalanan menuju Istana Baso Pagaruyung hujan mengguyur negeri yang elok ini. Huuuaa…. Sumpah demi apa sempat terpikir kalo bakal gak jadi singgah :( kan kagak enak juga yaa jalan-jalan eeh malah hujan, ya mana enak gitu. Tapi alhamdulillah selama kurang lebih satu  jam-an kami tiba di Istana Pagaruyung dan saat kami nyampe udah gak hujan lagi tapi tinggal gerimis dikit-dikit :D berharap si Rara jangan sampe sakit aja karena main gerimis gini…wkwk.



Ibu, Rara, Fatimah




Si Mamat

Nah, lokasi Istana Pagaruyung ini pastinya bisa Sobat liat di Mbah Google, hehe….yaitu di Kota Batu Sangkar, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini sering juga disebut Istana Api (katanya) karena udah beberapa kali dilahap si jago merah. Ya…. Intinya ini Istana gak pernah jauh-jauh dari api gitu lah. Wkwk. Istana Pagaruyung ini bukan yang aslinya lagi dan hanya replika. Istana Baso yang asli berlokasi diatas bukit Batu patah dan terbakar habis karena perang tahun 1804 kemudian didirikan kembali namun terbakar lagi tahun 1966. Akhirnya atas kesepakatan pemerintah Sumbar ingin menjaga dan tetap melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau, pada tahun 1976 Istana dibangun lagi tapi dilokasi yang berbeda (sekarang-red)  dan terbakar lagi tahun 2007 akibat petir dan menghanguskan keseluruh Istana dan barang-barang yang selamat diperkirakan hanya 15% saja. Dan setelah itu dibangun lagi hingga dapatlah sekarang kita lihat Istana Pagaruyung berdiri dengan megahnya. (source: wikipedia)








Ini penampakan di dalam istana di depan kamar. Kami duduk di tempat menerima tamu.
Didepannya ada tepak sirih.



Pedagang kaki lima yang berjualan di bawah kaki Istana





Dapat disimpulkan bahwa Istana Baso Pagaruyung ini adalah peninggalan sejarah kerajaan Minangkabau, Istana yang kita lihat sekarang hanyalah replikanya saja, tapi walaupun begitu ciri khas dari Istana ini masih kuat.Ya… walaupun agak hampa juga sih ketika aku masuk ke dalam Istana ini beberapa waktu lalu. mengapa? Karena gak banyak peninggalan sejarah yang benar-benar asli pada jamannya dulu lagi  yang terpampang di dalam Istana. Sangat sedikit peninggalan benda-benda sejarahnya. Mau gimana lagi kan? Maklum lah terbakar tiga kali, setidaknya usaha pemerintah untuk melestarikan budaya, nilai dan sejarah patut kita acungkan jempol agar kelak anak cucu tau sejarah suatu daerah. Kalau kata Ibu sih, Istana yang sekarang kelihatan jauh berbeda dari Istana sebelumnya, dari corak-ukiran dinding, barang-barang,pakaian, de el el. Jelas beda gitu yakk kan, Ibu pergi katanya pas jamannya SD wong dah terbakar tiga kali,yaa berbeda jelaaaass… haha.

Ohh iya, aku masih ingat cerita dosen aku Bpk Suhaimi,D. M.Si di kampus. Bapak itu menceritakan tentang perjalanannya sewaktu penelitian ke Balanda. Singkat cerita, waktu ke perpustakaan Universitas yang ia kunjungi, Pak Dosen  ini cerita kalau menemukan banyak sekali buku-buku lama sejarah masyarakat minangkabau yang bertuliskan huruf arab melayu. Wahh…. Keren juga tuh, minangkabau buku-buku sejarahnya terpampang di perpustakaan Belanda. Tapi agak sedikit miris juga sih mendengar cerita dosen aku ini. Soalnya Pak Dosen ini berpendapat kalau bisa saja buku-buku tersebut adalah hasil rampasan Belanda sewaktu kita dijajah dulu dan segala dokumen dibawa ke negara Belanda tersebut. Huufftt.. kalau itu bener,kira-kira kita sebagai negara yang telah merdeka bisa gak ya minta kembali semua dokumen itu? Kan pasti banyak orang yang penasaran dengan sejarah daerah mereka sendiri terkhususnya kita masyarakat minangkabau.

Dah…dah… kembalii ke Istana :p selain memaparkan kemegahan Istana Baso, kita bisa berfoto ria,kemudian ada juga jasa sewa baju adat. Kayak baju pernikahan gitu lah. Ibu suruh aku nyobain baju ntu, biar kayak pengantin dan difoto buat kenangan. Tapi ogaaaahhhh….... masa cuma aku sendirian pake ntu baju, sedih kali nampaknya :D :’) soalnya yang aku nampak yang sewa ntu baju pengantin rata-rata adalah pasangannya, suami-istri dan orang yang gak jomblo, wkwk. Kan gak enak banget yaa nyobain baju pengantin tapi kagak ada pasangannya. Ibu aneeh, bikin aku baper *eehh …ntar lah kalo ke Pagaruyung sekali lagi nyobain bajunya kalo dah punya pasangan :’) aamiin. Pada saat itu aku gak ngelirik sekaligus ngejauh aja tuh dari pasangan yang lagi foto couple-an mesra-mesraan pakek baju pengantin Minang. Orang jomblo kagak boleh liat begituan soalnya :D ntar menjek-manjek dindiaang …. Wkwk.

Disisi Istana yang lain, ada tempat buat naik kuda. Sihiiiyy…. Siapa yang gak pengen menunggang kuda. Yang pengen naik kuda, atau belum pernah naik kuda ayuukk jangan lupa nyobain ya. Satu putaran buat dewasa Rp. 10.000/orang sedangkan anak-anak Rp. 5000/orang, murah meriah kan??


Lapangan kuda



Wait, kalau jalan-jalan gak lengkap rasanya kalo gak makan-makan. Tempat makan di jalan raya Batu Sangkar sekitaran Pagaruyung memang kelihatan keren. Soalnya dikelilingi sama sawah, bukitnya yang indah, jalanan yang bersih dan juga angin yang sejukkkkk banget. Saya suka. Jadi kami mampir di suatu tempat makan ayam penyet gitu. Tempatnya adem, bagus, harganya juga bersahabat banget, porsinya banyak, ngenyangin juga. Pokoknya top markotop lah makan dimari. Kapan-kapan pengen mampir makan kesana lagi ahh…. #cuusssss….




Setelah  selesai makan kami pun balek, dan yang pastinya pulang ke rumah nenek. Seneng banget rasanya tiba di rumah nenek, adem, nyaman…. Walaupun aku rada flu juga karena udara dingin :D dahhh ahh… itu aja aja cerita gaje yang aku bagiin di blog :p itung-itung nyari kerjaan buat nulis dan isi blog yang udah kayak sarang nyamuk … haha. Wassalam.


Foto ketika akan berangkat balik ke Pekanbaru :D






 ~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar