Showing posts with label Masa kuliah. Show all posts
Showing posts with label Masa kuliah. Show all posts

Sunday, 7 January 2018

Yudicium Day

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


 Foto bersama dengan para dekanat dan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi


Yaaiiy...welcome 2018!!! Semoga ditahun ini kita semua semakin jauh lebih baik, makin dimantapkan ibadahnya, yang masih berjuang dengan skripsi semoga tahun ini lulus, yang lagi cari kerja dapat kerja, yang pacaran segera dihalalkan dan yang sedang sibuk memperbaiki diri semoga dilancarkan segala urusannya, cepet dijemput jodoh biar jomblo fisabilillahnya gak kelamaan...hihi...pokoknya semoga semua harapan dan cita-cita kita yang belum tercapai ditahun sebelumnya dapat terwujud ditahun ini! Aaamiin aamiin ya robbal alamin.

Postingan diawal tahun 2018 kali ini aku awali dengan cerita latepost ya :D sebelumnya hanya jadi draft dan belum sempat dipublis karena ee karena  yaa begitulah. Hihi. Mumpung tahun baru, tentunya harus semangat baru ya. Harus lebih berenergi, lebih harus banyak belajar dan pastinya harus banyak-banyak melakukan hal-hal positif. Hufftt... umur ntar lagi bakal 23 tahun cooy. Bukan umur yang remaja lagi :”)

Ceritanya menyambung dari kisah sebelumnya... silahkan baca dengan klik disini. Jadi setelah sidang dibulan Juli dan menyelesaikan segala administrasi untuk wisuda, tepatnya setelah beberapa bulan menunggu, akhirnya pelaksaan acara Yudisium Fakultas Dakwah dan Komunikasi ke-43 dilaksanakan pada tanggal 22 November 2017 bertempat di The Premiere Hotel Pekanbaru. Cukup lama kan nunggu dari bulan Juli ke bulan November :") ??? But over all...yang pentingkan yudisium juga bersama teman-teman.

Berikut beberapa foto kenangan ketika acara yudisium berlangsung.



Bersama Ibu


 Bersama Ibu dan Rara Adikku


Bersama Taufiq Adikku


Bersama Hasna, Konco Karibku


Bersama Konco Seperjuanganku
Afri, Nadia dan Anika


Geng Sebelah :D
Siska dan Fani


Terima kasih buat sahabat dan teman-teman yang bersedia meluangkan waktu berharga kalian untuk hadir dihari bahagia aku dan teman-teman yang melaksanakan yudisium. Aku gak bisa sebutkan satu persatu nama-nama yang hadir, tapi kehadiran kalian membawa warna tersendiri dalam history perjalanan hidup aku. Terima kasih yang telah memberi doa dan selamat, terima kasih juga yang belum sempat untuk hadir karena kesibukan yang tak bisa ditunda, niat baik dan doa setulus hati sudah cukup menggembirakan hati kok, hehe.

Senang akhirnya masa-masa penuh perjuangan telah terlewati, walaupun kita tau ini masih awal dan belum berakhir. Jangan ada rasa cepat puas diri yaa diantara kita, teruslah kita semangat dalam mencapai cita. Kalian teman-teman terhebat yang aku punya, yang aku harap bukan hanya sebagai teman disaat senang, namun dapat menjadi tempat untuk terus belajar dan memperbaiki diri bersama dan ada disaat-saat tersulit. Semoga ukhuwah kita sampai Jannah-Nya ya... aamiin ya robb.


 Bersama teman-teman kelas yang yudisium
dan teman-teman sekelas yang berkesempatan hadir




Oh iya, ngomong-ngomong aku mau bilang sejujurnya, hal yang paling membuat repot kalau ada acara adalah make up. Haha.... aku gak pede kalo soal pakai make up yang tebel, apalagi kalau nih muka diputih-putihin -,- kayak pakai masker bedak beras aja gitu rasanya :D maklum, gak pandai pakai make up jadinya pakai jasa make up. Hihi.  Tapi karena yang cewek-cewek semua pada pakai make up, alhasil ya mau gak mau pakai make up lah. Kalau lain sendiri kan kagak enak juga yaa, lagian belajar membiasakan diri dengan riasan make up kayaknya emang terkesan penting...biar terbiasa dan terlihat berbeda daripada hari-hari biasa. 

Tapi, semua jadi terlihat cantik kok dengan riasan make up, keluar aura dewasa nya. Jadi pangling dan bikin waaw. Agak gimana gitu pas lihat wajah polos berganti dengan balutan make up.

Yang aku syukuri, alhamdulillah kelas kita termasuk yang progresnya cepet banget lulusnya. Motivasi satu sama lain kuat dan saling support. Seneng bisa berada diantara kalian. Yudisium dan wisuda kali ini pun jadi terasa rame dan meriah karena 10 orang diantara anak kelas dapat giliran yudisium dan wisuda bersamaan.


Berpose ganteng :P


Bersama Ledies PR B


Konco Seperskripsian


Bersama konco lagi


Foto Yudisium yang diberi oleh pihak Fakultas :D


Yapp... itulah cerita dihari ini. Tiada kesan yang tak sampai, tiada kenang yang terlupa. Semua tersimpan didalam memori, menjadi sepenggal cerita tak terlupa yang kelak bisa diceritakan pada anak cucu. Setiap kisah ada hikmah begitu pun setiap perjuangan ada pembelajaran. Ujian dihadapi dan diselesaikan hingga kemenangan dapat diraih. 

Ambil yang baik, buang yang buruk. Aku bukan makhluk sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah. Semoga diri ini bak padi, semakin berisi maka semakin merunduk. Ilmu dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga. Makin taat pada yang Kuasa dan dapat terus berbakti kepada kedua orang tua. Bila ada kesombongan yang terselip mohon diingatkan, bila ada sikap yang salah jangan salahkan siapa-siapa. Hanya diri ini yang kurang baik hingga butuh untuk dinasehati dan dibimbing. Bukan dicemooh atau dijatuhkan. Bukan dijauhi dan dikhianati. 

SEMANGAT untuk kita!! Wassalam.




Monday, 23 October 2017

Hari Kelulusanku


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Alhamdulillah... setelah rehat dari penulisan skripsi, kini aku sempatkan menulis blog kembali. Mungkin ini adalah salah satu momen sekali seumur hidup yang harus aku abadikan. Ya... aku sedikit ingin mengabadikan momen tersebut di blog ini, untung-untung sekalian melatih kembali jari-jemari yang udah kaku setelah berskripsi ria.

Yap... selang beberapa bulan yang lalu, aku sedikit disibukkan dengan tugas akhir kuliah (skripsi). Udah jarang lagi yang namanya nge-blog. Efek udah jenuh kali yaa dengan melihat laptop siang-malam. Hehe

Jujur, dalam proses pengerjaan skripsi bukanlah suatu hal yang mudah tapi tidak pula terlalu sulit. Pastinya sesuatu yang dilalui akan ada mudah dan juga susahnya, tergantung cara dan usaha kita mewujudkannya. Right!! Banyak hal yang aku dapat diakhir-akhir perkuliahan ini, salah satunya ilmu sabar dan ilmu berusaha. Caiyooooo.... !!! Salah satunya sabar ngadepin dosen dengan segala karakternya #eaak :D Yang anak semester akhir angkat tangan!!

Umpama ditanya motivasi terbesar hingga bisa kelarin skripsi, pastinya adalah karena orang tua.  Perkuliahan yang aku jalani ini adalah tanggung jawab terbesar yang orang tua percayakan kepadaku untuk dijalani dan diselesaikan. Tujuannya  tak lain agar kelak aku tumbuh menjadi insan yang berilmu,  bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, nusa dan bangsa. Tentunya tanggung jawab itu harus aku tunaikan dan aku selesaikan secepat mungkin. Alhamdulillah tepatnya pada tanggal 20 Juli 2017 lalu  atas ridho Allah dan kedua orang tuaku, aku dapat menyelesaikan S-1 Ilmu Komunikasi tepat diakhir semester 8 ( 4 Tahun). Mungkin antara rasa percaya dan gak percaya setelah step by step yang aku jalani dan taraaaaaaaa.... akhirnya membuahkan hasil, padahal rasa lelah dan putus asa sempat memuncak diubun-ubun...rasa-rasa gak sanggup :’)) tapi pada akhirnya janji Allah nyata, bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan aku kelancaran, kekuatan dan semua nikmat yang tak dapat aku sebutkan hingga aku bisa menyelesaikan studi ini.

Terima kasih pula buat keluargaku tercinta... Papa dan Ibu yang selalu nyinyir nanyain dari mulai kapan ngajuin judul hingga kapan wisudanya??? T.T but without you, i’m nothing at all. Buat adik-adikku juga, biar pun kakak masih belum jadi yang terbaik, percayalah kakak selalu berusaha menjadi yang terbaik agar Ibu Papa bangga dan tentunya kakak akan selalu berusaha menjadi tauladan untuk adik-adik dirumah.

Kepada dosen-dosen yang tiada lelah memberikan ilmunya, waktu, membimbing dan menunjuk ajar mahasiswanya yang nakal-nakal dan alfa ini. Semoga ilmu yang kalian beri menjadi pemberat amal baik di yaumil akhir kelak... aamiin ya robb.

Kepada kakak-abang, sahabat, teman-teman dan konco-konco seperjuangan lainnya, terima kasih telah menjadi penyemangat, memotivasi, mendoakan, dan tim HORE-HORE baik dikala suka-duka selama dibangku perkuliahan. Sepupuku Emjhie, Sintia, Mila, Nurdin, Inop, Apit, Indah, Muthi, Hasna, Nadia, Anika, Afri, Bg Feb, Feni, Kk Rani, Bg Dani, teman-teman PR B 2014, teman-teman KKN Dumai Purnama dan kalian semua yang pernah mengisi hari-hari, doain, baik dan bantuin aku. Tanpa kalian yakinlah, suasana masa-masa perkuliahan gak akan sebewarna dan semenyenangkan ini :))

Bersama Sohib Seperjuangan 
Anika, Aku, Afri dan Nadia







Bersama Endang... Anak paling bikin heboh di kelas :p

Bersama Aldi, Geng Sebelah ...Sohibnya Anika dan konco si Hasna :D

Anak Kelas PR B'14
Ayu, Juntak, Irvan, Hafiz, Firman, Rio, Izu
Puput, Afri, Hafri, Anika, Nadia, Endang, Yopi, dan Aldi





Dan khususnya aku mau bilang BIG THANKS!!! Untuk Hasnaturrahmadani (a.k.a Hasna). Dialah makhluk yang selalu mengatakan dirinya ganteng, padahal dia cewek -,- haha. Makasih udah nemenin bimbingan ampe malam-malam di kampus.  Makasih karena dah jadi teman makan setia. Teman mesjid hunter, teman ngeledek, teman tinju :D Makasih karena dah rela jadi asisten penelitian dan terjun ke masyarakat bareng aku (padahal aku tau kalo ko sebenarnya ogah capek-capek, haha). Makasih udah temanin aku kemana-mana, panas-panas, ujan-ujanan, dan pulang malam selama penelitian karena aku :”) tanpa ko mungkin aku bakal jalan sendirian, keribetan, dll :D Ntahlah... klo ko gak bantuin aku mungkin pupus sudah aku tamat kuliah pas 4 tahun :D Padahal ko waktu itu juga lagi banyak pikiran karena proposal ko yang masih stuck. Doaku setulus hati, semoga ko cepet lulus di tahun ini dan terbang ke Jepang sesuai mimpi ko :P


Haii Hansa :D









Dan hari itu, dengan pakai khusus bewarna serba hitam khas, aku bersama rombongan peserta munaqasah dinyatakan lulus ujian dan sah menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom). Ketika itu peserta ujian terdiri dari empat orang. Dengan 3 orang cewek angkatan kami, dan seorang abang senior. Alhamdulillah hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan buat aku khususnya, walaupun aku sadar bahwa ini bukanlah akhir...namun adalah awal untuk menuju dunia yang sesungguhnya. Bismillah...

 Bersama Vivi, teman sekelas.


 Bersama Vivi dan Ama

Sedikit cerita... Rahma yang akrab disapa Ama ini salah satu temen seperjuangan aku dimasa-masa bimbingan Skripsi. Kenal udah lama, karena dia anak Gagasan dan temen akrab si Muthik juga. Bahkan bimbingan sampe magrib pun kami lakoni demi demi nungguin dosen pembimbing, bareng Hasna juga, janjian bimbingan bareng dan teman cerita-cerita. Sama-sama ACC dan ternyata samaan juga dapat jadwal sidang. Padahal gak janjian :D Kalo diingat-ingat lagi masa-masa sulit kita, mungkin rasanya pengen nangis ya Ma... Apalagi kita bimbingannya sore ampe maghrib nunggu giliran, kadang udah lama nunggu disuruh besok karena udah malam, bahkan pernah terkurung hujan badai di kampus sampe gak pulang hingga jam delapan malam :')

Huffttt.. kalo diceritain mungkin kagak ada habis-habisnya kali yaa... memang perjuangan ini gak berdarah-darah, tapi banyak menguras waktu, biaya, tenaga, pikiran, bahkan air mata kelelahan :p Yap...setiap yang ingin dicapai tidak selalu berjalan dengan mulus, pasti akan ada kerikil-kerikil tajamnya. 

Walaupun begitu, aku senang karena telah selesai terhadap tanggung jawab ini.












Mungkin itu saja yang ingin aku ceritakan pada blog ini dan para pembaca. Semoga kita tetap sungguh-sungguh dan konsisten terhadap apa yang ingin kita raih. Tetaplah semangat!! Yakinlah bahwa sesuatu akan tercapai selama masih ada rasa percaya bahwa itu akan terwujud. Tidak perlu menjadi yang paling hebat dianatara orang-orang hebat. Cukup yakin dan lakukan sesuatu yang terbaik menurut kita. Semoga akupun juga begitu, tetap semangat!! meskipun masih ada bayang-bayang yang membuat aku takut dan bingung.... Wassalam.




Monday, 22 September 2014

Retorika

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Apa kabar Sobat dimanapun berada?? :D Alhamdulillah... hari ini ada pelajaran berharga yang aku dapat dari kelas aku di kelas PR 3B. Gak tau kenapa aku merasa termotivasi banget dengan keahlian teman-teman aku. Membuat aku semakin terpacu untuk melakukan yang terbaik :)

Udah dua kali dosen retorika mengatakan kalau kelas kami adalah kelas terbaik dari mata kuliah yang dia ajar. Ya, pertemuan pertama dia mengatakan kelas kami yang terbaik karena sangat ikut berperan aktif selama proses perkuliahan. Alhamdulillah sempat maju pertemuan pertama,hehe. Yang kedua kalinya itu tadi, Pak Usman dosen retorika kembali mengatakan “Kelas ini masih jadi yang terbaik.” Tapi sayangnya tadi aku sama sekali gak ikut aktif berpartisipasi L tapi setidaknya ada rasa bangga lah dihati karena dikatakan kelas yang terbaik :D

Oh iyaa, sampai lupa. Udah ada yang tau belum apa itu “Retorika”?? Retorika ini adalah mata kuliah aku di kampus. Yang jurusan komunikasi pasti belajar ini. Retorika adalah seni berbicara atau bersilat lidah. Memberikan motivasi, kata-kata pembangkit semangat, kata-kata bijak, kata-kata yang menyentuh hati, itu termasuk retorika. Bagaimana cara berdialog agar memadamkan amarah seseorang, mempengaruhi, melobi, bagaimana bertutur kata supaya apa yang dikatakan itu menarik,menghibur, memukau, meriah, luar biasa, bahasa tubuh, penampilan itu semua dipelajari di retorika.

Di ilmu retorika itu kita mempelajari 40% teori, 60% praktek. Jadi kalau udah mata kuliah retorika pasti bakal praktek maju kedepan. Seru deh belajar retorika. Seru dan friendly juga. Intinya harus PD kalau ada praktek maju kedepan :D

Teman-teman yang maju tadi sungguh luar biasa banget di kelas. Pada master semua :D Bikin aku terpukau dengan cara mereka berbicara. Pada ahli semua ngomongnya, lancar kayak kereta api tanpa sundulan.

Isan memberikan kata-kata semangat nasionalismenya ada selingan canda tawa juga :D. Fandy dengan kata-katanya yang membuncah semangat, aku dengar seperti puisi. Kalau tak salah tentang Kapal bla bla gitu, seperti tentang roda pemerintahan kita yang aburadul gitu lah. Pokoknya tadi si Fandy keren abis beretorika di depan kelas. Sampai-sampai pak Usman bertepuk tangan beberapa kali. Si Irfan yang sempat stand up comedy di depan, tapi kagak ada yang ketawa *kasian :p* tapi akhirnya ketawa juga setelah disuruhnya :p. Alim yang kayak menyimpulkan apa yang diretorikakan dengan teman-teman sebelumnya dengan jelas dan wibawa juga.

Yang cewek tadi banyak yang malu-malu mau kedepan, tapi pas disuruh dan ditunjuk pak Usman pada maju langsung :D Sempat terharu juga ketika Izu beretorika di depan kelas tentang Ibu. Dila yang beretorika tentang dia yang awalnya sempat down ketika ia gak lulus di jurusan yang ia impikan kemudian dia berusaha lagi untuk bangkit dan berpikir positif. Nanda yang akhirnya maju setelah disuruh temannya *wkwkwk* Nanda beretorika di depan kelas ngasih motivasi gitu. Intinya Nanda bilang, kita itu gak cukup hanya pandai di bidang PR mesti multi-talent dan kembangin bakat yang ada.

Awalnya pengen banget maju, pengen ngasih kalimat motivasi. Keberanian ada, cuma rasa keberanian itu ...Ya...aku masih rada sulit mengeluarkan kata-kata yang pas dan enak didengar. Pengennya maju dan langsung perfect aja penampilan ntu. Takutnya kalau gak perfect rasanya pasti ada yang kurang plus rada malu. Begitulah aku :D Gagal maning gaga maning. Minggu depan kudu maju lagi. Harus!!

Dari mereka yang maju ke depan aku bercermin. Sebenarnya segala sesuatu itu untuk memulainya sangat mudah. Yang awalnya gak mau bisa jadi mau. Yang awalnya gak tau harus ngomong apa, spontan aja semuanya keluar. Yang awalnya gak PD jadi PD karena suasana yang bersahabat. Yang awalnya kaku jadi gak kaku karena pada tepuk tangan.

Bener banget loh, tepuk tangan itu kayak semacam stimulus yang menghilangkan kecanggungan kita kalau aku amati dan yang sebelumnya juga pernah aku rasakan. Jadi berilah tepuk tangan sebagai penghargaan kepada seseorang. Ya kayak pada sebuah acara, seminar, keberhasilan seseorang atau apalah.

Sekarang aku pengen berlatih lagi. Gak pengen jauh ketinggalan dari teman-team lainnya. Pokoknya kudu aktif dan semangat lagi. Gak hanya di retorika, tapi di semua aktivitas yang aku lakukan nanti :D

Semua akan terasa mudah kalau kita jalani. Semua akan terasa sulit jika tak ada tindakan. Semua akan terlihat rumit jika tak ada kemauan. Dan pastinya gak akan pernah terjadi apa-apa kalau kita hanya diam tanpa melakukan sesuatu.

Semoga bermanfaat Sobat semua. Wassalam J




NOW...September

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Apa kabar semua? Duuhh...udah lama banget rasanya gak ada posting di blog L malah udah mau akhir bulan lagi. Gak tau kenapa baru sempat mau nulis sekarang. Sebelum-sebelumnya masih banyak problem, malas lah, galau lah, capek lah, kuliah lah, asik main lah, paket modem habis lah, pokoknya banyak banget deh alasan yang bikin aku gak jadi nge-blog.

Oh iyaa, udah dua minggu lebih aku menjalani aktivitas kuliah di kampus. Kelas baru, teman baru, kosentrasi dan suasana baru, beberapa dosen baru. Pokoknya banyak hal baru di bulan September kali ini. Dan waww-nya sekarang aku dan adikku Fatimah satu fakultas dan satu jurusan sama aku. Haduuuh :D OK laaah...

Alhamdulillah aku juga udah realisasikan janji aku ke si Muthi yang request balas surat ^^ tanggal 15 September kemaren. Padahal dia ngasih ntu surat udah dua tahun yang lalu pas aku ultah yang ke-17 -_- Aku gak terpikir buat balas loh Sob, tapi ntah kenapa pas liburan semester lalu tiba-tiba dia ngasih tau pengen  nerima balasan surat dari aku :D

Penampakan suratnya :D


Ntu surat sebenarnya pengen aku buat sekreatif mungkin, tapi berhubung keluarga siang itu datang dari kampung, jadinya aku dibuat sibuk dan ngebuat surat ala kadarnya aja L Gimana muth surat aku?? maaf yaa kamunya jadi nunggu terlalu lama :D

Fuuuiiicchh... sekitar dua mingguan kuliah rasanya ada yang bedaaaaa banget, aku sedikit kurang bersemangat, kurang aja. Aaaaah... pokoknya kudu SEMANGAT!! lagian semua gak akan berubah kalau beginian terus. Hidup cuma sekali, kudu dimanfaatin semaksimal mungkin. Bangun Laila!! *tepokin pipi*

Oh iyaaa... akhir-akhir ini aku juga jarang ketemu sama Kebo, jarang ketemu Hasna atau Jura. Aaaah...kangen banget sama kalian. Untuk Kebo, maaf kalau aku terkadang ngasih janji yang ngambang seperti kata kamu. Maaf kalau aku sering ngebatalin planing kita, sering gak mau ini itu dan buat kecewa. Percayalah, kalau yang aku lakuin sebagian kan emang buat kebaikan kita juga. Sayang kebo daaah {}

Aku, Hasna dan Jura


Yang aku Sob, setiap mereka yang aku sayangi, mereka yang aku cintai adalah bagian terpenting didalam hidup aku. Jika mereka gak ada disisi, maka akan terasa sakit bila tak bersamanya. Bener gak?? Sakitnya tuh disini *nunjuk ulu hati :p*

Udah tiga hari Pekanbaru mendung terus. Beberapa waktu lalu sempat hujan seharian dari subuh hingga sore setelah beberapa hari diselimuti kembali oleh kabut asap. Senang rasanya dalam sekejap kotaku kembali segar udaranya. Harum dedaunan dan rerumputan terasa menyejukkan J makasih ya Robb. Negeri kabut asap pun hilang kembali deh :D

Oh iyaa, aku rada belum bisa menyesuaikan diri di kelas aku yang baru sekarang. Termasuk mencari kawan yang “kloop”. Ntah lah, mereka lebih condong akrab kepada teman mereka yang selokal dulu. Laaah aku gak terlalu akrab dengan teman selokal aku dulu yang ternyata kembali menjadi teman sekelas di lokal baru. Taulaaah kan, aku care banget dulunya cuma sama Hasna, Jura. Selebihnya hanya kawan say “Hai” kawan kalau diskusi or ngumpul-ngumpul biasa. Kawan akrab aku sama sekali gak sekelas lagi sama aku. Hiks hikss. Banyak yang masih rada sombong dan cuek gitu. Ntah emang aslinya anak PR kepribadiannya kayak gitu atau apa aku juga gak tau atau malah aku yang cuek. Ntahlaaah :D

Kadang sempat terpikir di kepala aku, aku gak salah ambil jurusan kan?? Kok anak PR aneh begini semua?? :D Yaaa, sempat terlintas di kepala aku pikiran bodoh begitu. Tapi pikiran itu kembali aku hapus. Karena apa? Aku sudah memilih dan inilah yang harus aku jalani. Apapun caranya aku harus bisa bertanggung jawab terhadap pilihan itu. Jangan suudzon juga terhadap orang lain. *catet*

OK don’t judge the people by the cover. Right?? Semua butuh proses, proses saling mengenal, kekompakan, keingintahuan, kedekatan dan sebagainya yaa itu, butuh proses, gak bisa langsung “tap” bisa saling akrab J. Semoga kita semua bisa bersahabat ya kelas PR 3B. Aku tunggu kebersamaan kita.

Wassalam.

Monday, 25 August 2014

Flashback

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah, tadi dapat pagi yang cerah dan alhamdulillah sepertinya sekarang mau hujan. Yap... langit tampak mendung sekarang. Hhhmmm... sekarang muncul lagi rasa malas, gak tau kenapa. Hari ini aku dioper untuk jaga kedai yang satu lagi. Ya, cabang dari toko pertama, hanya kedai kecil satu petak dari kayu :D adem juga disini. Udah lama rasanya gak bantuin Papa jagain nih kedai. Jujur, sepi banget disini, mudah-mudahan lancar rezeki hari ini Aamiin. Duh, jadi bingung mau ngapain L

Lama mematut di depan layar laptop, berharap dapat ide mau nulis apa an tapi gak satupun ide yang nyantol di pikiran. Yang ada sejak tadi sejenis tawon berterbangan dihadapan aku hilir mudik,ngeganguin aku yang lagi fokus mikir mau nulis apa. Huuufftt.....plis deh, pergii husshh perrgii.

Sekarang jaga kedainya sendirian aja. Papa pergi ngantarin barang, lantaran supir gak datang. Sendirian lagi deh. Sumpah masih takut jaga toko sendirian. Itu tuh, aku masih sedikit trauma sama pencuri.

Ceritanya dulu pas aku kelas satu SMA, aku lagi jagain kedai sendirian, pas pula lagi hujan lebat. Jadi ada pembeli gitu. Orangnya berdua pake helm dan jaket kulit. Tanyanya banyaaaak banget, aku bilang barangnya gak ada, dia malah ngeyel liat ini dan itu. Yang satu buat aku sibuk yang satu lagi gak aku perhatikan. Pas mereka selesai dan pergi, aku berjalan kembali ke meja kasir dan alhasil laci kasir dah pada kebuka semua. Tas, hape, uang semuanya ludes mereka ambil. Saat itu aku shok berat, pencuri udah keburu pergi dan aku  gak tau mau ngapain, cuma bisa nangis gak henti-henti sampai pada akhirnya anak buah Papa datang L

OK deh, buang jauh-jauh memori nyeremin itu. Yaaiiyy...ntar lagi bakal balek ngampus. Alhamdulillah aku seneng banget, soalnya seminggu yang lalu ke kampus untuk liat pengumuman kelulusan konsentrasi jurusan sama Muthi dan hasilnya aku lulus masuk jurusan Public Relation. Thanks God, aku akan berusaha lebih giat lagi setelah ini. SEMANGAT!!

Cuma ada perasaan yang ngeganjal gak enak aja dikit pas liat pembagian lokal, soalnya gak sekelas lagi sama ayang beb *alaaaaayy :D* Gak apa, positiv thinking aja. Wong orang cuma pisah kelas, tapi tetap aja ada rasa gimana gitu :(. Kira-kira dia lagi ngapain ya sekarang?? Baik-baik disana yaa, jangan sampai sakit kayak sebelum-sebelumnya. Maaf kalau aku gak bisa ngasih perhatian yang lebih J dua bulan gak ketemu rasanya hambar, gak enak. Kangen bangeth :’( *eeeh, curhatnya kebablasan :v*

Itu aja dulu deh ceritanyaa... Cuma sekedar curhat selayang aja sih, melepas bosan. Wassalam :)



Monday, 9 June 2014

Hari Ini

Assalamualaikum Sobat, gimana kabarnya? mudah-mudahan baik selalu ya. Hari ini beneran cukup melelahkan ya, jujur sih sebenarnya gak ada melakukan aktivitas yang memberatkan, cuma gak nahannya itu tadi sempat pulang pergi dari rumah sepupu aku si Mila buat wawancara Teta (Sapaan ke Ayahnya Mila), trus panas-panasan, haha. Ini loh ada tugas mengenai penataran P4 pada zaman orde baru. Jadi harus wawancara orang yang usianya di atas 40 tahun dan pernah mengikuti penataran P4. 

Aku ke rumah Mila sekitar jam 9 nan arah ke kubang yang gak jauh dari kampus aku, tadi sempat makan cukup banyak disana. Sebelum ke kampus tadi pagi udah sarapan juga di rumah. Sampai di rumah Mila aku malah disuguhin bubur kacang ijo semangkok plus roti tawar yang dibanamkan dalam ntu mangkok. Aku wawancara Teta sekalian makan ntu bubur, sambil-sambilan gitu. Tapi lama-lama mumet juga ni perut karena kekenyangan, mau gak mau mesti dihabisin, laaaah wong aku dari kecil gak dibolehin buang-buang makanan, mubazir, rezeki dari Allah. Masih kebayang dulu pernah di cubit Ibu karena buang makanan. Jadi pas ada niat mau buang makanan kadang ada aja gitu rasa sakit yang masih tertinggal, hahhaha :D maksudnya udah terbiasa gitu laah.

Terus Teta habis masak gitu kayaknya. Weeeeeww.. kerang rebus. Bikin aku tergoda aromanya, sumpeh sumpeh tueek deh. Akhirnya aku coba ntu kerang berdua makannya sama Mila, cukup banyak juga sih makannya. Kenyang bener. Trus nyobain sedikit buah mangga dari pohon yang ada di rumah Mila, manis juga ternyata :D Siang pun balek lagi ke rumah Mila, ngetik hasil wawancara plus makan lagi. Tambah kenyang ane :D

Nah, back to the topic. Lupa nih jelasin tentang penataran P4. Selengkapnya simak aja hasil wawancara aku dengan Teta.

Nama : Dr. Hasanuddin, M.Si
Umur : 51 tahun
Pendidikan terakhir : s3
Pekerjaan : dosen
Sebagai peserta : sekitar tahun 1983
Komentar: Sebagai narasumber mengenai P4.

1.      Menurut  Bapak apa yang dimaksud dengan penataran P4?
P4 ada pada masa pemerintahan orde baru, adalah memberikan pedoman bagi warga negara untuk bertindak  sesuai dengan nilai-nilai pancasila, P4 itu singkatan dari pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila yaitu pemerintah yang ingin memberikan pedoman untuk berperilaku pada semua warga negara, tapi kalau dilihat dari tafsiran-tafsiran yang dimaksud dengan P4 itu adalah upaya pemerintah orde baru untuk menciptakan kestabilan politik supaya warga negara tidak bertindak diluar dari kehendak pemerintah orde baru pada saat itu.

2.      Bagaimana bentuk dari pelaksanaan P4 itu sendiri?
Biasanya dalam bentuk penataran misalnya dalam satu ruangan orang-orang dikumpulkan bersama dengan satu orang penceramah atau pembicara, ada tanggung jawab dan ada diskusi-diskusi kelompok yang membahas menganai pancasila atau pedoman penghayatan itu beserta nilai-nilai pancasila.

3.      Kepada siapa saja ditujukannya P4?
P4 itu ditujukan kepada semua lapisan masyarakat tpi pelaksanaannya bisa berkelompok2, dimulai dari anak sma dengan sesama anak sma, mahasiswa dengan sesama mahasiswa, kelompok masyarakat, petani, nelayan itu dikelompokkan sendiri-sendiri namun kadang-kadang ada juga yang dicampur antara petani, nelayan, pedagang kemudian disatukan. Kemudian pegawai-pegawai,  pegawai juga mendapat penataran. Yang inti  sasaran sebenarnya itu ditujukan kepada seluruh warga negara.

4.      Sejak kapan pelaksanaan P4 itu dilakukan?
Adanya P4 sekitar tahun 80-an sudah ada, 78 an juga sudah ada, jadi  setelah pemilu kedua pemilu tahun 78, sudah mulai dikembangkan P4 itu.

5.      Kenapa tidak diterapkannya lagi P4 pada saat ini?
Tidak diterapkannya P4 dikarenakan sistem pemerintahan yang sudah berganti  disebut dengan rezim, dengan pergantian rezim itu, ada penglihatan bahwa P4 itu terlalu mendoktrin warga negara sesuai dengan keinginan pemerintah dan itu dilihat tidak demokratis, jadi harusnya menurut paham demokrasi, warga negara itu punya pandangan sendiri, punya perilaku sendiri didalam negara itu tanpa harus didoktrin oleh pemerintah. Reformasi salah satu tujuannnya.

6.      Apakah P4 dilakukan sepihak oleh pemerintah?
P4 atas kesepakatan semua, bahkan DPR pun memberikan suara dalam memutuskan penerapan P4.  Ada bentuk-bentuk lain dari penerapan ideologi P4, kalau bisa dengan memperbanyak peluang ceramah-ceramah agama, baik itu di sekolah, mata pelajaran, bentuk budi pekerti, tapi hal yang tidak diinginkan itu adalah penyeragaman warga negara yang dibuat oleh pemerintah. Jadi harus ada diskusi-diskusi di masyarakat untuk merumuskan apa ideologi atau pandangan dari warga negara itu sendiri.

7.      Apakah P4 bisa diterapkan pada saat ini?
Pernah dicoba penerapannya dengan menerapkan 4 pilar yang serupa dengan P4. Ada pilar PILAR Pancasila, pilar NKRI, pilar ideologi dan pilar UUD 1945, tapi dilihat dari doktrin seperti itu tidak banyak gunanya dan tidak membawa kemanfaatan. Dimana dulu P4 mengajarkan warga negara untuk lurus tapi tidak begitu terlihat nilai-nilainya, dikarenakan pemerintahan pada masa itu hanya ingin rakyat menuruti segala kemauan pemerintah pada masa orde baru. Tapi berangkat dari p4 bisa diterapkan lagi pada saat ini semua itu tergantung pemerintah di zaman, mungkin di zaman sekarang penataran P4 memang tidak diberlakukan lagi, tapi disisi lain masih banyak cara-cara pedoman penghayatan pengamalan pancasila yang bisa diterapkan tanpa merugikan atau mengutuntungkan di lain pihak dan tanpa mendoktrin warga negaranya. Penerapan p4 itu memang penting apalagi kita adalah negara yang berasaskan pancasila dimana tingkah laku kita mewakili dari nilai-nilai penerapan pancasila itu sendiri yang memiliki nilai agar masyarakat bertingkah laku terarah sebagaimana mestinya, namun kita melihat lagi bahwa setiap warga negara punya pandangan tersendiri dan tidak mudah untuk menyeragamkan.

8. Apakah ada penolakan-penolakan atas adanya pemberlakukan penataran P4 pada masyarakat?
Ada, banyak kelompok yang kritis tidak setuju pada P4 itu karena pemerintah hanya mengimingkan stabilitas politik saja dan otoriter, jadi bukan penghayatan nilai-nilai moral berdasarkan pancasila itu yang lebih di utamakan tapi bagaimana supaya rakyat itu patuh kepada perintah. Jadi P4 itu dijadikan alat untuk kepatuhan rakyat kepada pemerintah karena jika ada pertentangan pertentangan nilai, di P4 kita diajarkan bermusyawarah tapi justru pemerintahnya itu yang otoriter semaunya sendiri, jadi ada pertentangan. Pemerintah ada mendorong supaya orang berketuhanan kemudian dihidupkan kembali misalanya aliran-aliran kepercayaan tapi ada satu diantaranya banyak yang bertentangan. Trus ada mendorong kemanusian, tapi begitu bayak orang miskin yang tidak dipelihara oleh negara. Keadilan sosial, seharusnya keadilan ditujukan untuk semua orang tapi yang terlihat justru keadilan itu hanya dinikmati oleh kalangan elit dan rakyat biasa tak mendapatkan apapun. Itulah sifat yang disebut hipokriti salah satu sifat munafik dari pemerintah makanya ada penolakan saat itu. P4 itu hanya buang-buang uang  yang sebenarnya pelaksaan itu pastinya memakai uang negara dan itu dikelola oleh BBP4 yaitu Badan Pelaksana dari P4, pemerintah baru atas asas demokrasinya tidak lagi melihat bahwa warga negara itu harus didoktrin untuk menciptakan stabilitas.

Ok. itu dia hasil wawancaranya. Bagus tak pertanyaannya??? pas gak?? :D 

Tadi siang pulang ngampus sekitar jam 3 an, ternyata masih ada aktivitas gitu. Yap, tugas feature dari Gagasan. Mengharuskan aku untuk betanggung jawab terhadap tugas yang telah diberi bersama temen-temen. Tapi tadi rada males juga wawancara, yang semangat nanya-nanya noh si Hikmah dan Riska. Aku kebanyakan ngangguk-ngangguk, dengarin, jalan sana-sini, ntah laah, ntah apa yang aku lakukan, hahha. Yang pergi aku, Hikma, Rizka dan gak lupa Fazri juga ikut nemenin, kami melaju ke arah kota dengan motor. Wiiiiii malah jalanan panas dan berdebu lagi. Hahha... Tujuan kami lumayan jauh, awalnya aku sempat malas mau pergi tapi akhirnya pergi juga setelah diingatkan oleh Kak JM. Tujuannya itu ke Taman Makam Pahlawan Kerja. Disana ada kereta api peninggalan zaman penjajah Jepang beserta kuburan para pekerja Romusha dahulu.

Lumayan bagus lah tempatnya, katanya juga ada unsur-unsur mistis gitu. Sempat agak merinding juga pas dikasih tau Hikmah. Yaaa... kami sempat naik ke dalam kereta apinya. Jujur aku belum pernah naik kereta api. Noh, baru tadi naik kereta api sungguhan tapi gak jalan :D kalau naik kereta api odong-odong sih pernah, tapi malunya gak nahan, habisnya yang naik pada anak balita semua waktu itu. Laaah aku disuruh temenin adek naik ntu kereta api. Maaluuuu :(

Jujur juga lama tinggal di Pekanbaru, tapi baru kali ini coba main ke Taman itu, walau kecil tapi bagus juga buat mengenang sekalian bisa ziarah juga di makam pahlawan *bagi yang mau :D. Kata Bapak itu, taman ini juga pernah di kunjungi oleh prpgram acara TV "Dunia Lain" yang hostnya si Tukul itu. Serasa pernah tonton sih dulu cuma gak nyangka aja itu di Pekanbaru, hahha.

Ternyata ini pula enaknya dapat rubrik tugas Feature, bisa jala-jalan juga. Kemaren aku juga dapat rubrik ini pas suluh pertama, yaitu ke Museum Sang Nila Utama. Tempatnya banyak menampilkan barang-barang kuno dan prasasti gitu. Ayoooo.... Laila semangat, tadi masih banyak bengong dan malasnya!!!

Selesai mewancara dan melihat-lihat kami pun pulang. Sayang gak ada ambil foto :D kapan-kapan ke sana lagi laaah. Kereta apinya unik lagi. Hihi. Aku pun pulang langsung bareng si Fazri :D siapakah diaa??? biarlah dunia aku saja yang tau :D 

OK.... itu saja yang pengen aku ceritain di tulisan dunia maya ini. See you to the next posts.

Tuesday, 20 May 2014

Radio Oh Radio

Asslamualaikum, kepada Sobat yang lagi baca apa kabarnya? Mudah-mudahan baik selalu ya. Aamiin. Apa yah yang terjadi dihari ini? Haha... gak ada terjadi apa-apa kok. Rutinitas aku masih berjalan lancar seperti biasanya, cuma lagi kurang mood juga hari ini. Lagi malas ngapa-ngapain.

Oh iya tadi selesai kuliah sekitar jam 11 langsung pergi makan sama Muthi dan Muthi sempat ingatin kalau Radio UIN SUSKA lagi open recuitment. Pas denger info itu aku spontan ingat aja sambil bilang, “Oh iya yaa... sekarang kan udah bulan Mei.” Yap, dulu waktu semester satu sempat dapat info dari kakak senior dan ternyata perekrutan adanya di semester dua. Ya tapi mengingat-ingat aku sekarang udah di Gagasan, minat aku ke radio tiba-tiba kendor. Padahal menjadi penyiar adalah salah satu keinginan aku. Pengen masuk UIN SUSKA Ilmu Komunikasi juga karena radio salah satunya. Laaaah, sekarang tiba-tiba malas, gak ada keinginan lagi :( Muthi bilang kalau Mumun temannya udah daftar dan pake tes take vocal gitu.

Muthi    : Yok, balek kampus lah kita lagi, daftar ke radio sekalian tanya dulu sama Mumun!
Aku        : Gak usah, pulang aja laaah, capek.

Setelah bicara-bicara kami sepakat ke kampus ketemu Mumun. Eh nyatanya sampai di kampus aku langsung bilang gini ke Muthi. Kira-kira percakapannya begini.

Aku        : Mut, aku pulang lah lagi. Capek aku, kan aku udah di Gagasan, gak apa ikut radio?
Muthi    : Ko ni ah, tadi iyaa. Udah sampai di kampus juga pun. Ketemu Mumun dulu lah gak?
Aku        : Yaudah lah, tanya dulu ke Mumun kayak mana tesnya.
Muthi    : Ikut ajalah, nanti ko nyesal pula.

Akhirnya aku ketemu Mumun, dan nanya-nanya apa syarat dan kayak mana tesnya. Dengar-dengar tesnya sepertinya gampang-gampang sulit. Tapi ntah kenapa aku gak minat lagi. Untuk ngumpul Gagasan aja kadang malas trus ada aja hambatan kalau mau pergi ngumpul. Lah ditambah lagi ikut radio turun naik tangga dari lantai satu ke lantai tiga. Maaaak eeee, bisa naik betis plus betis aku jadi betis atletis nantti jadinya :D Ditambah lagi berat badan aku pastinya bakal langsung turun drastis nih. Cukup lah untuk sebulan yang lalu berat badan aku langsung turun 2 kg karena sakit. Masalahnya berat badan itu sekali turun susah untuk naiknya. Sadiaah lai, nasib buat orang yang kurus gini :(

OK, Mau sedikit kasih tau nih, kenapa dulu aku pengen banget jadi penyiar radio? Yap, aku merasa menjadi penyiar itu lebih plong aja, sepertinyaaa yaaaa :D soalnya radio itu kan bekerja dibelakang layar, gak lihat kamera ataupun di shooting. Nah, itu yang bikin aku pengen banget masuk radio, apalagi aku tipe orang yang rada pemalu :D. Nah, di radio ini aku dulu berpikir kita gak spontanitas mikirin hal fisik untuk bisa eksis dan terkenal, kita bisa berkreasi dan bereksplorasi ala kita sendiri dengan gaya atau pun ciri khas kita sendiri dalam berbicara kepada pendengar.

Apalagi radio itu sepertinya masih banyak digemari oleh masyarakat hingga sekarang. Buktinya masih banyak radio-radio yang mempunyai banyak pendengar setianya. Istilahnya untuk saat ini radio masih tetap menjadi salah satu media komunikasi yang masih berjalan. Aku juga kurang tau sih apa saja syarat untuk jadi penyiar yang baik. Tapi pastinya yang aku ketahui Sob, untuk menjadi penyiar itu kita harus,

Pertama, punya nilai jual terhadap suara kita. Istilahnya dengan suara orang mendengar, kalau suara yang diperdengarkan kepada pendengar itu baik, maka pengengarpun akan enak dan mudah dalam menangkap informasi. Istilahnya pada saat suara kita diperdengarkan, maka keluarkanlah suara terbaik yang kita miliki.

Kedua, kebahasaannya bagus. Yap seorang penyiar bahasa Indonesianya harus baik, lancar dan benar. Jangan sampai terbawa-bawa logat daerah atau bahasa-bahasa daerah. Karena tidak semua pendengar mengerti akan bahasa daerah.

Ketiga, menjadi penyiar harus memiliki wawasan yang luas, kosa-kata kebahasaannya juga harus banyak agar kata-kata yang keluarpun menjadi baik, dan mudah dimengerti pendengar.

Keempat, mempunyai ciri khas. Nah, yang pengen eksis, nompang terkenal dan memiliki banyak penggemar tidaklah mudah. Butuh perjuangan. Nah, biar pendengar nyaman dan sebagainya, ciptakan ciri khas kita yang beda dari penyiar lainnya. OK

Kelima, (Sobat pembaca boleh nambahin kok, aku cuma taunya segitu, hehhe).

Nah, itu dia syarat yang sekilas aku tau untuk menjadi penyiar radio, adakah Sobat yang tertarik?? Aku sih gak yakin juga terhadap suara yang aku punya tapi suara itu adalah modal utama loh. Ya kan? tapi karena alasan ingin mencoba peruntungan, dulunyaaaa..... makanya aku pengen ikut radio dengan apa adanya, lulus alhamdulillah, gak lulus belum rezeki :D

Oh iya, tak jarang kita melihat banyak fenomena kalau ada beberapa penyiar radio yang suaranya bagus, wibawa dan keren abis tapi nyatanya pas kita liat tampang aslinya ternyata bertolak belakang dengan suaranya yang kita dengar di Radio. Yaa gak? :D Tapi jangan gitu juga ya Sob, kita jangan pilih-pilih liat tampang laah, masa yang cantik dan ganteng aja yang bisa dapat kesempatan eksis dan terkenal. Orang yang tampangnya standar pastinya juga pengen dapat tempat dong. Lagian yang wajah ganteng dan cantik itu gak menjamin kekreativitasannya, bisa saja yang tampang orangnya standar tapi kreativitasnya luar biasa hebat. Betul gak?

Eh, boleh kan menyimpang dari topik? hehe. Aku pengen cerita juga kalau misalnya aku juga dekat dengan seorang cowok sekarang. (Ciiiiiiieee -_-) Aku juga gak nolak kalau dia emang pengen menjadi orang terdekat aku apa pun hubungan yang sedang kami jalankan sekarang. Tapi aku berharap semoga hubungan aku dengannya kedepan makin baik. Kalau kitanya sekarang enjoy jadi sahabat ya aku gak masalah : )

Tadi pulang kampus sempat hujan dan gak bisa langsung pulang. Sempat nunggu hujan reda bareng temen-temen, setelah itu aku dan dia sempat memisahkan diri berdua ke tempat lain, tapi rasanya garing gitu. Selama kami nunggu hujan duduk-duduk diteras fakultas bareng dia, aku cuma sibuk  balas sms Muthi dan main hape sedangkan dia aku gak tau ngapain, aku gak merhatiin soalnya. Yap, gak ada cerita-cerita berarti yang kami keluarkan selama kami sama-sama nunggu hujan reda. Yang ada dia di akhir-akhir hanya nanyaib apakah aku benar-benar sayang ke dia. Katanya dia ingin aku berkata secara lisan. Aku pun hanya bisa tertawa sok ngeles gitu laaah.

Ya... taulah aku orangnya pemalu.  Sebelumnya dia bilang kalau dia itu sayang dan diapun juga nanya melalui pesan apakah aku sayang dia juga, dan aku bilang yaa aku sayang dia. Tapi mungkin dianya gak percaya kali yaa dengan pernyataan aku diambah lagi ya aku menyadari sikap aku ke dia di kampus itu gak mendukung pernyataan aku. Tapi percayalah kalau aku itu beneran sayang, gak tau kenapa. Jujur dulu jauh ketika kami awal dekat, dia mengatakan sesuatu yang gak aku harapkan, aku pengen ngejauh dari dia, gak mau dekat lagi ke dia. Pokoknya aku merasa gak ngeeeh lagi ke dia. Dan akupun ngejauh dari dia beberapa waktu dan gak berkomunikasi ke dia. Mungkin karena aku sedikit kebawa perasaan jadinya aku jaga jarak ke dia. Tapi ntah kenapa kami bisa dekat lagi, sepertinya karena aku ngeladeni dia lagi pas sms  dan ngomong. Beeuuh, mungkin karena aku yang masih punya rasa simpati kali ya ke dia.

Aku berharap sama dia kalau dia dan aku hanya ingin bersahabat, ya tunjukilah rasa persahabatan yang sewajarnya itu. Karena hubungan kami saat ini ya bisa dikatakan sahabat mungkin, tapi selama ini dan sejauh ini aku kenal dan dekat dia, aku  menerima rasa dan perhatian yang lebih dari sekedar sahabat, kita itu udah seperti ya you know lah Sob. Jangan setelah nyatain cinta, nyatain sayang dan buat aku terlalu menyayangi nantinya tiba-tiba dia malah pergi. Cewek juga butuh penjelasan dan kepastian : ) Lagian aku juga salah mungkin yaa karena masih rada cuek. Tapi whatever laah, aku bingung.

Aku juga mau bilang, kalau dia selama ini berhasil buat aku sayang ke dia. Walaupun aku yang begini, dia masih mau berteman dan dekat dengan aku. Trus, kalau kita lagi beriringan ntah lagi jalan atau ngapain, tolong jangan berdiri atau berjalan di belakang aku, kayak bodyguard aja :D, trus jangan berjalan juga memperlihatkan punggung ninggalin aku. Kita bisa kok saling bersebelahan atau sama-sama, hehe (Kok aku gini yaaa.... Aihhhhh :P). Kalau mau sama-sama tu bilang, biar bisa aku tungguin atau gak aku tinggalin. Terus jangan liat aku dengan pandangan seperti itu, buat aku malu tau gak. Ngeliat tu biasa aja. No Muhrim tau... :P

OK deh, sekian saja cerita di hari ini, moga hari esok lebih baik dan lebih semangat!! Wassalam, met istirahat semuaaa....