Showing posts with label Diary. Show all posts
Showing posts with label Diary. Show all posts

Saturday, 14 April 2018

Aku Demi Kalian, Kalian Demikian


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




Alhamdulillah...hari ini aku pengen curhat tentang sesuatu. Memang terkesan childish jika aku share kepada para pembaca, namun setidaknya bisa diambil pelajaran. Aku harap begitu :)

Mungkin bisa dikatakan aku adalah orang yang hanya dekat dengan beberapa orang saja. Berteman pada siapapun itu pasti akan tetapi yang bener-bener banyak menghabiskan waktu bersama berbagi suka duka tentunya akan dianggap lebih dari seorang teman. Bagi aku berteman itu tentang siapa yang tinggal dan mau menerima kita apa adanya selain baik, setia kawan atau hal-hal positif lainnya.

Bersahabat dengan orang-orang, menjalin hubungan baik adalah sesuatu yang amat berarti buat aku, bahkan terkadang aku berusaha untuk bisa melakukan suatu hal terbaik agar orang yang aku sayang bisa senang. Sedikitpun tidak, TIDAK sama sekali aku berharap balasan terhadap apa yang aku beri atau yang aku terima. Jika menyanggupi, semua akan aku coba usahakan.

Tapi bagaimana bila waktu, tenaga, materi dan kesempatan udah kamu usahakan ‘ada’ namun tidak dihargai sedikit saja atau tidak menepati janji yang telah disepakati?? Apa yang dirasakan??

Kecewa...

Mungkin aku gak akan seterlalunya kecewa. Tapi memang saat-saat itu adalah kondisi yang tidak memungkinkan untuk aku seorang diri, ditambah lagi orang-orang terdekat tidak menepati janji sebagaimana mestinya. Jadinya double problem yang bikin suasana hati gak karuan. Entahlah... awalnya aku masih bisa sabar, lebaynya mencoba tegar gak mau mewek. Tapi apalah daya dari sononya emang gampang nangis kalau ada hal-hal yang buat kecewa banget. Sepertinya udah kodrat cewek banget yaa...kalau sedih itu nangis. Huhu.

Memang tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada hidup tanpa masalah dan kesalahpahaman. Tapi jika seseorang telah mengupayakan sesuatu apakah harus dicuekin seolah-olah tidak peduli? Ketika kita telah to the point  agar mereka paham pun, seakan-akan mereka tuli dan pura-pura tak tau. Jika mereka berpikir aku bisa melakukan segalanya sendiri untuk apa aku meminta bantuan yang bahkan kita rencanakan bersama? Yang dengan kerendahan hati aku yang meminta tolong padahal ini kesepakatan bersama???

Huffttt...

Jauh...malam itu entah mengapa aku berpikir untuk mencari kegiatan, berniat untuk belajar masak bareng teman-teman dekat. Namun karena kurang satu member yang sedang berada di kampung maka teman-teman yang stay bersama disini menawarkan agar dilakukan ketika formasi sudah lengkap semua. Mereka pada setuju dan sangat bersemangat. Awalnya mungkin hanya kami-kami saja. Tapi mereka merasa kurang seru jika hanya dilakukan oleh kita-kita saja. Maka mereka request untuk dilakukan bersama beberapa anak kelas yang masih stay di Pekanbaru dan itu atas kesepakatan bersama. Masak bareng-bareng dengan menu-menu yang akan dibuat bersama.

Gak ada yang menyulitkan, aku menunggu dan menyempatkan waktuku. Kegiatan dilakukan di rumahku dan bahan makanan Ibuku sediakan. Kita hanya tinggal mengolah. Makasi Ibu....

Mungkin itu adalah saat-saat yang excited banget buat aku karena setelah beberapa waktu gak punya rutinitas khusus lagi semenjak selesai kuliah, jarang ketemu, akan bertemu sohib-sohib untuk masak bareng dan bertemu beberapa teman yang masih stay di Pekanbaru. Kemudian informasi  untuk makan bareng pun disebar ke grup WA kelas h-3.

Hari yang dinanti pun tiba, semua sohib sudah berada disini. Tepatnya hari Sabtu malam 31 Maret 2018 kegiatan akan diadakan.

Aku dan Ibu sudah mempersiapkan semuanya, dari mulai belanja hingga mempersiapkan dan mengolah sedikit bahan makanan berat ketika hari Jumat tengah malam agar keesokan harinya lebih mudah dan bisa lebih cepat.

Pagi Sabtu aku dan Ibu ke pasar lagi, jujur... Ibuku terlihat bersemangat membantu aku mempersiapkan semuanya. Padahal hanya kegiatan kecil-kecilan :D walaupun kondisi Ibu dalam keadaan sakit kaki yang masih belum kunjung sembuh :’)

Pagi pun berlalu menjadi siang hari yang terik. Jam pun sudah menunjukkan pukul satu siang. Aku masih menunggu kehadiran mereka datang untuk masak bareng. Senang... karena beberapa menit kemudian akhirnya salah satu member merespon di chat WA kapan harus datang dan apa yang harus dibantu. Aku pun mengatakan sekarang juga! Mereka pun menjawab bahwa ada resepsi pernikahan yang harus mereka datangi dan mungkin akan terlambat :) ketika itu aku hanya bisa pasrah dan mengatakan secara to the point kalau aku saja tidak menghadiri acara pernikahan senior aku karena akan masak bareng mereka. See... mereka tidak peduli.

Harapan ternyata hanya jadi wacana... disaat aku menununggu kehadiran mereka aku mengangsur apa yang bisa aku lakukan, tidak lupa dibantu Ibuku. Sekali lagi Ibuku masih dalam keadaan sakit. Dan kondisi ini yang membuat aku sedih parah banget karena harus merepotkan Ibu walaupun sebenarnya Ibu terlihat bersemangat dengan pekerjaan seperti ini. Tapi tetap saja....Uuuhh....sedih :’(

Hape selalu aku letakkan disamping sambil meramu setiap masakan, beberapa kali aku mengecek hape dan berharap mereka menginformasikan diri jika akan segera tiba. Tapi tidak terlihat ada tanda-tanda. Tak ingat pasti pukul berapa, aku kembali mengingatkan mereka melalui WA kapan akan datang dan memasak bareng. Sekali lagi mereka gak peduli dan bertanya hanya untuk basa-basi. Sejam kemudian sekitaran siap ashar mereka mengatakan akan segera otw tapi realitanya tidak begitu.

Aku masih menunggu....

Aku masih sibuk berkecimpung berdua bersama Ibu di dapur, sesekali aku meminta bantuan adik-adikku untuk membeli tambahan makanan lainnya. Makan siang pun sampai terlupa karena mempersiapkan segalanya. Jam lima sore semuanya telah selesai, makanan, minuman dan karpet telah dibentang. Walaupun teman yang diundang hanya beberapa orang saja, tapi niat Ibuku membantu luar biasa...mungkin karena aku juga belum pernah mengundang teman-teman secara spesial untuk makan bersama di rumah.

Setelah semua selesai, aku langsung menuju kamar. Entahlah....jujur.... letih dan lapar tidak terasa lagi. Entah kenapa perasaan kecewa terasa begitu berat dibanding semuanya. Aku benar-benar sedih, ternyata apa yang diharap tidak sesuai dengan espektasi. Bodohnya sampai nangis terisak-isak. Mungkin ini terkesan lebay, tapi inilah yang sesungguhnya yang aku rasakan.

Dan mereka pun datang... pas sebelum adzan maghrib berkumandang. Aku mengintip lewat jendela kedatangan mereka ketika memasuki pagar rumahku. Entah kenapa semakin pecah saja tangisan bodoh kayak gini. Mungkin inilah bukti kalau kamu dikecewakan sama orang yang kamu harapkan.

Kedatangan mereka benar-benar tidak ada aku sambut. Bukan karena aku tidak menghormati tamu, tapi aku tak bisa melihat mereka dalam keadaan kecewa kaya gini. Aku mengurung diri di kamar beberapa saat. Berkali-kali mereka telpon enggan aku angkat. Biarlah mereka, mengapa aku harus peduli disaat mereka mengabaikan aku? Pikirku.

Adikku sudah menyuruh aku bertemu mereka yang telah menunggu, melihat sikap aku yang aneh adikku sampai bertanya-tanya. Dan aku pun benar-benar gak tahan hingga melalui grup WA khusus ‘kami’ saja, aku mengirim chat, “Kenapa kalian baru datang? Janji kita semalam gak kayak gini :’( :’( :’( aku demi kalian semua aku tinggalin :’( tapi kalian demikian. Semua udah selesai, kalian tunggu aja.” Dan seperti biasa kata maaf sebagai pelipur dari mereka plus dengan alasan acara baralek tak terduga dari mereka. Senyumin aja...

Mengapa mereka bener-bener setega ini? pikirku. Membiarkan aku menyiapkan segalanya sendiri padahal ini adalah kegiatan bersama yang telah dijanjikan, mengapa mereka baru datang ketika maghrib? Apa yang ada dipikiran mereka saat itu?? apakah mereka ingin memulai memasak bada maghrib? apakah mereka tidak memikirkan kalau aku sendiri??

Seperti aku yang punya hajatan, padahal rencananya adalah kegiatan belajar masak yang hasilnya akan dicicipi oleh anak kelas. Jika aku kejam mungkin saja semua telah aku batalkan secara sepihak, tapi dikarenakan sudah terlanjur mengundang yaa begitulah... mungkin sudah rejeki mereka. Semoga Allah balas segala letih dan niat berserta kesediaan Ibuku.

Terima kasih Ibu yang telah bantuin aku menjamu teman-teman, maafkan anakmu ini yang suka sekali merepotkan. Jujur, dalam kegiatan kami ini tak ada niatan sama sekali membuat Ibuku ikutan sibuk-sibuk karena kami yang akan bekerja. Kalau tau akan seperti ini mungkin gak perlu menambah kecapekan Ibu, karena  jujur pun aku tidak ingin sibuk-sibuk sendiri jika tidak ada yang membantu kecuali emang buat hajatan pribadi keluarga.

Hufftt....

Mungkin dikecewakan oleh teman adalah hal yang lumrah. Maafan lalu selesai. Tapi yang namanya kecewa pasti akan terus teringat. Namanya juga hubungan, tidak ada hubungan yang baik-baik saja dan kalau baik-baik saja pasti ada sesuatu yang dipendam. Namun, jika seorang teman telah mengupayakan yang tebaik cobalah liat dan diperhatikan, apa yang akan kita rasakan bila kita berada diposisi orang yang kita kecewakan.

Janganlah banyak alasan ketika telah lebih dahulu membuat janji dan jika ada sebuah alasan yang rasional mungkin akan masuk akal. Tapi kalau dengan alasan hape rusak padahal punya hape lain untuk menghubungi atau pergi baralek yang sebenarnya bisa diwakilkan apalagi yang mengatakan akan pergi baralek sekitar jam 1 siang tapi baru sampai dirumah maghrib, itu sangatlah tidak rasional sekali, yang katanya otw dari jam 4 sore tapi baru datang magrib makin tidak rasional lagi. Karena jarak rumah yang hanya sekitar 15 menit dan kalau macet paling 20 menitan.

Yapp... aku pun kemudian menyuruh mereka untuk ambil air wudu dan langsung ke kamar aku untuk solat, kemudian aku pergi mandi. Huift... selesai mandi aku Cuma bisa memperhatikan wajah mereka satu satu sambil menanyakan kenapa baru datang. Sekali lagi aku masih mencoba tegar. Mungkin gak separah cerita seoarang anak yang berulang tahun dimana satupun temannya gak ada yang datang pada pesta ulang tahunnya. Tapi yang mananya kecewa hanya kita yang rasa.

Memperlihatkan wajah bahagia pada mereka lain halnya menjadi sebuah topeng hingga acara selesai karena kekecewaan yang tetap saja terasa. Entahlah bila perasaan kecewa itu tidak tertahan. Mungkin aku akan lebih mementingkan egoku untuk membatalkan saja. Wallahualam.

Kalau kata orang kita tidak bisa menilai seseorang dari satu kesalahan. Jika mereka berbuat salah sekali, maka tidak baik langsung men-judge mereka yang tidak-tidak. Bagaimana pun mereka adalah teman dekatku. Yang tau segala baik-burukku. Bercermin diri, aku pun mungkin bukan manusia sempurna, bisa saja aku juga punya salah dimata kalian, tapi masih kalian simpan rapat dan memaafkan aku. Aku juga bukan tipe seorang yang akan lupa kebaikan-kebaikan yang diberi lantas meninggalkan hanya karena satu kesalahan. Tidak ingin punya musuh atau rasa dendam. Bagiku ini semua seperti bumbu-bumbu pemanis yang akan membuat kita semakin dewasa dalam bersikap walaupun sebenarnya pahit terasa diawal.

Terima kasih, Hasna, Irvan, Hafri, Firman, Arizal yang telah datang, kalian mengembalikan mood aku. Dan terima kasih untuk sohibku yang bertiga karena telah datang dan membantu nyuci piring. Terima kasih untuk semuanya...semoga kekecewaan seperti ini tidak terasa lagi. Jangan kecewakan orang-orang terdekatmu. Semoga kita bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi.

Wassalam






Tuesday, 13 February 2018

My Graduation


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Di Rektorat UIN Suska Riau


Haii... welcome back to my blog!! Masih edisi seputaran hari kelulusan kemaren, kali ini mau share acara wisudaan di kampus sekitaran dua bulanan yang lalu. Tepatnya tanggal 25 November 2017 berlokasi di PKM UIN Suska. Lama bener yaak baru mau diposting, yaa mau gimana lagi kan... walaupun kelamaan, yang penting posting terus :D

Cerita aku setelah sidang dan yudisium bisa dibaca disini, Hari Kelulusanku dan Yudicium Day ya sebelumnya, biar lebih greget. Hihi. Bagi yang belum membaca, aku udah post beberapa cerita dan galeri foto kenangan disana. Semoga kenangan tersebut bisa dibaca sampai ke anak cucu :p

Berikut galeri foto acara wisuda beberapa waktu lalu, scroll kebawah terus ya....


Ini dia penampakan undangan wisudanya


Bersama Papa dan Ibu


Bersama Adik-adikku
Minus Rara yang gak mau difoto karena sibuk nangis-nangis :D


Bersama Nenek tercinta


Besama adikku Fatimah


Bersama adikku Taufiq


Bersama adikku Tamyiz




Bersama semua yang tercinta


Itu dia beberapa foto wisuda bersama anggota keluarga. Alhamdulillah seneng banget bisa lulus tepat waktu, walaupun harus nunggu jadwal wisuda yang lumayan lama banget. Lulus bulan juli, wisudanya bulan November :D aku bersyukur lulus dengan IPK yang menurut aku aman, 3,67 dengan prediket sangat memuaskan. Setidaknya gak ngasih prestasi akademik yang bobrok-bobrok amat :D tinggal nentuin next target mau ngapain kan... kerja, lanjut studi or marriage (kayak merid belom deh...belom ada calon :D) skip skip...haha.


I'm 

Pastinya cewek gak lepas yaa dari yang namanya polesan diwajah. Berhubung soal make-up aku juga masih tabu dan gak terlalu paham. Seperti difoto itulah make-up yang aku pakai diatas. Aku udah gak peduli lagi saat itu. Mau hasilnya bagus, ketebelan atau apa gak peduli. Walaupun sebenarnya saat itu aku bener-bener gak pede sumpah!! Bodohnya aku hanya percaya kata-kata Ibuku yang bilang aku cantik. Daah itu aja :'D Aku gak peduli lagi mau orang bilang ketebelan atau keputihan bedaknya atau apa....wkwkwkwk. Yang penting wisudanya, bukan make-upnya....Haha.

Padahal pas diacara wisuda gak muluk-muluk yaa, beberapa teman pada bilang aku lebih terlihat pangling :D ntahlah itu pujian atau sindiran. Wallahualam. 

Sejujurnya, sejak acara yudisium kemaren, aku sempat syok denger temen-temen yang merogoh kocek cukup mahal untuk sebuah polesan make-up. Ya.... aku menghargai profesi seni yang gak semua orang pandai melakukannya. Kreativitas memang pantas untuk dihargai mahal karena gak semua orang paham dan bisa. Rata-rata temen aku pada memakai jasa MUA ( Make Up Artis ) yang harganya diatas 250.000, 300.000 bahkan sampai 500.000 per orang untuk sekali make-up. 

Aku mah cuma modal minta make-upin sama tetangga yang hanya merogoh kocek lima puluh rebu saja :D yaaa... walaupun hasilnya gak se matte sama MUA, overall yang penting pakek make-up kek orang-orang. Haha.


Bersama Papa ketika menuju kampus


Bersama Ibu, Rara, Mamat, Nenek dan Papa


Persiapan menuju wisuda apalagi khususnya cewek jangan ditanya lagi, memang sangat – sangatlah rempong abiss. Aku akui. Setiap orang memang ingin sesuatu yang spesial dihari kelulusannya dan mungkin bakal terjadi seumur hidup. Mulai dari memikirkan baju apa yang akan dikenakan, model baju seperti apa, upah jahit baju, sepatu, jilbab, aksesoris, make-up, dan sebagainya. Memang hanya hal biasa untuk kaum perempuan, tapi itu semua menguras tenaga, waktu dan pastinya juga hepeng :D

Thanks God semua berjalan lancar dan makasih telah memberikan aku Ibu super sekali, yang selalu pengertian, bantu aku, jadi stylish aku dan keluarga. Memperhatikan segala kebutuhan aku dan tau mana yang terbaik buat aku hingga saat ini:”) I'm nothing without you Mom...

Sebenarnya sempat dilema didetik-detik dekat acara wisuda, bakal ada satu anggota keluarga aku yang gak bakal datang awalnya yaitu, Fatimah adikku. Yap... dia magang selama dua bulan di MNC Group tepatnya di IDX Channel dan INews TV yang dimulai dari awal bulan Oktober hingga akhir November 2017.

Singkat cerita, yang awalnya aku pasrah dia gak bakal datang, padahal baju seragam udah lama dibuat, membuat aku berpikir ulang. Aku akhirnya menyuruh Fatimah pulang lebih cepat seminggu dari jadwal terakhir dia magang. Alhamdulillah Fatimah mau pulang dan diizinkan oleh pembina di Jakarta untuk pulang lebih awal. Ohhhh... so sweet si Fatimeh penuhin hajat Kakaknya. Haha.

By the way.... Fatimah bakal pulang H-1 aku wisuda. Tapi ternyata eeh ternyata tepat pada hari itu dia ketinggalan pesawat akibat macet yang luar biasa. Mau gak mau akhirnya Fatimah harus bermalam di rumah saudara aku yang kebetulan dekat dengan bandara. Subuhnya, yaitu tepat di hari Sabtu aku wisuda, si Fatimah baru bisa take off  menuju Pekanbaru.

Berhubung gak ada yang bisa jemput, aku minta tolong sepupu aku si Sarah untuk jemput Fatimah di Bandara SSK pada jam 8 pagi. Alhamdulillah si Sarahnya gak ada halangan. Dan kami pun semua bisa berkumpul lengkap diacara wisuda :D Senengnya.


Suasana Wisuda bersama teman-teman
yang ada di muka, depan, kiri dan kanan


Bersama Hasna teman seperjuanganku sejak di semester 1 
Yang selalu mengaku dirinya ganteng padahal dia cewe :D


Bersama Muthi, Sohib paling badai sejak jaman MAN dan kuliah


Sohib seperkoncoanku yang paling kece

Bersama sepupu ku Sarah dan Rani


Bersama sepupuku Rani, Sarah, Aku, Emjhie, dan Fatimah


Bude dan Ibuku


Cuma pas acara wisudaan kemaren aku sempat badmood sama Papa. Abisnya buru-buru kali nyuruh kami cepat pulang. Padahal aku mau jumpa kawan-kawan dulu, foto-foto dan mau foto studio :’) Tapi ternyata Papa malah suruh aku cepat-cepat ntah apa-apa. Huhu. Jadinya gak ketemu sama beberapa teman...untung temen pengertian dan susul ke rumah. Jadi segan kan Paaaa...huhu

Karena tergesa-gesa dan aku bilang sama Papa jangan pulang dulu karena mau foto studio. Eh, Papa malah langsung nolak gak mau foto studio, alasan karena gak mau bolak balik dan jauh, capek, ada urusan ini itu. Dan taraaa.. si Papa malah tiba-tiba manggil kami semua ke tempat photo booth  yang berjejer disekitaran Rektorat. Akhirnya dengan terpaksa, dengan muka yang judes dan mau gak mau akhirnya nurutin apa maunya Papa. Syeeddihhnyaaaa.... Uwaaaaahaaa uwaaa... Huffttt...maafkan anakmu yang ngeluarin muka judes kemaren Paaaaa.... huhuhuhuhu. Padahal Papa, Ibu, Rara, dan Nenek kecapean yaa apalagi kondisi panas terik. Akunya yang kurang pengertian karena terlalu ngikutin kehendak :'(

Padahal dah rencana mau foto yang cakep, di studio ala-ala biar bagooss dan ciamik. Si Papa malah bilang gini, “ Di studio foto ngapain? orang dimana-mana foto tu yang terlihat momennya, studio mana nampak momennya.” Handeeehh... Papa Papa. Gagal rencana :’)

Oke fix lupain, haha. Aku juga mau bilang terima kasih buat sodara, sohib dan teman-teman yang telah bersedia hadir dan menambah kesan kebahagiaan di hari kelulusan aku... thanks so much.


Bersama anak kelas PR B 14


Bersama konco jaman MAN dulu
Inop dan Inas


Bersama Teman KKN Kota Dumai, Kcamatan Dumai Barat, Kelurahan Purnama


 Nah... ini dia sohib seperkoncoan pejuang skripsi
pembimbing sama, berjuang bersama, wisuda bersama :*


Kedatangan perwakilan dari tempat magang dulu di P3E Sumatera KLHK




 Masih dengan anggota geng gelas PR B 14


 Bersama mereka #edisisayangkalaugakdipajang :D

Pokoknya... semua yang telah tercapai sekarang bukanlah murni dari hasil usahaku sendiri. Ada Allah yang selalu memberikan aku kemudahan, ada orang tua dan keluarga yang selalu memberikan pengertian, support dan materi tiada tara selama aku mengenyam bangku perkuliahan, ada sahabat dan teman-teman yang selalu bersedia berbagi cerita, kisah, senang dan duka selama menuntut ilmu. Tanpa mereka aku nothing that all.

Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang kalian beri. Bila tiba waktunya semoga kita bisa bertemu kembali dengan kesuksesan yang kita cita-citakan dahulu. Jangan pernah menyerah, buat temen-temen yang masih berjuang tetaplah percaya pada impian. Jangan patah semangat! Hufftt khususnya aku yang masih banyak labil dan masih banyak butuh belajar lagi menjadi insan yang makin baik lagi kedepannya, Aamiin.



Berfoto bersama Pak Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi


Bersama Bapak Wakil Rektor UIN Suska Riau


 Edisi narsis




Bunga dan salempang dari teman-teman ketika selesai sidang dulu


Hadiah dan buah tangan dari teman-teman yang datang ketika wisuda
makasii semuaa :*


Mungkin itu saja yang aku share hari ini. Semoga bisa memberikan semangat baru bagi yang membaca. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih buat semua. Aku percaya, mereka yang baik pasti akan menerima ganjaran yang baik pula. Terus saling mendoakan kebaikan bersama ya manteman. Jangan sombong ketika sudah berada di puncak. Jangan lupa dengan jasa-jasa mereka terhadap tumbuh dan berkembangnya kita. 

Aku berharap kita semua dapat kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dapat membahagiakan keluarga, dapat meraih impian dan cita-cita setinggi mungkin. Dan satu lagi, jangan pernah lupakan Tuhan yang telah menciptakan kita, ingatlah Dia selalu didalam langkah kita. Semoga Allah meridhoi dan memberi berkah yang berlimpah untuk kita semua. Wassalam

Sunday, 7 January 2018

Yudicium Day

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


 Foto bersama dengan para dekanat dan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi


Yaaiiy...welcome 2018!!! Semoga ditahun ini kita semua semakin jauh lebih baik, makin dimantapkan ibadahnya, yang masih berjuang dengan skripsi semoga tahun ini lulus, yang lagi cari kerja dapat kerja, yang pacaran segera dihalalkan dan yang sedang sibuk memperbaiki diri semoga dilancarkan segala urusannya, cepet dijemput jodoh biar jomblo fisabilillahnya gak kelamaan...hihi...pokoknya semoga semua harapan dan cita-cita kita yang belum tercapai ditahun sebelumnya dapat terwujud ditahun ini! Aaamiin aamiin ya robbal alamin.

Postingan diawal tahun 2018 kali ini aku awali dengan cerita latepost ya :D sebelumnya hanya jadi draft dan belum sempat dipublis karena ee karena  yaa begitulah. Hihi. Mumpung tahun baru, tentunya harus semangat baru ya. Harus lebih berenergi, lebih harus banyak belajar dan pastinya harus banyak-banyak melakukan hal-hal positif. Hufftt... umur ntar lagi bakal 23 tahun cooy. Bukan umur yang remaja lagi :”)

Ceritanya menyambung dari kisah sebelumnya... silahkan baca dengan klik disini. Jadi setelah sidang dibulan Juli dan menyelesaikan segala administrasi untuk wisuda, tepatnya setelah beberapa bulan menunggu, akhirnya pelaksaan acara Yudisium Fakultas Dakwah dan Komunikasi ke-43 dilaksanakan pada tanggal 22 November 2017 bertempat di The Premiere Hotel Pekanbaru. Cukup lama kan nunggu dari bulan Juli ke bulan November :") ??? But over all...yang pentingkan yudisium juga bersama teman-teman.

Berikut beberapa foto kenangan ketika acara yudisium berlangsung.



Bersama Ibu


 Bersama Ibu dan Rara Adikku


Bersama Taufiq Adikku


Bersama Hasna, Konco Karibku


Bersama Konco Seperjuanganku
Afri, Nadia dan Anika


Geng Sebelah :D
Siska dan Fani


Terima kasih buat sahabat dan teman-teman yang bersedia meluangkan waktu berharga kalian untuk hadir dihari bahagia aku dan teman-teman yang melaksanakan yudisium. Aku gak bisa sebutkan satu persatu nama-nama yang hadir, tapi kehadiran kalian membawa warna tersendiri dalam history perjalanan hidup aku. Terima kasih yang telah memberi doa dan selamat, terima kasih juga yang belum sempat untuk hadir karena kesibukan yang tak bisa ditunda, niat baik dan doa setulus hati sudah cukup menggembirakan hati kok, hehe.

Senang akhirnya masa-masa penuh perjuangan telah terlewati, walaupun kita tau ini masih awal dan belum berakhir. Jangan ada rasa cepat puas diri yaa diantara kita, teruslah kita semangat dalam mencapai cita. Kalian teman-teman terhebat yang aku punya, yang aku harap bukan hanya sebagai teman disaat senang, namun dapat menjadi tempat untuk terus belajar dan memperbaiki diri bersama dan ada disaat-saat tersulit. Semoga ukhuwah kita sampai Jannah-Nya ya... aamiin ya robb.


 Bersama teman-teman kelas yang yudisium
dan teman-teman sekelas yang berkesempatan hadir




Oh iya, ngomong-ngomong aku mau bilang sejujurnya, hal yang paling membuat repot kalau ada acara adalah make up. Haha.... aku gak pede kalo soal pakai make up yang tebel, apalagi kalau nih muka diputih-putihin -,- kayak pakai masker bedak beras aja gitu rasanya :D maklum, gak pandai pakai make up jadinya pakai jasa make up. Hihi.  Tapi karena yang cewek-cewek semua pada pakai make up, alhasil ya mau gak mau pakai make up lah. Kalau lain sendiri kan kagak enak juga yaa, lagian belajar membiasakan diri dengan riasan make up kayaknya emang terkesan penting...biar terbiasa dan terlihat berbeda daripada hari-hari biasa. 

Tapi, semua jadi terlihat cantik kok dengan riasan make up, keluar aura dewasa nya. Jadi pangling dan bikin waaw. Agak gimana gitu pas lihat wajah polos berganti dengan balutan make up.

Yang aku syukuri, alhamdulillah kelas kita termasuk yang progresnya cepet banget lulusnya. Motivasi satu sama lain kuat dan saling support. Seneng bisa berada diantara kalian. Yudisium dan wisuda kali ini pun jadi terasa rame dan meriah karena 10 orang diantara anak kelas dapat giliran yudisium dan wisuda bersamaan.


Berpose ganteng :P


Bersama Ledies PR B


Konco Seperskripsian


Bersama konco lagi


Foto Yudisium yang diberi oleh pihak Fakultas :D


Yapp... itulah cerita dihari ini. Tiada kesan yang tak sampai, tiada kenang yang terlupa. Semua tersimpan didalam memori, menjadi sepenggal cerita tak terlupa yang kelak bisa diceritakan pada anak cucu. Setiap kisah ada hikmah begitu pun setiap perjuangan ada pembelajaran. Ujian dihadapi dan diselesaikan hingga kemenangan dapat diraih. 

Ambil yang baik, buang yang buruk. Aku bukan makhluk sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah. Semoga diri ini bak padi, semakin berisi maka semakin merunduk. Ilmu dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga. Makin taat pada yang Kuasa dan dapat terus berbakti kepada kedua orang tua. Bila ada kesombongan yang terselip mohon diingatkan, bila ada sikap yang salah jangan salahkan siapa-siapa. Hanya diri ini yang kurang baik hingga butuh untuk dinasehati dan dibimbing. Bukan dicemooh atau dijatuhkan. Bukan dijauhi dan dikhianati. 

SEMANGAT untuk kita!! Wassalam.




Monday, 23 October 2017

Hari Kelulusanku


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Alhamdulillah... setelah rehat dari penulisan skripsi, kini aku sempatkan menulis blog kembali. Mungkin ini adalah salah satu momen sekali seumur hidup yang harus aku abadikan. Ya... aku sedikit ingin mengabadikan momen tersebut di blog ini, untung-untung sekalian melatih kembali jari-jemari yang udah kaku setelah berskripsi ria.

Yap... selang beberapa bulan yang lalu, aku sedikit disibukkan dengan tugas akhir kuliah (skripsi). Udah jarang lagi yang namanya nge-blog. Efek udah jenuh kali yaa dengan melihat laptop siang-malam. Hehe

Jujur, dalam proses pengerjaan skripsi bukanlah suatu hal yang mudah tapi tidak pula terlalu sulit. Pastinya sesuatu yang dilalui akan ada mudah dan juga susahnya, tergantung cara dan usaha kita mewujudkannya. Right!! Banyak hal yang aku dapat diakhir-akhir perkuliahan ini, salah satunya ilmu sabar dan ilmu berusaha. Caiyooooo.... !!! Salah satunya sabar ngadepin dosen dengan segala karakternya #eaak :D Yang anak semester akhir angkat tangan!!

Umpama ditanya motivasi terbesar hingga bisa kelarin skripsi, pastinya adalah karena orang tua.  Perkuliahan yang aku jalani ini adalah tanggung jawab terbesar yang orang tua percayakan kepadaku untuk dijalani dan diselesaikan. Tujuannya  tak lain agar kelak aku tumbuh menjadi insan yang berilmu,  bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, nusa dan bangsa. Tentunya tanggung jawab itu harus aku tunaikan dan aku selesaikan secepat mungkin. Alhamdulillah tepatnya pada tanggal 20 Juli 2017 lalu  atas ridho Allah dan kedua orang tuaku, aku dapat menyelesaikan S-1 Ilmu Komunikasi tepat diakhir semester 8 ( 4 Tahun). Mungkin antara rasa percaya dan gak percaya setelah step by step yang aku jalani dan taraaaaaaaa.... akhirnya membuahkan hasil, padahal rasa lelah dan putus asa sempat memuncak diubun-ubun...rasa-rasa gak sanggup :’)) tapi pada akhirnya janji Allah nyata, bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan aku kelancaran, kekuatan dan semua nikmat yang tak dapat aku sebutkan hingga aku bisa menyelesaikan studi ini.

Terima kasih pula buat keluargaku tercinta... Papa dan Ibu yang selalu nyinyir nanyain dari mulai kapan ngajuin judul hingga kapan wisudanya??? T.T but without you, i’m nothing at all. Buat adik-adikku juga, biar pun kakak masih belum jadi yang terbaik, percayalah kakak selalu berusaha menjadi yang terbaik agar Ibu Papa bangga dan tentunya kakak akan selalu berusaha menjadi tauladan untuk adik-adik dirumah.

Kepada dosen-dosen yang tiada lelah memberikan ilmunya, waktu, membimbing dan menunjuk ajar mahasiswanya yang nakal-nakal dan alfa ini. Semoga ilmu yang kalian beri menjadi pemberat amal baik di yaumil akhir kelak... aamiin ya robb.

Kepada kakak-abang, sahabat, teman-teman dan konco-konco seperjuangan lainnya, terima kasih telah menjadi penyemangat, memotivasi, mendoakan, dan tim HORE-HORE baik dikala suka-duka selama dibangku perkuliahan. Sepupuku Emjhie, Sintia, Mila, Nurdin, Inop, Apit, Indah, Muthi, Hasna, Nadia, Anika, Afri, Bg Feb, Feni, Kk Rani, Bg Dani, teman-teman PR B 2014, teman-teman KKN Dumai Purnama dan kalian semua yang pernah mengisi hari-hari, doain, baik dan bantuin aku. Tanpa kalian yakinlah, suasana masa-masa perkuliahan gak akan sebewarna dan semenyenangkan ini :))

Bersama Sohib Seperjuangan 
Anika, Aku, Afri dan Nadia







Bersama Endang... Anak paling bikin heboh di kelas :p

Bersama Aldi, Geng Sebelah ...Sohibnya Anika dan konco si Hasna :D

Anak Kelas PR B'14
Ayu, Juntak, Irvan, Hafiz, Firman, Rio, Izu
Puput, Afri, Hafri, Anika, Nadia, Endang, Yopi, dan Aldi





Dan khususnya aku mau bilang BIG THANKS!!! Untuk Hasnaturrahmadani (a.k.a Hasna). Dialah makhluk yang selalu mengatakan dirinya ganteng, padahal dia cewek -,- haha. Makasih udah nemenin bimbingan ampe malam-malam di kampus.  Makasih karena dah jadi teman makan setia. Teman mesjid hunter, teman ngeledek, teman tinju :D Makasih karena dah rela jadi asisten penelitian dan terjun ke masyarakat bareng aku (padahal aku tau kalo ko sebenarnya ogah capek-capek, haha). Makasih udah temanin aku kemana-mana, panas-panas, ujan-ujanan, dan pulang malam selama penelitian karena aku :”) tanpa ko mungkin aku bakal jalan sendirian, keribetan, dll :D Ntahlah... klo ko gak bantuin aku mungkin pupus sudah aku tamat kuliah pas 4 tahun :D Padahal ko waktu itu juga lagi banyak pikiran karena proposal ko yang masih stuck. Doaku setulus hati, semoga ko cepet lulus di tahun ini dan terbang ke Jepang sesuai mimpi ko :P


Haii Hansa :D









Dan hari itu, dengan pakai khusus bewarna serba hitam khas, aku bersama rombongan peserta munaqasah dinyatakan lulus ujian dan sah menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom). Ketika itu peserta ujian terdiri dari empat orang. Dengan 3 orang cewek angkatan kami, dan seorang abang senior. Alhamdulillah hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan buat aku khususnya, walaupun aku sadar bahwa ini bukanlah akhir...namun adalah awal untuk menuju dunia yang sesungguhnya. Bismillah...

 Bersama Vivi, teman sekelas.


 Bersama Vivi dan Ama

Sedikit cerita... Rahma yang akrab disapa Ama ini salah satu temen seperjuangan aku dimasa-masa bimbingan Skripsi. Kenal udah lama, karena dia anak Gagasan dan temen akrab si Muthik juga. Bahkan bimbingan sampe magrib pun kami lakoni demi demi nungguin dosen pembimbing, bareng Hasna juga, janjian bimbingan bareng dan teman cerita-cerita. Sama-sama ACC dan ternyata samaan juga dapat jadwal sidang. Padahal gak janjian :D Kalo diingat-ingat lagi masa-masa sulit kita, mungkin rasanya pengen nangis ya Ma... Apalagi kita bimbingannya sore ampe maghrib nunggu giliran, kadang udah lama nunggu disuruh besok karena udah malam, bahkan pernah terkurung hujan badai di kampus sampe gak pulang hingga jam delapan malam :')

Huffttt.. kalo diceritain mungkin kagak ada habis-habisnya kali yaa... memang perjuangan ini gak berdarah-darah, tapi banyak menguras waktu, biaya, tenaga, pikiran, bahkan air mata kelelahan :p Yap...setiap yang ingin dicapai tidak selalu berjalan dengan mulus, pasti akan ada kerikil-kerikil tajamnya. 

Walaupun begitu, aku senang karena telah selesai terhadap tanggung jawab ini.












Mungkin itu saja yang ingin aku ceritakan pada blog ini dan para pembaca. Semoga kita tetap sungguh-sungguh dan konsisten terhadap apa yang ingin kita raih. Tetaplah semangat!! Yakinlah bahwa sesuatu akan tercapai selama masih ada rasa percaya bahwa itu akan terwujud. Tidak perlu menjadi yang paling hebat dianatara orang-orang hebat. Cukup yakin dan lakukan sesuatu yang terbaik menurut kita. Semoga akupun juga begitu, tetap semangat!! meskipun masih ada bayang-bayang yang membuat aku takut dan bingung.... Wassalam.