Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Saturday, 14 April 2018

Aku Demi Kalian, Kalian Demikian


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




Alhamdulillah...hari ini aku pengen curhat tentang sesuatu. Memang terkesan childish jika aku share kepada para pembaca, namun setidaknya bisa diambil pelajaran. Aku harap begitu :)

Mungkin bisa dikatakan aku adalah orang yang hanya dekat dengan beberapa orang saja. Berteman pada siapapun itu pasti akan tetapi yang bener-bener banyak menghabiskan waktu bersama berbagi suka duka tentunya akan dianggap lebih dari seorang teman. Bagi aku berteman itu tentang siapa yang tinggal dan mau menerima kita apa adanya selain baik, setia kawan atau hal-hal positif lainnya.

Bersahabat dengan orang-orang, menjalin hubungan baik adalah sesuatu yang amat berarti buat aku, bahkan terkadang aku berusaha untuk bisa melakukan suatu hal terbaik agar orang yang aku sayang bisa senang. Sedikitpun tidak, TIDAK sama sekali aku berharap balasan terhadap apa yang aku beri atau yang aku terima. Jika menyanggupi, semua akan aku coba usahakan.

Tapi bagaimana bila waktu, tenaga, materi dan kesempatan udah kamu usahakan ‘ada’ namun tidak dihargai sedikit saja atau tidak menepati janji yang telah disepakati?? Apa yang dirasakan??

Kecewa...

Mungkin aku gak akan seterlalunya kecewa. Tapi memang saat-saat itu adalah kondisi yang tidak memungkinkan untuk aku seorang diri, ditambah lagi orang-orang terdekat tidak menepati janji sebagaimana mestinya. Jadinya double problem yang bikin suasana hati gak karuan. Entahlah... awalnya aku masih bisa sabar, lebaynya mencoba tegar gak mau mewek. Tapi apalah daya dari sononya emang gampang nangis kalau ada hal-hal yang buat kecewa banget. Sepertinya udah kodrat cewek banget yaa...kalau sedih itu nangis. Huhu.

Memang tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada hidup tanpa masalah dan kesalahpahaman. Tapi jika seseorang telah mengupayakan sesuatu apakah harus dicuekin seolah-olah tidak peduli? Ketika kita telah to the point  agar mereka paham pun, seakan-akan mereka tuli dan pura-pura tak tau. Jika mereka berpikir aku bisa melakukan segalanya sendiri untuk apa aku meminta bantuan yang bahkan kita rencanakan bersama? Yang dengan kerendahan hati aku yang meminta tolong padahal ini kesepakatan bersama???

Huffttt...

Jauh...malam itu entah mengapa aku berpikir untuk mencari kegiatan, berniat untuk belajar masak bareng teman-teman dekat. Namun karena kurang satu member yang sedang berada di kampung maka teman-teman yang stay bersama disini menawarkan agar dilakukan ketika formasi sudah lengkap semua. Mereka pada setuju dan sangat bersemangat. Awalnya mungkin hanya kami-kami saja. Tapi mereka merasa kurang seru jika hanya dilakukan oleh kita-kita saja. Maka mereka request untuk dilakukan bersama beberapa anak kelas yang masih stay di Pekanbaru dan itu atas kesepakatan bersama. Masak bareng-bareng dengan menu-menu yang akan dibuat bersama.

Gak ada yang menyulitkan, aku menunggu dan menyempatkan waktuku. Kegiatan dilakukan di rumahku dan bahan makanan Ibuku sediakan. Kita hanya tinggal mengolah. Makasi Ibu....

Mungkin itu adalah saat-saat yang excited banget buat aku karena setelah beberapa waktu gak punya rutinitas khusus lagi semenjak selesai kuliah, jarang ketemu, akan bertemu sohib-sohib untuk masak bareng dan bertemu beberapa teman yang masih stay di Pekanbaru. Kemudian informasi  untuk makan bareng pun disebar ke grup WA kelas h-3.

Hari yang dinanti pun tiba, semua sohib sudah berada disini. Tepatnya hari Sabtu malam 31 Maret 2018 kegiatan akan diadakan.

Aku dan Ibu sudah mempersiapkan semuanya, dari mulai belanja hingga mempersiapkan dan mengolah sedikit bahan makanan berat ketika hari Jumat tengah malam agar keesokan harinya lebih mudah dan bisa lebih cepat.

Pagi Sabtu aku dan Ibu ke pasar lagi, jujur... Ibuku terlihat bersemangat membantu aku mempersiapkan semuanya. Padahal hanya kegiatan kecil-kecilan :D walaupun kondisi Ibu dalam keadaan sakit kaki yang masih belum kunjung sembuh :’)

Pagi pun berlalu menjadi siang hari yang terik. Jam pun sudah menunjukkan pukul satu siang. Aku masih menunggu kehadiran mereka datang untuk masak bareng. Senang... karena beberapa menit kemudian akhirnya salah satu member merespon di chat WA kapan harus datang dan apa yang harus dibantu. Aku pun mengatakan sekarang juga! Mereka pun menjawab bahwa ada resepsi pernikahan yang harus mereka datangi dan mungkin akan terlambat :) ketika itu aku hanya bisa pasrah dan mengatakan secara to the point kalau aku saja tidak menghadiri acara pernikahan senior aku karena akan masak bareng mereka. See... mereka tidak peduli.

Harapan ternyata hanya jadi wacana... disaat aku menununggu kehadiran mereka aku mengangsur apa yang bisa aku lakukan, tidak lupa dibantu Ibuku. Sekali lagi Ibuku masih dalam keadaan sakit. Dan kondisi ini yang membuat aku sedih parah banget karena harus merepotkan Ibu walaupun sebenarnya Ibu terlihat bersemangat dengan pekerjaan seperti ini. Tapi tetap saja....Uuuhh....sedih :’(

Hape selalu aku letakkan disamping sambil meramu setiap masakan, beberapa kali aku mengecek hape dan berharap mereka menginformasikan diri jika akan segera tiba. Tapi tidak terlihat ada tanda-tanda. Tak ingat pasti pukul berapa, aku kembali mengingatkan mereka melalui WA kapan akan datang dan memasak bareng. Sekali lagi mereka gak peduli dan bertanya hanya untuk basa-basi. Sejam kemudian sekitaran siap ashar mereka mengatakan akan segera otw tapi realitanya tidak begitu.

Aku masih menunggu....

Aku masih sibuk berkecimpung berdua bersama Ibu di dapur, sesekali aku meminta bantuan adik-adikku untuk membeli tambahan makanan lainnya. Makan siang pun sampai terlupa karena mempersiapkan segalanya. Jam lima sore semuanya telah selesai, makanan, minuman dan karpet telah dibentang. Walaupun teman yang diundang hanya beberapa orang saja, tapi niat Ibuku membantu luar biasa...mungkin karena aku juga belum pernah mengundang teman-teman secara spesial untuk makan bersama di rumah.

Setelah semua selesai, aku langsung menuju kamar. Entahlah....jujur.... letih dan lapar tidak terasa lagi. Entah kenapa perasaan kecewa terasa begitu berat dibanding semuanya. Aku benar-benar sedih, ternyata apa yang diharap tidak sesuai dengan espektasi. Bodohnya sampai nangis terisak-isak. Mungkin ini terkesan lebay, tapi inilah yang sesungguhnya yang aku rasakan.

Dan mereka pun datang... pas sebelum adzan maghrib berkumandang. Aku mengintip lewat jendela kedatangan mereka ketika memasuki pagar rumahku. Entah kenapa semakin pecah saja tangisan bodoh kayak gini. Mungkin inilah bukti kalau kamu dikecewakan sama orang yang kamu harapkan.

Kedatangan mereka benar-benar tidak ada aku sambut. Bukan karena aku tidak menghormati tamu, tapi aku tak bisa melihat mereka dalam keadaan kecewa kaya gini. Aku mengurung diri di kamar beberapa saat. Berkali-kali mereka telpon enggan aku angkat. Biarlah mereka, mengapa aku harus peduli disaat mereka mengabaikan aku? Pikirku.

Adikku sudah menyuruh aku bertemu mereka yang telah menunggu, melihat sikap aku yang aneh adikku sampai bertanya-tanya. Dan aku pun benar-benar gak tahan hingga melalui grup WA khusus ‘kami’ saja, aku mengirim chat, “Kenapa kalian baru datang? Janji kita semalam gak kayak gini :’( :’( :’( aku demi kalian semua aku tinggalin :’( tapi kalian demikian. Semua udah selesai, kalian tunggu aja.” Dan seperti biasa kata maaf sebagai pelipur dari mereka plus dengan alasan acara baralek tak terduga dari mereka. Senyumin aja...

Mengapa mereka bener-bener setega ini? pikirku. Membiarkan aku menyiapkan segalanya sendiri padahal ini adalah kegiatan bersama yang telah dijanjikan, mengapa mereka baru datang ketika maghrib? Apa yang ada dipikiran mereka saat itu?? apakah mereka ingin memulai memasak bada maghrib? apakah mereka tidak memikirkan kalau aku sendiri??

Seperti aku yang punya hajatan, padahal rencananya adalah kegiatan belajar masak yang hasilnya akan dicicipi oleh anak kelas. Jika aku kejam mungkin saja semua telah aku batalkan secara sepihak, tapi dikarenakan sudah terlanjur mengundang yaa begitulah... mungkin sudah rejeki mereka. Semoga Allah balas segala letih dan niat berserta kesediaan Ibuku.

Terima kasih Ibu yang telah bantuin aku menjamu teman-teman, maafkan anakmu ini yang suka sekali merepotkan. Jujur, dalam kegiatan kami ini tak ada niatan sama sekali membuat Ibuku ikutan sibuk-sibuk karena kami yang akan bekerja. Kalau tau akan seperti ini mungkin gak perlu menambah kecapekan Ibu, karena  jujur pun aku tidak ingin sibuk-sibuk sendiri jika tidak ada yang membantu kecuali emang buat hajatan pribadi keluarga.

Hufftt....

Mungkin dikecewakan oleh teman adalah hal yang lumrah. Maafan lalu selesai. Tapi yang namanya kecewa pasti akan terus teringat. Namanya juga hubungan, tidak ada hubungan yang baik-baik saja dan kalau baik-baik saja pasti ada sesuatu yang dipendam. Namun, jika seorang teman telah mengupayakan yang tebaik cobalah liat dan diperhatikan, apa yang akan kita rasakan bila kita berada diposisi orang yang kita kecewakan.

Janganlah banyak alasan ketika telah lebih dahulu membuat janji dan jika ada sebuah alasan yang rasional mungkin akan masuk akal. Tapi kalau dengan alasan hape rusak padahal punya hape lain untuk menghubungi atau pergi baralek yang sebenarnya bisa diwakilkan apalagi yang mengatakan akan pergi baralek sekitar jam 1 siang tapi baru sampai dirumah maghrib, itu sangatlah tidak rasional sekali, yang katanya otw dari jam 4 sore tapi baru datang magrib makin tidak rasional lagi. Karena jarak rumah yang hanya sekitar 15 menit dan kalau macet paling 20 menitan.

Yapp... aku pun kemudian menyuruh mereka untuk ambil air wudu dan langsung ke kamar aku untuk solat, kemudian aku pergi mandi. Huift... selesai mandi aku Cuma bisa memperhatikan wajah mereka satu satu sambil menanyakan kenapa baru datang. Sekali lagi aku masih mencoba tegar. Mungkin gak separah cerita seoarang anak yang berulang tahun dimana satupun temannya gak ada yang datang pada pesta ulang tahunnya. Tapi yang mananya kecewa hanya kita yang rasa.

Memperlihatkan wajah bahagia pada mereka lain halnya menjadi sebuah topeng hingga acara selesai karena kekecewaan yang tetap saja terasa. Entahlah bila perasaan kecewa itu tidak tertahan. Mungkin aku akan lebih mementingkan egoku untuk membatalkan saja. Wallahualam.

Kalau kata orang kita tidak bisa menilai seseorang dari satu kesalahan. Jika mereka berbuat salah sekali, maka tidak baik langsung men-judge mereka yang tidak-tidak. Bagaimana pun mereka adalah teman dekatku. Yang tau segala baik-burukku. Bercermin diri, aku pun mungkin bukan manusia sempurna, bisa saja aku juga punya salah dimata kalian, tapi masih kalian simpan rapat dan memaafkan aku. Aku juga bukan tipe seorang yang akan lupa kebaikan-kebaikan yang diberi lantas meninggalkan hanya karena satu kesalahan. Tidak ingin punya musuh atau rasa dendam. Bagiku ini semua seperti bumbu-bumbu pemanis yang akan membuat kita semakin dewasa dalam bersikap walaupun sebenarnya pahit terasa diawal.

Terima kasih, Hasna, Irvan, Hafri, Firman, Arizal yang telah datang, kalian mengembalikan mood aku. Dan terima kasih untuk sohibku yang bertiga karena telah datang dan membantu nyuci piring. Terima kasih untuk semuanya...semoga kekecewaan seperti ini tidak terasa lagi. Jangan kecewakan orang-orang terdekatmu. Semoga kita bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi.

Wassalam






Thursday, 27 October 2016

Papa's Birthday

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh






Kini...

Rambut yang dulunya  terlihat hitam

Semakin hari kian memutih

Badan yang dulunya tegap berisi

Sekarang sering terlihat lelah dan rapuh

Hasil kerja kerasnya selama ini bisa kami rasakan

Semua  yang diberikannya  tak terganti

Walau langit dan seiisinya sebagai balasan



Ada banyak perjuangan yang dilakukannya

Ada banyak pengorbanan yang harus diikhlaskan

Ada banyak usaha yang dikerahkannya

Beribu pikiran dan beban yang dipikul hingga menyita waktunya 

Bahkan lupa memperhatikan dirinya sendiri

Kadang ada cercaan yang harus diterimanya

Ada banyak lelah-keringat yang harus dirasakan

Dan ada banyak doa beserta ikhtiar yang dipersembahkannya kepada Sang Khaliq

Itu semua untuk dan demi kebahagiaan keluarganya

Untuk anak-istrinya tercinta di rumah

Pa...

Happy Birthday to you

You are the best that I ever had in the world 



Selamat ulang tahun Papa. Terima kasih banyak untuk Papa selama ini yang telah menjaga dan melindungi kami semua dengan baik. Selamat ulang tahun Papa yang ke-50 tahun. Semoga Papa selalu Allah berikan kesehatan, kelapangan rezeki, diberikan kemudahan dalam menjalani hari-hari, diberikan kesabaran dalam menerima setiap cobaan. Tetap semangat buat Papa, terima kasih udah ngasih kami adik yang lucu lagi dirumah. Jadinya setiap hari ada ketawa dan kesenangan yang muncul dari si kecil Rara

Kami sayang Papa.....

Sehat selalu Pa...Love you...






Wednesday, 26 October 2016

Kita Berempat

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Foto jaman kapan ini yaa?? Masih wajah polos agaknya :D

Alhamdulillah ya... pagi ini masih diberikan udara yang segar, masih bisa sarapan enak, dan bertemu dengan orang-orang. Hehe... Hari ini sebenarnya capek, badan terasa ngilu-ngilu ga jelas... ada terselubung niat gak pengen datang ke kantor buat magang kayak biasanya. Rasanya letih aja setelah dua harian kemaren banyak kerjaan dan pulang yang udah keburu malam juga semalam.

Iya, kemaren seharian berkutat di meja kerja, kali ini tugasnya cukup melelahkan. Gak berhenti menggunting kertas, print, nge-cap, mengelem, dan masuk-masukin surat + buku-buku program perencanaan KLHK yang mau di kirim ke seluruh pelosok Sumatera, Jakarta dan sekitarnya, belum lagi nge-pak nya. Mungkin udah seratusan lebih surat yang udah dikerjakan selama dua hari ini :”)

Tapi yo wess... pekerjaannya bukannya sulit kok, hehe. Pegawai-pegawai yang ramah-ramah membuat pekerjaan jadi gak terasa berat. Belum lagi kalau disodorin makanan dan cemilan, haadeeuhhh...makin semangat. Ya kan?? namanya juga habis nambah energi,ya makin semangat dungk.Wkwk.

Pulang magang biarpun saat itu lagi capek dan mau hujan, Nadia dan Etek Apri ngajakin pergi ke Riau Expo. Padahal aku sama Anika mau pergi rada ragu gitu :D Soalnya capek, udah sore jugak.

Akhirnya kami memutuskan buat pergi ke Riau Expo. Habis melalang buana sebentar di Riau Expo, kami sedikit nikmatin jajanan kuliner disana. Kemudian kami tergiur buat masuk ke Mall Ska sekalian main-main aja sih tapi lucu dan nyenengin bisa qtime barengan.

Hai cuyyy... sekarang kita berempat bukan lagi seorang mahasiswa biasa,kita adalah  mahasiswa yang harus mampu untuk menjadi luar biasa. Bentar lagi kita bakal ngadapin dunia yang benar-benar bakal nyeleksi kita. Kita memang bukan anak-anak lagi, kita sudah cukup dewasa untuk menentukan mana yang benar dan yang salah,dan mana yang harus diseriusin dan diajak bercanda.

Aku tau, kita udah terlalu sering bersama....

Bukan...

Kita udah selalu sama-sama anytime, everywhere. Aku yakin, kebersamaan kita adalah hadiah yang terindah dari sang Kuasa. Memiliki orang-orang yang selalu bersama kita adalah harta tak terbayar yang tidak boleh diacuhkan begitu saja dan harus dijaga.

Karena, tidak ada kebersamaan yang membuat sia-sia. Dan tidak ada kenyamanan yang muncul tiba-tiba. Bisa kita lihat, berapa banyak orang yang bersama-sama, tapi mereka tidak tulus dan tidak nyaman satu sama lain. Kesimpulannya, tidak semua orang pula mampu untuk bisa bersama secara utuh.

Dari kebersamaan aku banyak belajar, bukan bagaimana ‘Aku’ bisa tapi bagaimana ‘Kita’ bisa. Memang bukan proses belajar yang singkat mengubah yang egonya ‘Aku’berubah menjadi ‘Kita’, lamaaa....Ya lama. Kadang terdapat konflik, salah paham, kadang bahagia dan menyenangkan,bahkan kadang haru. Mungkin memang begitulah proses untuk menjalin, mempertahankan, dan menjalankan sebuah hubungan kebersamaan.

Mungkin itu saja cerita singkat dipagi ini, semangat buat kita semua. Wassalam











Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca



Friday, 15 April 2016

Interview PT. CPI (Chevron Pacific Indonesia)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




Hallo Sobat… apa kabar dibulan April? Moga selalu sehat dan hari-harinya semakin menyenangkan yaa…hihi. Btw, rasa malas sedang merajalela didiri aku ni :( gak tau kenapa…mungkin karena efek PMS kali ya :D tapi rasa malas itu emang sedang kumat-kumatnya, di rumah lebih banyak selonjoran di kamar, paling ngelakuin kerjaan yang ringan-ringan dan batu jagain Rara sambil sibuk main game. Oalaaah Laila, padahal tugas banyak yang kudu dikerjakan tapi masih berleha-leha :’) Gapapa cukup malam ini aja. Semangat!!

Malam ini aku lebih milih nulis buat postingan di blog daripada bikin tugas. fix- tepok jidat… Laila lagi lelah dengan tugas dan kuliah,pengen rasanya liburan full setidaknya satu bulan, pengen ke suatu tempat yang keren, indah, ke tempat yang belum pernah dikunjungi, pengen jalan-jalan ke Pantai, ke taman, naik gunung, pokoknya pengen memanjakan diri kemana pun dimana pun. Kira-kira kapan ya??? :”)

Forget it!! itu hanya khayalan disaat lelah :D

Oh iya, aku pengen cerita pengalaman aku dikali pertama mengunjungi perusahaan besar yang ada di Riau dalam rangka tugas interview menajemen Public Relations. Perusahaan yang aku kunjungi adalah PT.CPI ( Chevron Pacific Indonesia) yang berlokasi di Rumbai dan salah satu perusahaan besar (perusahaan bonafit) di Indonesia khususnya di Riau yang bergerak dibidang perminyakan.

Tugas mata kuliah Menajemen Public Relations (Menajemen PR) yang aku jalani ini adalah tugas kelompok yang terdiri dari lima orang yaitu aku, Yola, Riza, Alim dan Ridho kemudian kami  harus melakukan semacam audiensi dan interview kepada humas/staff humas pada suatu instansi/perusahaan.

Awal kenapa bisa mewawancarai Chevron gak lain karena curhat dan dibantu sedikit sama Papa melalui temennya hingga kami sekelompok bisa interview di PT. CPI :D Makasih Papa :*

Rabu, tanggal 6 April sebelum pergi ke Chevron kami berkumpul dulu di rumah aku dan cuss ke kantor Demokrat karena mau ambil memo. Singkat cerita kami sampai di Rumbai, tau lah kan Chevron itu ketat banget. Bayangin Sob, baru aja masuk ke Gerbang Chevron-Rumbai dan melewati pos nya, kami disuruh berhenti sama security-nya. Ternyata kelengkapan motor yang kami bawa itu kurang. Motor kami semuanya pakai satu spion dan masuk ke camp Chevron ya kudu lengkap :D disitulah kami pada bengong semua. Motor kami disuruh parkir di pos kalau mau wawancara dan kami disuruh jalan kaki kedalam. Cerita-cerita dikit sama security-nya pas lagi isi buku tamu dan beliau tanya “mau ngapain dek?” ya kami jawab, “mau wawancara humas Chevron pak.” “Kalau ke PGPA ini kantornya dek! adek ke PGPA nya kan?” kata security sambil nunjukin kantornya. “iya pak, kami ke PGPAnya.” ~~~ sebenarnya kami gak tau apa itu PGPA cuma di memo tertulis kepada PGPA :D dan akhirnya bisa masuk deh dan gak perlu jalan kaki :D Gile aja panas-panas kami jalan kaki kan,  ternyata kantor humasnya disamping pos security ini. Alhamdulillah kagak jadi jalan kaki kedalam :D padahal sempet lemes juga dengarnya.

Akhirnya kami  dapat bertemu dengan staf humasnya. Dipertemuan pertama ini kami hanya berkesempatan cerita-cerita sedikit kemudian memberikan surat pengantar dari dosen kami beserta daftar pertanyaan, kemudian kami juga memberikan memo dari temen Papa yang membantu kami agar pertemuan kami disetujui staf humas. Untuk pertemuan interview akan dihubungi dan dikonfirmasikan kembali.

Dan Alhamdulillah aku mendapatkan kabar kalau aku dan teman-temanku bisa melakukan wawancara. Alhasil pada hari Senin tanggal 11 April lalu aku dan temen-temen akhirnya bisa melakukan wawancara secara face to face. Jujur… saat pertemuan pertama ke Chevron, perut aku mules, berkeringat, tangan aku basah, padahal ruangannya dingin pakai AC. Ya semua itu gak lain karena aku yang cemas dan deg-degan, maklumnlah Sob…aku kalau belum terbiasa sama suasana yang baru dan bakal ketemu orang baru yaa agak cemas, takut salah yaa pokoknya perasaan kurang nyaman lah. Sama kayak kalau aku ngomong di depan orang banyak, pasti perut awal-awalnya mules, tangan dingin, suara bergetar, dll. Dan itu masih aku rasakan sampai sekarang meskipun di kampus udah sering juga yang namanya berbicara di depan orang terkhususnya di depan teman-teman dan dosen. Hihi. Begitupun pertemuan kedua pas interview, aku malah tambah deg-degan. Haha… mungkin ini lah kondisi yang masih harus terus aku latih dan latih. Melawan kepribadian aku yang introvert menjadi orang yang komunikatif dan percaya diri adalah caranya, meskipun sulit tapi itulah tantangannya. Ya…aku harus terus berbicara, komunikatif, apalagi kalau harus terus berhadapan dengan publik, terus bakalan sering bertemu orang-orang baru, bekerja secara tim dan terbuka, di ilmu komunikasi aku merasakan perbedaannya, hihi.

Haiisshhhh…. kok malah nyeritain kepribadian gini sih -_- ok deh lanjuuutt… maaf ya…. wkwk

Oh iya, sempat lupa bilangin, jadi kami melakukan wawancara tepatnya berlokasi di Kantor PGPA South Office PT CPI-Rumbai. Sempat heran kenapa nama kantornya ini adalah PGPA dan kami semua sama sekali gak tau kepanjangannya apa dan kami pun mendapatkan jawaban ketika interview :P

Pertemuan pertama pun berlangsung dimulai dari jam 13.30 WIB, kami diminta untuk menunggu sebentar oleh seorang kakak-kakak staf disana. Kemudian kami dikejutkan dengan kehadiran seorang cewek yang parasnya itu muda dan cantik  :D Nah, sebut saja namanya Kak Indri, Kak Indri langsung memperkenalkan diri dan ngebut nyuruh kami bikin name tag biar kami-kami mudah dipanggil namanya, haha. Ada-ada saja Kak Indri ini.
Setelah membuat name tag kami diarahkan untuk ke ruangan meeting dan melakukan wawancara. Sumpah gak tau kenapa, aku dan teman-teman kok kayak merasa ekslusif gitu ya berada diruang meeting kantor perusahaan :D Nah, disini kami berkelompok berhadapan langsung dengan  Bu Tiva Permata selaku Communications Manager yang kami sapa Bu Tiva dan Kak Indrika Eko Sriyatini selaku Communications Specialist yang kami sapa Kak Indri. Diruangan meeting inilah kami melakukan interview, dialog dan sekaligus belajar. Aku pribadi seneng banget dan banyak ilmu-ilmu baru yang gak aku dapat di kampus ketika pertemuan ini berlangsung.


Selfie bersama Riza, Yola dan Aku
Selama pertemuan berlangsung selain fokus menjawab rincian dan penjelasan lanjutan wawancara, Kak Indri dan Bu Tiva juga sharing ilmu yang dipaparkan melalui slide presentasi, kami berasa kuliah umum yang diajarin mentor luar biasa, kami disuguhkan materi-materi PR secara konseptual beserta video-video dan gambar-gambar yang inspiratif-kreatif mengenai PR dan marketing, penjelasan tentang PR Tool baik secara konseptualnya maupun aplikasinya, tentang Chevron secara menyeluruh, pengalaman-pengalaman Bu Tiva dan Kak Indri baik pengalaman selama bekerja dan pengalaman pribadi dan banyak hal-hal yang mereka bagikan hingga banyak buat kami kebanyakan bengong dan kagum :D Mereka pun menyampaikannya so funny, buat kami beberapa kali tertawa renyah apalagi dengar pengalaman dan hal-hal lucu dari mereka. Bayangin aja berapa lama kami bertatap muka, itu semua dari jam 13.30  dan selesai sampai jam 17-an, hihi, saking nyamannya ngomong.


Abaikan Ridho yang nutup mata...
Di ruang Meeting

Jujur seperti ada rasa keunikan tersendiri ketika dihadapkan dengan dua pejabat kantor PGPA ini. Belum lagi mereka adalah wanita, jujur aku merasa terinspirasi dengan prestasi, pengalaman dan akademik mereka. Belum lagi ternyata Kak Indri ini masih muda yakni berusia 32 tahun, alumni S1 Public Relations-Ilmu Komunikasi UNPAD dan lulusan S2 Marketing Communications London School of Public Relations. Huhuhu… pengen deh bisa sehebat Kak Indri :’) Dan kepanjangan dari PGPA itu sendiri adalah Policy Government and Public Affairs. Jadi PGPA itu adalah nama kantor humasnya. Dan satu hal lagi yang aku rasakan dan lihat, bahwasanya pegawai disini diperlakukan  secara khusus dan manusiawi. Karena pegawai bukan hanya seoarang pekerja, mereka adalah manusia yang penuh akan hak-haknya, butuh diperhatikan  dan layak diperlakukan dengan baik. Itulah salah satu fasilitas yang diberikan perusahaan kepada pegawainya.


Masih di ruang meeting

Nah contohnya meja kerjanya yang keren abis bisa diatur-atur letak dan posisinya sesuai keinginan kita, kursi nya pun juga canggih, komputer nya pun gak kalah keren, bisa diatur-atur juga posisinya trus di komputernya juga ada semacam aplikasi senam yang otomatis muncul ketika sedang menggunakan komputer dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Apabila kita tidak mengikuti senamnya sebanyak tiga kali,maka dipastikan komputer tidak akan bisa kita gunakan dan mati dalam jangka waktu tertentu juga. Keren kan :D Beginilah seharusnya perusahaan memperlakukan pegawai. Tetap berusaha menjaga kesehatan pegawainya juga agar tidak sakit selama bekerja. Pokoknya semua yang dilihat terasa wah dan nyaman :) kapanlah bisa kerja di Perusahaan yang hommy dan nyaman kayakk gini? :”)
Dan satu hal yang pengen aku kasih tau, bahwanya dibalik kesuksesan mereka, ternyata salah satu yang mengantarkan mereka hingga bisa menjadi seperti sekarang ini adalah menulis. Bu Tiva dan Kak Indri suka dan hobi menulis kata mereka. Bu Tiva berlatar belakang seorang jurnalis, dimana sebelum menjadi seorang Praktisi PR beliau adalah Pemred dari Warta Caltex yaitu semacam buletin perusahaan yang terbit seminggu sekali dan sudah bekerja di Chevron selama kurang lebih 25 tahun.
Sedangkan Kak Indri awal bekerja di Chevron adalah sebagai staf PR yang berhubungan langsung dengan wartawan, memberikan pelatihan jurnalistik, melakukan pembinaan dan hubungan kemitraan dengan wartawan. Kak Indri sendiri telah bekerja di Chevron selama kurang lebih tiga tahun dan pengalaman kerja di bidang PR telah 9 tahun ia lakoni di Bandung-Jakarta-Riau. Sempat kaget juga dapat info dari Kak Indri bahwa tanggal 1 Mei yang akan datang ia dipindah tugaskan di kantor PGPA Jakarta. Semoga sukses selalu deh buat Kak Indri dan moga ilmunya berkah.
Diakhir wawancara kami pun mengambil sesi foto bersama kemudian di lanjutkan dengan foto-foto selfie di taman Kantor  PGPA yang hijau dan sejuk ini. Momen yang mungkin saja gak akan terjadi kalau Pak Toni gak ngasih tugas interview humas perusahaann, haha. Semangat kawan-kawan yang masih otw tugas interview-nya. Semoga cepet selesai dan lancar ya.


Bersama Kak Indri
Alim, Yola, Kak Indri, Riza, Aku, Ridho


Bu Tiva nya lagi siap-siap pulang dan gak mau di foto --" :D 
Jadi kami-kami aja yang berfoto...hihi

Sekali lagi terima kasih buat Bu Tiva dan Kak Indri yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas, makasih buat tips, trik, sharing ilmu, dan cerita-ceritanya. Jujur banyak yang pengen aku share di blog cuma bakal terlalu panjang kalau diceritain satu-satu. hehe. Over all, seneng banget bisa bertemu dengan wanita super seperti Bu Tiva dan Kak Indri. Moga kita bisa bertemu di lain kesempatan kembali :’) Mungkin itu saja yang dapat aku ceritakan. Wassalam.







Friday, 4 March 2016

Happy Wedding Day to You

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Apa kabar dihari jumat sobat? Udah beberapa minggu gak update nih :D udah lama pengen update tapi ditunda dan malas mulu… maklumlah kan orang yang lagi sok sibuk menyibukkan diri gitu loch…haha. Ini postingan udah lama mupeng di dalam laptop sejak awal Februari kemeren, kagak enak aku lihat di file draft blog aku di laptop,belum lagi judulnya aku bikin di ms. Word adalah “Pernikahan” -_- antara iya atau enggak pengen di posting pada blog. Soalnya bikin baper gitu kan, ;D belum lagi banyak yang sebenarnya pengen aku ceritain, tapi aktivitas yang seabrek gak mendukung aku buat nulis banyak-banyak apalagi tubuh kurang mendukung akhir-akhir ini. Alhamdulillah aku juga sudah memasuki semester enam, bukan semester yang muda lagi, tapi udah dekat ke akhir...moga jalan menuju tamat S1 dan kesuksesan semakin dekat dan semakin semangat. Aamiin ya Robb.

Nah, baru-baru ini ada sedikit rezeki yang mampir di tubuh aku >,< yaya… apalagi kalau bukan “sakit”. Kan sakit adalah penggugur dosa kan ya :D Iya…. Rasanya udah lama banget Allah ngasih nikmat sehat tanpa kekurangan apapun, tapi kali ini jatuh sakit. Biasanya cuma sakit abal-abal gak bikin deman, paling dua hari sembuh sendiri, kayak flu, batuk, dll. Tapi kali ini lumayan bikin badan lemas, pusing, gak nafsu makan, radang, dada sesak, ingus meler terus, suara hilang dan parau, mata merah dan sedikit demam selama tiga hari ini sejak selasa sore kemaren. Kirain bakal sembuh cepet jadi cuma minum yang anget-anget kayak teh anget dan sup hangat biar ni flu cepet ilang. Dikasih obat sama Ibu kagak mau diminum karena bau obat yang bikin eneg. Dua hari sakit flu batuk berlalu ehh ternyata malah makin parah, baru kemaren malam ditemani Fatimah berobat ke klinik. Gila buju buneeengg… menghindari satu obat malah dikasih obat bejibun sama dokter :( huufftt..mau gak mau kudu minum tuh obat biar cepat sembuh. Untung aja kuliah gak padat dan dapat jatah libur Rabu-Kamis-Jumat, jadi bisa istirahat dan gak ganggu kuliah. Ini aja  nulis masih dalam keadaan sakit,mumpung gak ada kerjaan kan. Pun dua malam berturut-turut sambil VN-nan di BBM sama Muthi dikiranya lagi nangis waktu Selasa malam dan Rabu malam -,- dibilangin orang lagi batuk juga :D gimana suara sekseehh serak-serak basah aku muth?? Wkwk :D

obat :(


Okayyyy…. Back to the topic¸ GWS ajalahh buat aku, doain cepet sembuh ya Sobat biar akunya fit buat kuliah Sabtu besok :*

Cerita dilanjutkan… “teng tenengg…” kali ini bukan tentang yang pergi jalan-jalan ke suatu tempat atau apa gitu :p. Melainkan aku mau cerita tentang aku yang melangkahkan kaki menuju ke pernikahan. Kan dah diawal dah disebutkann tentang pernikahan tohh yaa…Haha. Wait…wait…Jangan berpikir kalau aku yang sedang menikah saat ini ya :D ini maksudnya menghadiri pernikahan seorang sahabat gitu loh Sob. Sahabat aku yang menikah ini adalah temen deket sejak MTs sampai sekarang, dia adalah sahabatku. Dari MTs sering banget sama dia, kenal dekat banget. Alhamdulillah dia sudah mendahului aku dan telah menikah tanggal 5 Februari 2016 lalu :’) cieeee….. keputusan yang luar biasa bisa menikah di usia yang muda dengan suami yang muda juga. Envy?? Banget, jadi kepengen cepet-cepet juga loh ketemu jodoh :’) Huaa…. Apa perlu SIANIDA aja,  Siap Nikah Muda atau Siap Menikah SetelahWisuda?? Hahhaha…. Rasanya umur dan waktu begitu cepat berlalu Sob. Rasanya baru kemaren main-main tanah, main giling-giling daun sama main kelereng, haha.

Setelah selesai akad Nikah

Nah, sahabat aku yang menikah ini adalah Sintia. Aku tak bisa ikut andil dalam persiapan dan juga resepsi pernikahannya, padahal Sintia minta aku buat bantuin dia. Maklum, disaat waktu pernikahannya semakin dekat aku disibukkan dengan tugas yang seabrek dan juga ujian semester di kampus, belum lagi Ibu yang lebih banyak butuh bantuan aku untuk lebih sering dirumah karena Ibu yang baru siap melahirkan.

Tapi,alhamdulillah semua acara pernikahan sahabatku berjalan lancar. Aku udah nepatin janji aku buat datang dipernikahan Sintia :D Aku seneng banget, terharu banget, akhirnya Sintia bisa nemuin belahan jiwanya. Aku tau memang gak mudah ngelalui masa satu setengah tahun ini, mulai dari diputusin oleh orang yang Sintia sayang dan dia yang lebih memilih buat balikan sama mantannya, Sintia yang meminta dia untuk kembali karena masih tulus sayang sama dia,  dia yang memutuskan semua komunikasi seperti hp dan medsos, hilang bagai buih dan sebagainya. Maaf aku lancang membicarakan ini di blog aku Sin.Tapi ini bener-bener kabar bahagia setelah yang Sintia lewati dan moga ini bisa dijadikan pembelajaran buat kedepan terkhususnya aku dan pembaca blog ini.

Ketika resespsi pernikahan Sintia

Mungkin ini rencana terbaik dari Allah. Memang sakit putus ditengah jalan apalagi sama orang yang bener-bener kita sayang. Tapi percayalah, Allah gak pernah tidur, selagi kita berdoa, ikhlas…pasti ada jalan. Manusia pasti diciptakan berpasang-pasangan dan setiap cinta pasti ada ujiannya. Dan yang buruk lama-lama pasti akan terlihat, kemudian yang terbaik selama kita ingin berusaha pasti akan datang. Terkadang kita berpikir bahwa segala sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik  dimata Allah, dan sesuatu yang menurut kita salah bisa jadi adalah sesuatu yang baik menurut Allah. Mungkin ini adalah cara Allah agar kelak hamba-hambanya disatukan dengan cara yang tepat dan ketemu pada orang yang tepat, kita kan gak tau bagaimana skenario terindah yang Allah siapkan buat kita kedepannya, right?

Aku sempat keget Sintia memutuskan untuk menikah sedangkan kalian belum lama pacaran. Tapi aku salut buat Randi, suami Sintia. Ya… dia berani bertemu sama keluarga Sintia dan siap menikah dengan Sintia. Dan yang pasti setelah beberapa pertimbangan Sintia menyetujui menikah dengannya. Sintia mungkin masih memikirkan mantan yang pernah Sintia sayang, sempet-sempetnya juga bicarain soal mantan pas udah akad waktu itu :D Tapi inilah pilihan, akan memilih tetap larut dalam kesedihan atau memilih bahagia dunia akhirat?? Alhamdulillah hidayah masih Allah kasih ke sahabat aku yang centil ini. Haha.  Ini lah kebahagian bukan? kamu bisa menikah dengan orang yang mencintai kamu tulus dan apa adanya kemudian pada akhirnya kamu pun mencintai dia, dia memilih kamu sebagai pendamping hidupnya, bukankah keberuntungan dan kebahagiaan mendapatkan seorang lelaki yang yakin kepadamu? Haha… kamu kini hanya perlu ikhlas dan meyakinkan diri bahwa dialah lelaki terbaik yang Allah kasih ke kamu, bersyukurlah sahabatku ({}) :)

Oh iya, kalau udah ke kondangn temen satu sekolah, so pasti bakal banyak ketemu temen lama, temen jaman sekolahan dulu :D yang dulunya masih culun-cupu sekarang udah bertransformasi menjadi wanita dan lelaki yang terlihat dewasa, makin cantik-cantik dan ganteng-ganteng :D kira-kira aku berubah seperti kalian gak wee?? Tapi aku masa dibilang si Isan badannya masih kayak dulu ee… berarti masih kurus kayak MTs dulu ke?? -_- porsi makan aku melebihi gajah loh :p

Temen MTs

Tepi over all  seneng banget ketemu temen-temen lama, walaupun gak sempat temu kangen sama semua karena ada yang udah pulang dan yang belum datang. Pokoknya kalian yang di MTs dulu adalah orang-orang yang mengisi hari-hari ketika di MTs dulu, bersama membuat kenangan, ada suka-duka,berjuang bareng untuk belajar dan lulus UN, guru, sahabat dan teman-teman kalian semua luar biasa karena pernah singgah dikehidupan aku yang dulu :”) ({}) :* miss and beloved you guys.


Wassalam…


Sunday, 7 February 2016

Di Wisata Dakwah Okura bersama Teman-Teman LPM Gagasan



AssalamaulaikumWarhmatullahi Wabarokatuh


Hello sobat… apa kabar di hari minggu? Semoga weekend-nya have fun ya. Sekarang aku mau berbagi cerita tentang kegiatan aku beberapa waktu lalu untuk mengisi liburan. Alhamdulillah berkesempatan bisa ikut jalan-jalan bareng sekelompok teman, bersama sohib dan juga teman-teman organisasi. Itu loh organisasi yang pernah aku geluti dulu :").

Awalnya bisa pergi jalan-jalan karena diajak oleh Muthi. Muthi katanya udah lama banget pengen pergi jalan bareng. Sebelumnya dia udah pernah ajak temen-temennya dan juga aku dari jauh-jauh hari, tapi kalau aku sih masih belum berkesempatan ketika Muthi ajak dulu. Alhamdulillah beberapa waktu lalu kami dapat kesempatan jalan bareng.

Tanggal 2 Februari pas magrib-magrib si Muthi BBM kalau besok dia mau jalan-jalan ke Okura bareng anak LPM Gagasan dan ajak aku. Tentu akunya excited banget pengen pergi kesana, yang terbayang sama aku langsung yaa….. keseruan menunggangi kuda itu loh :D akhirnya aku mau lah ikutan gabung, walaupun agak ada rasa segan sedikit sih karena ikutan nimbrung bareng anak LPM Gagasan,maklum lah karena dulu pernah ada momen yang gak enak ketika aku masih berorganisasi di LPM Gagasan dulu.

Yeyeyee…. Karena aku kurang yakin, aku suruh Muthi buat minta izin dulu ke anak Gagasan yang bakal ikutan, boleh apa enggak aku ikutan, ntar jadi orang yang gak diharapkan kehadirannya gitu kan aku tiba-tiba ikutan. Kan gak enak. Wkwk. Untung aja setelah dipaksa secara kasar , Muthi ngirimin bukti screenshoot chat BBM dari anak Gagasan tentang aku yang bakal ikut dan izin supaya aku nantinya ikutan bareng juga jalan-jalan. Untung aja dibolehin :p

Akhirnya kami pun pada tanggal 3 Februari lalu berangkat dari rumah sekitar jam setengah sepuluh pagi diselingi sambil jemput temen di beberapa titik. Dan yang fix pergi ternyata ber-6 orang, ada aku, Muthi, Bang Ipul, Irna, Ayu dan Desnoy. Ketika dijalan sempat tersesat juga sih karena jalannya yang gak tau dan maklum…. Ini pertama kalinya kami kesini dan diantara kami juga belum ada yang pernah pergi ke Okura.

Nah, sedikit aku informasikan kepada sobat-sobat yang ada di Pekanbaru, Okura disini adalah salah satu tempat wisata terbaru di Pekanbaru. Nama tempat wisatanya adalah Wisata Dakwah Okura, Pusat Kumpulan Olahraga Sunnah. Berkuda, memanah, berenang, motorcross, downhill, airsoft, paintball. Lokasinya lumayan jauh juga lah dari Pekanbaru, kalau dari panam sekitar sejaman lebih juga,tergantung kecepatan juga sih :D Ok, lokasi berada di Kecamatan Rumbai Pesisir Kelurahan Tebing Tinggi, Desa Okura, Jalan Raja Panjang Pekanbaru-Riau. Lebih tepatnya sih aku  melihat kalau wisata ini berada di lingkungan pondok pesantren gitu ya. Aku juga gak tau pasti, tapi banyak anak-anak penghapal Al-Quran disana.

 Tiket dan Brosurnya

Sedikit penasaran juga sih kenapa desa ini diberi Nama Okura, dan sempat bertanya kepada si abang penjaga mengapa desa ini diberi nama Okura dan ternyata desa ini dulu pernah dijajah oleh orang Jepang dan dibuat perkebunan hingga desa ini diberi nama oleh orang Jepang dengan sebutan Okura. Dari awal emang udah ngehh gitu,ni desa namanya kejepang-jepangan gitu ya, kayak nama bunga sakura. Haha.

Nah, kami sampai di lokasi Wisata Dakwah Okura sekitar  jam setengah dua belas siang. Selama diperjalanan kami menikmati alam disekitar yang sejuk dan asri, mungkin karena efek sudah masuk ke perkampungan kali ya. Ketika kami tiba dilokasi agak bingung juga sih, karena sepi banget kayak gak ada orang. Alhasil ternyata ada abang-abang penjaga tiket dan kami pun bertanya ini itu tentang fasilitas olahraganya dan bagaimana daftar, harga dan sebagainya. Nah, ketika kami masuk lokasi wisata, kami gak ada bayar uang masuknya sih, disitu lah mungkin letak murahnya, gak bayar uang parkir juga, ntahlah kalau lagi suasana liburan Sob.


 Aku, Irna, Muthi, Ayu

Kami pun memutuskan awalnya ingin berkuda dan memanah saja. Nah, si abang tiket nunjukin arah kemana kami harus naik kuda. Kami pun berjalan kearah yang ditujukan si abang tiket. Dan ketika kami tiba dan ingin naik kuda, sangat disayangkan, karena sudah masuk jam istirahat dan baru dibuka lagi kata abangnya jam 13.30 WIB siang. Yahh….disitulah kami merasa kecewa, untungnya si abang ngasih perhatian ke kami kalau nanti bisa naik kuda setelah istirahat dan kalau mau makan tempatnya di bal bla bla, bisa makan dulu disana dan solat disana. Ya… ditunjukin arahnya gitu. Yo wesss… akhirnya kami mutar balek cari makan. Saat makan yaa kami sempet-sempet cerita dan sedikit bernostalgia juga lah selama di Gagasan dan beberapa cerita absurd lainnya :D setelah makan kami pun solat. Nah, pas kami masuk mesjidnya subhanallah, mesjidnya diisi oleh anak-anak dan beberapa orang dewasa yang sedang menghapal Al-Quran. Hehe. 


Makan di rumah makan sekitar

Nah, jam setengah dua pun sudah mau lewat, kami udah kembali lagi ke lokasi berkuda. Tapi gak ada orang gitu, sempat pulak kami foto-foto dulu sambil nungguin orang, cerita-cerita dll. Pokoknya orang disana hilang bagai angin bawalah jiwaku melayang >,<  sudah capek foto-foto kami pun mau gak mau singgah ke tempat kandang kudanya. Haha…

Foto-foto gaje ketika nungguin orang yang sedang menghilang :D

 Memanah gak jadi, foto di lokasi memanah pun tak mengapa :D

 
 Irna, Desnoy, Bg Ipul, Aku, Muthi



 Pondok tempat duduk disekitar lokasi kuda

Beberapa menit kami duduk-duduk di dalam kandang kuda yang pastinya bau kuda, bang Ipul pun berani mengetuk pintu kamar disana yang kebetulan suara tivinya itu kenceng. Yo wes…. Keluarlah cowok muda gitu ternyata. Aihhh :p Untungnya si cowok muda ini mau tuh ngeluarin kudanya walaupun bukan dia pemandunya. Maklum, si bang pemandu yang sebelumnya kami temui belum pulang dia. Dan naas, hari menunjukkan pukul dua siang dan saat itulah hujan turun dengan derasnya :D Sempat kecewa juga, takut hujannya lama dan gak jadi naik kuda. Lambat laun sambil nunggu hujan reda kami asik-asik aja cerita-cerita tentang kuda sama si cowok muda yang gak sempat kami tanya siapa namanya, tapi yang pasti dia seumuran sama kita-kita lah :D Jadi kami pun banyak bertanya juga sama si abang muda ntu :D Berlama-lama di kandang kuda not bad lah, ternyata setidaknya karena hujan kami jadi sedikit tau beberapa hal, tentang asal kuda, nama kudanya satu persatu, beda jantan betina, makannya gimana, harganya, cara rawatnya, trus kami juga pegang-pegang dan main-main sama kudanya di kandang, foto-foto, kasi makan kuda, pokoknya seru juga deh walaupun bauk kuda nih kandang. Hujan membawa berkah. 

 Lagi berpose di dalam kandang kuda :p

Karena hujannya lumayan deras dan awet sementara sudah hampir pukul tiga sore, kami pun sempatin diri buat doa bareng-bareng sama Allah biar hujannya cepet berhenti dan pindahin aja hujannya ketempat yang lain. Wkwk.Alhamdulillah doa kami terkabul toh,haha. Beberapa saat hujannya langsung reda dan si abang pemandu yang kami tunggu-tunggu telah datang. Yeee….. akhirnya kami bisa naik kuda dan gak sia-sia juga nyampe kesini.

Tapi beneran, pengunjung pada hari itu cuma kami aja loh ternyata, sumpah---- :D soalnya ini bukan hari libur nasional dan emang bukan waktu-waktu liburan kemudian biasanya juga rame kalau hari-hari tertentu. Makanya emang sepi waktu kami kesana. Tapi gak papa lah,kami jadi bebas kelayapan, foto sana-sini,masuk kandang kuda, dll :D


 Dibelakang aku lapangan buat menunggangi kudanya.
 

 
 Naik kuda betina, hehe *sebelum ready

Kami pun naik kuda satu-persatu,kecuali Irna, sangat disayangkan si Irna malah pakek rok dan gak pakek celana panjang pulak lagi, jadi gak bisa ikutan naik kuda. Gak papa Irna, lain kali naik kuda lagi ya :) kami ambil Horse Riding Lesson yang Joy Ride-nya dengan membayar Rp. 30.000/ orang dengan mengelilingi dua lapangan besar. Lumayan terjangkau bukan harganya? Setidaknya kita bisa merasakan sekaligus menikmati gimana rasanya sensasi manunggangi kuda , apalagi bagi yang belum pernah.


 Pemandu kudanya lagi ngajarin aku buat kasih instruksi ke kuda nih :D

Nanti setelah kita naik keatas kuda, ntar diajarin sama abang pemandunya gimana cara menunggangi kuda, dimulai dari cara naik, kata-kata isyarat agar kudanya berjalan, berhenti, berlari, belok kanan-kiri, dan juga cara turun dari kudanya. Seru deh. Beneran, ini pertama kalinya aku naik kuda segede jamban gini :D dulu pernahnya naik kuda poni di Bukit Tinggi waktu jaman masih kecil :D dan rasanya…. Ya udah lupa sih :p

 Akhirnya naik kuda juga, haha...makasih kuda karena dah baik diajak main bareng :*

Nah, setelah kami naik kuda satu persatu dan selesai, akhirnya kami memutuskan pulang dan gak jadi ikutan memanah karena hari yang sdah terlanjur sore dan cuaca yang lagi musim hujan. Ntar lambat sampe rumah kalau mainnya diterusin. Alhasil jam empat sorean gitu kami memutuskan pulang. Jauh-jauh ke Rumbai walaupun cuma naik kuda ya so fun  lah, apalagi sekalian ketemu teman lama yang di Gagasan dulu plus juga ketemu teman baru. Seneng bisa diajak main bareng sama Muthi, makasih banyak ya Muth udah ajak aku kesini, aku jadi dapat pangalaman naik kuda. haha.

By the way, pulang rumah udah magrib dan malamnya sumpah badan aku ngilu semua, tangan masih ngilu kayak berdenging, punggung, pundak dan leher pegel naudzubillah pegelnya. Ngendarai motor sejauh itu bikin aku langsung lunglaii ampe rumah. Malemnya kagak bisa tidur nyenyak. Berharapnya bisa gantian naik motor sama Muthi ni, tapi dianya bilang masih belum berani ngendarai motor jauh-jauh gini. Aishhh Muthi :O ntar kalo ajak jalan jauh-jauh lagi gantian tu kita bawa motor lagi haa, gak sanggup badan aku do,belajar lagi yang bener bawa motor, kalo gak dicoba jalan jauh naik motor kapan lagi pandai dan beraninya… huufftt… *boxing* *tired* :p

OK deh, mungkin segitu aja cerita aku hari ini. Wassalam.

Miss someone now :')




 See You....