Sunday, 6 July 2014

Makasih atas Awardnya :)




Assalamualaikum Sobat, kali ini postingan aku agak berbeda dari sebelumnya. Yoii... aku dapat liebster award berantai untuk pertama kalinya. Sempat malas sih mau nyobain. Tapi berhubung ada waktu luang, apa salahnya dicoba. 

Awalnya rada bingung juga ini award apa an, soalnya beberapa waktu lalu dapat mention-an dari Muthi Haura. Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih buat Muthi Haura yang telah memberikan aku award ini.

Setelah mencari sedikit,  Liebster Award ini bertujuan untuk silaturrahim antar sesama blogger. Dan ada beberapa peraturan juga nih yang harus diikuti oleh orang yang mendapat award. Ketentuan peraturan tersebut adalah 

1. Posting tentang award ini di blog kalian.  
2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini dan link back ke blognya.
3. Ceritakan 11 hal tentang apa yang ada pada dirimu.  
4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan untukmu. 
5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang kamu inginkan.

OK, baiklah aku akan mulai, poin pertama, kedua  udah aku lakukan pada parragraf diatas. Selanjutnya aku akan melakukan poin yang ketiga tentang menceritakan 11 hal yang ada pada diri aku. Aduh, agak malu sih mau menceritakan diri sendiri, soalnya ini jarang-jarang banget aku lakukan. Ya, mungkin ini lebih kepada privasi. Tapi aku akan mencoba dan jujur. Mana tau kita punya kesamaan tertentu, ya gak?? Haha.

Inilah 11 hal tentang diri seorang Laila Muqaddasa:
1. Suka banget sama warna hijau, kesan natural aja rasanya.
2. Makanan yang paling aku favorit itu sate.
3. Paling gak tahan kalau direndahin, dihina, diejekin, dibully. Biasanya itu langsung aku labrak. Tapi pas udah ngelabrak ntu orang dan segalanya keluar tak terkendali, biasanya langsung menung, menyesal, kemudian nangis sendiri.
4. Suka memperhatikan langit di kala hujan.
5. Kata ibu aku pernah minum minyak tanah waktu kecil. Untung gak mati ya :D
6. Paling takut tidur sendiri dikamar, dan langsung ketidur kalau lampu mati.
7. Kalau tidur terkadang suka ngigau gak jelas, kata adek sih.
8. Pernah bercita-cita jadi guru bahasa Arab.
9. Kalau suka sama seseorang biasanya aku pendam sendiri. 
10. Aku orangnya netral, mau berbaur sama siapapun asalkan dia nerima aku pula.
11. Sering gak sadar kalau apa yang diucapkan itu salah. Looh -_-

Selanjutnya aku akan menjawab 11 pertanyaan dari Muthi Haura kepadaku :

1.  Sejak kapan buat blog? Aku buat blog pertama kali waktu ada praktek komputer ketika di MAN dulu. Blog yang aku pakai ini adalah blognya. Hingga sekarang aku masih menggunakannya. Kira-kira buatnya tahun 2011.

2.  Alasan ngeblog? Pertama kali buat blog, gak ada hasrat buat ngeblog gitu. Ya, zaman dulu kan mesti ke warnet dulu, belum secanggih sekarang. Tapi akhirnya aku memutuskan ngeblog juga pas awal masuk kuliah. Ya niatnya waktu itu pengen menjadikan blog sebagai sarana buat latihan menulis. Aku merasa menulis itu penting, apalagi menulis itu adalah sebuah karya yang dapat dibaca oleh banyak orang.

3.  Keuntungan yang udah diperoleh dari ngeblog? Keuntungannya ya masih belum aku rasakan seutuhnya, mungkin akunya yang masih jarang posting di blog dan masih jarang BW, tapi secara umum aku jadi lebih banyak tau mengenai blog, ternyata banyak juga prestasi orang-orang yang dimulai dari blog. Ya ada timbul motivasi dan semangat tersendiri aja. Banyak dapat info-info dan yang lainnya.

4.   Menurut kamu blog itu apa? Blog itu tempat kita menulis, berbagi dan tentunya dapat cari teman dan pengalaman. Blog juga sarana buat kita bisa berekspresi sesuka hati, menyebarkan ilmu, info, dakwah dan hal-hal positif lainnya. Blog itu juga pas buat ngisi waktu luang, curhat dan berbagi pengalaman agar bisa dinikmati dan dibaca oleh banyak orang.

5.   Harapan kamu untuk blog kamu? Aku sih menjadikan blog ya untuk berbagi aja sama sobat-sobat sekalian, sekalian buat belajar menulis. Ya harapannya, dari semua yanng aku tulis, mudah-mudahan aja bermanfaat buat semua, sekalian cari pahala juga. Kalau misalnya blog rame pengunjung dan followers-nya banyak ya itu hanya bonus. Tapi hal yang diharapin dan yang paling utama, aku pengen apa yang aku tulis bisa membuat orang lebih baik, bermanfaat dan nambah ilmu.

6.   Inspirasi kamu ngeblog? Inspirasi aku ngeblog, ya gak tau apa ya. Kayaknya gak ada inspirasi dari siapa-siapalah. Aku ngeblog pada awalnya memang karena ingin menulis saja.

7.  Kenal blog aku nggak? Menurutmu blog aku itu gimana? Kenal banget dong, hehe blognya keren, apalagi postingannya. Penuh cerita tentang keseharian dan cerita motivasi yang greget banget. Aku suka ngikutin setiap postingan kau kok Mut, hehe

8.   Apa yang harus aku perbaiki dari blog aku ini? Yang harus di perbaiki apa yah , Bingung juga akunya, basicly semuanya udah bagus kok, gak berantakan juga.

9.  Kalau nggak buka blog, apa yang kalian rasain? Yang aku rasain kalau gak buka blog itu kayak ada yang ngeganjal aja, serasa ada yang hilang. Soalnya ada aja panggilan jiwa yang membisikkan bahwa aku harus menulis, tulis tentang apapun itu.

10. Cita-cita yang pengen banget kalian realisasikan dalam waktu dekat ini? kenapa? Cita-cita dalam waktu dekat ini, yang pasti mudah-mudahan aja nilai UAS gak anjlok, haha.

11. Apa tanggapan kalian tentang pacaran dan hijab? Haha, sebenarnya aku malas juga ngasih tanggapan  soal pacaran. Apalagi aku termasuk orang yang berstatus pacaran. Menurut aku itu kembali kepada diri kita masing-masing aja. 

Soal hijab, yang pasti pake jilbab kudu nutupin aurat. Yang seorang muslimah wajib menutup aurat dan memakai jilbab sesuai syariat. Hijab itu identitas kita, yang membedakan kita dengan umat-umat lain diseluruh dunia. Gak ada istilah memperbaiki akhlak dulu baru berjilbab. Itu omong kosong alias ngeles aja untuk gak mengenakan hijab. Yang ada, dengan berhijab pastinya diri kita akan terbawa kepada jalan-jalan kebaikan. Kita bisa terhindar dari fitnah, godaan-godaan lelaki dan diri kita lebih terjaga. Hijab itu seperti perisai, pelindung bagi mereka yang memakainya. Cantik dihadapan Allah juga. Lagian apa gunanya cantik dimata manusia sedangkan kita mengabaikan kecantikan kita dihadapan Allah Azza wa Jalla. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang menjaga hijabnya sampai hayat memisahkan. Aamiin.

Yang terakhir adalah aku memilih 11 blogger yang mendapat award ini. Mohon diikuti dan diterima ya Sobat-Sobat. Ini dia :


OK, itu dia 11 orang terpilih yang dapat award ini. Sumpah bingung mau milih siapa, setelah aku pikir-pikir ternyata aku masih banyak belum mengenal para blogger :( Untung aja ada award ini, mudah-mudahan kita bisa saling mengenal.

Selanjutnya adalah pertanyaan dari aku. Ini dia :

1.  Menurut kamu, menulis itu ibarat apa?
2.  Apa tujuan kamu ngeblog?
3.  Apa keuntungan yang kamu dapatkan selama ngeblog?
4.  Pendapatmu tentang blog aku?
5.  Cita-cita yang kamu inginkan tapi gak terwujud apa?
6.  Penulis yang paling kamu sukai siapa? mengapa?
7.  Bagaimana cara agar gak malas buat ngeblog?
8.  Punya gak sahabat yang dari dulu sampai sekarang terus bersamamu?
9.  Apa yang kamu lakukan ketika kamu ngedown atau merasa putus asa?
10.Menurut kamu gimana akhlak generasi muda yang berkembang saat ini di Indonesia?
11.Pandangan kamu terhadap orang yang suka plagiat?

Akhirnya selesai juga nih. Alhamdulilah. Jangan lupa di jawab yaa.... Wassalam

Saturday, 5 July 2014

Pemilu, Tinggal Menghitung Hari

google.com

Assalamualaikum Sobat, masih puasa kan?? Harus dong! Yang muslim kudu wajib puasa kalau enggak  bakal rugi dunia akhirat. Tidur juga jangan dibanyakin, yang dibanyakin itu  amal ibadah. Ya gak?? Hehe. Moga puasa dan amal ibadah kita makin meningkat ya jelang lebaran. Aamiin ya Robb.

Menghitung hari, tanggal 9 Juli mendatang ceritanya kita bakal pesta demokrasi nih buat milih capres dan cawapres. Mumpung aku dan diantara Sobat ada yang masih pemilih pemula, apa salahnya kan kalau kita-kita kepoin itu capres dan cawapres nomor urut 1 dan 2? Ayok kepoin capres dan cawapres kita! jangan asal pilih, pelajari dengan cermat dan tentukan pilihan yang tepat karena capres dan cawapres inilah yang akan melanjutkan tongkat estafet roda pemerintahan lima tahun yang akan datang.

Penting banget tuh kepoin calon pemimpin bangsa kita. Secara mereka adalah ujung tombak yang pastinya akan dan harus membuat Indonesia lebih maju dari sekarang. Baik itu dari sektor ekonomi, politik, budaya, sosial, dan sebagainya.

Seperti yang kita lihat sekarang terkhusus di Indonesia, kita mengalami tiga musim sekaligus. Bulan ramadhan, musim piala dunia dan musim pemilu. Ketiga musim ini mungkin yang paling terpenting saat ini di kalangan masyarakat.  Bagi yang pengen selama bulan ramadhan khusuk memperbanyak amal ya harus rela nguraingin waktu atau gak nonton bola sama.haha.

Dan bagi yang sibuk mempersiapkan pemilu, kampanye dan sebagainya. Mesti harus hati-hati juga, ini bulan puasa loh. Kenapa? Ya, banyak aja sifat-sifat buruk yang tampak dari kacamata yang aku lihat. Ditambah lagi dilakukan pula selama bulan ramadahan. Tentunya merusak faedah selama kita berpuasa. Mesti di jauhi nih. Ini diaa :

Pertama, ada saja segelintir orang yang suka membanding-bandingkan orang lain dan menjelek-jelekkannya. Ya itu, membanding-bandingkan capres satu dan capres lainnya. Mending kalau yang dibandingkan itu hal-hal yang baik. Ini gak, yang dibandingkan adalah hal-hal yang buruk. Ini sering banget terjadi di masyarakat. Singgah di warung sebelah, eh malah ceritain keburukan capres yang itu, singgah disana itu juga lagi yang dibicarain. Yaelah, kayak pesan berantai aja.

Kedua, berbohong. Ya, banyak nih yang agen-agen yang pengen membohongi publik agar memilih jagoannya tertentu. Tentu berbohong ini gak boleh dilakukan terkhusus kita yang lagi puasa. Walau bagaimanapun biarkan orang memilih. Masyarakat kita pintar kok, mereka pasti bisa memilih mana yang terbaik menurut dia. Apa adanya aja, yang natural itu nampak. Lagian kalau ada sesuatu yang ditutup-tutupi ya pasti bakal kelihatan belangnya juga. Seperti pribahasa, “Serapat-rapat apapun bangkai disimpan, baunya pasti akan tercium juga.” Ini pribahasa emang fakta Sob :D

Ketiga, menebar aib atau prasangka yang masih belum terbukti keabsahannya. Ya aku tau, media ini sekarang transparan. Media TV, online, dll. Itu emang udah sifatnya. Segala yang berhubungan dengan artis, tokoh besar sampai capres dan cawapres pun segala yang berkenaan dengan kehidupan pribadi, masa lalu, aib, dan sebagainya ditebarkan ke masyarakat. Hingga jika masyarakat ada yang gak bijak dalam menerima informasi maka pemberitaan buruk akan berkembang hingga tidak terbendung dan membuat citra negatif pada golongan tertentu. Yang baik-baik malah jarang diberitakan malah yang lebih cepat menyebar itu berita buruk, sedang ini bulan puasa cuy, harusnya kita berbagi kebaikan bukan berbagi aib.

Keempat, tawuran. Masih sempat-sempatnya aja ada pemberitaan di TV tentang tawuran pendukung dua kubu calon yang berbeda. Malah merusak fasilitas umum lagi, melawan polisi, membuat masyarakat takut, merusak barang-barang orang lain. Sumpah itu gak INDONESIA banget ya. Kita orang Indonesia orang pintar, orang yang ramah juga. Masa zaman sekarang masih hobi tawuran, sorak-sorak gak jelas. Noh, tunjukin kemampuan otak bukan kemampuan otot.

Kelima, pergi ke peramal dan percaya ramalan-ramalan. Yaelah, masak nentuin siapa yang bakal duduk jadi presiden pake terawangan peramal. Emang peramal itu Tuhan apa? Percaya aja sama yang diatas. Kagak perlu pake ramalan, pergi ke tempat mbah dukun, atau mbah-mbah lainnya. Mending datangin mbah google dan cari informasi seputar capres dan cawapres, itu baru OK punya. Siapapun yang terpilih, itu mutlak pilihan Tuhan melalui perantara masyarakat kita. Yang penting kita cuma bisa berdoa dan berharap, moga yang duduk jadi presiden adalah orang yang terbaik dan bisa membuat Indonesia lebih maju. Mendatangi peramal itu kalau dalam islam haram hukumnya. Yang meramal dan meminta ramal sama-sama dapat dosa, dan solatnya juga gak bakal diterima 40 hari 40 malam.

Nah, itu saja mungkin hal-hal buruk yang terjadi sebelum pemilu. Kita sebagai masyarakat yang baik, tentukanlah pilihan dengan bijak. Kalau kita yakin yaudah, diam, dan simpan pilihan itu dalam hati. Kan nanti ada waktunya buat nyoblos. Kalau mau ngajak rekan-rekan nyoblos sesuai yang kita mau, ajaklah dengan cara yang baik. Jangan malah menjelekkan capres atau cawapres kita. Diam itu emas loh. Dan setiap manusia pasti ada salah dan khilaf termasuk calon presiden kita. Kalau dia gak ada salah bukan manusia namanya, tapi malaikat.

Yang terpenting, bulan ramadhan ini kita mencari berkah, bukan mencari musuh, mencari lawan dll. Saling menjelek-jelekkan apalagi dalam kebohongan akan merugikan diri sendiri dan orang banyak. Emang kalau udah ngomong, pastinya banyak kata-kata yang sia-sia keluar. Makanya diam itu lebih baik daripada nyerocos sana-sini yang gak jelas.

Pada dasarnya kita memang harus memilih dan itu memang udah kodratnya. Sama kayak Allah mempersiapkan surga dan neraka yang pastinya salah satu diantaranya akan menjadi pilihan kita. Ayo, kita memilih cerdas!

Bukan promosi atau mempengaruhi Sobat semua sih. Kalau aku mendukung JOKOWI  tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta dan mendukung PRABOWO menjadi Presiden. Adil gak?? OK pilihan ada ditangan kita. Aku gak mau menceritakan siapa yang lebih baik dan siapa yang memiliki kekurangan. Apa kehebatan dan keahlian mereka atau keburukan meraka. Selama ini kita sudah bisa melihat langsung kan kinerja di lapangan para calon-calon tersebut? Kita juga punya media untuk melihat mereka secara langsung. Dan KPU pun menyediakan panggung debat untuk kita menentukan pilihan kepada calon yang maju. Kita tinggal pilih aja kok ribet.

Tinggal pilih, gak perlu buat dosa dan hal buruk kayak yang lima diatas tadi. Yang  pasti semua orang dititipkan kekurangan dan kelebihannya masing-masing agar saling melengkapi. Pemenang memang satu, yang menjadi presiden juga satu tapi kalau masyarakatnya gak mau dididik dan masih saja sering berbuat hal-hal buruk ya sama saja. Presiden itu juga cerminan dari masyarakatnya. Sebaik-baiknya presiden kalau masyarakatnya buruk, maka rusak pula image presidenya. Jadi ya  kita saling membantu dan membangun. Indahnya ya kebersamaan : )

Di bulan ramadhan ayo kita mecari berkah, banyak aja melakukan kebaikan. Positive thingking aja buat calon presiden yang akan datang. Moga yag terpilih adalah yang terbaik menurut Allah dan terbaik menurut kita selama kita menyerahkan hasil akhir dan bertawakkal kepada-Nya. Moga juga pemilu kita 9 Juli mendatang mendatangkan Ridho dari Allah dan terciptanya kehidupan yang lebih baik.

OK, mungkin itu saja Sob. Kali ini sambil nunggu bedug sempat-sempatin nulis buat blog, gak tau kenapa. Haha. Kalau waktu senggang aja banyak malasnya, nah kalau waktu kejepit aja malah nulis. Ya itu lah aku à kadanng-kadang kok :D Selamat menunggu berbuka puasa dan berbuka puasa bagi Sobat-Sobat dimanapun berada. Moga Indonesia makin jaya ke depannya. Mohon dukungan juga ya dari teman-teman di negara-negara lain.

SALAM INDONESIA JAYA, Wassalam.




Monday, 9 June 2014

Hari Ini

Assalamualaikum Sobat, gimana kabarnya? mudah-mudahan baik selalu ya. Hari ini beneran cukup melelahkan ya, jujur sih sebenarnya gak ada melakukan aktivitas yang memberatkan, cuma gak nahannya itu tadi sempat pulang pergi dari rumah sepupu aku si Mila buat wawancara Teta (Sapaan ke Ayahnya Mila), trus panas-panasan, haha. Ini loh ada tugas mengenai penataran P4 pada zaman orde baru. Jadi harus wawancara orang yang usianya di atas 40 tahun dan pernah mengikuti penataran P4. 

Aku ke rumah Mila sekitar jam 9 nan arah ke kubang yang gak jauh dari kampus aku, tadi sempat makan cukup banyak disana. Sebelum ke kampus tadi pagi udah sarapan juga di rumah. Sampai di rumah Mila aku malah disuguhin bubur kacang ijo semangkok plus roti tawar yang dibanamkan dalam ntu mangkok. Aku wawancara Teta sekalian makan ntu bubur, sambil-sambilan gitu. Tapi lama-lama mumet juga ni perut karena kekenyangan, mau gak mau mesti dihabisin, laaaah wong aku dari kecil gak dibolehin buang-buang makanan, mubazir, rezeki dari Allah. Masih kebayang dulu pernah di cubit Ibu karena buang makanan. Jadi pas ada niat mau buang makanan kadang ada aja gitu rasa sakit yang masih tertinggal, hahhaha :D maksudnya udah terbiasa gitu laah.

Terus Teta habis masak gitu kayaknya. Weeeeeww.. kerang rebus. Bikin aku tergoda aromanya, sumpeh sumpeh tueek deh. Akhirnya aku coba ntu kerang berdua makannya sama Mila, cukup banyak juga sih makannya. Kenyang bener. Trus nyobain sedikit buah mangga dari pohon yang ada di rumah Mila, manis juga ternyata :D Siang pun balek lagi ke rumah Mila, ngetik hasil wawancara plus makan lagi. Tambah kenyang ane :D

Nah, back to the topic. Lupa nih jelasin tentang penataran P4. Selengkapnya simak aja hasil wawancara aku dengan Teta.

Nama : Dr. Hasanuddin, M.Si
Umur : 51 tahun
Pendidikan terakhir : s3
Pekerjaan : dosen
Sebagai peserta : sekitar tahun 1983
Komentar: Sebagai narasumber mengenai P4.

1.      Menurut  Bapak apa yang dimaksud dengan penataran P4?
P4 ada pada masa pemerintahan orde baru, adalah memberikan pedoman bagi warga negara untuk bertindak  sesuai dengan nilai-nilai pancasila, P4 itu singkatan dari pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila yaitu pemerintah yang ingin memberikan pedoman untuk berperilaku pada semua warga negara, tapi kalau dilihat dari tafsiran-tafsiran yang dimaksud dengan P4 itu adalah upaya pemerintah orde baru untuk menciptakan kestabilan politik supaya warga negara tidak bertindak diluar dari kehendak pemerintah orde baru pada saat itu.

2.      Bagaimana bentuk dari pelaksanaan P4 itu sendiri?
Biasanya dalam bentuk penataran misalnya dalam satu ruangan orang-orang dikumpulkan bersama dengan satu orang penceramah atau pembicara, ada tanggung jawab dan ada diskusi-diskusi kelompok yang membahas menganai pancasila atau pedoman penghayatan itu beserta nilai-nilai pancasila.

3.      Kepada siapa saja ditujukannya P4?
P4 itu ditujukan kepada semua lapisan masyarakat tpi pelaksanaannya bisa berkelompok2, dimulai dari anak sma dengan sesama anak sma, mahasiswa dengan sesama mahasiswa, kelompok masyarakat, petani, nelayan itu dikelompokkan sendiri-sendiri namun kadang-kadang ada juga yang dicampur antara petani, nelayan, pedagang kemudian disatukan. Kemudian pegawai-pegawai,  pegawai juga mendapat penataran. Yang inti  sasaran sebenarnya itu ditujukan kepada seluruh warga negara.

4.      Sejak kapan pelaksanaan P4 itu dilakukan?
Adanya P4 sekitar tahun 80-an sudah ada, 78 an juga sudah ada, jadi  setelah pemilu kedua pemilu tahun 78, sudah mulai dikembangkan P4 itu.

5.      Kenapa tidak diterapkannya lagi P4 pada saat ini?
Tidak diterapkannya P4 dikarenakan sistem pemerintahan yang sudah berganti  disebut dengan rezim, dengan pergantian rezim itu, ada penglihatan bahwa P4 itu terlalu mendoktrin warga negara sesuai dengan keinginan pemerintah dan itu dilihat tidak demokratis, jadi harusnya menurut paham demokrasi, warga negara itu punya pandangan sendiri, punya perilaku sendiri didalam negara itu tanpa harus didoktrin oleh pemerintah. Reformasi salah satu tujuannnya.

6.      Apakah P4 dilakukan sepihak oleh pemerintah?
P4 atas kesepakatan semua, bahkan DPR pun memberikan suara dalam memutuskan penerapan P4.  Ada bentuk-bentuk lain dari penerapan ideologi P4, kalau bisa dengan memperbanyak peluang ceramah-ceramah agama, baik itu di sekolah, mata pelajaran, bentuk budi pekerti, tapi hal yang tidak diinginkan itu adalah penyeragaman warga negara yang dibuat oleh pemerintah. Jadi harus ada diskusi-diskusi di masyarakat untuk merumuskan apa ideologi atau pandangan dari warga negara itu sendiri.

7.      Apakah P4 bisa diterapkan pada saat ini?
Pernah dicoba penerapannya dengan menerapkan 4 pilar yang serupa dengan P4. Ada pilar PILAR Pancasila, pilar NKRI, pilar ideologi dan pilar UUD 1945, tapi dilihat dari doktrin seperti itu tidak banyak gunanya dan tidak membawa kemanfaatan. Dimana dulu P4 mengajarkan warga negara untuk lurus tapi tidak begitu terlihat nilai-nilainya, dikarenakan pemerintahan pada masa itu hanya ingin rakyat menuruti segala kemauan pemerintah pada masa orde baru. Tapi berangkat dari p4 bisa diterapkan lagi pada saat ini semua itu tergantung pemerintah di zaman, mungkin di zaman sekarang penataran P4 memang tidak diberlakukan lagi, tapi disisi lain masih banyak cara-cara pedoman penghayatan pengamalan pancasila yang bisa diterapkan tanpa merugikan atau mengutuntungkan di lain pihak dan tanpa mendoktrin warga negaranya. Penerapan p4 itu memang penting apalagi kita adalah negara yang berasaskan pancasila dimana tingkah laku kita mewakili dari nilai-nilai penerapan pancasila itu sendiri yang memiliki nilai agar masyarakat bertingkah laku terarah sebagaimana mestinya, namun kita melihat lagi bahwa setiap warga negara punya pandangan tersendiri dan tidak mudah untuk menyeragamkan.

8. Apakah ada penolakan-penolakan atas adanya pemberlakukan penataran P4 pada masyarakat?
Ada, banyak kelompok yang kritis tidak setuju pada P4 itu karena pemerintah hanya mengimingkan stabilitas politik saja dan otoriter, jadi bukan penghayatan nilai-nilai moral berdasarkan pancasila itu yang lebih di utamakan tapi bagaimana supaya rakyat itu patuh kepada perintah. Jadi P4 itu dijadikan alat untuk kepatuhan rakyat kepada pemerintah karena jika ada pertentangan pertentangan nilai, di P4 kita diajarkan bermusyawarah tapi justru pemerintahnya itu yang otoriter semaunya sendiri, jadi ada pertentangan. Pemerintah ada mendorong supaya orang berketuhanan kemudian dihidupkan kembali misalanya aliran-aliran kepercayaan tapi ada satu diantaranya banyak yang bertentangan. Trus ada mendorong kemanusian, tapi begitu bayak orang miskin yang tidak dipelihara oleh negara. Keadilan sosial, seharusnya keadilan ditujukan untuk semua orang tapi yang terlihat justru keadilan itu hanya dinikmati oleh kalangan elit dan rakyat biasa tak mendapatkan apapun. Itulah sifat yang disebut hipokriti salah satu sifat munafik dari pemerintah makanya ada penolakan saat itu. P4 itu hanya buang-buang uang  yang sebenarnya pelaksaan itu pastinya memakai uang negara dan itu dikelola oleh BBP4 yaitu Badan Pelaksana dari P4, pemerintah baru atas asas demokrasinya tidak lagi melihat bahwa warga negara itu harus didoktrin untuk menciptakan stabilitas.

Ok. itu dia hasil wawancaranya. Bagus tak pertanyaannya??? pas gak?? :D 

Tadi siang pulang ngampus sekitar jam 3 an, ternyata masih ada aktivitas gitu. Yap, tugas feature dari Gagasan. Mengharuskan aku untuk betanggung jawab terhadap tugas yang telah diberi bersama temen-temen. Tapi tadi rada males juga wawancara, yang semangat nanya-nanya noh si Hikmah dan Riska. Aku kebanyakan ngangguk-ngangguk, dengarin, jalan sana-sini, ntah laah, ntah apa yang aku lakukan, hahha. Yang pergi aku, Hikma, Rizka dan gak lupa Fazri juga ikut nemenin, kami melaju ke arah kota dengan motor. Wiiiiii malah jalanan panas dan berdebu lagi. Hahha... Tujuan kami lumayan jauh, awalnya aku sempat malas mau pergi tapi akhirnya pergi juga setelah diingatkan oleh Kak JM. Tujuannya itu ke Taman Makam Pahlawan Kerja. Disana ada kereta api peninggalan zaman penjajah Jepang beserta kuburan para pekerja Romusha dahulu.

Lumayan bagus lah tempatnya, katanya juga ada unsur-unsur mistis gitu. Sempat agak merinding juga pas dikasih tau Hikmah. Yaaa... kami sempat naik ke dalam kereta apinya. Jujur aku belum pernah naik kereta api. Noh, baru tadi naik kereta api sungguhan tapi gak jalan :D kalau naik kereta api odong-odong sih pernah, tapi malunya gak nahan, habisnya yang naik pada anak balita semua waktu itu. Laaah aku disuruh temenin adek naik ntu kereta api. Maaluuuu :(

Jujur juga lama tinggal di Pekanbaru, tapi baru kali ini coba main ke Taman itu, walau kecil tapi bagus juga buat mengenang sekalian bisa ziarah juga di makam pahlawan *bagi yang mau :D. Kata Bapak itu, taman ini juga pernah di kunjungi oleh prpgram acara TV "Dunia Lain" yang hostnya si Tukul itu. Serasa pernah tonton sih dulu cuma gak nyangka aja itu di Pekanbaru, hahha.

Ternyata ini pula enaknya dapat rubrik tugas Feature, bisa jala-jalan juga. Kemaren aku juga dapat rubrik ini pas suluh pertama, yaitu ke Museum Sang Nila Utama. Tempatnya banyak menampilkan barang-barang kuno dan prasasti gitu. Ayoooo.... Laila semangat, tadi masih banyak bengong dan malasnya!!!

Selesai mewancara dan melihat-lihat kami pun pulang. Sayang gak ada ambil foto :D kapan-kapan ke sana lagi laaah. Kereta apinya unik lagi. Hihi. Aku pun pulang langsung bareng si Fazri :D siapakah diaa??? biarlah dunia aku saja yang tau :D 

OK.... itu saja yang pengen aku ceritain di tulisan dunia maya ini. See you to the next posts.

Saturday, 7 June 2014

Resensi Novel : Kenang Langit



Judul Buku                  : Kenang Langit
Pengarang                   : Kirana Kejora
Penerbit                       : Zettu
Harga Buku                 : Rp. 65.000,00
Tahun Terbit                : 2014
Jumlah Halaman          : x + 316 halaman

Persahabatan sejati tak akan termakan waktu, tergilas zaman, atau pun lekang dengan jauhnya jarak, terpisahnya ruang. Dia senantiasa terus tumbuh dan sanggup mengukir gambar-gambar bagus di dinding hati pemiliknya, mereka yang punya jiwa tulus, memberi tanpa mengharap sedikitpun kembali.

Jangan pernah sebut dia IDIOT,” adalah sepenggal kalimat yang diungkapkan dalam novel ini. Novel Kenang Langit karya Kirana Kejora terinspirasi dari kisah nyata tentang seorang kakak dari sahabat penulis. Sekilas, novel ini seperti kebanyakan novel lainnya yang mengangkat tema tentang persahabatan, namun yang membedakan adalah salah satu dari tokoh yang menjalani  persahabatan adalah seorang penyandang cacat mental.

Novel ini menceritakan kisah persahabatan empat sekawan anak-anak Anyer. Alur yang digunakan adalah alur mundur (flashback). Tokoh utama pada novel ini yaitu Langit. Langit sangat benci dengan kata-kata idiot apalagi jika kalimat itu disandangkan ke salah seorang dari sahabatnya. Disamping itu ia bersahabat dengan Kenang seorang anak yang mengalami retardasi mental dan selalu menyayangi Langit, membantu dan memberi segala sesuatu untuk membantu Langit. Kemudian Rubi yang selalu percaya diri dan giat mencari uang kemudian Ali yang siap sedia selalu membantu Langit dan dapat dipercaya. Mereka semua adalah sahabat yang saling membantu, menyokong, berusaha, selalu bekerja untuk bisa meraih rupiah demi rupiah. Disamping itu kesabaran mereka juga diuji oleh hadirnya Kenang yang mengalami kelainan mental, hingga tiga sahabat lainnya berusaha agar Kenang dapat menjadi manusia selayaknya yang bisa mengurus dirinya sendiri, berbagi dan dapat merasakan segala hal.

Takdirpun berkata lain, biarpun dari keluarga yang miskin namun berkat usaha dan kerja keras begitu pun atas bantuan ibu dan sahabat-sahabatnya, Langit dapat melanjutkan studi di Kedokteran Yogyakarta. Ibu dan sahabatnya merasa terpukul atas kepergian Langit termasuk Kenang yang sangat menyayangi Ali. Kepergian Langit tak lain hanya untuk bisa menjadi dokter kemudian mengobati ibunya yang sakit dan Kenang sahabatnya yang mengalami retardasi mental.  

Novel dengan tebal 316 halaman ini, sarat degan makna persahabatan yang menggugah,walau pada akhirnya Kenang meninggal dunia tanpa sepengetahuan Langit sebelumnya hingga menyebabkan Langit merasa bersalah yang sangat. Kemudian, isi cerita juga dibumbui oleh kisah cinta khas anak remaja pada umumnya yang membuat novel ini terasa segar dan menarik untuk dibaca. 

Disamping itu tokoh-tokoh yang digambarkan sangat berkarakter, sama-sama memiliki kebersamaan dan rasa sosial yang tinggi terhadap sahabatnya. Ceritanya juga menyentuh pada bagian ending novel. Kemudian desain cover yang khas anak pantai pun terlihat klasik dengan warna coklat keemasan dan uniknya ada jejak telapak kaki yang tak lain itu adalah Kenang.

Novel ini juga banyak mengandung amanat yang bermanfaat bagi yang membacanya tentang pentingnya persahabatan, keyakinan hati, keterbukaan, kejujuran, kebersamaan, kerja keras, dan kesabaran. Gaya bahasa pun ringan, mudah dipahami dan dapat dibaca oleh semua kalangan. Pada bagian cerita juga disisipkan kata-kata motivasi ringan dan informasi-informasi tentang suatu tempat yang jarang dikunjungi lagi dan juga seputar orang-orang hebat yang mengalami cacat fisik, sehingga menonjolkan keunggulan tersendiri bagi novel yang ditulis oleh lulusan cumlaude Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya ini.

Adapun kelemahan dari novel ini, terdapat beberapa percakapan yang menggunakan bahasa daerah Jawa yang mungkin saja tidak dipahami oleh sebagian besar orang. Walau begitu, novel ini sangat eksentrik karena mengangkat tema seorang penyandang cacat retardasi mental yang mungkin sangat sering kita temui namun masih kurang dan minimnya perhatian kita. Ditambah lagi kurangnya pengetahuan kita terhadap mereka yang mengalami retardasi mental, padahal  mereka sangat membutuhkan  kita sebagai penolongnya.

Resentator : Laila Muqaddasa


Tuesday, 20 May 2014

Radio Oh Radio

Asslamualaikum, kepada Sobat yang lagi baca apa kabarnya? Mudah-mudahan baik selalu ya. Aamiin. Apa yah yang terjadi dihari ini? Haha... gak ada terjadi apa-apa kok. Rutinitas aku masih berjalan lancar seperti biasanya, cuma lagi kurang mood juga hari ini. Lagi malas ngapa-ngapain.

Oh iya tadi selesai kuliah sekitar jam 11 langsung pergi makan sama Muthi dan Muthi sempat ingatin kalau Radio UIN SUSKA lagi open recuitment. Pas denger info itu aku spontan ingat aja sambil bilang, “Oh iya yaa... sekarang kan udah bulan Mei.” Yap, dulu waktu semester satu sempat dapat info dari kakak senior dan ternyata perekrutan adanya di semester dua. Ya tapi mengingat-ingat aku sekarang udah di Gagasan, minat aku ke radio tiba-tiba kendor. Padahal menjadi penyiar adalah salah satu keinginan aku. Pengen masuk UIN SUSKA Ilmu Komunikasi juga karena radio salah satunya. Laaaah, sekarang tiba-tiba malas, gak ada keinginan lagi :( Muthi bilang kalau Mumun temannya udah daftar dan pake tes take vocal gitu.

Muthi    : Yok, balek kampus lah kita lagi, daftar ke radio sekalian tanya dulu sama Mumun!
Aku        : Gak usah, pulang aja laaah, capek.

Setelah bicara-bicara kami sepakat ke kampus ketemu Mumun. Eh nyatanya sampai di kampus aku langsung bilang gini ke Muthi. Kira-kira percakapannya begini.

Aku        : Mut, aku pulang lah lagi. Capek aku, kan aku udah di Gagasan, gak apa ikut radio?
Muthi    : Ko ni ah, tadi iyaa. Udah sampai di kampus juga pun. Ketemu Mumun dulu lah gak?
Aku        : Yaudah lah, tanya dulu ke Mumun kayak mana tesnya.
Muthi    : Ikut ajalah, nanti ko nyesal pula.

Akhirnya aku ketemu Mumun, dan nanya-nanya apa syarat dan kayak mana tesnya. Dengar-dengar tesnya sepertinya gampang-gampang sulit. Tapi ntah kenapa aku gak minat lagi. Untuk ngumpul Gagasan aja kadang malas trus ada aja hambatan kalau mau pergi ngumpul. Lah ditambah lagi ikut radio turun naik tangga dari lantai satu ke lantai tiga. Maaaak eeee, bisa naik betis plus betis aku jadi betis atletis nantti jadinya :D Ditambah lagi berat badan aku pastinya bakal langsung turun drastis nih. Cukup lah untuk sebulan yang lalu berat badan aku langsung turun 2 kg karena sakit. Masalahnya berat badan itu sekali turun susah untuk naiknya. Sadiaah lai, nasib buat orang yang kurus gini :(

OK, Mau sedikit kasih tau nih, kenapa dulu aku pengen banget jadi penyiar radio? Yap, aku merasa menjadi penyiar itu lebih plong aja, sepertinyaaa yaaaa :D soalnya radio itu kan bekerja dibelakang layar, gak lihat kamera ataupun di shooting. Nah, itu yang bikin aku pengen banget masuk radio, apalagi aku tipe orang yang rada pemalu :D. Nah, di radio ini aku dulu berpikir kita gak spontanitas mikirin hal fisik untuk bisa eksis dan terkenal, kita bisa berkreasi dan bereksplorasi ala kita sendiri dengan gaya atau pun ciri khas kita sendiri dalam berbicara kepada pendengar.

Apalagi radio itu sepertinya masih banyak digemari oleh masyarakat hingga sekarang. Buktinya masih banyak radio-radio yang mempunyai banyak pendengar setianya. Istilahnya untuk saat ini radio masih tetap menjadi salah satu media komunikasi yang masih berjalan. Aku juga kurang tau sih apa saja syarat untuk jadi penyiar yang baik. Tapi pastinya yang aku ketahui Sob, untuk menjadi penyiar itu kita harus,

Pertama, punya nilai jual terhadap suara kita. Istilahnya dengan suara orang mendengar, kalau suara yang diperdengarkan kepada pendengar itu baik, maka pengengarpun akan enak dan mudah dalam menangkap informasi. Istilahnya pada saat suara kita diperdengarkan, maka keluarkanlah suara terbaik yang kita miliki.

Kedua, kebahasaannya bagus. Yap seorang penyiar bahasa Indonesianya harus baik, lancar dan benar. Jangan sampai terbawa-bawa logat daerah atau bahasa-bahasa daerah. Karena tidak semua pendengar mengerti akan bahasa daerah.

Ketiga, menjadi penyiar harus memiliki wawasan yang luas, kosa-kata kebahasaannya juga harus banyak agar kata-kata yang keluarpun menjadi baik, dan mudah dimengerti pendengar.

Keempat, mempunyai ciri khas. Nah, yang pengen eksis, nompang terkenal dan memiliki banyak penggemar tidaklah mudah. Butuh perjuangan. Nah, biar pendengar nyaman dan sebagainya, ciptakan ciri khas kita yang beda dari penyiar lainnya. OK

Kelima, (Sobat pembaca boleh nambahin kok, aku cuma taunya segitu, hehhe).

Nah, itu dia syarat yang sekilas aku tau untuk menjadi penyiar radio, adakah Sobat yang tertarik?? Aku sih gak yakin juga terhadap suara yang aku punya tapi suara itu adalah modal utama loh. Ya kan? tapi karena alasan ingin mencoba peruntungan, dulunyaaaa..... makanya aku pengen ikut radio dengan apa adanya, lulus alhamdulillah, gak lulus belum rezeki :D

Oh iya, tak jarang kita melihat banyak fenomena kalau ada beberapa penyiar radio yang suaranya bagus, wibawa dan keren abis tapi nyatanya pas kita liat tampang aslinya ternyata bertolak belakang dengan suaranya yang kita dengar di Radio. Yaa gak? :D Tapi jangan gitu juga ya Sob, kita jangan pilih-pilih liat tampang laah, masa yang cantik dan ganteng aja yang bisa dapat kesempatan eksis dan terkenal. Orang yang tampangnya standar pastinya juga pengen dapat tempat dong. Lagian yang wajah ganteng dan cantik itu gak menjamin kekreativitasannya, bisa saja yang tampang orangnya standar tapi kreativitasnya luar biasa hebat. Betul gak?

Eh, boleh kan menyimpang dari topik? hehe. Aku pengen cerita juga kalau misalnya aku juga dekat dengan seorang cowok sekarang. (Ciiiiiiieee -_-) Aku juga gak nolak kalau dia emang pengen menjadi orang terdekat aku apa pun hubungan yang sedang kami jalankan sekarang. Tapi aku berharap semoga hubungan aku dengannya kedepan makin baik. Kalau kitanya sekarang enjoy jadi sahabat ya aku gak masalah : )

Tadi pulang kampus sempat hujan dan gak bisa langsung pulang. Sempat nunggu hujan reda bareng temen-temen, setelah itu aku dan dia sempat memisahkan diri berdua ke tempat lain, tapi rasanya garing gitu. Selama kami nunggu hujan duduk-duduk diteras fakultas bareng dia, aku cuma sibuk  balas sms Muthi dan main hape sedangkan dia aku gak tau ngapain, aku gak merhatiin soalnya. Yap, gak ada cerita-cerita berarti yang kami keluarkan selama kami sama-sama nunggu hujan reda. Yang ada dia di akhir-akhir hanya nanyaib apakah aku benar-benar sayang ke dia. Katanya dia ingin aku berkata secara lisan. Aku pun hanya bisa tertawa sok ngeles gitu laaah.

Ya... taulah aku orangnya pemalu.  Sebelumnya dia bilang kalau dia itu sayang dan diapun juga nanya melalui pesan apakah aku sayang dia juga, dan aku bilang yaa aku sayang dia. Tapi mungkin dianya gak percaya kali yaa dengan pernyataan aku diambah lagi ya aku menyadari sikap aku ke dia di kampus itu gak mendukung pernyataan aku. Tapi percayalah kalau aku itu beneran sayang, gak tau kenapa. Jujur dulu jauh ketika kami awal dekat, dia mengatakan sesuatu yang gak aku harapkan, aku pengen ngejauh dari dia, gak mau dekat lagi ke dia. Pokoknya aku merasa gak ngeeeh lagi ke dia. Dan akupun ngejauh dari dia beberapa waktu dan gak berkomunikasi ke dia. Mungkin karena aku sedikit kebawa perasaan jadinya aku jaga jarak ke dia. Tapi ntah kenapa kami bisa dekat lagi, sepertinya karena aku ngeladeni dia lagi pas sms  dan ngomong. Beeuuh, mungkin karena aku yang masih punya rasa simpati kali ya ke dia.

Aku berharap sama dia kalau dia dan aku hanya ingin bersahabat, ya tunjukilah rasa persahabatan yang sewajarnya itu. Karena hubungan kami saat ini ya bisa dikatakan sahabat mungkin, tapi selama ini dan sejauh ini aku kenal dan dekat dia, aku  menerima rasa dan perhatian yang lebih dari sekedar sahabat, kita itu udah seperti ya you know lah Sob. Jangan setelah nyatain cinta, nyatain sayang dan buat aku terlalu menyayangi nantinya tiba-tiba dia malah pergi. Cewek juga butuh penjelasan dan kepastian : ) Lagian aku juga salah mungkin yaa karena masih rada cuek. Tapi whatever laah, aku bingung.

Aku juga mau bilang, kalau dia selama ini berhasil buat aku sayang ke dia. Walaupun aku yang begini, dia masih mau berteman dan dekat dengan aku. Trus, kalau kita lagi beriringan ntah lagi jalan atau ngapain, tolong jangan berdiri atau berjalan di belakang aku, kayak bodyguard aja :D, trus jangan berjalan juga memperlihatkan punggung ninggalin aku. Kita bisa kok saling bersebelahan atau sama-sama, hehe (Kok aku gini yaaa.... Aihhhhh :P). Kalau mau sama-sama tu bilang, biar bisa aku tungguin atau gak aku tinggalin. Terus jangan liat aku dengan pandangan seperti itu, buat aku malu tau gak. Ngeliat tu biasa aja. No Muhrim tau... :P

OK deh, sekian saja cerita di hari ini, moga hari esok lebih baik dan lebih semangat!! Wassalam, met istirahat semuaaa....


Sunday, 18 May 2014

Campur Aduk Suasana di Hari Sabtu

Assalamualaikum, Beeeuuuuuh kemaren pas hari Sabtu capek banget Sob. Dari pagi sekitar jam 9 pagi aku udah tancap gas langsung pergi ke kampus dengan tujuan mau ke perpustakaan. Anak rajin kan aku?? haha. Gini Sob, kelompok aku ada buat tugas makalah Public Relations jadi harus dicari tuh buku referensi buat makalah. Nah, aku rencana mau tetap stay di perpustakaan untuk kerja kelompok, buat ngetik tugas dan nunggu Muthi soalnya kami mau ke sekre Gagasan sekitar jam 11.

Nah, kalau tugas kelompok kan harus buat berkelompok kan Sob? ini yang terjadi sama aku kagak, disini seolah-olah aku yang buat sendiri nih makalah, kami aja udah terdiri dari tujuh orang. Beberapa temen yang aku tau nope nya aku sms suruh datang ke perpustakaan buat ngerjain nih tugas. Iya sih ada datang satu orang, tapi dia cuma datang sambil bilang gini, "Maaf ya Lai, aku gak bisa bantuin kamu buat tugas, aku mau pulang kampung." Aiiihhh buju buneng gilee bener ngenak ngomong gitu, laaaah ini tugas kelompok loh bukan individu, masa dia bilang gitu ke aku, tega an kali, gak nampak apah dia kalau aku ngerjain sendiri. Trus datang sms yang lain datang "Lai,maaf ya aku gak bisa bantuin,aku lagi ditempat kakak di Sukajadi." Maaakkk eeee, sumpah laaah.

Nah, yang lain gimana?? yang lain antah berantah gak ngurus tugas kelompok ini, nanya pun kagak, begitulah kalau tugas kelompok, yang ngerjain satu atau dua orang selebihnya cuma nompang nama. Aku tau kalian sibuk kawan, laaah aku juga sibuk, kita semua punya kesibukan, tapi tolong lah kita sama-sama sadar kewajiban kita. Jangan ngelimpahin tugas sama satu orang. Apa kelen gak berpikir apaa?? kelen seneng-seneng tidur, pergi main, ngumpul dengan keluarga. Laaah aku,mendam di perpustakaan di depan laptop,  di dalam kamar begadang ngetik ampe tengah malam. 

Ya,,, aku tau mungkin kata kelen mudah buat makalah tinggal salin copas dan sebagainya. Tapi gak gitu cara kita untuk memahami ilmu, perlu di analisis dulu kata-katanya biar kita ngerti, perlu dibaca dulu bukunya dan diringkas segala macam kalimatnya. Kalau kita menghargai ilmu pasti ilmu akan tercurah dengan sendirinya. Bukannya aku lebai juga kawan, aku cuma ngeluarin uneg-uneg di hati. Mata aku sakit karena lama-lama di depan laptop. Coba kalau kita bahu-membahu bagi tugas, tinggal edit selesai deh. Ini aku semua yang kerjain. Capekk woiii... kelen dimana?? Selamat istirahat dan berlibur ajalah buat kalian. Thanks So Much.

Setelah beberapa saat aku bermukim ngetik di depan laptop datang sms dari Muthi dan aku langsung caww turun ke bawah mau  ke sekre Gagasan mau daftar HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Rencana mau bentar aja di sekre Gagasan, eh bg Rico untuk daftar ntu belum datang yang ada cuma Kak Wilna. Rencana aku ma Muthi mau ngelanjutin buat tugas dan sedikit cerita-cerita kami pun teringat kalau Kak Wilna pandai Photoshop gitu. Yaudah deh, akhirnya kami ngeganggu kak Wilna alias minta ajarin photoshop dengan sampel photo bg Hafizh Pimum Gagasan :D Muthi yang ngebuat dan kak Wilna yang arahin ini itunya.

Setelah belajar dan berhasil mengedit foto bg Hafizh si Muthi rada malu malu kucing gitu... ahahha...kak Wilna kerjaannya Ciiiiie cieeee mulu aja :D Setelah belajar fotoshop kami nonton bareng video dokumenter tentang wartawan-wartaman jurnalistik yang mati dalam masa kerjanya, yang mengalami kekerasan fisik, dan sebagainya. Sumpah miris kali, gak tega wartawan digituin, padahal dia adalah salah satu orang yang membuat kita tahu berbagai informasi. Pokoknya selama 2 jam lebih berada di sekre gagasan kami dapat ilmu dan pengetahuan baru, ehhehe makasih ya kak Wilna :*

Jam pun sudah pukul satu siang aku dan muthi langsung pamit pulang sama bg Saan, bg Rico, kak Mery, kak Wilna, kak Roza. Tau gak kami waktu itu lagi lapar gak tau kenapa pengen bakso...hahah siang-siang makan bakso, biarin :p Eh lagi asik-asik nikmatin bakso kak Wiwin telpon katanya dia pengen pergi ke luar lantaran senin nanti kak Wiwin bakal balek ke kampung. Yo weeeess, bearti kak wiwin minta jalan-jalan .

Akhirnya aku dan Muthi yang sedang asyik cerita-cerita sambil nikmatin bakso harus kudu cepat habisin nih bakso. Masalahnya udah mau jam 2 juga, mana seronok jalan-jalan keliling kota diwaktu yang singkat. Ya gak?? pulang kampus langsung capcus jalan-jalan :D

Nah, aku pun sampai rumah, siap-siap dan langsung caww pergi naik mobil bareng fatimah, kak wiwin, lah ibu dan ahmad juga ikutan ternyata, dan supirnya si bg Hen. Pertama kami ke Puswil dulu. Tapi sial, sampai sana udah jam 3 dan puswil dah tutup.... AAAAaaa.... maaf ya kak wiwin, sekali-sekali ke Pekanbaru malah tutup segala, lagian Pustaka Wilayahnya cepet amet tutupnyaa. Yaudah akhirnya kami hanya bisa nompang foto :D 

Setelah beberapa saat foto-foto di puswil (sadiaaah laiii :'D) kami langsung pergi ke Ramayana, si Taufiq minta nitip beli celana basket haha... trus sekalian deh belanja-belanja dikit. Setelah itu gak taunya udah pukul 5 sore aja. Mana belom solat ashar lagi. Yaudah, mobil langsung nge-gas ke menuju mesjid Agung An-Nur.

                                      
                                     

Wiiiiii, ternyata rame banget orang olahraga gitu , ada yang main bola, bulu tangkis, jjs, dll di halaman mesjid. Boleh yaaaa?? masalahnya kalau aku lihat nih banyak orang yang di lingkungan mesjid gak menutup aurat atau memakai jilbab, cowoknya juga lumayan banyak yang pake celana pendek. Apa itu gak ngelanggar yaaa?

Saran aku buat pemerintah kota Pekanbaru. Mestinya hal inilebih di tegasin donk. Mesjid itu tempat ibadah bukan tempat olahraga, mana ada yang gak pake jilbab lagi. Malah aku rasa orang non muslim kayaknya juga dibolehin masuk tuh. Mana ciri khas islam kita. Tahu tempat donk. Mana temapt untuk rekreasi mana tempat untuk ibadah. Sangat disayangkan. Mending kalau nutup aurat, ini kagak.

Yap, kembali ke topik, selanjutnya aku solat ashar dan setelah solat ashar keluar balek dan foto-foto sambil nunggu maghrib. Seronok lah, perlahan orang yang olahraga tadi pada bubar dengan sendirinya dan kami pun asik dengan minuman yang ibu beli :D




Kak Wiwin jilbab biru narsiss eeee...

Oh iya, aku menemukan suatu fenomena tak biasa loh. Bukannya aku mau menjelekkan mesjid kita sendiri atau apa. Kita tahu di mesjid pasti ada petugas kebersihan kan. Nah, aku menemukan suatu barang pada saat aku ke jendela mesjid. Mesjid kebanggan kita. Tau kan gambar apa tuh yang aku ambil?? :DMaaf sebelumnya kalau gambar dibawah rada jorok :p


Penampakan CD


Dimana sih petugas kebersihan mesjid? barang segitu gedenya gitu gak dibuang dan dibersihkan. Kalau nampak oleh pengunjung luar atau bahkan luar negri gimana? Kita yang malu tau. Jelas-jelas kebersihan sebagi dari iman, masa yang begituan aja kita gak peka. Aku sempat terkejut saat melihat ntu barang ada di jendela mesjid.

Tapi aku berharap gak cuma petugas kebersihan aja yang harus peka terhadap kebersihan mesjid tetapi pengunjung juga harus menjaga kebersihan. Ok jangan sampai terulang lagi.

Kembali ke topik :D  kami solat magrib sekalian di An-nur kemudiann langsung pergi makan ke Sukajadi warung makannya Bg Dendi, yang punya orang kampung Ibu. Setelah kami makan, langsung beli martabak dan pulang. Capek juga ternyata, jalan-jalan setengah hari pulangnya jam 8 malam. Sampai rumah langsung bersih-bersih solat dan kembali akunya buka laptop ngerjain tugas.

Nah, kasian kan aku, aturannya aku bisa tidur dan nyantai eh gak taunya malah lanjutin buat tugas seorang diri. Huuuuuhhhh...SABAR, orang sabar disayang pacar *Ehhhhh :D disayang Tuhan maksudnya.


 Bersama Kak Wiwin waktu jaga toko :D

Sampai lupa ceritain tentang Kak Wiwin, ini Kakak aku dari kampung anak sepupunya ibu, udah dua minggu di rumah. Ke Pekanbaru ya biasaa ... liburan aja. Senin Besok kak Wiwin bakal balik lagi ke Sumbar mau lihat hasil ujian. Mudah-mudahan lulus ya Kak... Aamiin :D OK wassalam Sobat, met istirahat.