Jumat, 15 April 2016

Interview PT. CPI (Chevron Pacific Indonesia)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




Hallo Sobat… apa kabar dibulan April? Moga selalu sehat dan hari-harinya semakin menyenangkan yaa…hihi. Btw, rasa malas sedang merajalela didiri aku ni :( gak tau kenapa…mungkin karena efek PMS kali ya :D tapi rasa malas itu emang sedang kumat-kumatnya, di rumah lebih banyak selonjoran di kamar, paling ngelakuin kerjaan yang ringan-ringan dan batu jagain Rara sambil sibuk main game. Oalaaah Laila, padahal tugas banyak yang kudu dikerjakan tapi masih berleha-leha :’) Gapapa cukup malam ini aja. Semangat!!

Malam ini aku lebih milih nulis buat postingan di blog daripada bikin tugas. fix- tepok jidat… Laila lagi lelah dengan tugas dan kuliah,pengen rasanya liburan full setidaknya satu bulan, pengen ke suatu tempat yang keren, indah, ke tempat yang belum pernah dikunjungi, pengen jalan-jalan ke Pantai, ke taman, naik gunung, pokoknya pengen memanjakan diri kemana pun dimana pun. Kira-kira kapan ya??? :”)

Forget it!! itu hanya khayalan disaat lelah :D

Oh iya, aku pengen cerita pengalaman aku dikali pertama mengunjungi perusahaan besar yang ada di Riau dalam rangka tugas interview menajemen Public Relations. Perusahaan yang aku kunjungi adalah PT.CPI ( Chevron Pacific Indonesia) yang berlokasi di Rumbai dan salah satu perusahaan besar (perusahaan bonafit) di Indonesia khususnya di Riau yang bergerak dibidang perminyakan.

Tugas mata kuliah Menajemen Public Relations (Menajemen PR) yang aku jalani ini adalah tugas kelompok yang terdiri dari lima orang yaitu aku, Yola, Riza, Alim dan Ridho kemudian kami  harus melakukan semacam audiensi dan interview kepada humas/staff humas pada suatu instansi/perusahaan.

Awal kenapa bisa mewawancarai Chevron gak lain karena curhat dan dibantu sedikit sama Papa melalui temennya hingga kami sekelompok bisa interview di PT. CPI :D Makasih Papa :*

Rabu, tanggal 6 April sebelum pergi ke Chevron kami berkumpul dulu di rumah aku dan cuss ke kantor Demokrat karena mau ambil memo. Singkat cerita kami sampai di Rumbai, tau lah kan Chevron itu ketat banget. Bayangin Sob, baru aja masuk ke Gerbang Chevron-Rumbai dan melewati pos nya, kami disuruh berhenti sama security-nya. Ternyata kelengkapan motor yang kami bawa itu kurang. Motor kami semuanya pakai satu spion dan masuk ke camp Chevron ya kudu lengkap :D disitulah kami pada bengong semua. Motor kami disuruh parkir di pos kalau mau wawancara dan kami disuruh jalan kaki kedalam. Cerita-cerita dikit sama security-nya pas lagi isi buku tamu dan beliau tanya “mau ngapain dek?” ya kami jawab, “mau wawancara humas Chevron pak.” “Kalau ke PGPA ini kantornya dek! adek ke PGPA nya kan?” kata security sambil nunjukin kantornya. “iya pak, kami ke PGPAnya.” ~~~ sebenarnya kami gak tau apa itu PGPA cuma di memo tertulis kepada PGPA :D dan akhirnya bisa masuk deh dan gak perlu jalan kaki :D Gile aja panas-panas kami jalan kaki kan,  ternyata kantor humasnya disamping pos security ini. Alhamdulillah kagak jadi jalan kaki kedalam :D padahal sempet lemes juga dengarnya.

Akhirnya kami  dapat bertemu dengan staf humasnya. Dipertemuan pertama ini kami hanya berkesempatan cerita-cerita sedikit kemudian memberikan surat pengantar dari dosen kami beserta daftar pertanyaan, kemudian kami juga memberikan memo dari temen Papa yang membantu kami agar pertemuan kami disetujui staf humas. Untuk pertemuan interview akan dihubungi dan dikonfirmasikan kembali.

Dan Alhamdulillah aku mendapatkan kabar kalau aku dan teman-temanku bisa melakukan wawancara. Alhasil pada hari Senin tanggal 11 April lalu aku dan temen-temen akhirnya bisa melakukan wawancara secara face to face. Jujur… saat pertemuan pertama ke Chevron, perut aku mules, berkeringat, tangan aku basah, padahal ruangannya dingin pakai AC. Ya semua itu gak lain karena aku yang cemas dan deg-degan, maklumnlah Sob…aku kalau belum terbiasa sama suasana yang baru dan bakal ketemu orang baru yaa agak cemas, takut salah yaa pokoknya perasaan kurang nyaman lah. Sama kayak kalau aku ngomong di depan orang banyak, pasti perut awal-awalnya mules, tangan dingin, suara bergetar, dll. Dan itu masih aku rasakan sampai sekarang meskipun di kampus udah sering juga yang namanya berbicara di depan orang terkhususnya di depan teman-teman dan dosen. Hihi. Begitupun pertemuan kedua pas interview, aku malah tambah deg-degan. Haha… mungkin ini lah kondisi yang masih harus terus aku latih dan latih. Melawan kepribadian aku yang introvert menjadi orang yang komunikatif dan percaya diri adalah caranya, meskipun sulit tapi itulah tantangannya. Ya…aku harus terus berbicara, komunikatif, apalagi kalau harus terus berhadapan dengan publik, terus bakalan sering bertemu orang-orang baru, bekerja secara tim dan terbuka, di ilmu komunikasi aku merasakan perbedaannya, hihi.

Haiisshhhh…. kok malah nyeritain kepribadian gini sih -_- ok deh lanjuuutt… maaf ya…. wkwk

Oh iya, sempat lupa bilangin, jadi kami melakukan wawancara tepatnya berlokasi di Kantor PGPA South Office PT CPI-Rumbai. Sempat heran kenapa nama kantornya ini adalah PGPA dan kami semua sama sekali gak tau kepanjangannya apa dan kami pun mendapatkan jawaban ketika interview :P

Pertemuan pertama pun berlangsung dimulai dari jam 13.30 WIB, kami diminta untuk menunggu sebentar oleh seorang kakak-kakak staf disana. Kemudian kami dikejutkan dengan kehadiran seorang cewek yang parasnya itu muda dan cantik  :D Nah, sebut saja namanya Kak Indri, Kak Indri langsung memperkenalkan diri dan ngebut nyuruh kami bikin name tag biar kami-kami mudah dipanggil namanya, haha. Ada-ada saja Kak Indri ini.
Setelah membuat name tag kami diarahkan untuk ke ruangan meeting dan melakukan wawancara. Sumpah gak tau kenapa, aku dan teman-teman kok kayak merasa ekslusif gitu ya berada diruang meeting kantor perusahaan :D Nah, disini kami berkelompok berhadapan langsung dengan  Bu Tiva Permata selaku Communications Manager yang kami sapa Bu Tiva dan Kak Indrika Eko Sriyatini selaku Communications Specialist yang kami sapa Kak Indri. Diruangan meeting inilah kami melakukan interview, dialog dan sekaligus belajar. Aku pribadi seneng banget dan banyak ilmu-ilmu baru yang gak aku dapat di kampus ketika pertemuan ini berlangsung.


Selfie bersama Riza, Yola dan Aku
Selama pertemuan berlangsung selain fokus menjawab rincian dan penjelasan lanjutan wawancara, Kak Indri dan Bu Tiva juga sharing ilmu yang dipaparkan melalui slide presentasi, kami berasa kuliah umum yang diajarin mentor luar biasa, kami disuguhkan materi-materi PR secara konseptual beserta video-video dan gambar-gambar yang inspiratif-kreatif mengenai PR dan marketing, penjelasan tentang PR Tool baik secara konseptualnya maupun aplikasinya, tentang Chevron secara menyeluruh, pengalaman-pengalaman Bu Tiva dan Kak Indri baik pengalaman selama bekerja dan pengalaman pribadi dan banyak hal-hal yang mereka bagikan hingga banyak buat kami kebanyakan bengong dan kagum :D Mereka pun menyampaikannya so funny, buat kami beberapa kali tertawa renyah apalagi dengar pengalaman dan hal-hal lucu dari mereka. Bayangin aja berapa lama kami bertatap muka, itu semua dari jam 13.30  dan selesai sampai jam 17-an, hihi, saking nyamannya ngomong.


Abaikan Ridho yang nutup mata...
Di ruang Meeting

Jujur seperti ada rasa keunikan tersendiri ketika dihadapkan dengan dua pejabat kantor PGPA ini. Belum lagi mereka adalah wanita, jujur aku merasa terinspirasi dengan prestasi, pengalaman dan akademik mereka. Belum lagi ternyata Kak Indri ini masih muda yakni berusia 32 tahun, alumni S1 Public Relations-Ilmu Komunikasi UNPAD dan lulusan S2 Marketing Communications London School of Public Relations. Huhuhu… pengen deh bisa sehebat Kak Indri :’) Dan kepanjangan dari PGPA itu sendiri adalah Policy Government and Public Affairs. Jadi PGPA itu adalah nama kantor humasnya. Dan satu hal lagi yang aku rasakan dan lihat, bahwasanya pegawai disini diperlakukan  secara khusus dan manusiawi. Karena pegawai bukan hanya seoarang pekerja, mereka adalah manusia yang penuh akan hak-haknya, butuh diperhatikan  dan layak diperlakukan dengan baik. Itulah salah satu fasilitas yang diberikan perusahaan kepada pegawainya.


Masih di ruang meeting

Nah contohnya meja kerjanya yang keren abis bisa diatur-atur letak dan posisinya sesuai keinginan kita, kursi nya pun juga canggih, komputer nya pun gak kalah keren, bisa diatur-atur juga posisinya trus di komputernya juga ada semacam aplikasi senam yang otomatis muncul ketika sedang menggunakan komputer dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Apabila kita tidak mengikuti senamnya sebanyak tiga kali,maka dipastikan komputer tidak akan bisa kita gunakan dan mati dalam jangka waktu tertentu juga. Keren kan :D Beginilah seharusnya perusahaan memperlakukan pegawai. Tetap berusaha menjaga kesehatan pegawainya juga agar tidak sakit selama bekerja. Pokoknya semua yang dilihat terasa wah dan nyaman :) kapanlah bisa kerja di Perusahaan yang hommy dan nyaman kayakk gini? :”)
Dan satu hal yang pengen aku kasih tau, bahwanya dibalik kesuksesan mereka, ternyata salah satu yang mengantarkan mereka hingga bisa menjadi seperti sekarang ini adalah menulis. Bu Tiva dan Kak Indri suka dan hobi menulis kata mereka. Bu Tiva berlatar belakang seorang jurnalis, dimana sebelum menjadi seorang Praktisi PR beliau adalah Pemred dari Warta Caltex yaitu semacam buletin perusahaan yang terbit seminggu sekali dan sudah bekerja di Chevron selama kurang lebih 25 tahun.
Sedangkan Kak Indri awal bekerja di Chevron adalah sebagai staf PR yang berhubungan langsung dengan wartawan, memberikan pelatihan jurnalistik, melakukan pembinaan dan hubungan kemitraan dengan wartawan. Kak Indri sendiri telah bekerja di Chevron selama kurang lebih tiga tahun dan pengalaman kerja di bidang PR telah 9 tahun ia lakoni di Bandung-Jakarta-Riau. Sempat kaget juga dapat info dari Kak Indri bahwa tanggal 1 Mei yang akan datang ia dipindah tugaskan di kantor PGPA Jakarta. Semoga sukses selalu deh buat Kak Indri dan moga ilmunya berkah.
Diakhir wawancara kami pun mengambil sesi foto bersama kemudian di lanjutkan dengan foto-foto selfie di taman Kantor  PGPA yang hijau dan sejuk ini. Momen yang mungkin saja gak akan terjadi kalau Pak Toni gak ngasih tugas interview humas perusahaann, haha. Semangat kawan-kawan yang masih otw tugas interview-nya. Semoga cepet selesai dan lancar ya.


Bersama Kak Indri
Alim, Yola, Kak Indri, Riza, Aku, Ridho


Bu Tiva nya lagi siap-siap pulang dan gak mau di foto --" :D 
Jadi kami-kami aja yang berfoto...hihi

Sekali lagi terima kasih buat Bu Tiva dan Kak Indri yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas, makasih buat tips, trik, sharing ilmu, dan cerita-ceritanya. Jujur banyak yang pengen aku share di blog cuma bakal terlalu panjang kalau diceritain satu-satu. hehe. Over all, seneng banget bisa bertemu dengan wanita super seperti Bu Tiva dan Kak Indri. Moga kita bisa bertemu di lain kesempatan kembali :’) Mungkin itu saja yang dapat aku ceritakan. Wassalam.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar