Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Tuesday, 13 February 2018

My Graduation


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Di Rektorat UIN Suska Riau


Haii... welcome back to my blog!! Masih edisi seputaran hari kelulusan kemaren, kali ini mau share acara wisudaan di kampus sekitaran dua bulanan yang lalu. Tepatnya tanggal 25 November 2017 berlokasi di PKM UIN Suska. Lama bener yaak baru mau diposting, yaa mau gimana lagi kan... walaupun kelamaan, yang penting posting terus :D

Cerita aku setelah sidang dan yudisium bisa dibaca disini, Hari Kelulusanku dan Yudicium Day ya sebelumnya, biar lebih greget. Hihi. Bagi yang belum membaca, aku udah post beberapa cerita dan galeri foto kenangan disana. Semoga kenangan tersebut bisa dibaca sampai ke anak cucu :p

Berikut galeri foto acara wisuda beberapa waktu lalu, scroll kebawah terus ya....


Ini dia penampakan undangan wisudanya


Bersama Papa dan Ibu


Bersama Adik-adikku
Minus Rara yang gak mau difoto karena sibuk nangis-nangis :D


Bersama Nenek tercinta


Besama adikku Fatimah


Bersama adikku Taufiq


Bersama adikku Tamyiz




Bersama semua yang tercinta


Itu dia beberapa foto wisuda bersama anggota keluarga. Alhamdulillah seneng banget bisa lulus tepat waktu, walaupun harus nunggu jadwal wisuda yang lumayan lama banget. Lulus bulan juli, wisudanya bulan November :D aku bersyukur lulus dengan IPK yang menurut aku aman, 3,67 dengan prediket sangat memuaskan. Setidaknya gak ngasih prestasi akademik yang bobrok-bobrok amat :D tinggal nentuin next target mau ngapain kan... kerja, lanjut studi or marriage (kayak merid belom deh...belom ada calon :D) skip skip...haha.


I'm 

Pastinya cewek gak lepas yaa dari yang namanya polesan diwajah. Berhubung soal make-up aku juga masih tabu dan gak terlalu paham. Seperti difoto itulah make-up yang aku pakai diatas. Aku udah gak peduli lagi saat itu. Mau hasilnya bagus, ketebelan atau apa gak peduli. Walaupun sebenarnya saat itu aku bener-bener gak pede sumpah!! Bodohnya aku hanya percaya kata-kata Ibuku yang bilang aku cantik. Daah itu aja :'D Aku gak peduli lagi mau orang bilang ketebelan atau keputihan bedaknya atau apa....wkwkwkwk. Yang penting wisudanya, bukan make-upnya....Haha.

Padahal pas diacara wisuda gak muluk-muluk yaa, beberapa teman pada bilang aku lebih terlihat pangling :D ntahlah itu pujian atau sindiran. Wallahualam. 

Sejujurnya, sejak acara yudisium kemaren, aku sempat syok denger temen-temen yang merogoh kocek cukup mahal untuk sebuah polesan make-up. Ya.... aku menghargai profesi seni yang gak semua orang pandai melakukannya. Kreativitas memang pantas untuk dihargai mahal karena gak semua orang paham dan bisa. Rata-rata temen aku pada memakai jasa MUA ( Make Up Artis ) yang harganya diatas 250.000, 300.000 bahkan sampai 500.000 per orang untuk sekali make-up. 

Aku mah cuma modal minta make-upin sama tetangga yang hanya merogoh kocek lima puluh rebu saja :D yaaa... walaupun hasilnya gak se matte sama MUA, overall yang penting pakek make-up kek orang-orang. Haha.


Bersama Papa ketika menuju kampus


Bersama Ibu, Rara, Mamat, Nenek dan Papa


Persiapan menuju wisuda apalagi khususnya cewek jangan ditanya lagi, memang sangat – sangatlah rempong abiss. Aku akui. Setiap orang memang ingin sesuatu yang spesial dihari kelulusannya dan mungkin bakal terjadi seumur hidup. Mulai dari memikirkan baju apa yang akan dikenakan, model baju seperti apa, upah jahit baju, sepatu, jilbab, aksesoris, make-up, dan sebagainya. Memang hanya hal biasa untuk kaum perempuan, tapi itu semua menguras tenaga, waktu dan pastinya juga hepeng :D

Thanks God semua berjalan lancar dan makasih telah memberikan aku Ibu super sekali, yang selalu pengertian, bantu aku, jadi stylish aku dan keluarga. Memperhatikan segala kebutuhan aku dan tau mana yang terbaik buat aku hingga saat ini:”) I'm nothing without you Mom...

Sebenarnya sempat dilema didetik-detik dekat acara wisuda, bakal ada satu anggota keluarga aku yang gak bakal datang awalnya yaitu, Fatimah adikku. Yap... dia magang selama dua bulan di MNC Group tepatnya di IDX Channel dan INews TV yang dimulai dari awal bulan Oktober hingga akhir November 2017.

Singkat cerita, yang awalnya aku pasrah dia gak bakal datang, padahal baju seragam udah lama dibuat, membuat aku berpikir ulang. Aku akhirnya menyuruh Fatimah pulang lebih cepat seminggu dari jadwal terakhir dia magang. Alhamdulillah Fatimah mau pulang dan diizinkan oleh pembina di Jakarta untuk pulang lebih awal. Ohhhh... so sweet si Fatimeh penuhin hajat Kakaknya. Haha.

By the way.... Fatimah bakal pulang H-1 aku wisuda. Tapi ternyata eeh ternyata tepat pada hari itu dia ketinggalan pesawat akibat macet yang luar biasa. Mau gak mau akhirnya Fatimah harus bermalam di rumah saudara aku yang kebetulan dekat dengan bandara. Subuhnya, yaitu tepat di hari Sabtu aku wisuda, si Fatimah baru bisa take off  menuju Pekanbaru.

Berhubung gak ada yang bisa jemput, aku minta tolong sepupu aku si Sarah untuk jemput Fatimah di Bandara SSK pada jam 8 pagi. Alhamdulillah si Sarahnya gak ada halangan. Dan kami pun semua bisa berkumpul lengkap diacara wisuda :D Senengnya.


Suasana Wisuda bersama teman-teman
yang ada di muka, depan, kiri dan kanan


Bersama Hasna teman seperjuanganku sejak di semester 1 
Yang selalu mengaku dirinya ganteng padahal dia cewe :D


Bersama Muthi, Sohib paling badai sejak jaman MAN dan kuliah


Sohib seperkoncoanku yang paling kece

Bersama sepupu ku Sarah dan Rani


Bersama sepupuku Rani, Sarah, Aku, Emjhie, dan Fatimah


Bude dan Ibuku


Cuma pas acara wisudaan kemaren aku sempat badmood sama Papa. Abisnya buru-buru kali nyuruh kami cepat pulang. Padahal aku mau jumpa kawan-kawan dulu, foto-foto dan mau foto studio :’) Tapi ternyata Papa malah suruh aku cepat-cepat ntah apa-apa. Huhu. Jadinya gak ketemu sama beberapa teman...untung temen pengertian dan susul ke rumah. Jadi segan kan Paaaa...huhu

Karena tergesa-gesa dan aku bilang sama Papa jangan pulang dulu karena mau foto studio. Eh, Papa malah langsung nolak gak mau foto studio, alasan karena gak mau bolak balik dan jauh, capek, ada urusan ini itu. Dan taraaa.. si Papa malah tiba-tiba manggil kami semua ke tempat photo booth  yang berjejer disekitaran Rektorat. Akhirnya dengan terpaksa, dengan muka yang judes dan mau gak mau akhirnya nurutin apa maunya Papa. Syeeddihhnyaaaa.... Uwaaaaahaaa uwaaa... Huffttt...maafkan anakmu yang ngeluarin muka judes kemaren Paaaaa.... huhuhuhuhu. Padahal Papa, Ibu, Rara, dan Nenek kecapean yaa apalagi kondisi panas terik. Akunya yang kurang pengertian karena terlalu ngikutin kehendak :'(

Padahal dah rencana mau foto yang cakep, di studio ala-ala biar bagooss dan ciamik. Si Papa malah bilang gini, “ Di studio foto ngapain? orang dimana-mana foto tu yang terlihat momennya, studio mana nampak momennya.” Handeeehh... Papa Papa. Gagal rencana :’)

Oke fix lupain, haha. Aku juga mau bilang terima kasih buat sodara, sohib dan teman-teman yang telah bersedia hadir dan menambah kesan kebahagiaan di hari kelulusan aku... thanks so much.


Bersama anak kelas PR B 14


Bersama konco jaman MAN dulu
Inop dan Inas


Bersama Teman KKN Kota Dumai, Kcamatan Dumai Barat, Kelurahan Purnama


 Nah... ini dia sohib seperkoncoan pejuang skripsi
pembimbing sama, berjuang bersama, wisuda bersama :*


Kedatangan perwakilan dari tempat magang dulu di P3E Sumatera KLHK




 Masih dengan anggota geng gelas PR B 14


 Bersama mereka #edisisayangkalaugakdipajang :D

Pokoknya... semua yang telah tercapai sekarang bukanlah murni dari hasil usahaku sendiri. Ada Allah yang selalu memberikan aku kemudahan, ada orang tua dan keluarga yang selalu memberikan pengertian, support dan materi tiada tara selama aku mengenyam bangku perkuliahan, ada sahabat dan teman-teman yang selalu bersedia berbagi cerita, kisah, senang dan duka selama menuntut ilmu. Tanpa mereka aku nothing that all.

Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang kalian beri. Bila tiba waktunya semoga kita bisa bertemu kembali dengan kesuksesan yang kita cita-citakan dahulu. Jangan pernah menyerah, buat temen-temen yang masih berjuang tetaplah percaya pada impian. Jangan patah semangat! Hufftt khususnya aku yang masih banyak labil dan masih banyak butuh belajar lagi menjadi insan yang makin baik lagi kedepannya, Aamiin.



Berfoto bersama Pak Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi


Bersama Bapak Wakil Rektor UIN Suska Riau


 Edisi narsis




Bunga dan salempang dari teman-teman ketika selesai sidang dulu


Hadiah dan buah tangan dari teman-teman yang datang ketika wisuda
makasii semuaa :*


Mungkin itu saja yang aku share hari ini. Semoga bisa memberikan semangat baru bagi yang membaca. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih buat semua. Aku percaya, mereka yang baik pasti akan menerima ganjaran yang baik pula. Terus saling mendoakan kebaikan bersama ya manteman. Jangan sombong ketika sudah berada di puncak. Jangan lupa dengan jasa-jasa mereka terhadap tumbuh dan berkembangnya kita. 

Aku berharap kita semua dapat kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dapat membahagiakan keluarga, dapat meraih impian dan cita-cita setinggi mungkin. Dan satu lagi, jangan pernah lupakan Tuhan yang telah menciptakan kita, ingatlah Dia selalu didalam langkah kita. Semoga Allah meridhoi dan memberi berkah yang berlimpah untuk kita semua. Wassalam

Thursday, 27 October 2016

Papa's Birthday

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh






Kini...

Rambut yang dulunya  terlihat hitam

Semakin hari kian memutih

Badan yang dulunya tegap berisi

Sekarang sering terlihat lelah dan rapuh

Hasil kerja kerasnya selama ini bisa kami rasakan

Semua  yang diberikannya  tak terganti

Walau langit dan seiisinya sebagai balasan



Ada banyak perjuangan yang dilakukannya

Ada banyak pengorbanan yang harus diikhlaskan

Ada banyak usaha yang dikerahkannya

Beribu pikiran dan beban yang dipikul hingga menyita waktunya 

Bahkan lupa memperhatikan dirinya sendiri

Kadang ada cercaan yang harus diterimanya

Ada banyak lelah-keringat yang harus dirasakan

Dan ada banyak doa beserta ikhtiar yang dipersembahkannya kepada Sang Khaliq

Itu semua untuk dan demi kebahagiaan keluarganya

Untuk anak-istrinya tercinta di rumah

Pa...

Happy Birthday to you

You are the best that I ever had in the world 



Selamat ulang tahun Papa. Terima kasih banyak untuk Papa selama ini yang telah menjaga dan melindungi kami semua dengan baik. Selamat ulang tahun Papa yang ke-50 tahun. Semoga Papa selalu Allah berikan kesehatan, kelapangan rezeki, diberikan kemudahan dalam menjalani hari-hari, diberikan kesabaran dalam menerima setiap cobaan. Tetap semangat buat Papa, terima kasih udah ngasih kami adik yang lucu lagi dirumah. Jadinya setiap hari ada ketawa dan kesenangan yang muncul dari si kecil Rara

Kami sayang Papa.....

Sehat selalu Pa...Love you...






Friday, 14 October 2016

Semangat Si Madan

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Apa yang membuat mata dan hati kita selama ini tertutup dengan kehidupan orang-orang yang kurang beruntung dari kita?Jawabannya adalah ‘Kurangnya kepedulian antar sesama’.Kadang seakan kita bungkam, pura-pura tuli, bahkan pura-pura tidak melihat keadaan lingkungan kita kecuali diri kita sendiri???  Dalam jalur kehidupan, kita terbiasa hidup dan nyaman dengan orang-orang yang sekasta atau sederajat dengan kita. Sangat kurang sekali perhatian dan kepedulian kita terhadap lingkungan atau kehidupan lain selain kehidupan yang membuat kita nyaman saja.

Padahal diluar sana, di dunia sana, yang tak pernah terjamah dan tersentuh dalam pikiran kita. Sangat banyak sekali orang-orang yang membutuhkan kita untuk sedikit saja peduli dan dapat membantu mereka, meringankan beban mereka.

Bukankah yang pintar mengajari yang bodoh, yang kuat melindungi yang lemah, yang ceria menyemangati yang down, yang berlebih berbagi kepada yang kurang, yang bahagia merangkul yang sedang bersedih?? Dengan membayangkannya saja, saling berbagi terasa indah, apalagi jika diwujudkan bersama-sama.

Apakah mungkin?? Dengan kondisi yang seperti ini?? Bersama-sama??? Gak ada yang tidak mungkinkan? Sekedar menumbuhkan kembali harapan dan semangat saja sudah bisa menjadi modal awal mereka untuk menyambung hidup.

Terkadang, untuk bekerjasama saja kita masih banyak milih-milih, tolak-menolak, bahkan menolak kerjaan yang sebenarnya sanggup kita kerjakan. Beberapa waktu lalu, ketika aku akan berangkat KKN dan akan menetap selama kurang lebih dua bulan bersama teman-teman yang tidak satupun diantara mereka yang aku kenal, di daerah yang sama sekali belum pernah aku pijak. Papa berpesan, ‘Lakukan apa yang bisa dilakukan, jangan pilih berat-ringannya suatu pekerjaan. Bagi yang mengerjakan itu adalah tabungan amal bagi diri kita sendiri’.

Dari pesan tersebut aku jadi tersadar akan benarnya dan pentingnya pesan Papa ketika berada di lingkungan yang sedang aku jalani. Memang benar, banyak hal-hal yang membuat aku geleng-geleng kepala. Jika satu pekerjaan saja yang tidak dikerjakan dengan alasan,capek lah, malas lah, bukan tugas kami lah....pada akhirnya sebuah pekerjaan tidak selesai, semua kerjaan jadi terlalaikan dan terbengkalai. Memang harus ada yang mengerjakannya dan itu adalah kepekaan diri kita sendiri.

Si Madan, adalah salah satu bocah yang menginsprirasi terkhususnya bagi diri aku sendiri selama dua bulan berada di daerahnya. Nama lengkapnya yaitu Ahmad Ramadhan. Dengan bahasa dan logat melayunya yang kental, bocah itu sering menyebut dirinya adalah Madan. Aku pun tak ayal sering memanggilnya si Madan .

Pangilan ‘Kakak KKN’ tidak pernah hilang dari ucapannya ketika memanggil kami. Wajahnya ceria, diumur yang masih bocah adalah khas jika ia adalah anak periang dan suka bermain. Namun ada satu hal yang mengganjal dalam pikiran aku ketika kami belajar bersama. Si Madan berbeda dengan teman-teman seusianya, baik dalam proses ia berpikir maupun berbicara.

Malam itu, pertama kali ia datang di Posko KKN menemui kami untuk belajar bersama teman-temannya. Bisa aku ingat dengan jelas raut semangat wajahnya untuk mengaji dan belajar. Dari sebalik pintu ia mengintip kami dan mengucapkan salam sambil tersenyum. Kami pun mempersilahkan masuk, baik Madan maupun segerombolan teman-temannya.

Rame!!!

Jujur aku kurang suka keramaian yang membuat bising, sedikit ribut dan membuat kepala aku pusing. Sedangkan suara bising adik-adikku dirumah saja kadang membuat aku terganggu apa lagi dengan kondisi seperti itu. Disini agaknya salah satu kesabaran aku di uji kali ya :)

Aku melihat Madan dan dua orang lagi sedang bingung ingin belajar dengan siapa karena teman-teman aku yang lain sudah banyak dihampiri oleh anak-anak yang lain, sehingga Dengan hati terbuka aku memanggilnya untuk belajar denganku saja bersama beberapa teman lainnya. Ada Madan, si Farizi dan Si Kelsa. Madan duduk dikelas 2 SD, Farizi kelas 2 SD dan Kelsa belum sekolah dan masih berumur 4 tahun. Ternyata yang dua orang lagi adalah adik-adik si Madan,

Setelah mengaji bersama, aku mengajari Madan matematika sesuai permintaannya. Cara Madan berbicara, cara Madan belajar, bisa aku rasakan kalau Madan seperti susah memahami semua yang aku ajarkan, matanya tidak terfokus kepada pelajaran, tapi terfokus pada teman-temannya yang sedang bermain, terkadang fokus melihat wajahku saja bukan bukunya. Ketika dikasih latihan ia masih belum sanggup untuk mengerjakannya sendiri.

Aku jadi menggertaknya sambil bercanda untuk fokus belajar. Malah adikknya si Farizi yang banyak membantu abangnya (si Madan) dalam mengerjakan latihan yang aku beri. Aku katakan pada Farizi biar abangnya mengerjakan sendiri dahulu latihannya,pada saat itulah Farizi langsung to the point tentang kondisi abangnya yang sebenarnya yaitu Si Madan.

“Dia ini aturannya kelas 4 SD kak, tapi tinggal kelas 2 tahun, kata Ibu kami seharusnya abang disekolahkan di Sekolah Khusus, bukan disekolah SD biasa, tapi sekolah itu tidak ada disini,” Ujar Farizi dengan tanggap.

Bisa aku tarik maksud dari perkataan Si Farizi. Aku jadi salut banget dengan Farizi, selain pintar berbicara, ia sangat peduli dan mau membantu abangnya yang sedang dalam kesusahan mengerjakan latihan soal.

Dari perkataan Farizi aku jadi mengerti, kalau Madan bukanlah anak-anak seperti biasanya. Ia hanya seorang anak ceria dan penuh semangat. Madan butuh bimbingan dan semangat dari kami-kami agar tetap bisa belajar meskipun dalam keadaan terbatas.

Si Madan adalah anak yang aktif dan ceria, pun kondisi ekomoni keluarga yang pas-pasan membuat kami anak-anak KKN tersentuh. Sulut api semangatnya untuk berjalan tiap malam menuju ke posko KKN untuk belajar selalu ia tapaki bertiga bersama adik-adiknya yang pintar dan lucu itu.

Aku senang... Madan dan adik-adiknya mempercayakan aku buat jadi tutor mereka ketika  belajar bersama di Posko. Meskipun aku sering terkaget-kaget sama Farizi yang kalo punya PR banyak banget, bisa dalam semalam mengerjakan tiga sampai empat PR, Katanya biar PR nya tidak menumpuk dan selesai. Bener juga sih, tapi kaget aja :D Di penghujung KKN  Una pun juga sempat bantuin aku belajar dan bantu buatin tugas si Farizi ini. Hehhe. Makasi Una.  

Belum lagi si Kelsa yang cantik itu, meskipun belum sekolah tapi Iqro dan buku tulis untuk belajarnya selalu iya bawa dan hasil tulisan tangannya baik tentang berhitung dan menulis selalu ia praktekkan di depan aku dan menunjukkan hasilnya padaku. Pintar!!

Yang aku salut dari Madan adalah setiap datang ke posko ia selalu bilang, “Kak, mau belajar!” Sambil membuka  tas dan mengambil buku-bukunya kemudian duduk manis di depan aku. Setiap selesai belajar pun aku terbiasa memberinya PR, namun ketika aku tidak memberinya PR, ia malah meminta dikasih PR. Alasannya biar bisa pintar dan ketemu kakak cantik terus :”) ntah mau terharu atau merasa terhina atau apa gitu kan, jarang-jarang ada yang bilang cantik :”) eehh, tapi anak kecil jujur kan ya? Haha.

Kami anak KKN merasa sangat senang ketika Madan dan adik-adiknya yang sering membawa titipan Ibunya, biasanya Farizi sering memberi buah-buahan dan makanan. Enak!!! Makasih Ibu Madan, Farizi dan Kelsa.

Masih teringat jelas juga ketika saat-saat berada dipenghujung akhir KKN, aku pengen Madan lebih percaya dengan dirinya sendiri, bisa sedikit saja lebih lancar dalam mengungkapkan kata-kata dengan fasih dan jelas.

Saat itu kebetulan di posko aku sedang bersama Ando dan Juntak. Kami mengajari Madan untuk berbicara pemperkenalkan diri sendiri di depan umum. Kami bertiga sempat tertawa ketika Madan memulai dengan mengucapkan salam yang tidak jelas dan kencang dan sangat kaku sekali memperkenalkan dirinya.

Aku pun mulai mengajarinya pelan-pelan namun tetap sedikit sulit, Juntak dan Ando pun juga mencoba mengajarinya dan malah semakin membuatnya malu, tidak ingin berdiri dan berbicara lagi. Untung Ando sabar dan kami juga sabar mengajarnya, sedikit demi sedikit selama dua hari berturut-turut lafal Madan dalam mengucapkan kata-kata memperkanalkan dirinya berangsur baik, dan percaya diri meskipun masih banyak yang harus dipelajari.

Walaupun Madan malu dan tidak hebat dalam satu sisi, tapi semangat nya untuk terus belajar tidak luntur. Sering salah pun membuat Madan gak pernah bosan dan malu untuk belajar ke Posko. Keterbatasan Madan yang ada tidak membuatnya minder dihadapan teman-temannya, Madan sempat malu dan menyuruh adiknya Farizi tutup mulut ketika menyampaikan kalau Madan pernah tinggal kelas ke aku pertama kalinya. Hufftt.... tapi walaupun jujur itu memalukan namun selama kita menganggap kejujuran itu hal yang positif, hasilnya akan positif juga. Ibarat kata pepatah ‘Malu bertanya sesat dijalan.’

Tentang cita-cita nya yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya dan ingin menjadi dokter Madan utarakan kepada kami. Semoga bisa terwujud ya Madan, meskipun kakak dan abang-abang sudah pergi tetap semangat buat belajar ya. Kakak rindu sama Madan, sayang...momen kita bersama belum sempat terabadikan dan kita belum sempat perpisahan. Terakhir sebelum pergi kakak hanya ketemu Farizi di jalan dan titip salam semangat ke Madan dan Kelsa.

Memang... hati dan mata kita akan terbuka lebar dan tergerak membantu ketika kita langsung merasakankan sendiri lingkungan yang berbeda. 

Setidaknya bukan hanya satu orang yang seperti Madan, tapi banyak orang diluar sana hidup dalam ketidakberuntungan namun mereka masih memiliki harapan dan semangat buat menjalani hari-hari mereka.  Kisah si Madan dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya. Sekali lagi bahwa keterbatasan tidak membatasi kita dalam melakukan sesuatu yang ingin dicapai.

Ini hanya baru cerita si Madan,  masih banyak mungkin cerita-cerita lainnya yang tidak terekspos dan butuh perhatian dari kita, dari masyarakat, maupun pemerintah. Kita saling peduli kepada sesama toh tidak akan mendatangkan kerugian ataupun menurunkan derajat kita. Tetapi meninggikan derajat, bukan hanya dihadapan manusia, tetapi dihadapan Allah SWT. Dimana Allah berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.“ 
QS. Al-Zalzalah 7-8

Sekecil apapun kebaikan yang kita kerjakan pasti berbalas dengan kebaikan, begitu lah  janji Allah kepada kita dan dengan kita menolong orang lain, kita pun juga akan mendapatkan pertolongan entah melalui perantara manusia atau pun langsung dari sang Maha Kuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, yakni:

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Mungkin itu saja tentang kisah si Madan, sederhana tapi ada nilai yang bisa kita ambil sebagai pemacu kita untuk terus semangat biar dalam kondisi apapun. Semoga bermanfaat ya bagi kita terkhususnya bagi diri aku sendiri. Wassalam






Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca


Friday, 15 April 2016

Interview PT. CPI (Chevron Pacific Indonesia)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




Hallo Sobat… apa kabar dibulan April? Moga selalu sehat dan hari-harinya semakin menyenangkan yaa…hihi. Btw, rasa malas sedang merajalela didiri aku ni :( gak tau kenapa…mungkin karena efek PMS kali ya :D tapi rasa malas itu emang sedang kumat-kumatnya, di rumah lebih banyak selonjoran di kamar, paling ngelakuin kerjaan yang ringan-ringan dan batu jagain Rara sambil sibuk main game. Oalaaah Laila, padahal tugas banyak yang kudu dikerjakan tapi masih berleha-leha :’) Gapapa cukup malam ini aja. Semangat!!

Malam ini aku lebih milih nulis buat postingan di blog daripada bikin tugas. fix- tepok jidat… Laila lagi lelah dengan tugas dan kuliah,pengen rasanya liburan full setidaknya satu bulan, pengen ke suatu tempat yang keren, indah, ke tempat yang belum pernah dikunjungi, pengen jalan-jalan ke Pantai, ke taman, naik gunung, pokoknya pengen memanjakan diri kemana pun dimana pun. Kira-kira kapan ya??? :”)

Forget it!! itu hanya khayalan disaat lelah :D

Oh iya, aku pengen cerita pengalaman aku dikali pertama mengunjungi perusahaan besar yang ada di Riau dalam rangka tugas interview menajemen Public Relations. Perusahaan yang aku kunjungi adalah PT.CPI ( Chevron Pacific Indonesia) yang berlokasi di Rumbai dan salah satu perusahaan besar (perusahaan bonafit) di Indonesia khususnya di Riau yang bergerak dibidang perminyakan.

Tugas mata kuliah Menajemen Public Relations (Menajemen PR) yang aku jalani ini adalah tugas kelompok yang terdiri dari lima orang yaitu aku, Yola, Riza, Alim dan Ridho kemudian kami  harus melakukan semacam audiensi dan interview kepada humas/staff humas pada suatu instansi/perusahaan.

Awal kenapa bisa mewawancarai Chevron gak lain karena curhat dan dibantu sedikit sama Papa melalui temennya hingga kami sekelompok bisa interview di PT. CPI :D Makasih Papa :*

Rabu, tanggal 6 April sebelum pergi ke Chevron kami berkumpul dulu di rumah aku dan cuss ke kantor Demokrat karena mau ambil memo. Singkat cerita kami sampai di Rumbai, tau lah kan Chevron itu ketat banget. Bayangin Sob, baru aja masuk ke Gerbang Chevron-Rumbai dan melewati pos nya, kami disuruh berhenti sama security-nya. Ternyata kelengkapan motor yang kami bawa itu kurang. Motor kami semuanya pakai satu spion dan masuk ke camp Chevron ya kudu lengkap :D disitulah kami pada bengong semua. Motor kami disuruh parkir di pos kalau mau wawancara dan kami disuruh jalan kaki kedalam. Cerita-cerita dikit sama security-nya pas lagi isi buku tamu dan beliau tanya “mau ngapain dek?” ya kami jawab, “mau wawancara humas Chevron pak.” “Kalau ke PGPA ini kantornya dek! adek ke PGPA nya kan?” kata security sambil nunjukin kantornya. “iya pak, kami ke PGPAnya.” ~~~ sebenarnya kami gak tau apa itu PGPA cuma di memo tertulis kepada PGPA :D dan akhirnya bisa masuk deh dan gak perlu jalan kaki :D Gile aja panas-panas kami jalan kaki kan,  ternyata kantor humasnya disamping pos security ini. Alhamdulillah kagak jadi jalan kaki kedalam :D padahal sempet lemes juga dengarnya.

Akhirnya kami  dapat bertemu dengan staf humasnya. Dipertemuan pertama ini kami hanya berkesempatan cerita-cerita sedikit kemudian memberikan surat pengantar dari dosen kami beserta daftar pertanyaan, kemudian kami juga memberikan memo dari temen Papa yang membantu kami agar pertemuan kami disetujui staf humas. Untuk pertemuan interview akan dihubungi dan dikonfirmasikan kembali.

Dan Alhamdulillah aku mendapatkan kabar kalau aku dan teman-temanku bisa melakukan wawancara. Alhasil pada hari Senin tanggal 11 April lalu aku dan temen-temen akhirnya bisa melakukan wawancara secara face to face. Jujur… saat pertemuan pertama ke Chevron, perut aku mules, berkeringat, tangan aku basah, padahal ruangannya dingin pakai AC. Ya semua itu gak lain karena aku yang cemas dan deg-degan, maklumnlah Sob…aku kalau belum terbiasa sama suasana yang baru dan bakal ketemu orang baru yaa agak cemas, takut salah yaa pokoknya perasaan kurang nyaman lah. Sama kayak kalau aku ngomong di depan orang banyak, pasti perut awal-awalnya mules, tangan dingin, suara bergetar, dll. Dan itu masih aku rasakan sampai sekarang meskipun di kampus udah sering juga yang namanya berbicara di depan orang terkhususnya di depan teman-teman dan dosen. Hihi. Begitupun pertemuan kedua pas interview, aku malah tambah deg-degan. Haha… mungkin ini lah kondisi yang masih harus terus aku latih dan latih. Melawan kepribadian aku yang introvert menjadi orang yang komunikatif dan percaya diri adalah caranya, meskipun sulit tapi itulah tantangannya. Ya…aku harus terus berbicara, komunikatif, apalagi kalau harus terus berhadapan dengan publik, terus bakalan sering bertemu orang-orang baru, bekerja secara tim dan terbuka, di ilmu komunikasi aku merasakan perbedaannya, hihi.

Haiisshhhh…. kok malah nyeritain kepribadian gini sih -_- ok deh lanjuuutt… maaf ya…. wkwk

Oh iya, sempat lupa bilangin, jadi kami melakukan wawancara tepatnya berlokasi di Kantor PGPA South Office PT CPI-Rumbai. Sempat heran kenapa nama kantornya ini adalah PGPA dan kami semua sama sekali gak tau kepanjangannya apa dan kami pun mendapatkan jawaban ketika interview :P

Pertemuan pertama pun berlangsung dimulai dari jam 13.30 WIB, kami diminta untuk menunggu sebentar oleh seorang kakak-kakak staf disana. Kemudian kami dikejutkan dengan kehadiran seorang cewek yang parasnya itu muda dan cantik  :D Nah, sebut saja namanya Kak Indri, Kak Indri langsung memperkenalkan diri dan ngebut nyuruh kami bikin name tag biar kami-kami mudah dipanggil namanya, haha. Ada-ada saja Kak Indri ini.
Setelah membuat name tag kami diarahkan untuk ke ruangan meeting dan melakukan wawancara. Sumpah gak tau kenapa, aku dan teman-teman kok kayak merasa ekslusif gitu ya berada diruang meeting kantor perusahaan :D Nah, disini kami berkelompok berhadapan langsung dengan  Bu Tiva Permata selaku Communications Manager yang kami sapa Bu Tiva dan Kak Indrika Eko Sriyatini selaku Communications Specialist yang kami sapa Kak Indri. Diruangan meeting inilah kami melakukan interview, dialog dan sekaligus belajar. Aku pribadi seneng banget dan banyak ilmu-ilmu baru yang gak aku dapat di kampus ketika pertemuan ini berlangsung.


Selfie bersama Riza, Yola dan Aku
Selama pertemuan berlangsung selain fokus menjawab rincian dan penjelasan lanjutan wawancara, Kak Indri dan Bu Tiva juga sharing ilmu yang dipaparkan melalui slide presentasi, kami berasa kuliah umum yang diajarin mentor luar biasa, kami disuguhkan materi-materi PR secara konseptual beserta video-video dan gambar-gambar yang inspiratif-kreatif mengenai PR dan marketing, penjelasan tentang PR Tool baik secara konseptualnya maupun aplikasinya, tentang Chevron secara menyeluruh, pengalaman-pengalaman Bu Tiva dan Kak Indri baik pengalaman selama bekerja dan pengalaman pribadi dan banyak hal-hal yang mereka bagikan hingga banyak buat kami kebanyakan bengong dan kagum :D Mereka pun menyampaikannya so funny, buat kami beberapa kali tertawa renyah apalagi dengar pengalaman dan hal-hal lucu dari mereka. Bayangin aja berapa lama kami bertatap muka, itu semua dari jam 13.30  dan selesai sampai jam 17-an, hihi, saking nyamannya ngomong.


Abaikan Ridho yang nutup mata...
Di ruang Meeting

Jujur seperti ada rasa keunikan tersendiri ketika dihadapkan dengan dua pejabat kantor PGPA ini. Belum lagi mereka adalah wanita, jujur aku merasa terinspirasi dengan prestasi, pengalaman dan akademik mereka. Belum lagi ternyata Kak Indri ini masih muda yakni berusia 32 tahun, alumni S1 Public Relations-Ilmu Komunikasi UNPAD dan lulusan S2 Marketing Communications London School of Public Relations. Huhuhu… pengen deh bisa sehebat Kak Indri :’) Dan kepanjangan dari PGPA itu sendiri adalah Policy Government and Public Affairs. Jadi PGPA itu adalah nama kantor humasnya. Dan satu hal lagi yang aku rasakan dan lihat, bahwasanya pegawai disini diperlakukan  secara khusus dan manusiawi. Karena pegawai bukan hanya seoarang pekerja, mereka adalah manusia yang penuh akan hak-haknya, butuh diperhatikan  dan layak diperlakukan dengan baik. Itulah salah satu fasilitas yang diberikan perusahaan kepada pegawainya.


Masih di ruang meeting

Nah contohnya meja kerjanya yang keren abis bisa diatur-atur letak dan posisinya sesuai keinginan kita, kursi nya pun juga canggih, komputer nya pun gak kalah keren, bisa diatur-atur juga posisinya trus di komputernya juga ada semacam aplikasi senam yang otomatis muncul ketika sedang menggunakan komputer dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Apabila kita tidak mengikuti senamnya sebanyak tiga kali,maka dipastikan komputer tidak akan bisa kita gunakan dan mati dalam jangka waktu tertentu juga. Keren kan :D Beginilah seharusnya perusahaan memperlakukan pegawai. Tetap berusaha menjaga kesehatan pegawainya juga agar tidak sakit selama bekerja. Pokoknya semua yang dilihat terasa wah dan nyaman :) kapanlah bisa kerja di Perusahaan yang hommy dan nyaman kayakk gini? :”)
Dan satu hal yang pengen aku kasih tau, bahwanya dibalik kesuksesan mereka, ternyata salah satu yang mengantarkan mereka hingga bisa menjadi seperti sekarang ini adalah menulis. Bu Tiva dan Kak Indri suka dan hobi menulis kata mereka. Bu Tiva berlatar belakang seorang jurnalis, dimana sebelum menjadi seorang Praktisi PR beliau adalah Pemred dari Warta Caltex yaitu semacam buletin perusahaan yang terbit seminggu sekali dan sudah bekerja di Chevron selama kurang lebih 25 tahun.
Sedangkan Kak Indri awal bekerja di Chevron adalah sebagai staf PR yang berhubungan langsung dengan wartawan, memberikan pelatihan jurnalistik, melakukan pembinaan dan hubungan kemitraan dengan wartawan. Kak Indri sendiri telah bekerja di Chevron selama kurang lebih tiga tahun dan pengalaman kerja di bidang PR telah 9 tahun ia lakoni di Bandung-Jakarta-Riau. Sempat kaget juga dapat info dari Kak Indri bahwa tanggal 1 Mei yang akan datang ia dipindah tugaskan di kantor PGPA Jakarta. Semoga sukses selalu deh buat Kak Indri dan moga ilmunya berkah.
Diakhir wawancara kami pun mengambil sesi foto bersama kemudian di lanjutkan dengan foto-foto selfie di taman Kantor  PGPA yang hijau dan sejuk ini. Momen yang mungkin saja gak akan terjadi kalau Pak Toni gak ngasih tugas interview humas perusahaann, haha. Semangat kawan-kawan yang masih otw tugas interview-nya. Semoga cepet selesai dan lancar ya.


Bersama Kak Indri
Alim, Yola, Kak Indri, Riza, Aku, Ridho


Bu Tiva nya lagi siap-siap pulang dan gak mau di foto --" :D 
Jadi kami-kami aja yang berfoto...hihi

Sekali lagi terima kasih buat Bu Tiva dan Kak Indri yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas, makasih buat tips, trik, sharing ilmu, dan cerita-ceritanya. Jujur banyak yang pengen aku share di blog cuma bakal terlalu panjang kalau diceritain satu-satu. hehe. Over all, seneng banget bisa bertemu dengan wanita super seperti Bu Tiva dan Kak Indri. Moga kita bisa bertemu di lain kesempatan kembali :’) Mungkin itu saja yang dapat aku ceritakan. Wassalam.