Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Friday, 14 October 2016

Semangat Si Madan

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Apa yang membuat mata dan hati kita selama ini tertutup dengan kehidupan orang-orang yang kurang beruntung dari kita?Jawabannya adalah ‘Kurangnya kepedulian antar sesama’.Kadang seakan kita bungkam, pura-pura tuli, bahkan pura-pura tidak melihat keadaan lingkungan kita kecuali diri kita sendiri???  Dalam jalur kehidupan, kita terbiasa hidup dan nyaman dengan orang-orang yang sekasta atau sederajat dengan kita. Sangat kurang sekali perhatian dan kepedulian kita terhadap lingkungan atau kehidupan lain selain kehidupan yang membuat kita nyaman saja.

Padahal diluar sana, di dunia sana, yang tak pernah terjamah dan tersentuh dalam pikiran kita. Sangat banyak sekali orang-orang yang membutuhkan kita untuk sedikit saja peduli dan dapat membantu mereka, meringankan beban mereka.

Bukankah yang pintar mengajari yang bodoh, yang kuat melindungi yang lemah, yang ceria menyemangati yang down, yang berlebih berbagi kepada yang kurang, yang bahagia merangkul yang sedang bersedih?? Dengan membayangkannya saja, saling berbagi terasa indah, apalagi jika diwujudkan bersama-sama.

Apakah mungkin?? Dengan kondisi yang seperti ini?? Bersama-sama??? Gak ada yang tidak mungkinkan? Sekedar menumbuhkan kembali harapan dan semangat saja sudah bisa menjadi modal awal mereka untuk menyambung hidup.

Terkadang, untuk bekerjasama saja kita masih banyak milih-milih, tolak-menolak, bahkan menolak kerjaan yang sebenarnya sanggup kita kerjakan. Beberapa waktu lalu, ketika aku akan berangkat KKN dan akan menetap selama kurang lebih dua bulan bersama teman-teman yang tidak satupun diantara mereka yang aku kenal, di daerah yang sama sekali belum pernah aku pijak. Papa berpesan, ‘Lakukan apa yang bisa dilakukan, jangan pilih berat-ringannya suatu pekerjaan. Bagi yang mengerjakan itu adalah tabungan amal bagi diri kita sendiri’.

Dari pesan tersebut aku jadi tersadar akan benarnya dan pentingnya pesan Papa ketika berada di lingkungan yang sedang aku jalani. Memang benar, banyak hal-hal yang membuat aku geleng-geleng kepala. Jika satu pekerjaan saja yang tidak dikerjakan dengan alasan,capek lah, malas lah, bukan tugas kami lah....pada akhirnya sebuah pekerjaan tidak selesai, semua kerjaan jadi terlalaikan dan terbengkalai. Memang harus ada yang mengerjakannya dan itu adalah kepekaan diri kita sendiri.

Si Madan, adalah salah satu bocah yang menginsprirasi terkhususnya bagi diri aku sendiri selama dua bulan berada di daerahnya. Nama lengkapnya yaitu Ahmad Ramadhan. Dengan bahasa dan logat melayunya yang kental, bocah itu sering menyebut dirinya adalah Madan. Aku pun tak ayal sering memanggilnya si Madan .

Pangilan ‘Kakak KKN’ tidak pernah hilang dari ucapannya ketika memanggil kami. Wajahnya ceria, diumur yang masih bocah adalah khas jika ia adalah anak periang dan suka bermain. Namun ada satu hal yang mengganjal dalam pikiran aku ketika kami belajar bersama. Si Madan berbeda dengan teman-teman seusianya, baik dalam proses ia berpikir maupun berbicara.

Malam itu, pertama kali ia datang di Posko KKN menemui kami untuk belajar bersama teman-temannya. Bisa aku ingat dengan jelas raut semangat wajahnya untuk mengaji dan belajar. Dari sebalik pintu ia mengintip kami dan mengucapkan salam sambil tersenyum. Kami pun mempersilahkan masuk, baik Madan maupun segerombolan teman-temannya.

Rame!!!

Jujur aku kurang suka keramaian yang membuat bising, sedikit ribut dan membuat kepala aku pusing. Sedangkan suara bising adik-adikku dirumah saja kadang membuat aku terganggu apa lagi dengan kondisi seperti itu. Disini agaknya salah satu kesabaran aku di uji kali ya :)

Aku melihat Madan dan dua orang lagi sedang bingung ingin belajar dengan siapa karena teman-teman aku yang lain sudah banyak dihampiri oleh anak-anak yang lain, sehingga Dengan hati terbuka aku memanggilnya untuk belajar denganku saja bersama beberapa teman lainnya. Ada Madan, si Farizi dan Si Kelsa. Madan duduk dikelas 2 SD, Farizi kelas 2 SD dan Kelsa belum sekolah dan masih berumur 4 tahun. Ternyata yang dua orang lagi adalah adik-adik si Madan,

Setelah mengaji bersama, aku mengajari Madan matematika sesuai permintaannya. Cara Madan berbicara, cara Madan belajar, bisa aku rasakan kalau Madan seperti susah memahami semua yang aku ajarkan, matanya tidak terfokus kepada pelajaran, tapi terfokus pada teman-temannya yang sedang bermain, terkadang fokus melihat wajahku saja bukan bukunya. Ketika dikasih latihan ia masih belum sanggup untuk mengerjakannya sendiri.

Aku jadi menggertaknya sambil bercanda untuk fokus belajar. Malah adikknya si Farizi yang banyak membantu abangnya (si Madan) dalam mengerjakan latihan yang aku beri. Aku katakan pada Farizi biar abangnya mengerjakan sendiri dahulu latihannya,pada saat itulah Farizi langsung to the point tentang kondisi abangnya yang sebenarnya yaitu Si Madan.

“Dia ini aturannya kelas 4 SD kak, tapi tinggal kelas 2 tahun, kata Ibu kami seharusnya abang disekolahkan di Sekolah Khusus, bukan disekolah SD biasa, tapi sekolah itu tidak ada disini,” Ujar Farizi dengan tanggap.

Bisa aku tarik maksud dari perkataan Si Farizi. Aku jadi salut banget dengan Farizi, selain pintar berbicara, ia sangat peduli dan mau membantu abangnya yang sedang dalam kesusahan mengerjakan latihan soal.

Dari perkataan Farizi aku jadi mengerti, kalau Madan bukanlah anak-anak seperti biasanya. Ia hanya seorang anak ceria dan penuh semangat. Madan butuh bimbingan dan semangat dari kami-kami agar tetap bisa belajar meskipun dalam keadaan terbatas.

Si Madan adalah anak yang aktif dan ceria, pun kondisi ekomoni keluarga yang pas-pasan membuat kami anak-anak KKN tersentuh. Sulut api semangatnya untuk berjalan tiap malam menuju ke posko KKN untuk belajar selalu ia tapaki bertiga bersama adik-adiknya yang pintar dan lucu itu.

Aku senang... Madan dan adik-adiknya mempercayakan aku buat jadi tutor mereka ketika  belajar bersama di Posko. Meskipun aku sering terkaget-kaget sama Farizi yang kalo punya PR banyak banget, bisa dalam semalam mengerjakan tiga sampai empat PR, Katanya biar PR nya tidak menumpuk dan selesai. Bener juga sih, tapi kaget aja :D Di penghujung KKN  Una pun juga sempat bantuin aku belajar dan bantu buatin tugas si Farizi ini. Hehhe. Makasi Una.  

Belum lagi si Kelsa yang cantik itu, meskipun belum sekolah tapi Iqro dan buku tulis untuk belajarnya selalu iya bawa dan hasil tulisan tangannya baik tentang berhitung dan menulis selalu ia praktekkan di depan aku dan menunjukkan hasilnya padaku. Pintar!!

Yang aku salut dari Madan adalah setiap datang ke posko ia selalu bilang, “Kak, mau belajar!” Sambil membuka  tas dan mengambil buku-bukunya kemudian duduk manis di depan aku. Setiap selesai belajar pun aku terbiasa memberinya PR, namun ketika aku tidak memberinya PR, ia malah meminta dikasih PR. Alasannya biar bisa pintar dan ketemu kakak cantik terus :”) ntah mau terharu atau merasa terhina atau apa gitu kan, jarang-jarang ada yang bilang cantik :”) eehh, tapi anak kecil jujur kan ya? Haha.

Kami anak KKN merasa sangat senang ketika Madan dan adik-adiknya yang sering membawa titipan Ibunya, biasanya Farizi sering memberi buah-buahan dan makanan. Enak!!! Makasih Ibu Madan, Farizi dan Kelsa.

Masih teringat jelas juga ketika saat-saat berada dipenghujung akhir KKN, aku pengen Madan lebih percaya dengan dirinya sendiri, bisa sedikit saja lebih lancar dalam mengungkapkan kata-kata dengan fasih dan jelas.

Saat itu kebetulan di posko aku sedang bersama Ando dan Juntak. Kami mengajari Madan untuk berbicara pemperkenalkan diri sendiri di depan umum. Kami bertiga sempat tertawa ketika Madan memulai dengan mengucapkan salam yang tidak jelas dan kencang dan sangat kaku sekali memperkenalkan dirinya.

Aku pun mulai mengajarinya pelan-pelan namun tetap sedikit sulit, Juntak dan Ando pun juga mencoba mengajarinya dan malah semakin membuatnya malu, tidak ingin berdiri dan berbicara lagi. Untung Ando sabar dan kami juga sabar mengajarnya, sedikit demi sedikit selama dua hari berturut-turut lafal Madan dalam mengucapkan kata-kata memperkanalkan dirinya berangsur baik, dan percaya diri meskipun masih banyak yang harus dipelajari.

Walaupun Madan malu dan tidak hebat dalam satu sisi, tapi semangat nya untuk terus belajar tidak luntur. Sering salah pun membuat Madan gak pernah bosan dan malu untuk belajar ke Posko. Keterbatasan Madan yang ada tidak membuatnya minder dihadapan teman-temannya, Madan sempat malu dan menyuruh adiknya Farizi tutup mulut ketika menyampaikan kalau Madan pernah tinggal kelas ke aku pertama kalinya. Hufftt.... tapi walaupun jujur itu memalukan namun selama kita menganggap kejujuran itu hal yang positif, hasilnya akan positif juga. Ibarat kata pepatah ‘Malu bertanya sesat dijalan.’

Tentang cita-cita nya yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya dan ingin menjadi dokter Madan utarakan kepada kami. Semoga bisa terwujud ya Madan, meskipun kakak dan abang-abang sudah pergi tetap semangat buat belajar ya. Kakak rindu sama Madan, sayang...momen kita bersama belum sempat terabadikan dan kita belum sempat perpisahan. Terakhir sebelum pergi kakak hanya ketemu Farizi di jalan dan titip salam semangat ke Madan dan Kelsa.

Memang... hati dan mata kita akan terbuka lebar dan tergerak membantu ketika kita langsung merasakankan sendiri lingkungan yang berbeda. 

Setidaknya bukan hanya satu orang yang seperti Madan, tapi banyak orang diluar sana hidup dalam ketidakberuntungan namun mereka masih memiliki harapan dan semangat buat menjalani hari-hari mereka.  Kisah si Madan dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya. Sekali lagi bahwa keterbatasan tidak membatasi kita dalam melakukan sesuatu yang ingin dicapai.

Ini hanya baru cerita si Madan,  masih banyak mungkin cerita-cerita lainnya yang tidak terekspos dan butuh perhatian dari kita, dari masyarakat, maupun pemerintah. Kita saling peduli kepada sesama toh tidak akan mendatangkan kerugian ataupun menurunkan derajat kita. Tetapi meninggikan derajat, bukan hanya dihadapan manusia, tetapi dihadapan Allah SWT. Dimana Allah berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.“ 
QS. Al-Zalzalah 7-8

Sekecil apapun kebaikan yang kita kerjakan pasti berbalas dengan kebaikan, begitu lah  janji Allah kepada kita dan dengan kita menolong orang lain, kita pun juga akan mendapatkan pertolongan entah melalui perantara manusia atau pun langsung dari sang Maha Kuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, yakni:

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Mungkin itu saja tentang kisah si Madan, sederhana tapi ada nilai yang bisa kita ambil sebagai pemacu kita untuk terus semangat biar dalam kondisi apapun. Semoga bermanfaat ya bagi kita terkhususnya bagi diri aku sendiri. Wassalam






Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca


Saturday, 22 August 2015

Our Times



Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Hai fellas!!  Yang masih liburan gimana liburannya?  Pasti senang lah kayaknya ya, walaupun suntuk juga berlama-lama liburan. Tapi,selama liburan itu kita isi dengan suatu aktivitas yang bermanfaat, yakin deh gak bakal suntuk. Bener?bener?? Aukk ahh.... coba aja ndiri :p 

Contoh ni ya, yang pengen tau, yang hobi nulis...waktu libur bisa menjadi peluang sobat buat menulis berbagai hal pastinya. Yang hobi baca,bisa tu jalan-jalan ke Perpustakaan terdekat, beli buku ke toko buku bisa jadi pilihan dan habisin waktu buat membaca. Ya gakk?? Betul betul betul :D daripada asik baca RU di BBM, liat beranda fb berjam-jam atau asik selfie-selfie di kamar mandi buat di aplod ke IG, HEHE

Dan aku???? Aku suntuk?? Yang aku lakuin dirumah sih  bermanfaat ya bermanfaat cuma tetap aja suntuk. Hehe apa yaaa...jujur walaupun aktivitas dirumah lumayan padat tetep aja suntuk. Sebel iihhh.....
 
Aktifitas keseharian aku lebih total ngebantu orang tua jualan aja di rumah dan bantu-bantu aktifitas di rumah. Sambil belajar-belajar jadi Emak Rumah Tangga :D cari duit plus ngelarin pekerjaan rumah (biar besok jadi emak-emak cekatan yang disayang suami dan nyenengin keluarga ....cieeeeee...mikirnya jauh dank...harus jauh donk, harapan itu :p aamiin). Wong cari duit aja malas, gimana mau cari jodoh yakk *uuppss* kalau gak dicari yo gak bakal dapat duit, Ya gak...??

Emang terkadang kita kudu belajar dari sekarang nyari duit dan ngelakuin pekerjaan kecil, seperti di rumah, karena pastinya kehidupan berkeluarga bakal kita jalani dan juga karena kita gak tau kehidupan seperti apa yang akan kita lalui kedepannya. Ia kalau baik, kalau buruk? Belum lagi kalau yang kita lakuin emang baik, gimana kalau kita duiji Allah untuk dilihat ketaqwaan kita? Nahh, macam mana pulak kalau gak prepare dari sekarang. Tull tull??? Waktu gak akan pernah kembali dan bakal terus maju, gak bakal lebih pendek atau lebih panjang. Memanfaatkan masa muda kuncinya.

Bicara tentang waktu dan kegiatan, pokoknya segala aktivitas yang kita lakukan sangat erat sekali dengan manfaat dan tidak manfaat, salah atau baik, ragu dan banyak hal lainnya.

Intinya segala aktifitas yang kita lakukan akan berdampak dan kembali kepada diri kita sendiri. Semakin bermanfaat dan benar apa yang kita lakukan, maka akan dekatlah kebaikan dan peluang kesuksesan kita. Namun sebaliknya, semakin salah dan semakin tidak bermanfaat yang kita lakukan,maka akan semakin jauh pula kita dari kebaikan dan akan menghancurkan diri sendiri. That’s right?

Untuk kita semua termasuk muda-mudi, mungkin ada beberapa hal pertimbangan yang bisa banget kita jadikan rujukan buat memulai hari-hari kita supaya lebih bermanfaat  dan pastinya baik buat kita, antara lain:

Mulakan semua dari niat, niat yang baik akan menuntun kita ke yang baik, begitupun sebaliknya. Dari kita membuka mata ketika hendaknya bangun dipagi hari, kita bisa memulai niat kita untuk berbagai kegiatan yang positif. Ada baiknya kita bangun dipagi hari, mandi dan sarapan, dengan melakukan itu semua kita lebih enak untuk memulai suatu kegiatan dan lebih soo... bertenaga pastinya.

Waktu masih sekolah aku tu tiap hari bangun jam lima, abis mandi dan pakai baju langsung solat, sarapan dan jam enam pagi udah stand by nunggu bus disimpang rumah buat ke sekolah. Dan itu aku lakukan tiap hari tanpa ada beban sedikitpun, kenapa gak ada beban? karena udah menjadi rutinitas harian dan pastinya niat aku ke sekolah itu baik.

Sekarang, disaat aku lagi libur kuliah ini, akunya sedikit berubah... apalagi libur panjang gini. Siapa coba yang gak malas dan pengen lanjut tidur terus dari pagi ampe siang. Haha. Jujur, dari pas mau tidur aja terkadang niat buruk muncul. Noh, aku garis bawahi, NIAT BURUK!! Yaap, sengaja tidur larut malam, lagian kan besok libur, gak ngapa-ngapain, bisa tidur pulas ampe siang. Wkwk

Ya...ternyata niat buruk itu mah beneran kejadian, aku jadi bangun lambat dan kalo bangun kudu di percikin air sama Papa suruh solat subuh -_- soalnya susah banget mau bangun, rasa malas kayak udah ketancep gitu. Alhasil ya bangun, abis tu solat subuh dan balik tepar sambil ngorok lagi diatas tempat tidur. Jam enam baru bangun lagi, baru mandi dan ngelakuin aktifitas lainnya. Salah banget kan?

Nahh... dari situ aku sih dapat pelajaran, kalo niat udah buruk, yaa bakal susah move on nyaa kayak kata anak jaman sekarang.wkwk. Jadi mari perbaiki niat masama yukk!!! Moga aku jadi anak baik dan  tobatnya nasuhaa ya Allah *ngarepbanget*

Lihat dan pikirkan rutinitas dan kegiatan apa yang kita lakukan. Kenapa perlu dilihat dan dipikirkan? Ya perlu lah, segala yang kita lakukan perlu kita timbang kadarnya, jangan terlalu kurang jangan teralu over dosiss, ntar nyahookk. Yaap, pertama lihat apakah yang kita lakukan baik dan bermanfaat buat kita dan lingkuan kita gak, kalo gak ya kita tinggalkan, kalo salah kita jauhi.

Trus yang kedua kita pikirkan, ngapain dipikirkan toh rutinitas kita cuma bangun, makan, kerja/sekolah, eek  dan bokep lagi *eehh...maksudnya bobok cakep yak*  Ya perlu lah gaess... masak rela waktu dan rutinitas kita dihabisin buat begonoan doang. Aku tanyaa..

Relaa gak?? 

Rela?? 

Rela gakk nii??? 

Gak rela banget kan.... aku gak rela jujur!!

Disaat aku liat TV dan terpampang nyata membahana sosok wanita anggun dan muslimah yang berprestasi dan pintar, envy nya tu disini *nunjuk hati* dan disaat aku meliat fb dan di beranda aku nampak sesosok makhlus halus  orang yang berhasil menggapai satu persatu dari setiap cita-citanya terpampang menjadi sebuah mimpi yang nyata dan membuat orang bedecak kagum. Siapa yang gak tahan pengen begitu???

Siapaaa???
Siapaa??

Aku mau jadi seperi itu ...huaaaaa....

Masih mau mancilok haaaaa...?? *ekheeemm..maksudnya makan-cirik-lalok :D* masih mau?? 

Aku rasa pastinya kita-kita yang begini gak akan tinggal diam. Pastinya untuk mencapai kesuksesan dan mimpi-mimpinya itu dari rutinitas dan kegiatan mereka yang positif, baik dan bermanfaat hingga menghantarkan mereka menjadi yang terbaik. Uaaaa,,,,salut deh dengan mereka... Bantu aku yaa Robb untuk jadi yang terbaik, moga hari-hariku yang aku jalani bukan untuk menyibukkan urusan duniaku hingga aku mengabaikan-Mu tapi moga menjadi kesibukan yang mengantarkanku kejalan kebaikan yang Engkau Ridhoi,aamiinn....
*ngarep bangettt *

Teman dan lingkungan sekitar.  Bak pepatah Arab “Bertemanlah dengan penjual minyak wangi maka kita akan menerima percikan wangiannya, dan ketika kita berteman dengan tukang besi maka percikan apinya akan mencarikkan baju kita.” 

Berteman dengan orang yang baik maka kebaikan yang ia buat akan tertular kepada kita, ketika kita berteman dengan orang yang suka berbuat jahat tentunya kita akan ikut melakukan kejahatan. Ini bukan hanya sekedar pepatah, karena jujur,berteman dengan tipe teman yang sesuai dengan pepatah Arab tersebut pernah aku rasakan. Dan itu menjadi pengalaman berharga yang dapat aku petik hikmahnya.

Ini contoh aku ambil dari adikku Fatimah, teman-teman  dan lingkuan di sekolah Fatimah dulu itu sepertinya akrab dengan musik. Anak kelas dia yang cowok pada suka banget main gitar dan sering main di kelas, dan juga temen ceweknya suka minta Fatimah buat nemenin cari gitar buat kado cowok mereka, liat-liat  mainnyanya, dan lain-lain. Dia pengen main gitar dan beli gitar, udah lama dia sampekan ke aku. Cuma aku how-how aja. *jahatnya jadi kakak -.-*

Siapa sangka kini Fatimah udah lihai banget main gitar. Dari awal dia dah berniat pengen belajar gitar, cuma gak kesampaian karena gak punya gitar. Trus dia ikutan main jula-jula untuk beli gitar. Padahal dia belum pandai dan belum tentu akan pandai. Nahh... akhirnya duit terkumpul dan dia pun ngajak aku buat nemenin belikkan gitar, padahal masih belum pandai. Dia masih cuma tertarik ama gitar. 

Karena gak ingin gitar yang ia beli mahal-mahal cuma jadi pajangan di rumah, akhirnya ia mulai asik berselanjar di dunia maya. Yaaa..rutinitasnya banyak ia habiskan dengan laptop dan hape (waktu itu sering kena marah sama Ibu dan Papa karena asik main hape, gitar, dan laptop, kasian Fatimah :( ) dia asik main-main  gadget karena ia lagi belajar autodidak (belajar sendiri). Ia cari kunci-kunci ujian nasional gitar di internet, video-video gitar dan tutorialnya banyak yang Fatimah download buat belajar gitar, pokoknya beberapa teknik bermain gitar termasuk ngepasin suara gitar udah paham betul dianya. Sekitar sebulanan dia udah pandai main beberapa lagu dengan pas. 

Orang tua aku juga sempat kaget Fatimah udah pande aja main gitar. Sampe-sampe Papa aku nanya, siapa yang ngajarin dia.Trus aku bilang aja, “Itu lohh yang Papa sama Ibu marah-marah sama dia karena asik main gitar gak karuan dan main gadget terus.” Alhasil orang tua aku senyum-senyum wae. Hahaha...

Walaupun masih amatiran belum tau dalam tentang tata main gitar yang bener dan asik, setidaknya untuk menghibur diri dengan menyanyikan lagu dengan gitar yang dimainkan sendiri sesuka hati udah bisa jadi penghibur. Kadang kalau aku nya lagi galau atau lagi sakit jiwa  pengen dihibur yaa aku minta Fatimah buat nyanyiin lagu atau nyanyi bentar bareng dia. Terkadang pun di kampus dia juga diajak main gitar dan nyayi bareng dengan anak-anak kelasya. Salut deh... aku yang diajarin main gitar gak pande-pande...

SUSAH.... (gak niat sih belajar serius -.-) --> jari abis kepelintir -.-

Dan yang salutnya aku sama Fatimah, tanpa diajarin secara langsung, Fatimah bisa memainkan gitarnya. Ya kan, sekali lagi niat, rutinitas yang bekelanjutan dan teman/lingkungan bak sebuah kerangka yang satu. Apabila baik dari awal makan akan baik seterusnya. Jika rusak dari awal, maka pastinya nyahookk, hihi.

Yang terpenting soal lingkungan dan teman yang paling baik itu sebenarnya adalah  “Teman yang paling baik ialah apabila kamu melihat wajahnya maka kamu akan teringat Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu-ilmu dan melihat gerak-geriknya kamu mengingat Allah dan kematian yang pasti akan datang.” 

Gak masalah kita berteman denga siapapun selagi mereka memiliki sisi kebaikan yang dapat kita contoh. Dan apabila kita menemukan teman yang khilaf dan berbuat salah maka sudah kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk saling mengingatkan atas keburukan. 

Tinggalkan keraguan. Jaman sekarang peradaban makin berkembang, pengetahuan makin berkembang, pola pikir berkembang dan masih banyak lainnya. Sungguh banyak hal sekarang yang kita ragukan dalam menjalani berbagai aktifitas. 

Aktifitas, selain harus bermanfaat dan baik, tentunya harus nyaman buat kita. Sekali kita salah melangkah, maka hidup kita taruhannya. Terkadang banyak hal yang rancu, gak kita ketahui benar salahnya namun tetap saja kita lakukan.

Contohnya Papaku, mungkin pernah aku ceritakan di blog kalau Papa aku pernah nyalon jadi caleg 2013 lalu kalo gak salah. Nah, disitulah berbagai lobang banyak bermunculan, antara lobang buaya sama lobang kelici... gak tau lah itu lobang isinya apa. Kalo kita gak masuk kita bisa gak dapat kelinci, kalo kita masuk ada kemungkinan digigit buaya. Jadi pilih mana??? Ragu kan.

Jamannya caleg ntu kalau mau nyalon butuh duit banyak *katenyeee*. Jadi kalau mau jebol jadi anggota dewan yaaa banyak-banyak lah ‘ngasih’ warga. Tapi kalau gak ngasih-ngasih belum tentu ada kemungkinan menang, bisa dibilang bakal di kick out.

Nah, disitu Papa aku sumpah galau banget dianya. Dianya ragu total ngeettzzzz lahh. Kalau ngasih warga itu mah tandanya nyuap warga buat milih dia, kalau Papa gak ngasih gak bakal jebol padahal dia niat banget jadi anggota dewan buat mendedikasikan ilmu, mengabdikan masa tua buat kebaikan di masyarakat, dan visi misi buat merubah Riau lebih baik ke depannya. Ragu kan? Ragu kan??? 

Jadi gimana?? Alhasil modal yang gak sedikit tetap keluar buat nyaleg waktu ntu. Ya Papa paling bagi-bagi juga sedikit tapi lebih ke sosialisasi, mengajak orang-orang disuatu daerah buat ngumpul, kayak beberapa pemuda dan orang berpengaruh di daerah ntu trus ntar bicara-bicara tentang tujuan dan visi misi nyalegnya, ngopi, dan makan bareng. Kalaupun ada ngasih yaa kalau di daerahnya ada mesjid ya nyumbang buat mesjid. Iming-iming ‘ngasih sembako’; ‘amplop’ ; ‘gerakan subuh’ atau apalah gak Papa aku lakuin ke warga satu persatu karena tau kalau itu salah dan nyuap mereka dan hepeng juga gak cukup. Meskipun niatnya baik kalau dicampurkan dengan hal yang salah bakal jadi salah total. Ingatkan rumus matematika,  bila (+) x (-) = (-) dan (-) x (+) = (-)

Jadi tinggalkan yang buat ragu dan lakukan yang menurut kita benar. Karena kadar niat dan keikhlasan kita juga bukan orang yang ngukur, tapi Tuhan kita. Bila kehendak kita menuai kegagalan bukan berarti kita kalah. Hanya saja mungkin belum rezeki, jodoh atau mungkin itu bukan lah yang terbaik buat kita. Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik  di mata Allah. Maka segala usaha dan doa tetap kita prioritaskan dan serahkan hasil kemudian kehendaknya Allah yang tentukan.
Jangan sampai keraguan menjadi penghalang, kalau ragu tanyakan, kalau tidak mendapatkan jawaban,maka lakukanlah yang terbaik menurut pandangan kita. Moga Allah memaafkan bila kita salah karena kita ini hanya hamba yang ilmunya bak masih setetes dan terbatas.

Sooo.. Nobody can be perfect, if we want to change, start it NOW!!

Manusia hanyalah pengendara diatas punggung usianya
Digulung hari demi hari, bulan dan tahun tanpa terasa
Nafas terus berjalan seiring jalannya waktu yang setia menuntun kita ke pintu kematian
Sebenarnya, dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang main kita dekati
Satu hari berlalu , berarti satu hari pula berkurang umur dan kesempatan kita
Umur kita yang tersisa sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu menjadi bagian dari diri kita
Karena itu,
Jika hari berlalu tapi tiada kebaikan dan kebajikan yang kita lakukan maka akan keringlah bathin kita
Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua
Jangan terpedaya dengan badan sehat, karena syarat untuk mati tidak pula harus sakit
Teruslah berbuat baik
Berkata baik
Tinggalkan yang membuat ragu, carilah kebaikan dan kebenaran
Maju lah kearah kebaikan
Walau tak banyak orang yang mengenalimu, tapi kebaikan dan kebajikan yang kita lakukanlah yang akan menuntun kita pada kebahagiaan dan akan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan.*
*dikutip dengan sedikit perubahan

Ini tulisan contohnya real pengalaman pribadi. Jadi mudah-mudahan bisa kita amplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan pastinya moga tulisan ini bermanfaat bagi saya dan kita semua. Intropeksi diri dan saling mengingatkan itu indah, dan pastinya yang menulis bukan berarti lebih tau dan lebih sempurna. Yang benar datang dari Allah yang salah atas kekhilafan diri sendiri. Wassalam...

Dipojok sore indah ini aku menulis
Menulis nyamannya diatas kasur
Moga tulisan ini berbuah manis
Agar kita kedepannya lebih bersyukur

Wednesday, 4 February 2015

Tradisi Khatam Al-Quran (End)

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Haii.... kali ini aku mau ngelanjutin postingan blog yang sebelumnya, yang belum baca coba klik --> disini. Yang sebelumnya aku bercerita tentang hari pertama khatam Al-Quran adik aku, sekarang acara khatam dilanjut hari kedua. Yaitu hari minggu 1 Februari 2015. 

Brr...suasana desa yang dingin bikin aku flu lagi dan lagi, ngilu semua ini badan. Paling agak redaan pas hari udah agak siangan, ntar kalau malam malah kambuh lagi ni penyakit. Beda sama Mamat, walau gimanapun cuaca dia tetap semangat. Bangun pagi-pagi, mandi, sarapan, trus tiba-tiba kawannya sebelum jam tujuh pagi udah jemput aja ke rumah, karena panitia khatam udah manggil.

Jadi, aku yang waktu itu lagi suapin Mamat makan langsung di suruh nenek berhenti nyuapin karena di mesjid ternyata udah siapin sarapan pagi dan makan bersama gitu sebelum khatam. Pokoknya kalau acara besar, makan-makan pastinya yang paling di tunggu-tunggu dong :D

Oh iya, hampir aja lupa cerita, aku, ibu, Fatimah dan Mamat sebelumnya gak bareng Papa pulang kampung. Tapi nebeng sama Etek. Ya... papa, Taufiq, Tamyiz gak pulang barengan sama kami, karena Papa katanya mau buka toko. Cari duit,Semangat buat My Best Papa :* Jadi Papa dan adikku yang lain nyusul pulangnya. Mereka nyampe kampung sabtu malam, jadi cuma ikutan acara khatam aja. 

Kebetulan juga, rombongan dari Duri, Pekanbaru yakni keluarga Papa juga ikutan datang. Termasuk sepupu aku si Mariam Jamilah yang akrab aku panggil Emjie juga datang bareng teman kampusnya si Putri. Mereka lumayan lama baru nyampe kampung, nyampenya baru subuhan :D

Mereka berdua, si Putri dan Emji asli kocak tu anak berdua, gak tau kenapa heboh aja tu liat berdua, bikin ngakak...seru kalo sama kelen :') pengen meet up lagii kitanyaa :))

Sebelum ke mesjid sempatin berfoto ria dulu :D kali ini memori kamera sumpah hampir full karena kebanyakan foto :D tapi asli, yang khatam Quran alias adik aku si Mamat susah kali mau foto mereka, termasuk adik-adik saudara yang khatam lainnya -_- Yang narsis malah kakak-kakaknya atau Ibunya XD


Aku, Putri, dan Emji



Emji, Putri, Aku, adikku Fatimah
Asli dari mereka bertiga sebenarnya aku yang paling kecil badannya -,-
untung di foto gak terlihat begitu nampak :D

Sedikit kekocakan si Emji :D


Mamat sedang membaca surat Al-Zalzalah


Farah sedang membaca surat Al-Alaq



Bapak-bapak lagi menonton acara khatam Quran di sekitar mesjid



Lagi menonton acara



Menonton acara



Putri dan Emji lagi melangang gak ada kerjaan :D


Tamyiz, nenek, Ibu, Taufiq



My Best Papa :')




Sebagian dari para Ibu-ibu yang anaknya ikut khatam Al-Quran.



Kawan konco Ibu ketika kecil
(kawan sepermainan Ibu sejak kecil)


Para wali yang duduk di dangau-dangau para wali menonton anak mereka.

Penampakan mesjid desa Koto Malintang


Nah, ini yang paling serunya acara makan bersama :D acara makan bersama ini dilaksanakan di sekitar mesjid dengan membangun tenda yang lumayan panjang tendanya. Sambal yang dibuat ada dua macam, gulai daging dan gulai talas. Kedua makanan ini adalah menu yang disediakan setiap empat tahun sekali,tergantung kesepakatan. Nah, makanya sebelumnya sempat memotong kerbau. Karena dagingnya akan dibuat sambal untuk makan orang satu kampung berikut para undangan. Rame euyy...

Makan disini agak beda, untuk lebih simpel, alas makanan gak pake piring,tapi beralaskan daun pisang yang dibuat memanjang. Nasi dan sambal diunggukkan diatas daun pisang dan makan beramai-ramai bersama sanak saudara. Kita nanti cuma duduk menunggu hidangan saja, trus akan ada panitia yang bawa  nasi  dan sambal kemudian akan dia letakkan diatas daun pisang


Etek-etek pada makan, sebagian dari rombongan Duri, Pekanbaru


Pak Dang, om riko, Putri, Papa, Emji, Aku



Selesai makan gak tau mau kemana, jumpa deh sama kak Wiwin, 
kakak sepermainan kalo di kampung :D
narsis dulu aj :)


Hello .....:D

Nah, itu dia.... ada satu momen lagi yang paling di tunggu-tunggu. ahaha....acara nya cukup lama Guys, mengingat yang khatam ampe 60 orang jadi waktunya lumayan lama dan selesainya baru sebelum ashar. Ini juga berhubungan para wali juga menunggu undangan yang datang ke mesjid untuk melihat acara khatam. Belum lagi sekalian nunggu mana tau masih ada lagi yang ngasih amplop :D

Yang paling di tunggu-tunggu di akhir adalah tahap ngitung rezeki :D Tas ibu ampe penuh dengan kado amplop. Ahaha. Kami beramai-ramai tuh bukak amplop si Mamat. Lumayan dapat banyak juga angpau nya. Isi amplop bervariasi,mulai dari seribu, duaribu, lima ribu, 10ribu, 20ribu, limpul ampe seratus ribu. Alhamdulillah Mamat dapat rezeki sekitar Rp.1.500.000, kalau kado paling banyak dapat kain sarung, baju, Al-Quran. Alhamdulillah.

Pas ditanyain duitnya buat apa, si Mamat malah cengengesan, katanya gak tau mau beli apa, disuruhnya ibu nyimpan uangnya dulu :D

Pas hari udah sorean banget, malah sempat ngitung angpao, 
gak sabar pegang duit si Mamat :D

Ada sih sebenarnya yang kurang Sob :D kami gak ada foto-foto bareng si Mamat yang khatam -,- abisnya pas dia ditunggu lama kali tampilnya. Pas kita cari dianya udah  hilang bareng temenya ntah kemana. Pas ketemu dia udah buka kostum aja. Disuruh pake lagi gak mau -,- katanya dia capek foto, malas .... Argghhh,si Mamat bikin kesel aja, gak ada foto khatam bareng-bareng kan jadinya. Padahal moment seumur hidup. Ntar kamu dikira khatam Quran sendirian lagi :D Yo wess,, gak apa-apa, yang penting itu Mamat khatamnya, foto bareng nomor dua aja x_x

Sob, mungkin itu aja yang aku share bareng kalian, mungkin masih ada banyak hal yang ingin aku begikan, tapi yang ingat itulah yang aku paparkan di blog ini. Mudah-mudahan apa yang aku bagikan ke sobat-sobat dapat bermanfaat dan pastinya dari Event khatam Quran ini kita lebih bisa mengevaluasi diri kita ke arah yang lebih baik dan mudah-mudahan generasi kita selanjutnya bisa menjadi generasi yang Qurani. Aaamiin ya Robb. Wassalam :))




Mengaji tak cukup sekali
Mengaji tak cukup khatam dan tak dibaca lagi
Mengaji mendekatkan kita kepada Illahi
Agar kita bisa terus berbenah diri
Dan mendapat kebahagiaan dunia akhirat yang hakiki