Showing posts with label kata-kata. Show all posts
Showing posts with label kata-kata. Show all posts

Friday, 14 October 2016

Semangat Si Madan

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Apa yang membuat mata dan hati kita selama ini tertutup dengan kehidupan orang-orang yang kurang beruntung dari kita?Jawabannya adalah ‘Kurangnya kepedulian antar sesama’.Kadang seakan kita bungkam, pura-pura tuli, bahkan pura-pura tidak melihat keadaan lingkungan kita kecuali diri kita sendiri???  Dalam jalur kehidupan, kita terbiasa hidup dan nyaman dengan orang-orang yang sekasta atau sederajat dengan kita. Sangat kurang sekali perhatian dan kepedulian kita terhadap lingkungan atau kehidupan lain selain kehidupan yang membuat kita nyaman saja.

Padahal diluar sana, di dunia sana, yang tak pernah terjamah dan tersentuh dalam pikiran kita. Sangat banyak sekali orang-orang yang membutuhkan kita untuk sedikit saja peduli dan dapat membantu mereka, meringankan beban mereka.

Bukankah yang pintar mengajari yang bodoh, yang kuat melindungi yang lemah, yang ceria menyemangati yang down, yang berlebih berbagi kepada yang kurang, yang bahagia merangkul yang sedang bersedih?? Dengan membayangkannya saja, saling berbagi terasa indah, apalagi jika diwujudkan bersama-sama.

Apakah mungkin?? Dengan kondisi yang seperti ini?? Bersama-sama??? Gak ada yang tidak mungkinkan? Sekedar menumbuhkan kembali harapan dan semangat saja sudah bisa menjadi modal awal mereka untuk menyambung hidup.

Terkadang, untuk bekerjasama saja kita masih banyak milih-milih, tolak-menolak, bahkan menolak kerjaan yang sebenarnya sanggup kita kerjakan. Beberapa waktu lalu, ketika aku akan berangkat KKN dan akan menetap selama kurang lebih dua bulan bersama teman-teman yang tidak satupun diantara mereka yang aku kenal, di daerah yang sama sekali belum pernah aku pijak. Papa berpesan, ‘Lakukan apa yang bisa dilakukan, jangan pilih berat-ringannya suatu pekerjaan. Bagi yang mengerjakan itu adalah tabungan amal bagi diri kita sendiri’.

Dari pesan tersebut aku jadi tersadar akan benarnya dan pentingnya pesan Papa ketika berada di lingkungan yang sedang aku jalani. Memang benar, banyak hal-hal yang membuat aku geleng-geleng kepala. Jika satu pekerjaan saja yang tidak dikerjakan dengan alasan,capek lah, malas lah, bukan tugas kami lah....pada akhirnya sebuah pekerjaan tidak selesai, semua kerjaan jadi terlalaikan dan terbengkalai. Memang harus ada yang mengerjakannya dan itu adalah kepekaan diri kita sendiri.

Si Madan, adalah salah satu bocah yang menginsprirasi terkhususnya bagi diri aku sendiri selama dua bulan berada di daerahnya. Nama lengkapnya yaitu Ahmad Ramadhan. Dengan bahasa dan logat melayunya yang kental, bocah itu sering menyebut dirinya adalah Madan. Aku pun tak ayal sering memanggilnya si Madan .

Pangilan ‘Kakak KKN’ tidak pernah hilang dari ucapannya ketika memanggil kami. Wajahnya ceria, diumur yang masih bocah adalah khas jika ia adalah anak periang dan suka bermain. Namun ada satu hal yang mengganjal dalam pikiran aku ketika kami belajar bersama. Si Madan berbeda dengan teman-teman seusianya, baik dalam proses ia berpikir maupun berbicara.

Malam itu, pertama kali ia datang di Posko KKN menemui kami untuk belajar bersama teman-temannya. Bisa aku ingat dengan jelas raut semangat wajahnya untuk mengaji dan belajar. Dari sebalik pintu ia mengintip kami dan mengucapkan salam sambil tersenyum. Kami pun mempersilahkan masuk, baik Madan maupun segerombolan teman-temannya.

Rame!!!

Jujur aku kurang suka keramaian yang membuat bising, sedikit ribut dan membuat kepala aku pusing. Sedangkan suara bising adik-adikku dirumah saja kadang membuat aku terganggu apa lagi dengan kondisi seperti itu. Disini agaknya salah satu kesabaran aku di uji kali ya :)

Aku melihat Madan dan dua orang lagi sedang bingung ingin belajar dengan siapa karena teman-teman aku yang lain sudah banyak dihampiri oleh anak-anak yang lain, sehingga Dengan hati terbuka aku memanggilnya untuk belajar denganku saja bersama beberapa teman lainnya. Ada Madan, si Farizi dan Si Kelsa. Madan duduk dikelas 2 SD, Farizi kelas 2 SD dan Kelsa belum sekolah dan masih berumur 4 tahun. Ternyata yang dua orang lagi adalah adik-adik si Madan,

Setelah mengaji bersama, aku mengajari Madan matematika sesuai permintaannya. Cara Madan berbicara, cara Madan belajar, bisa aku rasakan kalau Madan seperti susah memahami semua yang aku ajarkan, matanya tidak terfokus kepada pelajaran, tapi terfokus pada teman-temannya yang sedang bermain, terkadang fokus melihat wajahku saja bukan bukunya. Ketika dikasih latihan ia masih belum sanggup untuk mengerjakannya sendiri.

Aku jadi menggertaknya sambil bercanda untuk fokus belajar. Malah adikknya si Farizi yang banyak membantu abangnya (si Madan) dalam mengerjakan latihan yang aku beri. Aku katakan pada Farizi biar abangnya mengerjakan sendiri dahulu latihannya,pada saat itulah Farizi langsung to the point tentang kondisi abangnya yang sebenarnya yaitu Si Madan.

“Dia ini aturannya kelas 4 SD kak, tapi tinggal kelas 2 tahun, kata Ibu kami seharusnya abang disekolahkan di Sekolah Khusus, bukan disekolah SD biasa, tapi sekolah itu tidak ada disini,” Ujar Farizi dengan tanggap.

Bisa aku tarik maksud dari perkataan Si Farizi. Aku jadi salut banget dengan Farizi, selain pintar berbicara, ia sangat peduli dan mau membantu abangnya yang sedang dalam kesusahan mengerjakan latihan soal.

Dari perkataan Farizi aku jadi mengerti, kalau Madan bukanlah anak-anak seperti biasanya. Ia hanya seorang anak ceria dan penuh semangat. Madan butuh bimbingan dan semangat dari kami-kami agar tetap bisa belajar meskipun dalam keadaan terbatas.

Si Madan adalah anak yang aktif dan ceria, pun kondisi ekomoni keluarga yang pas-pasan membuat kami anak-anak KKN tersentuh. Sulut api semangatnya untuk berjalan tiap malam menuju ke posko KKN untuk belajar selalu ia tapaki bertiga bersama adik-adiknya yang pintar dan lucu itu.

Aku senang... Madan dan adik-adiknya mempercayakan aku buat jadi tutor mereka ketika  belajar bersama di Posko. Meskipun aku sering terkaget-kaget sama Farizi yang kalo punya PR banyak banget, bisa dalam semalam mengerjakan tiga sampai empat PR, Katanya biar PR nya tidak menumpuk dan selesai. Bener juga sih, tapi kaget aja :D Di penghujung KKN  Una pun juga sempat bantuin aku belajar dan bantu buatin tugas si Farizi ini. Hehhe. Makasi Una.  

Belum lagi si Kelsa yang cantik itu, meskipun belum sekolah tapi Iqro dan buku tulis untuk belajarnya selalu iya bawa dan hasil tulisan tangannya baik tentang berhitung dan menulis selalu ia praktekkan di depan aku dan menunjukkan hasilnya padaku. Pintar!!

Yang aku salut dari Madan adalah setiap datang ke posko ia selalu bilang, “Kak, mau belajar!” Sambil membuka  tas dan mengambil buku-bukunya kemudian duduk manis di depan aku. Setiap selesai belajar pun aku terbiasa memberinya PR, namun ketika aku tidak memberinya PR, ia malah meminta dikasih PR. Alasannya biar bisa pintar dan ketemu kakak cantik terus :”) ntah mau terharu atau merasa terhina atau apa gitu kan, jarang-jarang ada yang bilang cantik :”) eehh, tapi anak kecil jujur kan ya? Haha.

Kami anak KKN merasa sangat senang ketika Madan dan adik-adiknya yang sering membawa titipan Ibunya, biasanya Farizi sering memberi buah-buahan dan makanan. Enak!!! Makasih Ibu Madan, Farizi dan Kelsa.

Masih teringat jelas juga ketika saat-saat berada dipenghujung akhir KKN, aku pengen Madan lebih percaya dengan dirinya sendiri, bisa sedikit saja lebih lancar dalam mengungkapkan kata-kata dengan fasih dan jelas.

Saat itu kebetulan di posko aku sedang bersama Ando dan Juntak. Kami mengajari Madan untuk berbicara pemperkenalkan diri sendiri di depan umum. Kami bertiga sempat tertawa ketika Madan memulai dengan mengucapkan salam yang tidak jelas dan kencang dan sangat kaku sekali memperkenalkan dirinya.

Aku pun mulai mengajarinya pelan-pelan namun tetap sedikit sulit, Juntak dan Ando pun juga mencoba mengajarinya dan malah semakin membuatnya malu, tidak ingin berdiri dan berbicara lagi. Untung Ando sabar dan kami juga sabar mengajarnya, sedikit demi sedikit selama dua hari berturut-turut lafal Madan dalam mengucapkan kata-kata memperkanalkan dirinya berangsur baik, dan percaya diri meskipun masih banyak yang harus dipelajari.

Walaupun Madan malu dan tidak hebat dalam satu sisi, tapi semangat nya untuk terus belajar tidak luntur. Sering salah pun membuat Madan gak pernah bosan dan malu untuk belajar ke Posko. Keterbatasan Madan yang ada tidak membuatnya minder dihadapan teman-temannya, Madan sempat malu dan menyuruh adiknya Farizi tutup mulut ketika menyampaikan kalau Madan pernah tinggal kelas ke aku pertama kalinya. Hufftt.... tapi walaupun jujur itu memalukan namun selama kita menganggap kejujuran itu hal yang positif, hasilnya akan positif juga. Ibarat kata pepatah ‘Malu bertanya sesat dijalan.’

Tentang cita-cita nya yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya dan ingin menjadi dokter Madan utarakan kepada kami. Semoga bisa terwujud ya Madan, meskipun kakak dan abang-abang sudah pergi tetap semangat buat belajar ya. Kakak rindu sama Madan, sayang...momen kita bersama belum sempat terabadikan dan kita belum sempat perpisahan. Terakhir sebelum pergi kakak hanya ketemu Farizi di jalan dan titip salam semangat ke Madan dan Kelsa.

Memang... hati dan mata kita akan terbuka lebar dan tergerak membantu ketika kita langsung merasakankan sendiri lingkungan yang berbeda. 

Setidaknya bukan hanya satu orang yang seperti Madan, tapi banyak orang diluar sana hidup dalam ketidakberuntungan namun mereka masih memiliki harapan dan semangat buat menjalani hari-hari mereka.  Kisah si Madan dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya. Sekali lagi bahwa keterbatasan tidak membatasi kita dalam melakukan sesuatu yang ingin dicapai.

Ini hanya baru cerita si Madan,  masih banyak mungkin cerita-cerita lainnya yang tidak terekspos dan butuh perhatian dari kita, dari masyarakat, maupun pemerintah. Kita saling peduli kepada sesama toh tidak akan mendatangkan kerugian ataupun menurunkan derajat kita. Tetapi meninggikan derajat, bukan hanya dihadapan manusia, tetapi dihadapan Allah SWT. Dimana Allah berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.“ 
QS. Al-Zalzalah 7-8

Sekecil apapun kebaikan yang kita kerjakan pasti berbalas dengan kebaikan, begitu lah  janji Allah kepada kita dan dengan kita menolong orang lain, kita pun juga akan mendapatkan pertolongan entah melalui perantara manusia atau pun langsung dari sang Maha Kuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, yakni:

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Mungkin itu saja tentang kisah si Madan, sederhana tapi ada nilai yang bisa kita ambil sebagai pemacu kita untuk terus semangat biar dalam kondisi apapun. Semoga bermanfaat ya bagi kita terkhususnya bagi diri aku sendiri. Wassalam






Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca


Thursday, 13 October 2016

Welcome Problem! Are You ready to be Finished?

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

                                                                                                                           
Well....hello everyone!! Semoga selalu tetap semangat ya dalam menjalani aktivitasnya. Saat ini aku sedang berada disela-sela waktu kosong dikantor, baru aja aku selesai ngerjain tugas dan saat ini masih belum ada kerjaan. Daripada bengong gak jelas, aku pengen nulis aja...hehe

Sekalian juga mau memuhasabah diri sendiri, pengen ingatin diri sendiri yang masih banyak kurang, salah dan khilafnya selama ini. Apa ada yang tertarik ikutan???:D Kalau ada yukkk merapat! Jangan bosan buat bacanya yaa....

Let’s!!!!!!

Pernah gak kita sadar kalau waktu begitu cepat berlalu. Yang dulunya kita masih kecil sekarang kita sudah dewasa, dulu kita masih sekolah SD eeh udah SMP aja, yang SMP gak nyadar udah SMA, yang SMA gak nyadar udah kuliah aja dan yang baru ngerasain jadi Mahasiswa baru eeh udah dipenghujung semester akhir :’) Contohnya seperti aku Sob, udah tuaa nee :D atau ada yang dari kecil langsung gede??? :D

Nah... gimana? Waktu terasa cepat kan? Padahal waktu tidak pernah bergerak cepat ataupun lambat. Waktu tetap berjalan sebagaimana biasanya. Bahkan kita juga tidak sadar banyak membuang waktu kita untuk hal-hal yang sia-sia, banyak melakukan kelalaian, hal-hal  yang tidak penting dan tidak mendatangkan manfaat. Daaaaan... kita semua baru sadar dan menyesal dikemudian hari.

Disela-sela waktu yang kita jalani, kita terus bertumbuh. Yang dari kecil kita hanya tau soal bermain dan belajar sekarang setelah dewasa kita lebih banyak tau hal-hal dari berbagai sisi, semua akan terasa lebih kompleks dan rumit. Mulai banyak tantangan, masalah dan sebagainya. Satu persatu kejadian baik itu tentang hal baik maupun hal buruk hinggap di dalam kehidupan kita. Tak lain itu semua adalah hal lumrah yang akan terjadi untuk menjadikan kita manusia-manusia  tangguh dan sukses dalam menjalani kehidupan.

Demikian,seharusnya kita bertumbuh dari hari ke hari semakin baik agar kita bisa lebih baik dan nyaman dalam menjalani keseharian. Right??

Tidak ada hidup yang tidak memiliki masalah, ketika perut kita lapar namun tidak ada yang bisa untuk dimakan itu adalah masalah. Ketika kita marah dan sakit itu adalah masalah dan ketika kita mencintai seseorang namun tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan itu pun juga termasuk masalah :D *hayooo baper, wkwk... dan masalah –masalah lainnya.

Dari rentetan tersebut, masalah tidak seharusnya membuat kita ciut dan memilih untuk bungkam atau mengakhiri kehidupan, karena masalah ada untuk dihadapi dan diselesaikan dengan cara yang tepat, bijak dan benar. Masalah adalah jalan untuk kita bisa belajar,memiliki pengetahuan, pengalaman dan menjadi lebih baik.

Pernah kah Sobat pada zona permasalahan yang begitu sulit?? Atau pernah liat temen, kerabat, sahabat, yang berada pada zona itu?? Aku rasa semua orang pasti punya  permasahalan dalam hidupnya. Namun ada yang tampak dan ada yang tidak tampak.

Yang tampak itu contohnya yang “Galau”.... haha....contoh sederhana aja sih. Kadang di medsosnya penuh dengan kata-kata sedih, sumpah serapah, entah karena marah sama orang lain, entah karena kecewa, ditipu, lagi sedih dan sebagainya. Sebenarnya medsos gak salah buat numpahin segala pikiran atau curhatan, toh medsos emang dibuat gunanya untuk itu. Coba deh liat di wall status, pasti tulisannya sebelum kita mengetik adalah "Apa yang kita pikirkan?" atau "Tulis sesuatu..." Jadi jangan salahkan orang-orang juga ketika mereka memilih media itu untuk ajang melampiaskan apa yang mereka rasakan walaupun kadang banyak yang melakukannya dibatas tidak wajar. Hufftt... dunia ya seperti ini :")

Yang tidak tampak mungkin contohnya adalah ketika seseorang yang hidup dalam keterbatasan, entah itu cacat, tertimpa musibah, ekonomi sulit , dll. Namun, dari keterbatasan itu ia selalu bersyukur, tersenyum ramah kepada siapapun yang ia kenal, berusaha, hidup dan pikiran yang selalu positif. Seperti hidup tanpa beban dan masalah, padahal dari yang tampak sangat memprihatinkan. Ya... dan ketika melihat mereka yang dalam keterbatasan ada satu hal yang aku pahami yaitu, meskipun mereka berada dalam permasalahan sulit dan keterbatasan, tapi....keterbatasan tidak membuat mereka terbatas dalam bersyukur, keterbatasan tidak membuat mereka terbatas dalam kesabaran, tidak terbatasnya doa, usaha dan harapan mereka untuk menggapai kesuksesan.

Mungkin Sobat-Sobat semua tau seorang motivator dunia Nick Vujicic yang mengalami keterbatasan fisik. Yaaa dengan melihat Nick pasti kita akan berpikir dia tidak dapat melakukan apapun dengan hidup seperti itu. Tapi siapa sangka, ia menjalani hidupnya dengan sangat normal bahkan terbilang sukses besar. Ia adalah seorang akuntan, memiliki perusahaan, hobi berenang, motivator dunia, bahkan ia memiliki keluarga istri dan anak yang sangat mencintai dan mendukungnya.

Aku juga pernah memiliki masalah yang membuat aku sedih tapi kesedihan yang aku alami tidak ada artinya jika dibandingkan dengan permasalahan dan keterbatasan yang dimiliki oleh Nick. Aku ngerasa gak pantas untuk berlaku tidak adil terhadap diri sendiri disaat aku yakin aku pasti mampu mengatasinya. Karena keterbatasan itu juga bisa kita sendiri yang ciptakan bukan keadaan. Tapi ada hal yang masih teringat jelas, seorang sahabat pernah mengirimi aku pesan singkat yang ia kutip dari kata-kata Khalifah Ali Bin Abi Thalib, yaitu:

“Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba dalam amanah, keikhlasan dan kejujuran. Maka jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah AKU PUNYA ALLAH Yang Maha Segalanya” - 
Ali bin Abi Thalib
Kata-kata Khalifah Ali bisa kita jadikan pembakar semangat bukan??? atau sekalian refreshing, coba deh pergi ke suatu tempat yang adem, sejuk, dan berangin. Rasakan masalah itu sambil memejamkan mata, rileks... Rasakan dan hayati setiap masalah yang saat ini sukar dan sedang kamu hadapi!! Bagaimana?? angin terasa begitu ringan kan??. Nah, begitu juga masalah kita, seringan hembusan angin yang akan berlalu.

Kita memang harus yakin bahwa masalah/konflik dapat kita lewati, atasi dan kita selesaikan dengan baik. Betapa pun beratnya penderitaan dan sulitnya kehidupan. Ibarat bahwa malam akan berlalu, seiring dengan akan datangnya siang kembali.  Dan kita memang harus memperiapkan diri bila memang pada saatnya malam datang menggantikan siang kembali.

Semua yang berpangkal pasti akan berujung. Entah berujung baik atau buruk kita lah yang menentukan dan memainkan peran. Kita rajin belajar maka akan berujung dengan kesuksesan begitu juga masalah. Masalah pasti memiliki pangkal, tidak ada pangkal yang tidak berujung, jalani dan temukan sendiri, ujung atau akhir mana yang akan kita raih. Nah, sekarang ayooo...hilangkan kecemasan, hilangkan semua kekhawatiran, dan buang lah keputusasaan.

Allah berfirman: 
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." 
QS. Al Baqarah (2) Ayat 286


Mungkin itu aja ya Sob, moga kita sama-sama bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mampu membanggakan orang-orang yang kita sayangi dan mampu berbuat lebih hingga bermanfat untuk orang banyak. Usaha tidak pernah menghianati hasil kan?? Salam sukses dan bahagia buat kita semua...Caiiyoooooo!!!! Wassalam....














Yang memulis tidak lebih baik dari yang membaca


Tuesday, 4 October 2016

First Time: JOB TRAINING

Assalamulaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Hello everyone!! How are you?? Semoga Sobat-sobat yang sedang membaca blog aku selalu sehat ya. Aamiin... kurang lebih tiga bulan lamanya aku gak ada update blog :”( maklum semester tua sudah menghampiri, hehe.

Ada beberapa kegiatan yang sebenarnya gak bisa terelakkan hingga vakum nulis, dimulai dari sibuk ujian semester di bulan Ramadhan kemarin, persiapan KKN, menjalani KKN selama dua bulan di Kota Dumai, sampai di Pekanbaru disibukkan dengan pendaftaran magang dan sekarang sedang menjalani aktifitas magang tentunya. 

Belum lagi ada kewajiban khusus yang harus diselesaikan buat anak semester akhir  à SKRIPSI. Doakan semoga lancar yaa... saat ini sedang tahap pra-riset yang dianjurkan PA sebelum ngajuin proposal ke Jurusan...sedang berusaha dan berdoa :)  pengen cepat kelar kuliah, pengen punya kerjaan yang menghasilkan, buat Ibu-Papa dan keluarga bangga. Lancarkan ya Allah...

Hari ini adalah hari pertama aku magang di Kantor Dinas Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Gak jauh dan deket dari rumah. Alhamdulillah banget masih berjodoh sama mereka sahabat-sahabatku satu tempat magang, bersama Anika, Afri dan Nadia.

Kenapa lebih memilih magang disana? Kenapa di kantor pemerintah? apa tujuannya?? ---> itu seputar pertanyaan yang datang dari beberapa orang termasuk orang tua. 

Pengen banget bisa magang di perusahaan bonafit, cuma tempat yang dituju gak bisa nerima anak magang lagi dan sempat memilih magang di agency PR. Tapi semua kandas, haha... mungkin emang di takdirkan di Pekanbaru bersama orang-orang hebat, deket rumah biar hemat biaya. Hehe, Be positive walaupun sempat kecewa.

Sebelumnya aku bersyukur banget karena masih diberi rezeki dengan memiliki teman-teman yang mau bantuin, peduli, semangatin aku pas lagi bingung, terdiam dan down-down­­-nya :”( Makasih ya buat kalian Una, Juntak, sohib bertiga nika, apri, nadia...yang udah bantuin nemenin, nyemangatin,hingga akhirnya dapat tempat magang juga.

Awalnya aku udah fix berencana bakalan magang di sebuah agency PR di Jakarta, jauuhh memang...karena permintaan dari Papa biar aku lebih mandiri dan belajar banyak lagi disana. Namun, kehendak Allah pasti lebih baik, aku gagal ke Jakarta karena agency tempat aku mendaftar sudah penuh dan baru dapat konfirmasi dari dosen di penghujung akhir KKN. Disitulah aku speechless gak tau harus ngapain, malah sedang KKN dan gak bisa ke kampus, magang tinggal sebulan lagi. Cari-cari informasi dan tanya teman, dimana-mana pada pada penuh dan tidak terima anak magang lagi :(

Tapi yasudahlah.... semua kan udah berlalu, itu pas lagi galau-galaunya gak tw mau kemana dan sekarang alhamdulillah semua udah clear. Hihi.

Sekarang di tempat magang, sedihnya kami berempat ditempatkan pada empat posisi/bidang berbeda. Aku ditempatkan pada sub. Bagian Program, Nadia di bidang Kepegawaian,  Anika bagian Bid. 1 dan Afri dibagian Bid. 2. Aku dan Nadia satu ruangan tapi berjauhan,  Anika dan Afri di ruangan yang berbeda juga tapi satu ruangan. Okkeehhh, Cuma pisah gitu aja kok sedih, haha.... mangat mangat.

Engg iii eengg...

Dan tibalah kami diruangan masing-masing ------- Kita tau, lingkungan yang kita imajinasikan  ketika pertama kali magang itu ‘Waaaaahhh....’ banget. Semangat banget. Ya kan?? Sekarang rasain....wkwk...  Ekspektasi sama realita itu beda bangeet. Huhu... disinilah awal kami berada ditengah-tengah dunia pekerjaan.

Memang aku akui  diawal agak-agak kikuk, melongo, gaje, menung-ketawa bongak, ngintip-ngintip Nadia dari jauh, liat-liat pegawai sibuk semua, mau nyapa ntah gimana, gak nyapa ribet gak tau mau ngapain :D ternyata memang susah-susah gampang yaa aplikasiin teori komunikasi yang baik itu... Nah loh, anak komunikasi aja masih kudu banyak belajar... Yeeahh!!

Kita pasti bayangin yang enak-enak tuh kalo ditempat magang, mulai deh ngimpi dapat atasan atau pimpinan yang ramah dan baik banget. Kalo atasan aku dan Afri sih masih di level aman, si Nadia yang agak cuek atasannya...haha. Anika apalagi, dapat senior yang kurang bersahabat gak jelas lisannya. Ini nih, yang kudu disiapin itu MENTAL baja, sabar... kalo mental dan sabar kita kagak ditahan, yakin deh bakal kenak seleksi alam.

Jangan ngimpi di tempat magang kita bakal nyantai goyang-goyang kaki, kita bakal dituntut untuk serba bisa dan harus menyelesaikan tugas yang dikasih. Ada setumpuk  kerjaan yang mesti diselesaikan, buat ini-itu, edit ini- itu, de el el. Naah, bagi kalian yang  magangnya nyantai jangan terlalu bangga juga donk, hehe. Ntar rugi. Kita magang gunanya buat cari ilmu sebanyak-banyaknya, cari pengalaman, keahlian baru dan relasi baru. Jadi syukuri dan manfaatkan semua yang ilmu yang ada. Kalau tidak tau tanyakan pada yang tau ya... tapi kalo menjalaninya dengan nyantai tanpa beban itu baru nice :*

Yang bikin aku seneng banget di kantor  hari ini yaitu....Yeeaayyy!! Aku punya daerah kekuasaan sendiri, hoho. Taraaa..... meja kerja sendiri, ruangan sendiri... :D memang hanya ruangan bersekat antara pegawai satu dengan pegawai lainnya, tapi memiliki daerah kekuasaan sendiri itu rasanya free. Setidaknya punya tempat untuk ngelakuin sesuatu suka-sukak. Wkwk.

Yang bikin ga enak, ruangan aku berada dibawah AC. Bikin kedinginan sampai-sampai bibir kering, tangan-kaki dingin :(

Dan satu kata buat hari ini ‘ LELAH’. Seharian lebih banyak aku menghabiskan waktu di depan komputer, berkutat dengan anggaran keuangan(honor), CP, laporan program-program KLH. Nyalin, edit, ketik, baca :( Tapi menikmati kok... hehe. Ini baru awal, gak boleh malas-malasan.

Gimana kalian hari ini? Tetap semangat ya buat kita semua apapun kegiatannya...yang kebetulan juga lagi samaan magang, semangat juga ya... Wassalam









Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca


Saturday, 19 March 2016

Together We Can

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Anime Anohana
source


Bukankah kita adalah makhluk yang begitu lemah dan rapuh? Ya… kita tidak akan bisa hidup tanpa ada manusia yang lainnya. Hidup terasa hampa jika tidak ada manusia lain yang bisa diajak berkomunikasi, melakukan ini dan itu bersama,berbagi suka duka dan lain sebagainya.

Kita hidup berbangsa-bangsa, bersuku-suku dan ras yang berbeda-beda. Kita memiliki keluarga, kerabat dan teman-teman dalam keseharian hidup kita yang mereka selalu ada disekitar kita. Tapi pernah kah kita benar-benar berfikir sesuatu?

Yang kita inginkan bukan hanya soal hidup dalam satu tempat. Lebih dari itu… kita semua pastinya butuh sebuah arti kebersamaan. Kebersamaan didalam sebuah keluarga, kebersamaan didalam sebuah persahabatan, kebersamaan diantara dua orang yang saling mencintai dan masih banyak kebersamaan lainnya. Setiap manusia itu unik dan memiliki pikiran yang berbeda-beda tergantung sudut pandang mereka dan tujuannya. Kebersamaan selalu disalahartikan bahkan dimanfaat oleh orang-orang yang egois akan hidupnya sendiri.

Bukankah kebersamaan itu indah??

Bersama bukan soal tangan yang selalu bergandengan. Bukan soal raga begitupun wajah yang selalu bertemu. Bukan soal kamu, aku,dia, mereka. Bersama juga tidak hanya wara-wiri, konyol-konyolan dan menghabiskan sesuatu hanya dengan cuma-cuma. Bersama bukan untuk ladang mencari rensasi, apalagi tebar pesona. Bukan ladang pamer, bukan untuk gengsian, pun bukan untuk pelarian. Kebersamaan bukan untuk orang yang datang dengan hati namun pergi sesuka hati. Kebersamaan juga bukan untuk menanam luka dan menuai rasa sakit. Kebersamaan juga tidak hanya foto bareng-upload di sosmed. Kebersamaan tidak hanya sekedar ngumpul trus pergi hilang kabar. Kebersamaan juga tidak hanya dirayakan pada hari tertentu dan mengabaikan hari yang lain.

Kebersamaan lebih dari itu…

Bersama itu adalah kita. Bukan sendiri-sendiri. Saling mendampingi dan menyayangi. Tidak membedakan antara si kaya dan si miskin. Mengisi kekurangan dengan kelebihan dan saling membantu. Ibarat bangunan, ‘kita’ adalah tiangnya. Jika salah satu tiangnya rapuh dan hancur maka robohlah bangunan itu. Bersama adalah saling menguatkan, saling membangun. Yang kuat memberikan semangat yang lemah diberikan kekuatan. Yang benar dinomor satukan dan yang salah diingatkan. Bersama itu ada disaat suka maupun duka. Saling percaya dan menjaga rahasia yang ada. Bersama itu menanamkan kebahagian bukan kesengsaraan yanng mendalam. Selalu memberikan semangat dan tersenyum riang. Kebersamaan adalah setiap hari, semua hari adalah hari spesial untuk bersama. Kebersamaan itu selalu bersama sampai nama di daun lauh al-mahfuz terukir dan jatuh,itulah tanda kebersamaan telah usai dan kematian akan segera menjemput. Ya…biarkan kebersamaan itu berakhir ketika ajal menjelang dan kembali lagi berkumpul di surganya Allah kelak. Aaminn…

Itulah mengapa kebersamaan sungguh mahal harganya dan gak semua orang mampu bersama secara utuh. Bersama itu sederhana dan indah bila dinikmati dengan suka cita dan apa adanya. Wassalam…

Friday, 11 March 2016

Semangat Teman!

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Teruntuk bagi seorang teman atau pun teman-teman diluaran sana yang sedang bersedih hatinya. Coba sadarkan dirimu, hidup yang kita jalani hanya sekali terjadi, setelah itu waktu dan usia akan merenggutnya setiap detik tanpa disadari. Memang, bukan kamu seorang saja yang mengalaminya, ada ribuaan atau bahkan jutaan orang yang juga sedang bersedih. Tapi jangan kamu jadikan kesedihanmu berlarut-larut hingga membawa kerusakan bahkan penghalang untuk masa depanmu.

Kamu… adalah wanita terhebat, yang kelak akan melahirkan generasi penerus kaummu. Yang akan menjadi tonggak dalam hangatnya kasih sayang dalam keluarga. Yang akan menjadi pembimbing untuk anak-anakmu kelak. Haruskah kamu sia-sia kan hidupmu?

Menangislah…. Menangislah sekarang!! Jika itu menyakitkan sesakit-sakitnya maka menangislah sepuas hatimu hari ini,tumpahkan segala keluh kesahmu tapi jadikan ini tangisan terakhirmu dan songsong hari esok dengan riang. Curahkan saja pada Rabbmu kalau kamu ingin bangkit dan ingin melupakan segala sesuatu yang membuatmu bersedih. Bukankah semangat dari dalam dirimu yang paling utama dan berkendali atas dirimu? Memang susah pada awalnya, tapi bila terbiasa akan mudah.

Teman, banyak orang yang kita anggap keluarga tapi malah seperti musuh. Ada yang kita anggap terkasih tapi ia berkhianat, ada pula yang kita anggap sahabat tapi bertopeng. Teman, mungkin memang bingkai malu sedang terpampang di depan wajahmu sendiri hingga kamu tak sanggup lagi menatap dunia akibat mereka. Tapi sekali lagi jangan! Jangan kau terus bersembunyi akan hal itu. Akankah kamu biarkan mereka menertawakan, membicarakan dan mengolok-olokmu seperti itu? Kamu perlu bangun dan menunjukkan sesuatu dari dalam dirimu. Perlihatkan pada mereka bahwa kamu bukan orang yang mereka maksud. Tunjukkan kalau kamu bukan seperti yang mereka pikir. Kamu dulu memang salah tapi kamu berhak untuk memperbaiki kesalahan itu. Kamu mampu berubah lebih baik, kamu mempunyai sesuatu yang tidak mereka tau dan mereka remehkan dulu.

Mungkin… tidak ada yang bisa lebih dipercaya kecuali percaya akan dirimu sendiri. Buatlah dirimu berguna, bukan hanya dihadapan mereka tapi dihadapan dunia. Your future is determined by what you start today. Sadness in your heart is an inhibitor of success. Avoid the prolonged grief, take heart, and take your chance as soon as possible. Teman, sahabatku… mari kita evaluasi step by step yang kita lalui, minus apa yang kita hilangkan dan positif apa yang harus kita tingkatkan. Tidak ada yang mengenali diri kita sendiri kecuali kita, diri kamu sendiri.

Kamu jangan takut tidak memiliki teman lagi sesudah mereka. Banyak orang diluaran sana yang mencari sosok teman yang baik dan saling menyayangi. Mereka memang bukan temanmu, mereka adalah orang yang menyia-nyiakan kamu dan mereka tidak pantas akan kamu dan kamu gak pantas akan mereka. Kamu yang terbaik, dan yang terbaik tidak pantas diantara golongan orang-orang munafik seperti mereka. Teman, sekarang kamu terbebas dari mereka, bersyukurlah kamu tiada lagi diantara mereka. Tuhan sudah menunjukkan kalau mereka so bad for you, mereka yang membuat kotoran diwajahmu tidak pantas lagi kamu harapkan. Muncullah dan perlihatkan kalau kamu memang yang terbaik dan buat mereka menyesal bahwa orang yang menyia-nyiakan juga pantas untuk menonton betapa sukses dan hebatnya dirimu kelak.  Nothing word to say ‘it is too late’ but you must say ‘it is me and I will show you next how good I’m’. Simple.

~~~Terntuk bagi seorang teman yang kini sedang bersedih hatinya karena sahabat yang mengkhianatinya. Untuk kamu terus bersabar ya…



Thursday, 3 September 2015

Meme Riau Dikepung Asap





Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh


 
sumber: google
 
Pagi ini aku bangun cepet, semalam gak bisa tidur dengan nyenyak...huuffttt. Aku pun sekilas menuju jendela kamarku, aku singkap tirai jendela dan aku lihat suasana di luar. Seperti hari-hari sebelumnya... suasana yang putih bagai kabut. Aku bukannya lagi mimpi atau berada di suatu negeri kahyangan, tapi ini real loh Sob. Yang aku lihat itu pun sekali lagi bukan awan atau embun yang sedang turun, melainkan KABUT ASAP!!

Helooowww.... WTH!!!!!!

Kabut asap lagi ... kabut asap lagi. Tiap tahun ada kabut terus-menerus. Udah kayak ladang kabut asapnya Indonesia aja nih ya. Bukannya hutan Riau yang masih alami ini di jaga, eeehh....malah dibakar buat pembakaran lahan. Mending kalo yang punya lahan orang pribumi. Ini enggak, malah para ‘aseng’ dan ‘asing’. Makin memperburuk ekonomi ditambah lagi memperburuk lingkungan.

Luu tega banget yaa pemerintah Riau!! Lu biarin semua hutan kita habis dibakar sampe beratus-ratus titik panas 'hospot' tersebar di berbagai daerah. Emang lu kira hutan bisa tumbuh dalam sekejap apa ya. Mana sanksi tegas kalian, mana punishment bagi pembakar hutan?? ntar kalo hutan kita gundul mau apalagi. Anak cucu kita mau hidup macam manee?? Udah sumpek, rapet, panes, polusi udara, polusi suara. Arrhhgggghh... memikirkannya saja udah pengapp ni otak. Apalagi langsung merasakan begini.

Ini penampakan kabut yang aku foto jam setengah delapan pagi tadi dari atas rumah aku:

Dibelakang rumah ada asap


 Samping kanan asap,
Kantor PU Pemerintah yang deketnya sejengkal dari rumah aku aja kagak nampak noh

 Dari depan rumah asap lagi


 Disamping kiri rumah. 
Mesjid pun terlihat buram karena kabut asap



Aku marah... ntah marah sama siapa juga kagak tau, disisi lain aku cuma ingin hutan terjaga dan rakyat bisa hidup sehat, bukan dibelenggu dengan kabut asap ini. Apa dampak dari kabut asap ini??

Banyak!!!! 

Banyakk banyak....

Secara umumnya pertama, pastinya kesehatan kita terganggu akibat adanya kabut asap ini. Bagaimana tidak, yang punya penyakit asma, napasnya makin sesak. Yang lagi batuk makin parah. Contohnya adik aku si Mamat. Yang biasanya gak kena batuk dan pilek, sekarang batuk mulu. Iihh....sebel kali yaa...mau disalahin asapnya ya kagak mungkin. Yang mungkin disalahin itu ya yang bakar lahan, atau orang yang mengizinkan pembakaran lahan hutan tersebut.

Kedua, aktivitas terganggu. Jujur yaa... aku mau ke pasar buat belanja kebutuhan sehari-hari aja males karena liat kabut asap di jalanan yang tebel bingittzz. Mau keluar malas, jadi malas semua kalau mau keluar ruangan. Aku jadi takut buat terlalu banyak beraktivitas diluar ruangan jadinya. Belum lagi debu jalanan yang aduhai polusinya + kabut asap yang tebel. Gak taulah udah berapa persen polutan yan ada di jalanan itu, RATUSAAANN!!! Mending kalo yang pakek mobil, laaahh yang pakek motor?? Pakek masker pun kagak ngaruh.

Ketiga, proses belajar mengajar terganggu. Ini pendidikan loh... berapa banyak sekolah di Pekanbaru dan daerah Riau lainnya yang menghentikan proses belajar mengajar karena kabut asap ini??? Sekali lagi, RATUSAANN!!! Ratusan sekolah mengentikan aktivitasnya. Mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan beberapa universitas memberikan kesempatan untuk mengehentikan sementara kegiatan belajar mengajar dan diliburkan sampai kabut asap  menipis. Beuuhh -.- mau belajar aja susah karena ni asap.

Jujur, aku merasa kayak di Sumbar kampung halaman. Kalau subuh itu, awan pada turun, kebetulan kampung aku berada di kaki bukit. Nanti kalau hari udah tinggi awannya hilang sendiri. Beda mah sama di Riau, Riau udah kayak negeri kahyangan diatas awan. Bedanya ini awannya kabut asap bekas pembakaran hutan. Weleeeeehhhhh..kapan lah ini semua berakhir. 

Sepertinya sanksi yang pemerintah berikan terlalu ringan dan tidak memberikan efek jera sama sekali. Seharusnya pemerintah yang bekerja untuk kebaikan negara bisa melihat dan mengevaluasi berbagai bentuk aktivitas masyarakat umum agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. 

Timbul pertanyaan, udah berapa kali kabut asap ini terjadii??? 

Kali ini mungkin belum sampai RATUSAAANN!! cuma setidaknya pemerintah harus belajar dari pengalaman kabut asap sebelum-sebelumnya. Ini ma kagak! kabut asap terulang kembali mulu. Tapi jangan sampai sebanyak ratusan itu aja loh. Yang pasti kabut asap ini terjadi gak cuma sekali, tapi udah beberapa kali pada beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah masih terlalu kurang tanggap dan gak memberikan efek jera terhadap pelaku pembakaran hutan di banyak titik Riau. Pemerintah pusat apalagi, masih acuh dan sibuk ajaa kepentingan yang lain.

Emang kami rakyat Indonesia pandai mengkritik, tapi setidaknya perhatikan masukan-masukan dan liat penderitaan rakyat. Jangan hanya kritik pedas dari rakyat dianggap sampah. Hanya segelintir orang yang bakar hutan. Tapi jutaan ekosistem dan jutaan manusia terkena dampaknya. Apa itu sebanding? Tentu tidak. Daripada karena Nila setitik rusak susu sebelanga mending basmi akar permasalahan. Kalo perlu kasih hukuman matiii!!!! Nyawa dibalas nyawa ma men...

Liat!! Mereka yang bakar hutan itu jutaan ekosistem yang mereka bunuh. Banyak makhluk hidup yang kehilangan tempat tinggal mereka dan akhirnya mati sia-sia. Dan pastinya kita gak akan tau gimana kedepannya kehidupan kita bila hutan tiada lagi sebagai paru-paru dunia. Apakah kita masih bisa hidup tanpa adanya oksigen??? 

Huufftt... rasanya berkoar-koar di blog pun pemerintah pun gak bakal baca. Setidaknya, aku mengeluarkan uneg-uneg dan apa yang ada dipikiran aku sebagai rakyat biasa yang hanya ingin kehidupan lebih baik. Not wrong, isn’t it??

Sekarang meme-meme lucu tengah bertebaran di jagat maya. Ini bisa membuka hati dan menyindir mereka-mereka yang bakar hutan. Tidak..sekali tidak...meme ini bukan tujuan untuk lawak-lawakan atau bikin ngakak. Meme ini sebagai cermin kalo kabut asap ini miris banget. Cermin dari potret kehidupan yang udah kagak sehat dan berpolusi. Meme ini untuk mengingatkan kita semua, menyadarkan kita semua. 

Sekaligus, meme ini menjadi rujukan bagi kita warga Riau dan orang lain agar menjaga alam.
 
Yang ketawa AWASSS.... tak tonjok!! Wkwk...kidding browhh....

Kabut asap Riau dianggap wisata


 Film Surga yang Tak Dirindukan berubah menjadi
Asap yang Tak Dirindukan -_______-


 Terlihat jelas perbedaannya memang


 VJ Marissa jadi Bidadari yang turun ke sungai Siak -.-


 Assalamualaikum Beijing berubah jadi 
Assalamualaikum Riau plus aktornya pakek masker
welllleeehh weleeeehh...


Semoga kabut asap ini cepat berakhir, mereka yang membakar hutan biarlah selamat dari hukum dunia sekarang, tapi yakinlah gak akan pernah selamat apalagi lari dari hukum Tuhan Yang Maha Esa. Moga hujan bisa turun mengguyur Riau secepatnya. Moga cahaya mentari bisa terlihat jelas dan terang kembali seperti biasanya. Aaamiin ya Robb

Wassalam :)  Melawan asap!!!