Monday, 30 September 2013

Jalan-jalan ke Medan

Sob, kali ini aku mau postin perjalanan aku selama liburan di Sumatra Utara ketika zaman doeloe... haha... pada tahun 2011 lalu kok, gak lama-lama, hihi. tidah tahu kenapa aku mau nge-post hal yang udah lama, yaaa karena aku blogger pemula, tu harus blogging yang pastinya bermanfaat. Sebenarnya aku hanya ingin tampilkan foto-foto. Yaaa... walaupun fotonya gak ada yang bagus, pas pula waktu itu, ini kamera pertamaku. Yaaaa beginilah jadinya, masih belom hobi motret. 

Aku ke Sumatra Utara tepatnya pergi ke Medan untuk menikmati alam Danau Toba, salah satu danau terbesar di Indonesia yang menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah maupun turis mancanegara. Cukup bangga lah karena bisa lihat Toba, dikira dulu waktu zamannya SD gak bakal mungkin akan pergi ke Medan wong kata orang jauh banget dari Pekanbaru. Eh gak taunya Allah ngasih rezeki ke orangtuaku sehingga aku sekeluarga beserta nenek bisa ke Medan.

Bagi sobat-sobat sekalian yang muslim mungkin harus agak sedikit ribet dengan solat dan makannya. Kenapa? bagi sobat-sobat yang ke Medan melalui jalur darat bakal susah yang nemuin mesjid, gak kayak di Sumatra Barat yang sepanjang jalan pasti ada mesjid, karena di sepanjang perjalan menuju Medan di dominasi kalangan non muslim dan banyak tempat ibadah mereka. Tapi ingat, walaupun begitu,solatnya jangan sampai tinggal ya. Solat dimana aja boleh kok asal tempatnya suci dari hadast dan najis. 

Terus bagi sobat-sobat yang ingin makan, mungkin sebaiknya bawa bekal dari rumah seperti rendang, ayam goreng cabe, atau pop mie yang pokoknya bisa bertahan lama. Karena disepanjang jalan akan banyak rumah makan non muslim, kalau sobat ragu untuk makan dijalan, bawalah bekal.

Kembali ke laptop --> Sebenarnya aku ada ngunjungi beberapa tempat, tapi ntah apalah tu namanya, aku lupaaa hehehe,,,, semacam kayak puncak gitu, dingin, banyak jurangnya, trus ada kuda yang bisa kita naikin. Ahh...sayang aku waktu itu gak foto momentnya karena batrai kamera habis.... 

Ini ada beberapa penampakan alam dan foto aku di Danau Toba bersama keluarga.

Di tepi Danau Toba yang indah di pagi hari cuyyy....
Adik-adikku, tampang-tampang sudah beda-beda dengan yang sekarang... hihi
Dari kanan itu umroh dan Tamyiz

Aku bersama nenek


Ini adik aku juga,namanya Taufiq.. santai banget duduknyaaaa


Keindahan alam perbukitan yang mengelilingi Danau Toba yang indah...


Adik aku juga, pasti pada mau bilang, banyak bener adiknya. Ya iyalah
lima bersaudara gituu...
oh ya, ini namanya Fatimah


 me...


me , again and again... Jangan dongkol yaa... :p


Anak-anak kecil yang bermain di atas sampan mendekati kapal yang kami naiki
Semangat kali loh ni anak dayungnya.


My Dad beloved :*


Ibu dan nenek

Nah... aku lupa ini apa namanya, ada semacam boneka gitu trus goyang-goyang sendiri
nyosor deh langsung anak-anak dari berbagai arah, katanya nih
 boneka lagi dimasukin arwah gitu.
nanti pas selesai acara, langsung nih anak-anak berbondong2
 menerima angpao dari pengunjung.


Kalau gak salah ini aku berada di pulau seberangnya gitu...
nompang foto yang dibelakannya ada tugu. Pulau samosir kali yaaa...
lupaaaaa....


Pemandangan Danau Toba


Adik aku main airr... hihi
ini pas di penginapan.


Di penginapan ini dibelakangnya penuh dengan beragam
permainannya lohh...





Nah, itu dia moment aku ketika di Danau Toba, walaupun waktu itu cuma sebentar di Medan dan merasa belum puas, aku tetap bersyukur kok bisa ngelihat pemandangan ciptaan Allah yang subhanallah banget. Dan bagi sobat-sobat yang belum berkunjung ke Medan. ini diaaa... sobat sekalian bisa mengancang-ancang dari sekarang mau liburan kemana... ya kan?? Okayy... itu saja. Mudah-mudahan semakin seru bagi sobat sekalian yag bakal liburan ke Medan. Alam Danau Toba sungguh yahuuiii melepas stress sob, alam yang sungguh segar dan asri.

Sunday, 29 September 2013

Asik-asik Josss Ospek Jurusan

Hai-haii... kayaknya ini yang terakhir aku mau posting tentang ospek aku di kampus. Mudah-mudahan yaaa. Ospek yang aku jalani itu dari tanggal 21-22 September 2013 minggu lalu. Aku mau berbagi pencerahan bagi  sobat-sobat yang belum pernah ngerasain rasanya ospek yang gila abis. Sungguh merana dan diluar nalar imajinasiku ( hahahahaa..... lebay deh guee... :D). Tenang sobat, aku gak berusaha nakut-nakutin, tapi pengen berbagi seputar ospek untuk bekal sobat, hehe... apa lagi kalau bukan bekal mental, disiplin, dan harus punya keingintahuan yang tinggi.

Pokoknya ospek itu senang-senang tapi seru, kompak dan gokil abiz. Rasa keakraban satu sama lain itu kayak kita berusaha memenangkan perlombaan tarik tambang gitu. Walaupun lelah, letih, lesu, lemah, lunglai, plus gemulai sumpah ini gak bakal aku lupain. Aku merasa bangga bisa ikutan ospek, yaaa merasa kasihan bagi mereka yang gak ikutan ospek dengan alasan sakit, izin,dll. Soalnya ini acara sekali seumur hidup selama di kampus, sayang banget kalau dilewatin.

Walaupun panas menggelegar di tubuh, kami selalu didorong sama kakanda senior untuk bertahan. Mereka bilang panas ini bukan apa-apa dibandingkan perjuangan kita selama menempuh pendidikan. Sungguh semangat yang membahana cetar badai dihati ini. 

Biarpun lumpur, air kotor, dan terik matahari menjadi beban di tubuh tapi kami tetap semangat untuk terus berjalan dan berjalan dari satu posko ke posko yang lain, turun naik got, empang dan bertubi-tubi pertanyaan dari senior yang harus dijawab, kalau gak dijawab, push up dan scot jam hukumannya.

Paling berkesan pas saling tukar kado dan ngasih kado sama kakanda senior yang jadi PJ kami.... aaaaa so sweet... aku dapat kado dari kelompok seberang yang isi nya notebook yaaaa.... bisalah untuk nulis hal-hal penting... hehee...

Sobat... pokoknya selama sobat ikutan ospek fisik itu harus kuat, utamakan jgn lupa sarapan pagi, jangan lupa bawa obat bagi yang sakit. Ikutin semua perintah dan petunjuk senior. Dengarkan dengan seksama segala materi yang diberikan panitia ospek, karena biasanya bakal ditanya lagi oleh kakanda senior. Trus jangan nakal-nakal kalau misalnya gak ingin dihukum trus dipermalukan di depan semua mahasiswa baru.... okkaaayyy :D

 Nih aku mau bagi foto-foto kotor kami selama ospek.... (weesss kata-katanya agak nganu yaaa...) hehehe ... maaf mas bro and siss....

Ini penampakan kapal pecah di kamar aku pasca persiapan alat-alat yang harus dibawa
ke kampus untuk ospek, mulai dari tas dari kardus, kalung dari permen, 
rok dari daun kelapa, topi toga, name tag, susu, roti, dll... 
lupaaaa,,,hihihi


Hari pertama ospek sob, yang baju ungu itu kakanda PJ kami... :))


Hari kedua nih ....


Semangat sorak kami dalam kesatuan mahasiswa baru.... 
asik asikk jossssssssss.... 
wkwkwkwk :D


Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dari kejauhan...
Sungguh indah dan asrii...
(pameeeerrr....hihi)


Nahhh.... ini dia foto kotor kamii...
masih ingat kan dengan iklan sabun lifeboy....
berani kotor itu baikk...hahaa
Badan penuh lumpur dan pasir karena habis disuruh 
menggelinding di pasir+masker lumpur dan luluran hehehe.... 
sumpah azab kalii....


Seperti inilah kebersamaan kamii yang yahuuuuyyy abiezzz...


Agak kerepotan juga kalau ospek itu banyak jenisnya. Mulai dari ospek universitas, ospek fakultas, dan terakhir ospek jurusan yang paling mengena banget di hati... hehehe.... Terimah kasih buat semua yang termasuk dalam kenangan ini. Tanpa semua ini, kenangan kebersamaan kita gak akan terangkai dan terjalin.... Selamat juga bagi temen-temen kelompok aku yang bernama "Feedback"...masih kebayang kakak2 banyak yang muji nama kelompok kita yang keren abiz... Jika ditanya apa itu Feedback kita sontak bilang "Interaksi umpan balik". Dan selamat juga bagi kelompok kita banyak Cinlok.... moga bersemi dan langgeng...

Saturday, 14 September 2013

Aktivitas Pertama di Kampus


   Haii... sahabat sekalian, kali ini saya mau nge-post foto-foto kuliah umum dan PNDK fakultas saya di ilmu komunikasi. Pasti pada bingungkan apa itu PNDK. PNDK adalah penanaman nilai-nilasi dasar keislaman, ya sekalian ospek atau ortopus gitu lah. Seru juga loh, banyak dapa teman baru, pengalaman baru, lingkungan baru, juga guru -guru alias dosen baru, hihi...

   Walaupun sepanjang mata memandang banyak anak M2M tapi aku senang lah, karena gak sendiri disini. Ini nih, foto-foto aku bareng temen-temen ketika di UIN Suska, yokk check it out!!

Ini foto waktu kuliah umum di Islamic Center. Tengoklah derita kami, yang lain pada duduk di bangku yang bagus,nah kami lesehan  karena tempat duduk yang penuh, walaupun begitu kami tetap senang dan ber narsis riaa. hahaha...Dari kiri ada Hasnah, Mila, Muti(temen aku dari MAN), aku, Nanda(temen sekelas aku di MAN).


Ini nih sobat ketika kami ortopus atau PNDK.
 Pake topi dari tempurung duduk disamping got karena banyak dan membludaknya siswa baru di tahun ini. 
Dari kiri ada Nadia, aku,dan Putri. Kami tergabung dalam kelompok Al-Farabi di Ortopus kali ini.


Sungguh hari yang melelahkan banget sahabat, aku dan teman-teman di kampus dari jam 6 pagi sampai hampir jam 6 sore. Lihat lah tu, tampang aku semakin dekil, apalagi temen-temen aku juga udah pada gak karuan semua bentuknya, jilbab lah udah mencong2, tak apalah kalau cantik, kayak apa pun modelnya tetap aja cantik, lah orang yang udah jelek begini kalau mencong2 jilbab ya tambah aneh....hahahha 


Walaupun capek, foto jalan teruuuuuuuuuus...
Mila dan Muti minta di foto  ama kakak kelas. Kakaknya sendiri loh yang ngasih tawaran foto.... 
hihi,sayang aku gak ikut, soalnya aku yang potret. 


Narsis lagiiiiiiiiiiii :))


Aku dan Mila, walaupun beda jurusan tapi dia teman yang heboh...




hahaha.... lihat tampang konyol, dekil, dan jilbab yang mencong-mencong ntah bentuk apaa...
Ini tampang kecapean ya kakak2 senior... hahaha
malu saya jadinya pampang foto jelek nih, tapi gak apa lah, mana tau ada pembaca yang tertawa, kan ladang pahala juga bagi saya membuat orang lain senang...ya kann??

Dah dah lah tu, itu saja yang dapat saya share di ortopus kampus Uin Suska saya yang insya Allah akan saya cintai...aamiiin... jangan lupa komen atau ngasih kata2 apaaaaa saja yaaaa.... saya tunggu...

Friday, 30 August 2013

Kuliah Juga Akhirnya

Assalamualaikumwarohmatullahiwabarakatuh :))

Hidup dan hidup ternyata emang sebentar kalau dijalani( mati kaliii kalau enggak di jalanin.hehehe). Baru aja rasanya kemarin ini masuk MAN, eh gak taunya udah kuliah aja sekarang. Senang sih, tapi yang namanya masa-masa SMA itu yang paling enaknya, gak tau lah ya kalau kuliah ini gimana rasanya. Tapi kalau kata kakak-kakak, masa kuliah ini yang paling menentukan masa depan kita jadi apakah kita kelak.



Allhamdulillah di tempat kuliah, aku dapat jurusan yang aku suka, Ilmu Komunikasi dengan berlatar belakang IPA. Awalnya sempat gak tau juga mau  ngapain di Ilmu Komunikasi, tapi pas udah nge-search di internet ternyata nanti kita akan belajar jurnalis. Yaaa.... itu yang paling membuat aku pertama kali aku ingin masuk Ilmu Komunikasi. Tapi ketika orang udah pada nanya cita-citanya pengen jadi apa? aku juga rada bingung karena cita-cita aku yang sebenarnya itu adalah pengen menjadi seorang pengusaha. Trus apa kaitannya donk dengan jurusan yang aku pilih sekarang? Aku mengembil jurusan ilmu komunikasi atas dasar hobby dan minat aku. Cita-cita tetap pengen jadi pengusaha. Sebenarnya banyak juga hal-hal yang membuat aku pengen ambil ilmu komunikasi . 

Yang pertama, karena ada jurnalisnya, dulu sejak Mts sampai MAN sering ikut-ikut dalam berbagai hal yang menyangkut jurnalis, mulai dari majalah, buletin,mading,wawancara, dll.

Kedua, karena gak ada pelajaran matematikanya. Hahaha, mungkin ini yang paling sedikit aku hindari, walaupun aku dari IPA, tapi sebenarnya aku juga suka menghitung, apalagi menghitung yang berhubungan dengan uang. Patut di garis bawahi untuk aku, kalau aku ini sangat teledor dalam hitung-menghitung yang berkaitan dengan pelajaran disekolah, gak bisa diajari sekali langsung lengket dikepala. Aku juga kasihan sama temen sebangku aku jadinya. Gara-gara aku yang gak ngerti waktu istirahatnya disekolah aku ambil untuk ngajari aku yang gak ngerti. Untungnya dia orang baik dan mau gajari aku. Hehehe.

Ketiga, aku juga sering sejak MTs jadi MC,pidato,dll. Aku juga pengen aja lagi mengasah kemampuan berbicara di khalayak ramai. Soalnya kalau ditimbang-timbang dengan orang yang pandai berbicara di khalayak umum, aku itu masih standar alias masih ketinggalan jauh, belum ber-skill. 

Keempat, aku pengen jadi orang terkenal. Ntah kenapa aku berpikir kalau orang yang pandai dalam hal berbahasa ataupun berbicara itu kelihatan  pintar, berwibawa, tegas, nyenangin, humoris,trus bermartabat, yaaa pokoknya kelihatan waaaawww lah. Biasanya kan orang yang seperti itu yang cepat dikenal publik dan dicari orang. Tapi aku agak sanksi sama yang satu ini  seperti cantik/ganteng dan berpenampilan menarik. Kalau penampilan masih bisa belajar dan di make over, tapi kalau soal kecantikan masih kurang PD. Tapi aku ingin berhati besar, bahwa gak semua orang cantik dapat terkenal. Kalau dia mungkin gak secantik yang orang pikir mungkin orang bisa mellihat kecantikan dari segi lain, dan dari segi lain itulah aku ingin tonjolkan. hehehhe. Bantu doa ya supaya aku bisa jadi orang terkenal.... itu adalah salah satu mimpi besarku.

Kelima, aku juga ingin menjadi penulis handal yang bisa terbitkan banyak buku, mudah-mudahan aaamiin. Aku  sangat suka sama menulis, menulis apa pun, tapi aku masih belom bisa mengatur menajemen waktu yang baik. Jadi waktu untuk menulis masih kurang ditambah lagi ligkungan sekitar selalu ribut membuat aku sukar berkonsentrasi. Sebenarnya kalau kata orang gak ada alasan buat menulis, yaaa tapi mau gimana lagi presepsi setiap orang itu berbeda dan harus dihargai, namanya juga kita belajar. Di dunia ini gak ada yang namanya orang pintar, yang ada orang yang mau belajar, belajar dan terus belajar. Itu yang dicari sama orang dan dicintai oleh Allah. Kalau dia orang pintar ya ngapain harus belajar lagi. Toh dia nya udah pintar. Ya gakk??

Nah, itu yang membuat aku kesemsem pengen ambil ilmu komunikasi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.Walaupun orang kan menganggap jurusan itu gak penting dan lapangan pekerjaan yang gak akan dapat menghasilkan uang banyak kita tetap harus optimis, tetap harus berkomitmen, tetap harus meluruskan niat,tetap berdoa dan berserah diri pada Allah. Disini usaha dan doa yang harus di keluarkan,bukan mengeluarkan kata-kata yang membuat diri semakin bingung dan nge-down.

Ada satu lagi nih yang lupa. Gak penting dimanapun kita akan kuliah ataupun belajar. Yang belum sempat dapat universitas favorit jangan kecil hati. Yang membuat suatu universitas bagus bukan universitas itu sendiri tapi orang-orang yang belajar disitulah yang membuat nama universitasnya semakin bagus. Nah, tunjukkan kalau kita dapat membuat prestasi yang bisa mengharumkan nama tempat kita belajar sepanjang masa. Buatlah terget seperti itu, kalau perlu ajak reman-teman lainnya untuk sama-sama berjuang mengharumkan nama kampus selagi masih ada kesempatan yang terbentang. Buktikan kalau lulusan kampus kita dapat menyaingi kampus favorit kalau perlu dengan prestasi yg lebih tinggi. Kalau sudah begini jadinya siapa yang akan bangga? bukan hanya orang tua, tapi univversitas, seluru lapisan massyarakat, provinsi, bahkan kalau mungkin dunia. Ya gak?? Ayooo kita buat perubahan lebih maju. Kalau misalnya kita masih sulit untuk mengajak yang lain kenapa gak mulai dari diri kita sendiri dulu? Jika kita sudah sukses orang pun akan mengikut. 

Sekian dulu tulisan saya hari ini. M

udah-mudahan bermanfaat di kemudian hari. Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh :))

Tuesday, 27 August 2013

Antara Tito dan Cici

"Makasih sayang!" Ucap Mama pada ku setelah aku menyuapkannya sesendok kue dan mengecup keningku.

"Iya Mama, aku sayang Mama," Balasku.

Kemuadian aku kearah Papaku sembari memotongkan kue untuk ku suapkan dan ia juga mengecup keningku lembut sama seperti Mama.

"Makasih Pap, udah buatin acara ini," ucapku.

"Sama-sama sayang," Balas Papa.

Malam ini terasa begitu lelah, aku pun segera menuju kamar dengan langkah yang gontai. Ku raih boneka winne the poohku seraya memeluknya erat dan memandang kembali lekat-lekat wajah bonekaku.

 "Tito, terima kasih selama ini telah menemaniku. Sekarang aku sangat bahagia, hari ini hari ulang tahunku yang ke-19, gak terasa umur aku juga semakin berkurang saja, saat ini aku bahagiaaa banget punya Papa Mama yang selalu menyayangiku, tapi mengapa aku rasa Tito gak seperti dulu lagi, lebih sering diam, dan tak hirau padaku, apa yang terjadi?"


***

10 tahun yang lalu.

"AAaaww, sakiiit sekali"

Seketika aku seperti terduduk ditanah tak sanggup berdiri, terasa butiran-butiran air mata mengalir di pipiku seraya memegang tangan kananku kuat-kuat.

"Cici,  kau kenapa? ayo bangun! Cici! Cici! Cici!" Suara Mela menyuruhku untuk segera bangun.

Tapi aku tak sanggup bangun, tangan kananku begitu sakit yang tak tertahankan.

"Mela, bantu aku berdiri!" Ucapku lirih menahan sakit.

Sekuat tenaga aku mengulurkan tangan kiriku pada Mela tapi belum sempat Mela menyambut uluran tanganku, seketika pandanganku menjadi gelap.
--------------

Aku seperti tersadar dari tidur tapi hal yang pertama kali aku rasakan adalah aroma khas suatu ruangan yang tak pernah aku hirup sebelumnya. Perlahan aku buka mata yang masih terpejam ini, mataku langsung tersorot pada langit-langit yang terbingkai, dan berwarna putih. Seperti bukan dikamarku, karena langit-lanngit kamarku bewarna biru muda.

"Cici, kamu sudah bangun nak, Mama Papa dan Mela menghawatirkanmu," Sebuah suara lirih langsung terdengar oleh telingaku, seketika aku meoleh ke arah sumber suara itu. 

"Mam.... aaawwww," Jeritku ketika tangan ini ingin ku gerakkan memeluk Mama. Akupun hanya bisa terdiam sambil menahan rasa sakit yang masih menjalar disekitar  lenganku.

"Coba jelaskan pada Mama kenapa tanganmu bisa seperti ini nak?" Tanya Mama padaku yang masih menahan sakit.

"Anu Ma, Cici gak sengaja melewati abang kelas yang sedang  bermain bola kaki di halaman sekolah, waktu itu Cici dan Mela assik bicara, dan  bola tiba-tiba saja mengenai tangan Cici," Jawabku polos.

"Maafkan Cici Mam, Cici yang salah gak hati-hati," sambungku.

"Jadi Cici kena bola, siapa benar dia? setelah dia menendang bola kearahmu, dia tak bertanggung jawab, malah Mela yang melapor kerumah bersama guru-guru bahwa Cici telah dirumah sakit. Sekarang mana dia? biar Mama beri pelajaran dan memarahi dia yang  main bola sembarangan," Ucap Mama tegas seperti marah besar.

"Saya tante!"

Terdengar olehku sebuah suara cengil polos yang penuh keberanian menunjukkan siapa dia.

"Saya Tito Dimas Prayoga, maafkan saya yang tidak sengaja menendang bola ke arah anak tante, saya benar-benar menyesal,"

"Ooohh,kamu toh? menyesal kamu bilang? apakah dengan kata menyesal tulang tangan anak saya yang patah bisa bersambung kembali dengan sendirinya?" Hardik Mamaku yang emosi tak tahan melihat aku menderita kesakitan seperti ini.

Seketika ruangan serba putih itupun menjadi hening seolah tak ada penghuni. Ku lihat Abang kelas yang bernama Tito itu membisu tak percaya atas keadaanku.

Tito berjalan ke arahku pelan. Aku mengrutkan kening tak tahu apa yang akan ia lakukan padaku. Aku pun sedikit menjauhkan posisi ku darinya. 

"Awwww, Mam..." Aku merintih kesakitan lagi.

Tito tampak berhenti mendekatiku. Dan Mama menyambar tangan anak yang bernama Tito itu dan meyuruhnya keluar dari ruangan ini sekarang juga.

"Apa kamu mau membunuh Cici lagi setelah kamu mematahkan tangannya. Pergi kamu dari sini!" Bentak Mamaku kepada Tito.

Tiba-tiaba saja sepasang manusia masuk kedalam ruangan ini. Menangkap Tito yang hampir saja terjatuh oleh dorongan Mamaku. Papaku tampak menyuruh Mama untuk sedikit sabar, sedangkan Mela hanya mematung seakan tak mengerti apa yang terjadi.

"Yoga,Reza Prayoga?? Ja...jadi dia anakmu?" Kata Mamaku ragu kearah sepasang manusia yang sepertinya suami-istri itu."Pa, Mama gak sanggup lagi dengan masalah ini, tolong Papa usir mereka dari sini, Mama capek," Ungkap Mama seakan meredam kemarahan dan fokus melihat keadaanku.

"Maafkan anakku Pak, Mira juga tolong maafkan kesalahan anak saya, ia tidak sengaja, tolong maafkanlah Tito." Papa terus mendesak agar keluarga Tito segera pergi dan tak menghiraukan apa kata lelaki yang  bernama Reza itu.

Setelah mereka semua pergi aku memberanikan diri bertanya pada Mama siapa orang yang Mama panggil Reza itu. Mama menjawab dia adalah masa lalu Mama yang membuat Mama terluka. Mama menyayangakan keadaan dimana apa yang Mama alami terjadi padaku atas kelakuan anaknya Reza. Bedanya kalau Mama terluka ketika hari pernikahannya dengan Reza di masa lalu terpaksa batal karena Reza yang tak muncul-muncul saat akan ijab kabul.

--------------

Setelah hampir dua minggu tak sekolah, senang rasanya aku bisa bersekolah kembali, walaupun tanganku masih menggantung dan dibalut perban. 

Tapi baru saja aku selesai menaiki anak tangga dan mengangkat wajahku, alangkah terkejutnya aku melihat boneka besar Winnie the pooh menggantung di tangan seseorang.

"Apa kau sudah sembuh? Aku dengar kau menyukai Winnie the pooh, terimalah boneka ini sebagai permintaan maafku karena membuat tanganmu patah?" Terdengar suara anak laki-laki yang tak asing bagiku.

"Apakah itu kau, Tito?" Tanya ku.

"Iya, aku yang kerumah sakit waktu itu."

"Aku memaafkanmu, tapi jangan kau lakukan lagi hal seperti ini?" Kataku pada Tito.

"Iya, aku tak akan mematahkan tanganmu lagi," jawab Tito.

"AAIIKK.... mematahkan? maksud aku, kalau ingin minta maaf sama orang jangan lagi menutupi muka dengan benda seperti ini lagi, aku jadi susah mengenalinya," Sanggahku yang membuat Tito langsung memberikan boneka cantik itu dan tersenyum lebar ke arahku.

"Terima kasih Cici, mulai sekarang aku akan melindungi mu, aku janji gak akan ada lagi yang namanya "patah"," Ucap Tito pergi dan meninggalkanku. Akupun saat itu hanya bisa tersenyum sambil melihat punggungnya tak percaya ia melakukan ini untukku.

---------------

Hari demi hari berlalu, sejak aku pertama kali masuk sekolah setelah kecelakaan itu ia lebih sering menjemputku ke kekelas III A, padahal kelasnya yang di V A lumayan jauh. Aku juga selalu ikut ketika Tito mengajakku makan dibawah pohon rindang halaman sekolah dan Tito selalu membawakan makanan yang enak-enak buatan ibunya khusus untukku. Tito selalu menyuapiku ketika makan, aku tak bisa suap sendiri karena tangan kananku yang masih menggantung dan dibalut perban. Dari itu semua banyak yang mengira waktu itu aku dan Tito adalah kakak-adik ditambah lagi wajah yang katanya hampir mirip. Sejak itu aku merasa senang dan gak ingin pisah dari Tito.


Tapi apa dikata, takdir berkata lain. Sesusah apapun aku berkata bahwa Tito baik tapi Mama bersikukuh tidak memperbolehkan aku dekat-dekat dengan Tito, apalagi ayahnya Tito yang membuat hati Mama terluka.

Hal yang tak diinginkan pun terjadi. Aku sempat bingung mengapa Mama memutar arah ketika mengantar aku ke sekolah, dan ternyata Mama telah memindahkan aku kesekolah lain. Aku marah besar sama Mama dan gak akan mau sekolah lagi kalau  kayak gini. Tapi Mama memarahiku dan aku hanya bisa menurut.

Selang beberapa bulan kemudian Papa ada tugas di Kalimantan yang mengharuskan keluargaku pindah dari Pekanbaru. Yaaa.... aku akan meninggalkan Tito, mungkin untuk selamanya dan gak akan ada harapan lagi.

Aku pun hanya bisa mengucapkan salam perpisahan kepadanya dalam hati Selamat tinggal Tito, semoga kita berjumpa lagi.

***

Sudah gila rasanya berbicara terus sama boneka Titoku yanng tak pernah memberikan jawabannya. Titoku hanya diam,bisu. Ahhh... apakah aku gila karenanya. Tapi aku merasa aku masih waras. Aku sangat merindukan Tito aku ingin bertemu dia, setidaknya satu kali saja.

Papa ada cuti dari kantornya dan kebetulan aku baru siap ujian di kampus dan sedang libur. Keluargaku akan berangkat dari Kalimantan ke Pekanbaru untuk bertemu keluarga Mama yang masih menetap disana. 

Aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Ya Robb, aku pengen ketemu Tito, bantu aku Ya Robb.

Ku gayuhkan sepeda sepupuku yang aku pinjam menuju SD aku dulu. Kebetulan rumah sepupuku tidak begitu jauh dari tempat aku bersekolah dulu. Ku lihat-lihat sekeliling dan telah banyak berubah, termasuk rumah lamaku dulu. Aku masih melihatnya., masih kelihatan mirip walaupun catnya berbeda dan tak banyak bunga ku tampak. Dulu rumahku banyak sekali bunga-bunga yang cantik, Mama sangat suka bunga dan menghias rumah dengan bunga-bunga. Seneng rasanya rumah  saudara tak terlalu jauh dari SD. Jadi bisa mampir nostalgia di SD dulu walaupun tanpa dia.

Waaaahhh..... lega sekali hati ini, bangku dan pohon tempat aku makan bersama Tito tak ditebang, melihat renovasi sekolah ini. Kenangan masih nampak abadi disini. Ku keluarkan hape kamera dan ku letakkan boneka Tito di bangku itu, langsung deh aku jepret. 

"Gimana, hasilnya bagus gak?"

"Waaah... bagus banget, boneka Titoo...." aku tersentak dan terdiam.

Seseorang meraih pundakku dari belakang. Aku pun menoleh, satu kata yang hanya keluar yaitu,

"Titooo!"

Dia meraih tangan kananku, dan menyibak sedikit lengan bajuku yang menutupi tangannku.

"Sepertinya membaik, hanya ada bekas jahitan, apakah terasa sakit bila disentuh?" tanya nya.

"Tidak sakit kok, tapi di tanganku tertanam baut-baut kecil" jawabku.

Seketika aku dan Tito tertawa lepas, ku raih Boneka Titoku, ku peluk ia dengan erat. Tito tersenyum dan membuka lebar tangannya, aku mendekat kearahnya memeluknya rindu bersama boneka Titoku.

"Mulai sekarang jangan pergi lagi tanpa kabar, bukankah aku berjanji akan melindungimu? aku sayang kamu Cici,"

Tangis yang menjadi tak dapat aku bendung lagi. Ku biarkan ia mengalir sederas aliran sungai menemukan lautan. Aku hanya dapat mengangguk iya terhadap apa yang dikatakan Tito. "Thanks God, You answered my prayers." Ungkapku dalam hati.

TAMAT





Saturday, 24 August 2013

Ini Sahabat Aku Juga

   
    Berawal dari pertemuan yang gak disengaja. Orang kalau udah deket apalagi pas zaman-zamannya sekolah pasti orangnya bakal teman sekelas. Tapi lain hal nya dulu yang terjadi padaku. Aku dengannya bukan satu kelas, tapi beda kelas, yang awalnya sama-sama gak tahu. Lama aku sekolah di MAN 2 Model, aku baru kenal dia  ketika aku pulang sendiri naik bus kota dan kebetulan sedang hujan. Aku pun pergi berteduh dan kulihat seorang gadis kecil( hahaha.... badannya emang kecil, tapi gak kecil kali juga) yang berseragam sama denganku. Aku sebenarnya gak terlalu perduli sama yang ada disampingku, toh aku gak kenal. Tapi gadis yang ada disampingku itu  menyapaku. Lama kami berbicara ternyata rumah aku dan dia searah. Hari itu aku pulang bersamanya. Dan semenjak pertemuan kami yang pertama kami semakin akrab, janjian pulang bareng, dan lain-lain, pokoknya banyak dah. hahaha.

        Hampir lupa aku ngenalin siapa namanya, hehe, dia kecil tapi gak kecil itulah dia si Muthi'ah Al- Haura, Kata orang  matanya sipit kayak orang Jepang, tapi aku anggap dia tetap orang Indonesia tulen, gak orang Jepang, hehhe. Hobinya nulis apa yang dia mau, bisa cerpen bahkan novel kalau ia ingin. 

       Semua orang pasti punya zona nyamankan kalau berteman apalagi bersahabat? yaaaa... itulah yang aku rasakan, aku merasa nyaman kalau barengan sama si Muthi, nyaman ketawa bareng, nyaman curhat bareng, nyaman pulang bareng, nyaman satu organisasi bareng. Pokoknya aku nyamanlah. Aku juga bukannya pilih-pilih teman juga. Tapi apa gunanya juga kalau kita punya teman/ sahabat yang sebenarnya di mata kita mungkin dia orang yang baik, tapi disisi lain kita ada rasa was-was dan gak nyaman, betul kan??

        Aku juga mau share isi surat gadis yang lahir di tanggal 1 juni 1995 >>Muthi ketika aku berulang tahun  yang ke-17 yang jatuh pada tanggal 11 Mai 2012. Muthi memberikan surat ini dan ia tulis di secarik kertas bewarna hijau, warna kesukaan ku, hihi.... ini dia.....




      
      Kayaknya kurang jelas yaaa.... aku perjelas lagi deh....

Lembar pertama: 

Assalamualaikum lelek gila binti mada binti nyebelin
binti binti binti binti semuanya :D
Ahaha.... Maaf ya, aq gak ngucapin jam 12 malam, 
bukannya lupaatau gimana, mang sebenarnya hari itu
renacananya pura-pura lupa.. hehe :p

Dibawah rintikan hujan bak film-film india kita saling bertemu. Bersama-sama berteduhdibawah atap post gramedia. Saling melempar senyum. Saling menyapa. Saling berkenalan disaksikan oleh ribuan kilauan indah air hujan. Sejak itu kebersamaan kita terajut dibawah bingkaian sang pohon persahabatan. :D Aahaha. Perkenalan yang aneh, singkat dan jelas. Pohon persahabatan menjadi saksi tentang cerita yang pernah terlontar dari bibir kita. Cerita tentang dia,nyamuk, kta dan cerita aneh lainnya. Mungkin itu pohon udah muak kali ya dengerin ocehan kita.

Masih terekam jelas oleh memori otak ini tentang tawamu, marahmu, bawelmu dan kadang sikapmu yang nyebelin :p Masih terekam juga saatngejar-ngejar bus, makan sate dibawah pohon persahabatan, jaket sialmu, green T, dll. Aku ketawa saat mengingat kenangan ttg bus bocor, lalu terdampar sampai akhirnya kita naik ke bus yang ternyata SAMA,terasa de javu :D

Mungkin jika ku untai kembali kenangan itu, rasanya tak kan mampu memori otak nan kecil ini untuk merangkainya. Aq cuma mw ucapin "Selamat ulang tahun Sobat." Tetaplah jadi sahabat terbaikku.

Lembar kedua:

I love u because Allah. Kejarlah impianmu sobat, Aq yakin & percaya bahwa dirimu punya bakat yang terpendam. Setiap manusia pasti diciptakan dengan bakat lek, tinggal kita cari & temukan bakat itu.  

             " HBD ...... ...... ..... !! "

by Muthi'ah al haura yg manis imut baik hati dan tidak sombong :D


ttd   >> nih ttd aq, ntar kalo udah jadi penulis terkenal, susah kw dapaatinttd aq itu :D

Nah itu dia sepenggal kata-kata dari sobat narsis ku itu. Pasti pada heran kan kenapa aku dipanggil "Lelek" di dalam surat itu? yaaapp, aku bgaku deh, aku tu disekolah di panggil "Lelek" walaupun sebenarnya aku gak suka, tapi mau gimana lagi, semua temen aku ketularan virus memanggil aku dengan sebutan "Lelek" :((

Satu lagi ni.... daari surat aku yang diatas, ada yang aku blank kan.... ssssttttt.... itu isi nya rahasia, makanya pas akuketik ulang diisini aku kasih tanda "."(titik-titik) hehhe. Itu kertas udah lumayan lama aku simpan, masih cekikikan kadang ketawa sendiri bacanya. Tapi sayang Mut, pohon persahabatan kita yang di depan kantor Hatta Rajasa itu udah ditebang, dan dah gak ada lagiii... :"((

Ini foto aku bersama Muthi ketika SMA dulu...






Thursday, 22 August 2013

Salah Satu Dari Sahabatku

     


      Di dunia ini pasti kalian punya teman kan? dan dari teman itu kalian semakin akrab dan selalu berada disisi, kalau sudah begitu berarti ia adalah orang atau teman yang spesial bagimu yang disebut dengan sahabat. Aku juga punya 1 orang sahabat, lebih dari sekedar sahabat, bukan dari golongan orang yang kaya raya, tapi orang juga gak tau karena ia adalah orang yang begitu special bagiku. Orang tuaku juga menyukainya dan percaya padanya. Ia adalah teman Mts aku bernama Sintia Delvi.

   Awal aku kenal sama dia ketika aku pulang sekolah dijemput bang Rul, supir papa. Ketika dipersimpangan bang Rul minta  ke aku untuk nompangin seorang cewek segede aku, bang Rul bilang kakaknya adalah temennya Bang Rul. Yaudah aku iya kan?

      Ketika aku berada disekolah esoknya. Aku terkejut karena ia adalah teman sekelas ku. AAAaaa... Jodoh ternyata.... hihi... Yaaa, waktu bang rul jemput aku, itu adalah hari pertama aku masuk Mts. Jadi belum terlalu kenal sama teman sekelas.

       Sifat Sintia emang perhatian, simpati, jujur dan asik. Itu semua udah nampak ketika Mts dan awal ketika pertama ia mengajakku pulang bareng. Aku biasanya selalu dijemput sejak SD. Seperti biasanya, aku kalau dijemput pasti selalu lambat, karena supir juga dipakai untuk antar jemput barang di toko aku. Disaat aku yang sedang melamun dan menunggu, datang Sintia yang aku tompangin dulu, ia berkenalan dengan ku dan memintaku pulang bareng bersamanya. Itu lah pertama kali aku naik oplet bersama teman untuk pertama kalinya. Biasanya aku takut naik oplet, takut karena ada berita-berita di tivi. Sejak saat itu aku selalu pulang bareng naik oplet bersamanya.

     Sejak saat itu aku selalu dekat dengan nya, aku nyaman berada didekatnya, sampai sekarangpun aku masih berteman akrab, apalagi rumahnya juga tak jauh dari rumahku. Ya, ia juga sering main kerumah, makan bersama, ngerjain tugas bersama, jogging bersama, jalan2 sama. Pokoknya seru. Dari sintia aku belajar kesederhanaan,bersahabat, percaya, dan terbuka. Aku pun juga jadi ngerti bahwa kesederhanaan itu adalah cukup, dan ia mengajarinya padaku. Sebenarnya teman-teman aku yang berada disekolah kebanyakan orang menengah kebawah, tapi aku senang dengan keadaan itu. Dari itu semua aku juga bisa lebih belajar untuk hidup lebih hemat, membantu otang tua, bersikap mandiri, dan lain-lain.

    Tapi disetiap ada kedekatan pasti ada yang namanya perselisihan, pertengkaran dan sebagainya. Itu juga aku alami bersamanya. Satu yang tak ku suka dari sifatnya ketika Mts,  aku dan dia emang harus sama2 terus, gak boleh sama yang lain, kalau aku berteman dan dekat sama yang lain, sintia akan cemburu dan merajuk. Tapi aku bilangin ke dia kalau kita itu harus berteman dan bersahabat sama siapa aja. Dan aku pikir sejak aku ngomong begitu Sintia udah mulai berubah, dan kami tak sering salah paham lagi.

      Aku sangat suka kesederhanaannya, ia juga rajin bantu oranng tuanya. Waktu Mts, ia bantu ibunya jualan disekolah, jualan sala lauk. Ibu sintia itu single parents. Sintia adalah anak yatim, tapi dari itu semua tak nampak raut muka kesedihan dan kesal ketika membantu orang tuanya. Malah kalau sala nya tak habis ,Sintia, aku bahkan beberapa teman lainnya bakal membantunya menjajakan sala ke kantor guru, dan ke SMA sebelah. Sintia selain berjualan di kantin juga berjualan untuk dikelas. Jadi kalau pagi-pagi kami itu dikelas udah pada makan sala semua. hehehe, dari ia menjual sala, dan salanya enak juga murah, sintia jadi dikenal guru2, adik-kakak kelas, bahkan sampai ke SMA sebelah. dari itu semua Sintia jadi banyak teman, dan menjadi salah satu anak kesayangan guru. Aku sangat senang membantu Sintia jualan sala kadang sintia juga memberiku gratis salanya ketika aku membantunya menjajakan kantong plastik hitam yang berisi sala lauk itu. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan.

      Sampai saat ini pun aku masih sering bertemu sama sintia, walaupun ia udah pindah rumah. Tapi sintia masih sering datang ke tempat aku tinggal, karena sintia waktu itu bekerja di rumah salah satu ibu angkatnya. Sintia mempunyai beberapa ibu angkat juga. Mungkin sintia adalah salah satu anak yang  beruntung, berkat ia pandai berkomunikasi dan dapat menjalin keakraban dengan siapa aja, ia punya ibu angkat yang membiayai dia sekolah, sekalian memberinya hal-hal yang dibutuhkan.

      Aku bahkan orang tuaku juga sering meminta bantuan pada Sintia, dan sampai sekarangpun ia selalu mengiyakan tanpa menolak, itu lah keistimewanya. Ia selalu siap dan tepat waktu. Jarang kita nemuin orang yang kayak gitu kan, tapi itu lah Sintia, aku bangga dan gak nyesal pernah berteman dengan nya.

Wednesday, 21 August 2013

Liburan Bersama Ke Bali Part IV(end)

      Hari ketiga kami menuju kintamani bangli, kali ini kami hanya tinggal dua keluarga, keluarga mak nobel lanjut ke lombok...hehe. Kintamani salah satu kawasan dataran tinggi yang dingin banget dan hijau, kiri-kanan jalan kita bakal ngelihat kebun stoberi, jeruk dan kopi khususnya. 

       ini dia penampakan menuju Kintamani...


        Foto bersama dahulu yaaahhhh.....


Di Gunung berapinyaaa...

 Para Lelaki bergaya... hahha


Diriku juga harus eksis donk....


      Disini terkenal kopi luwaknya yang mahal banget ampe dua ratus ribu satu cangkir. Katanya, tapi kami gak coba beli, toh yang harga seribuan ada didekat warung rumah saya. hahaha...Kita nanti juga akan melihat cara sangrai kopi dan melihat jenis-jenis kopi. Ada luwaknya sekalian loh, imut-imut dan lucu-lucu. 




      Taufiq sangrai kopi... 


      Disini nampak ntah gunung ntah bukit yang runcing-runcing gitu, gak kayak disumbar yang bukitnya datar-datar. Di kintamani Bangli kami melihat gunung berapi bekas meletus di tahun 1972(kalo gak salah) , masih terlihat jelas bekas meletusnya, di gunungnya masih terdapat hitam-hitam bekas terbakar yang gak ditumbuhi tumbuhan lagi. Disamping gunung berapi ada danau yang cantik dan biru, indah banget lah pokoknya. Oh iya  di kintamani kalau kita emang gak niat beli barang-barang apalagi sama yang dijajakan pedagang asongan, jangan disentuh atau nanya-nanya, nanti si pedagang asongan itu bakal ngekor terus dan bakal dorong kita terus untuk beli, pantang menyerah gitu. Yang lucunya waktu itu pas mobil kami perkir dan pak sopir mau keluar ada ibu-ibu  nyosor masuk mobil dan letakin sesajian gitu diatas mobil...penuh asap taukk... hihihihi...





     Menjelang sore jam lima kami sudah harus berangkat dari Bali menuju Pekanbaru. Senang rasanya bisa luangin waktu ke Bali. Apalagi adikku si Ahmad yang seneng banget dan selama dipesawat kerjaannya nanya ini itu terus sampai-sampai muak aku dibuatnya. Maklumlah, ini pertama kalinya si Ahmad naik pesawat, jadi dia tambah senang berkali-kali lipat. Oh iyaaa... aku juga lupa cerita nih, aku mau pamer hehehe.... baru pertama kalinya juga aku satu bangku sama Bule dari Inggris cewek dan ngajak aku ngomomong langsung, sempat greget takut gak ngerti, tapi ternyata bule itu ngerti dan aku juga ngerti apa yang diomonginnya. Intinya belajar bahasa inggris gk susah kok, asal dipraktekkan dengan serius, pasti tambah lancar, tapi bukan berarti aku pandai, aku hanya sedkit paham dari kata2 yang diucapkan bule itu dan dia pun paham maksud aku, yaaaa.... walaupun aku sadar bahasa inggris ku masih sering terbalik-balik, malah aku gak sadar pake bahasa minang dan dia bilang aku orang padang, tentu aku jawab iya, hehehe... ternyata dia juga udah tau seluk beluk Indonesia ya...buktinya dia juga tahu sama Padang, Sumatra Barat.

     Nah, sekian dulu ceritaku tentang liburan kali ini. Jangan lupa nabung yang buaaanyak biar bisa liburan kemanapun yang kita inginkan. Selamat menikmati liburan.... :))) Dan selamat Idul Fitri 1935 H.

     
      


Tuesday, 20 August 2013

Liburan Bersama ke Bali Part III

      Yaap.... ini cerita di hari kedua kami sekeluarga berangkat ke Bedugul, ada danau,gunung dan pura tempat orang hindu sembayang. Kawasannya sungguh asri, segar, dan dingin banget. Pemandangan alam sungguh hijau. 

     Here we are.... tempat pintu gerbang menuju Bedugul Fantastis,,, wohooo...



     Papa memang selalu eksis minta foto sama bule, sebenarnya papa udah kebanyakan minta foto ama Bule, tapi kan gak mungkin semua foto aku masukinkan?? ya salah satu nya aja yang aku masukin.

       
      Waah, indahnya pemandangan Bedugul. Kalau ke Bali inijangan sampai kelewatan ya...



      Kebetulan ada Bapak-Ibu yang habis siap sembayang di pura dan udah selesai, take foto dulu untuk jadi background. hehee... with my Moomm..


        My Big Family... yeeeaaa...
        


     Sebelum exit, foto dulu yaaaaahh...


          Bagi yang mau shopping ada kok di Bedugul. Ini diaaa...


      Perjalanan dilanjutkan ke tanah lot. Salah satu kawasan pantai yang ramai dikunjungi, ombaknya besar-besar dan dipenuhi batu-batu karang super gede yang ombaknya mengahantam keras kayak bom hiroshima nagasaki. Beneran tinggi dan keras banget suaranya guys. Di tanah lot juga ada batu karang yang menjorok dan menjauh sedikit dari bibir pantai tapi masih kokoh dan gak hanyut dihantam ombak yang segede itu.
     
            Ini dia batu yang kokoh walaupun diterjang ombak.
        

     Berfotodi gerbang menuju tanah lot.


     Papa narsisnyaaaaa...


     Ibu juga ikut-ikutan narsis... hihihi...


       Ciiiieee.... mesranyaaaaaa...


      My family again... hehaaaa...


     Selama diperjalanan makanan khas Bali yang dijual dan bayak di tempat makan kayaknya ayam betutu dengan sayur rebus yanng disiram cabe super duper pedes dan sambal bawang, tapi selama kami makan di Bali menu wajib yang dihidangkan itu adalah sayur disiram cabe pedes dan sambal bawang yang disukai hampir seluruh keluargaku kecuali aku. Soalnya aku gak suka bawang yang direbus ataupun mentah. 



    Diperjalanan aku juga melihat kawasan tempat terjadinya bom Bali yang menewaskan banyak turis asing. Ternyata kawasan itu memang dipenuhi dengan diskotik, yang katanya semakin malam bakal semakin ramai. Ku lihat banyak juga turis2 asing yang siang-siang bolong minum bir. Oh iya, di Bali kita juga harus hati-hati karena disini juga banyak tempat makan atau restoran yang menyediakan daging babi khususnya buat yang muslim, jadi jangan makan sembarangan. Pas waktu diperjalanan menuju ke kintamani aku juga nampak babi yang gedenya kayak kerbau diatas mobil pick up gede banget, baru sekali itu ngeliat babi yang sebesar itu. Diperjalan bang renal juga nunjukin pos polisi yang mana lagi hangat-hangatnya diberita dan youtube. Kejadiannya ketika turis kena tilang polisi dan si turis nyuap polisi dan polisinya malah minta bir kemudian minum bir bersama turis asing itu. Ingatkan!!

     Menjelang sore kami menuju pantai Kuta dan mandi-mandi dipantai sambil menikmati sunset. Setelah itu kami menuju pusat oleh-oleh yang terkenal di Bali dan mempunyai banyak cabang dimana-mana namanya Krisna, disini murah-murah, ramai, gede, dan penuh dengan berbagai macam oleh-oleh.

Adik-adikku assik main air sambil take gambar...


Berpose icak-icak ngeliat ntah kemana... hehe


      Saat sunset...


       seru gak? seru lahhh.... tapi lebih seru kalau lama-lama disana. Masih banyak sebenarnya tempat yang belum dicoba, tapi mau gimana lagi ya... uang dan waktu itu terbatas... hahahaha....